Perfection System

Perfection System
Main Belakang


__ADS_3

Setelah makan malam, Furya kembali ke kamarnya dan rebahan sambil main hp.


Setelah telfonan bucin dengan sang pacar sepanjang malam akhirnya ia pun tertidur.


Pagi harinya Furya terbangun karena alarm hp yang berdering.


“Hoamm ... sistem Check In!”


[Ding! Selamat tuan berhasil Check In hari ke 20]


[Selamat tuan mendapatkan hadiah 20.000 Perfection Poin]


Setelah Check In dan cuci muka, Furya memulai aktifitas paginya seperti biasa.


Hari itu tepat 20 hari sudah ia menjadi pemilik sistem.


Selama itu juga ia tak pernah absen dan poin Login Hariannya makin bertambah banyak.


Ditambah saat satu bulan full nanti maka ia berhak mendapatkan hadiah spesial.


Furya yang hari jumat itu merupakan hari terakhir Festival Olahraga di sekolahnya terlihat tak sabar lagi ingin sekolah.


Jika menang taruhan melawan Sherly maka ia juga akan mendapatkan kotak hadiah misterius. Jadi hari itu suasana hatinya sedang dalam kondisi senang.


Setelah 1 jam berolahraga, Furya pulang kembali ke rumah dan mandi.


Setiap harinya kini pasti sarapan lezat buatan sang ibu selalu tersedia di meja makan.


Ibunua yang diberikan uang banyak memang selalu memanjakan anak-anaknya soal makanan.


“Hemmm, enak ma.” Kata Ren sambil memegang dua paha ayam goreng di tangan kiri dan kanan.


“Yaudah cepetan diabisin Ren. Nanti telat kesekolah kamu.” Lanjut sang ibu.


Furya yang selesai makan langsung pamit dan menjemput Sherly. Sebelum pergi sang ibu lagi-lagi mendekatinya dan membujuk Furya agar mau ikut ke kampung ibunya.


Tapi Furya yang tak ingin pergi hanya diam saja dan langsung cabut.


Dirumah Sherly, sang pacar yang melihat wajah Furya pagi-pagi agak masam langsung bertanya.


“Kenapa kamu yang? Tumben diem aja.”


“Gpp, yuk berangkat.”


Setelah mengambil helm pemberian sang pacar, Sherly naik keatas motor dan merekapun berangkat kesekolah.


“Yang, kamu masih ingetkan perjanjian kita?”


Ditanya sang pacar, Furya membuka kaca helmnya dan menjawab itu.


“Inget dong. Kalo aku menang bakalan dapat satu keingnan apapun kan, hehehe?”


Sherly yang waktu itu sempat terbawa suasana dan memberikan hadiah aneh jika sang pacar mengalahkannya merasa sedikit menyesal.

__ADS_1


Nyatanya skor kelasnya dan kelas 2D hanya berbeda beberapa poin saja dan situasi Sherly sangat tak diuntungkan.


Jika hari itu Furya lagi-lagi menunjukkan kekuatannya maka bisa saja kelasnya akan dikalahkan.


Terlebih lagi 2 lomba terakhir yang Furya ikuti adalah Lari Estafet Pria dan Tarik Tambang yang jika menang akan mendapatkan poin sangat banyak.


Alih-alih menjawab pertanyaan Furya, Sherly justru bertanya balik.


“Yang, kamu kok bisa kuat banget sih? Emang kamu ngapain aja dua minggu ini?”


Furya yang ditanya sang pacar hanya menjawab singkat sambil menutup kaca helm dan langsung tancap gas.


“Rahasia!”


Setelah itu motor dikebut dan Sherly yang takut refleks memeluk sang pacar dengan erat.


Itu hampir seperti Furya yang sengaja ngebut untuk mengerjai Sherly yang banyak tanya.


Setelah sampai di gerbang sekolah dan motor pelan kembali, barulah Sherly berani membuka mata.


“Ihhhh ... jahat banget sih kamu nih!” kata Sherly sambil memukul-mukul punggung sang pacar.


Furya yang melihat wajah ketakutan itu hanya tertawa dan cengengesan.


“Hahaha, maap-maap cuman bercanda.”


“Lagian kamu sih banyak nanyanya!”


Setelah motor diparkirkan mereka berjalan bersama dan berpisah di lorong kelas.


Furya yang datang tepat waktu langsung masuk ke kelasnya dan melihat semua teman-temannya berkumpul di depan kelas.


“Akhirnya datang juga lu Fur.” Kata Boby yang mendekatinya.


Furya yang baru masuk juga langsung sadar apa yang telah terjadi pada kelasnya.


Semua bangku dan kursi berserakan tak karuan. Lalu semua kaca pecah dan di papan tulis ada tulisan mengerikan yang mengejek kelas mereka.


Kata-kata yang menjurus dan penuh ejekan itu bahkan ditulis menggunakan darah yang tak bisa dihilangkan.


Furya yang melihat masih saja ada orang-orang sampah yang melakukan hal seperti itu menjadi sedikit kesal.


Ali yang melihat Furya datang dan berjalan menuju kearahnya juga langsung menyapa.


“Hoi...tau gak lu siapa kira-kira yang bikin ulah?” Tanya Ali kepada Furya.


Furya yang baru datang jujur saja tak mengetahui siapa yang berbuat onar di kelas mereka diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Ali.


“Mana Aku tau. Cuman ada CCTV disekolah dan pelakunya tetep bakalan ketangkap!” Jawab Furya santai.


“Kata Security Semua CCTV malam tadi mati. Jadi masih gak jelas ini siapa pelakunya.” Tegas Ali.


“Lah kok bisa gitu?”

__ADS_1


“Bisalah, kayak gak tau SIS aja lu! Tapi kalo sampai ketahuan liat aja. Bakalan ku abisin tuh orang.” Kata Bos Ali menyeringai.


Tak lama buk Yeni wali kelas 2D bersama Jamal dan beberapa anak pria lain datang sambil membawa ember besar berisi air dan pel lalu mulai menghapus tulisan-tulisan tak beradap yang memenuhi papan tulis bahkan sampai ke dinding kelas.


Beberapa anak perempuan yang melihat itu sedikit ketakutan karena dari tulisan yang ada tersirat pesan dan ancaman yang menjurus ke semua orang yang ada di kelas 2D.


“Udah cepetan dihapus. Gak enak lihat ginian!” Perintah buk Yeni kepada murid-muridnya.


Semua bukti sudah di foto dan diamankan sang wali kelas.


Hanya saja buk Yeni yang melapor kepala sekolah langsung disuruh tutup mulut dan menghilangkan semua kegaduhan itu sebelum masalah makin menyebar dan pihak Dewan SIS tau.


Setelah itu semua murid kelas 2D bersama-sama membersihkan dan merapikan kelas mereka kembali.


Serpihan kaca, sampah dan telur busuk yang berserakan di buang dan lantai dipel berkali-kali sampai bersih dan wangi.


Furya yang selesai membersihkan kelas dan penasaran langsung bertanya pada sistem.


“Sistem, siapa sih orang yang melakukan ini?”


[Ding! Jawaban tak dapat diberikan]


[Tambahan. Sistem menyarankan tuan menggunakan alat Transformasi Rekaman untuk mengetahui jawabannya]


Furya yang melihat sistem merekomendasikan sebuah benda aneh di layar hologram dengan harga 5.000 Poin langsung mengerti apa maksud sistem.


Meskipun mengetahui segala hal, sistem tetap memiliki batasan dan peraturan tersendiri yang tak bisa ia langgar.


Jadi untuk membantu Furya saat itu, sistem menyarankan alat aneh yang dapat melihat kemasa lalu.


Tapi karena alat itu sekali pakai dan hanya dapat melihat waktu 1 hari sebelumnya, Furya awalnya ragu untuk membeli dan membuang-buang poin berharganya.


Namun saat melihat beberapa teman sekelasnya ketakutan terlebih lagi itu para gadis, Furya akhirnya merelakan 5 ribu poin berharganya.


“Huuh...ada-ada aja ini orang!”


“Sistem, belikan aku alat itu.”


[Ding! Perintah diterima]


[Selamat tuan mendapatan 1 buah alat Tranformasi Rekaman]


Furya yang merasa ada yang tak beres lebih memilih mencari tau sendiri siapa pelakunya daripada mengharapkan sibotak korup.


Setelah itu alat seperti kotak kecil hitam aneh ia keluarkan dari tas penyimpanan.


Dengan sekali kedipan cahaya, semua remakan kejadian selama 24 jam di kelas 2D tersimpan jelas di alat itu.


Furya yang mendapatkan bukti dan melihat semua rekaman di layar hologram langsung tersenyum tipis.


“Seperti dugaanku.”


“Dasar sekumpulan pecundang. Beraninya main belakang!” Kata Furya dalam hati sambil menatap layar hologram.

__ADS_1


Dari layar hologram, Furya dapat melihat total ada 12 pria yang mengobrak-abrik kelasnya.


Meskipun dapat memanipulasi CCTV dan semua orang, tetap saja mereka tak bisa lepas dari pandangan mata sang terpilih.


__ADS_2