Perfection System

Perfection System
Duel Sengit


__ADS_3

Bastian yang memulai pertandingan lebih dulu langsung menyerang sejak awal.


Gaya permainan khas pria sombong dan penuh percaya diri itu bagaikan tombak yang langsung menusuk ke jantung pertahanan musuh.


Tapi Furya yang sejak kecil sudah melawan dan dilatih sosok hebat yaitu ayahnya tak panik dan balik menyerang sambil tetep bertahan.


Jika diibaratan Bastian bagaikan ksatria berkuda lengkap dengan tombak panjang sedangkan Furya adalah kesatria dengan tameng dan pedang satu tangan.


Pak Bagas yang merupakan guru fisika dan menggemari catur juga mulai berkomentar.


“Hohoho, sepertinya pertandingan di meja nomor 2 lebih seru, ya.”


“Bener pak, ini juga merupakan gaya bertarung bang Bastian yang full menyerang!”


“Bener kata Dharma, biasanya gak banyak orang yang main full nyerang gini kalo gak yakin dengan dirinya sendiri.”


Furya yang sejak awal di serang terlihat kalem dan duduk manis.


Meskipun gaya permainan Bastian sangat cepat, ia tak mengikuti itu dan mengulur waktu sambil tetap befikir langkah selanjutnya.


Tak ada gunanya meladeni gaya permainan cepat musuh dan Furya yang tau itu tetap menggunakan gaya biasanya yang stabil antara bertahan dan menyerang.


Di meja 1 keadaan juga hampir sama dengan meja 2.


Aurelia yang langsung menyerang di awal membuat seorang Grandmaster catur seperti Nadia kerepotan.


Tapi tetap saja fokus utama penonton masih di meja 2.


Menyaksikan pertarungan antara 2 pria hebat membuat penonton berteriak dan memberikan dukungan ekstra.


“Ayo kak Bastian!”


“Semangat kak Bastian, kalahin dia.”


“Ayo kak Furya jangan mau kalah.” Teriak beberapa penonton wanita.


Furya yang kali ini menghadapi sosok Bastian yang jenius dengan kemampuannya sendiri tak goyah dan tetap dapat mengimbangi.


Mungkin ia tak sepintar Bastian dalam pelajaran. Tapi dalam permainan catur, ia masih yakin bisa mengalahkan pria jenius itu.


Bastian yang melihat celah makin memojokkan Furya dan makin tersenyum lebar.


“Hahaha, kenapa bingung? Mana sosok hebat yang curang waktu itu?”


“Tunjukin lagi dong!”


Furya yang mendengar provokasi Bastian hanya duduk manis dan tetap bermain.


Jujur saja kali ini ia benar-benar hampir dibuat kalah.


Meskipun Bastian full menyerang, tetap saja pertahanan terhebat di dunia ini adalah menyerang.


Karena itu serangan penuh Bastian juga menjadi pertahanan terbaiknya dan makin memojokkan Furya.


Sampai waktu yang makin mepet memaksa Furya mengikuti alur permainan yang dibuat Bastian.


Kini dua pria itu saling menyerang dan adegan memakan bidak catur dengan kecepatan tinggi terus terjadi.


Furya yang sedikit tak di untungkan mulai keringatan.


“Sialan...ayolah sistem beri aku misi.”

__ADS_1


“Pelit amat sih manis!”


Furya yang dari awal terdesak dan kini hampir kalah sangat ingin membeli skill Dewa Game.


Tapi misi yang tak kunjung aktif seakan memaksaanya bertarung dengan sportif kali ini.


Bastian yang melihat musuhnya mulai keringatan hanya tersenyum dan mulai sombong.


Merasa di atas angin, Bastian makin menyerang dan menyudutkan Furya sampai tak sadar ia melakukan kesalahan kecil.


Bastian yang melakukan kesalahan sedikit karena terbawa suasana langsung menyadari itu.


Begitu juga dengan Furya dan senyuman yang awalnya lebar itu di bungkam dengan tertawaan kecil.


“Hahaha, dasar bodoh! Karena inilah jangan terlalu senang sebelum menang.”


“Benar begitu, Sebastian Malfey?” Kata Furya yang mulai melihat celah.


Sebastian yang melakuan kesalahan berusahan memperbaiki itu.


Tapi di hadapan Furya yang sudah katam dan sering memakan asam garam permainan catur sejak kecil, kesalahan kecil musuhnya sudah lebih dari cukup untuk memastikan kemenangan.


Di momen-momen krusial dan  penentuan, Furya mendesak Bastian sampai sang ketua dewan kedisiplinan SIS itu hanya bisa gigit jari dan keringat dingin.


“Skak...”


Bastian yang di skak masih tak mau menyerah dan mencoba tetap melawan.


Tapi Furya yang sudah diberikan kesempatan emas oleh blunder bodoh musuhnya tak memberi ampun dan terus mendesak.


“Skak lagi...”


Bahkan komentator juga diam keasikan dan ikutan menonton.


Sampai akhirnya, Bastian yang meremehkan musuhnya tak dapat lagi menghindar.


Satu kesalahan kecil saja bisa membuat kedudukan berubah derastis dan ia tak menyangka hal seperti itu bisa terjadi.


“Ayolah Bastian, hanya begini saja?”


Furya yang melihat keringat mulai bercucuran dari wajah Bastian langsung mengakhiri pertandingan itu dengan kememangan telak.


“SKAK MAT...”


Di apit kuda dan ratu, bastian yang sudah dikunci langsung termenung dan tak berbicara.


Pak Bagas yang melihat itu akhirnya mengakhiri pertandingan.


“S-Skak Mat, Furya Aditya dari kelas 2D menang.”


“Selamat Furya, dengan ini kelas 2D maju ke babak Final...”


Melihat sang juara menang lagi, para penonton langsung berteriak dan dukungan untuk sang pemenang terdengar keras.


Furya yang memenangkan pertandingan hanya duduk santai dan menatap Bastian yang berhasil dikalahkannya.


Bahkan tanpa bantuan sistem, ia masih bisa mengalahkan pria sombong dihadapatnya itu.


Bastian yang kalah langsung berdiri dan berniat pergi.


Tapi Furya yang sok polos juga berdiri dan tersenyum lebar sambil mengajak bersalaman sebagai formalitas penutup acara.

__ADS_1


Melihat si kampret yang sok basa-basai, Bastian makin marah dan menggenggam tangan Furya untuk formalitas.


Saat itu juga ia meremas tangan Furya dan mencoba tersenyum karena sedang di rekam kamera.


Furya yang tangannya di cengkram kuat dengan santai dan penuh senyuman balik meremas tangan Bastian.


Sangking kuatnya remasan tangan Furya, Bastian yang awalnya berdiri sampai dibuat menunduk dan merintih kesakitan.


“A-Ahhh-ahh, Sa-sakit!”


Melihat wajah kesakitan Bastian, Furya hanya tersenyum dan sok polos bertanya.


“Kenapa? Mana wajah pria sok hebat tadi?”


“Bisa tunjukkan lagi padaku?”


“Ka-kau!...”


“Sa-sakit...lepaskan!”


Furya yang sudah puas meremas tangan Bastian akhirnya melepaskan cengramannya.


Saat itu juga Bastian langsung terjauh dan tersungkur kebelakang.


Aurelia dan Nadia yang berada tepat di sebelah mereka juga sedikit ketawa melihat Bastian yang terjatuh.


Begitu pula para penonton dan sebagian dari mereka tak dapat menahan tawa melihat Bastian yang terekam kamera sambil terjatuh kebelakang.


Bastian yang dipermalukan di depan umum langsung berdiri dan menatap Furya dengan tatapan penuh amarah sambil memegang tangan kanannya yang merah.


Tapi Furya yang sudah memenangkan pertandingan hanya bediri santai dan sama sekali tak terlihat sedikitpun adanya rasa takut diwajahnya.


“Dasar brengsek, akan ku balas semua ini nanti!”


“Nanti? kenapa harus menunggu nanti idiot. Sini maju, aku ada tepat di hadapanmu!”


Melihat Furya yang sama sekali tak takut, Bastian menjadi makin syok dan langsung pergi.


Padahal dirinya sangat di hormati dan ditakuti oleh semua murid sebagai Ketua Dewan Kedisiplinan SIS.


Dengan jabatan dan wewenangnya, Bastian bahkan sudah beberapa kali mengeluarkan murid yang tak disukainya dari SIS.


Tapi seperti tak takut dengan nama besarnya, Furya terlihat sangat santai bahkan sangat menakutkan.


Bastian yang sudah dipermalukan langsung cabut dan pergi dari tempat pertandingan.


Beberapa anggota kedisiplinan juga mengikutinya.


Aurelia yang melihat perdebatan panas antara Furya dan Bastian dari dekat langsung berbicara.


“Sebaiknya jangan berurusan dengannya, bahkan anjing kecilpun jika di ganggu akan tetap menggigit!” Kata Aurelia sambil tetap bermain catur.


Furya yang mendengar itu dengan santai membalas.


“Tak perlu kuatir, jika anjing itu sampai menggigit akan ku rontokkan semua giginya!”


“Woah...sangat menakutkan!" jawab Aurelia sambil menyekak Nadia.


“Skak Mat!”


Nadia yang di skak akhirnya kalah dan lagi-lagi dua orang itu akan bertanding di babak final.

__ADS_1


__ADS_2