
Furya yang di tantang Sherly untuk bertanding di Festival Olahraga makin senang dan langsung setuju.
Saat itu misi aneh juga tiba-tiba saja aktif seperti ingin merubah sikap lunaknya.
[Ding! Selamat tuan menerima Misi Khusus]
[Kalahkan Sherly dan jangan pernah lagi mau mengalah]
[Hadiah 16.000 Perfection Poin dan 1 Mysteri Box]
Furya yang mendapatkan misi aneh makin tersenyum lebar.
Misi Khusus, misi yang tak pernah ia dapatkan selama 2 minggu menjadi pemilik sistem kini tiba-tiba saja aktif.
Poin hadiah dari misi ini sebenarnya biasa saja dan sama dengan levelnya yang sekarang yaitu 16.000 Poin.
Tapi yang membuatnya berbeda adalah adanya 1 kotak hadiah misterius yang akan Furya dapatkan.
“Sistem, apa hadiah dari kotak misterius ini?”
[Ding! Sama seperti namanya tuan. Hadiah yang akan tuan dapatkan jika berhasil menyelesaikan misi khusus ini masih misterius]
[Hanya saja hadiah yang akan tuan dapatkan masihlah berhubungan dengan semua hal yang ada di toko]
Furya yang mendengar jawaban sistem langsung mengerti.
Itu artinya ia bisa mendapatkan hadiah mahal atau bahkan tak berguna dan murahan.
Jika di lihat barang ataupun skill di toko sistem harganya bervariasi dan tak stabil. Ada pedang aneh yang berharga 10 juta Poin, ada pistol aneh yang harganya bahkan sampai 20 juta Poin. Atau bahkan ada hal tak terlalu berguna seperti kacamata tembus pandang dengan harga 10.000 Poin dan sejenisnya.
“Hemmm, ini hampir sama dengan sistem gacha di game-game online. Benar begitu kan?”
[Ding! kurang lebih seperti itu tuan]
Akhirnya perjanjian di buat dan disepakati. Saat itu juga Furya dan Sherly setuju dengan persyaratannya.
Setelah itu Sherly gak ngambek lagi dan mereka pun pulang.
Furya yang kini mengendarai motor dan sedang ada di jalan raya bersama Sherly terlihat sedikit melamun sambil menatap layar hologram.
Kesempatan emas ini harus ia manfaatkan dengan maksimal.
Karena itu ia yang merasa tingkat keberuntungannya makin tinggi menaikkan kembali 10 Status barunya ke Perfection Rich.
Meskipun tak terasa secara langsung manfaatnya, tapi misi khusus tak akan muncul jika ia tak beruntung.
Karena itu Furya menaikkan lagi status barunya ke Perfection Rich.
Sambil mengendarai motor secara pelan, Furya dapat melihat status dan perkembangan dirinya di layar hologram.
Nama : Furya Aditya
Ras : Manusia
Level : 16
Status : Penerus Resmi Dewa Kesempurnaan
Umur : 17
Perfection God : Terkunci
Perfection Body : 240
Perfection Rich : 20
Perfection Power : 50
Perfection Poin : 65.990
Status Poin :
Skill : Seni Beladiri Dewa Tahap I, Regeneration.
Setelah sampai di rumah sang pacar, Sherly turun dari motor dan buru-buru lari kerumah.
__ADS_1
Ia yang sudah gerah karena memakai pakaian yang sempit berniat langsung ganti baju.
Furya yang melihat tingkah lucu sang pacar hanya bisa tertawa.
Mungkin ia sudah terlalu egois sampai memaksa sang pacar ikutan sekolah dan sebenarnya sifatnya sama saja dengan Sherly.
Furya yang pulang dapat melihat 4 mobil terparkir di depan rumahnya.
2 milik keluarganya dan 2 lagi pasti milik tamu yang berkunjung.
Merasa tak asing, Furya langsung tancap gas dan sampai di depan rumahnya.
Baru saja masuk, wajah Devan langsung membuatnya menghela nafas.
Padahal sudah di singgung tapi orang satu itu seperti tak menyerah dan masih saja datang menemui ibunya.
Ditambah kini ada satu pria lagi yang seperti ikut-ikutan.
Orang itu tak lain adalah Dokter Dedi Gunawan, dokter spesialis yang sempat merawat sang ibu saat koma dulu.
Melihat Furya datang, Devan dan Dedi langsung berdiri dan menyambutnya.
“Baru pulang sekolah Furya?” Tanya Devan.
“Iya om.”
“Furya...lama gak ketemu ya.” Sapa Dokter Dedi.
“Iya dok. Ngomong-ngomong dokter Dedi ada perlu apa kerumah saya?”
“Ada sedikit urusan sama ibu kamu.”
Dokter Dedi yang langsung di tanya tujuannya ke sana hanya tersenyum dan menjawab singkat lalu duduk kembali.
Furya yang sedikit penasaran tak begitu kepo dan ingin ganti baju dulu.
Di sana juga sudah ada Nando yang ia beri tugas khusus untuk menghalau pria manapun mendekati ibunya.
Jadi bagi Furya, ia tak perlu lagi report-repot dan basa-basi dengan orang-orang itu.
Furya yang penasaran refleks bertanya pada sang ibu.
“Ma, dokter Dedi ngapain datang ke sini?”
“Ohhh, dia bilang mau minta sample darah mama lagi buat penelitian.”
Furya yang mendengar jawaban sang ibu dibuat terdiam sejenak.
Meskipun memang sudah berjasa bagi keluarganya, tetap saja tak ada urusannya itu orang meminta sample darah ibunya.
Ditambah itu untuk tujuan penelitian.
Furya yang sadar pasti ini semua masih ada sangkut pautnya dengan Water OF Life terlihat tak senang dan langsung buru-buru ganti baju.
Setelah ganti baju, ia langsung pergi ke depan dan duduk di sana untuk menanyai lebih lanjut keinginan Dokter Dedi dan mulai mengobrol sejenak.
“Maaf ya dok! Tapi tujuan dokter yang sebenarnya buat apa. Kalo buat kesembuhan ibu saya maaf aja nih, ibu saya udah sembuh jadi gak perlu lagi pake acara minta ini itu.”
Dokter Dedi yang sudah tau pasti sang anak tak setuju sebenarnya tak terlalu ambil pusing.
Awalnya buk Reni juga dengan senang hati ingin menyerahkan sedikit darahnya.
Tapi paman Furya yaitu Nando sedikti menghalangi dan mengatakan harus menunggu Furya terlebih dahulu.
Karena itu ia yang sudah tau hal seperti itu pasti terjadi lebih memilih jujur dari pada sampai membuat pria muda emosional itu marah.
“Jadi gini Furya...”
Di depan Nando, ibunya dan Devan yang juga masih ada di sana, dokter Dedi mulai menjelaskan tujuannya meminta kembali sample darah buk Reni.
Karena waktu itu ia sempat mengambil sedikit untuk tujuan penelitiannya pribadi, dokter Dedi yang meneliti darah Buk Reni di kejutkan dengan hal yang begitu luar biasa.
Seperti sel darah buk Reni dapat memperbaiki dan menyembuhkan segala macam hal bahkan daging yang busuk sekalipun, dokter Dedi yang tau itu adalah hal yang tak mungkin terjadi menjadi makin penasaran.
Pada dasarnya sel dan molekul darah tiap manusia memang memiliki tingkatan tertentu untuk menyembuhkan dan memperbaiki setap jaringan sel di dalam tubuh.
__ADS_1
Tapi khusus yang satu ini efek penyembuhannya terlalu cepat dan luar biasa.
Karena itu dokter Dedi mengirimkan hasil penelitiannya ke pusat Laboratorium Nasional dan disuruh meminta kembali sample darah yang serupa.
“Jadi gitu Furya...tolong bantu dokter Dedi ya.”
“Kalau mau dokter juga bakalan kasih uang yang banyak buat keluarga kamu, tapi-”
Furya yang sudah tau tujuan dari inti pembicaraan itu langsung memotong.
“Gak bisa dok!”
“Ini bukan soal uang atau apapun. Lagian dokter main kirim sample darah ibu saya ke Laboratorium Nasional.”
“Udah ijin belum sama ibu saya?”
“Pasti belum kan?”
Mendengar pertanyaan nyelekit Furya, dokter Dedi hanya tersenyum dan balik berbicara.
“Iya dokter ngaku salah. Tapi ini untuk kepentingan banyak orang!”
“Kalau kita bisa mengembangkan pengobatan baru dari penelitian ini makin ba-”
Furya yang sudah menolak tapi masih di desak memotong lagi dan kali ini berbicara dengan keras.
“POKOKNYA GAK BISA!!!”
Melihat dan mendengar suara teriakan Furya, semua orang langsung terdiam termasuk sang ibu.
Buk Reni sebenarnya mau saja memberikan sample darahnya bahkan tanpa di bayar.
Dokter Dedi adalah oang yang merawatnya selama 1 tahun koma dan baginya beberapa tetes darah akan dengan senang hati ia berikan.
Lagian itu semua untuk tujuan baik sama seperti yang dokter Dedi bilang.
Tapi anehnya sang anak sangat ketakutan dan seperti tak mau hal itu terus berlanjut.
“Dok tolong! Selagi saya masih sopan dan menghargai kebaikan dokter, tolong jangan paksa saya.”
Dokter Dedi yang melihat Furya seperti menyembunyikan sesuatu dan tak ingin ia melanjutkan penelitian akhirnya mengalah dan tersenyum.
Ia yang di usir secara halus juga paham dan langsung berdiri.
“Oke-oke...dokter ngerti.”
“Maaf ya udah buat keributan.”
“Buk Reni, saya pamit dulu ya.”
Karena atmosfir di sana sudah tak baik, dokter Dedi lebih memilih pergi saat itu juga.
Tapi ia yang merupakan dokter dan mencintai pekerjaannya tak akan menyerah begitu saja.
Ia juga akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan bahkan jika tak di setujui Furya.
Devan yang melihat keadaan sudah tak memungkinkan juga izin pamit dan pergi dari rumah Furya.
Nando yang menjadi mandor masih sama seperti biasa dan menjadi bos sambil memantau pekerjaan para tukang agar lebih cepat selesai.
Sedangkan buk Reni yang tubuhnya memang terasa sangat sehat tak bertanya lebih lanjut alasan sang anak menolak permintaan dokter Dedi.
Jika sampai tak mau memberikan darah ibunya, maka Furya pasti memiliki alasan yang kuat untuk tak melakukan itu.
Karena itu buk Reni lebih memilih diam dan mengikuti arahan sang anak sulung.
Ia bahkan sudah di peringatkan oleh Furya untuk jangan pernah mendengarkan dan memberikan apa yang dokter Dedi bilang.
Sedangkan Furya, ia saat ini sedang tidur di kamar sambil menatap langit-langit rumahnya.
Dendamnya dengan Tomy belum selesai dan justru ada masalah baru yang sangat mengganggunya.
Bahkan orang yang baik sekalipun bisa sangat membahayakan keluarganya jika tak di tangani dengan cepat dan benar.
Apa jadinya jika makin banyak orang yang tau tentang darah ibunya yang begitu istimewa. Tentu itu akan membahayakan sang ibu untuk kedepannya.
__ADS_1
Saat itu Furya akhirnya sadar harus bertambah kuat lebih cepat dan cepat lagi sampai tak akan ada orang yang berani menggangu keluarganya.