
Setelah kelas bersih, tukang kaca dan pak kepala sekolah datang langsung ke kelas 2D.
Buk Yeni sebagai wali kelas langsung didekati si botak dan sekali lagi disuruh menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Ia juga dituntut untuk memastikan kabar itu tak beredar makin luas kesemua murid apalagi sampai satu sekolah tau.
“Jadi gitu buk Yeni. Mohon ngerti karena nanti siang pak Kepala Dewan sama beberapa Donatur dan Sponsor mau datang buat sesi foto dan ngasih piala hadiah.”
“Kalau bisa mereka jangan sampai tau masalah kayak gini.”
“Iya pak saya ngerti. Cuman ini udah keterlaluan dan saya yakin pelakunya juga orang dalam!”
“Lagian bisa-bisanya security gak tau dan CCTV mati, aneh banget ini.” Tegas buk Yeni kembali.
“Sabar buk, pokoknya serahin sama saya dan bilangin sama anak-anak ibuk untuk sabar dulu sampai acara Festival Olahraga sama Bazzar besok selesai.”
“Saya juga janji bakalan nangkap pelakunya, jadi jangan kuatir.”
Wali kelas 2D yang disuruh diam hanya bisa menahan kekecewaannya.
Tapi mau apapun yang ia lakukan tetap saja pria botak bernama Lukman Hadi itu merupakan kepala sekolah dan ia hanya bisa menuruti kemauan atasannya.
Pagi itu juga kaca baru langsung dipasang oleh tukang atas perintah si botak.
Furya dan teman-temannya yang diarahkan buk Yeni untuk bersabar dan jangan menyebarkan berita dan masalah itu ke murid lain sampai acara besok hari hanya bisa geleng-geleng.
“Kampret tuh si botak korup. Aku rasa malah dia itu pelakunya.” Kata Jamal di depan semua orang.
“Husss mulutmu. Kalau denger dia bisa kena masalah nanti.” Tegur salah seorang perempuan dari kelas 2D.
Furya yang sudah tau siapa pelaku kejahatan terlihat cuek dan santai.
Sangat mudah baginya menyebarkan video Bastian dan anak-anak kedisiplinan yang melakukan hal itu.
Tapi Furya yang mendengar nasehat wali kelasnya masih menahan diri dan tak memberitahukan teman-teman sekelasnya.
Ia juga berencana akan memberikan panggung besar untuk membalas perbuatan 12 orang itu nantinya.
Setelah kelas mereka bersih, anak-anak kelas 2D Berpencar untuk mendukung teman kelas yang lain dan menonton beberapa lomba yang tersisa.
Ada Lari 100 meter, Tenis, Ping-Pong, dll yang pagi itu tengah berlangsung.
Furya yang kebagian lomba lari estafet pria pergi sendirian ke ruangan OSIS sambil menunggu Jadwal pertandingannya.
Saat sampai di gedung OSIS SIS yang besar dan megah, Furya langsung dihentikan anggota OSIS yang kebetulan ada disana.
“Hoi...mau ngapain. Ehh, Kamu.”
Di panggil anggota OSIS, Furya berhenti dan mendekatinya.
“Bro, panggilin Aurelia dong. Aku mau ada urusan dikit sama dia.”
Anggota OSIS yang tau siapa Furya diam sejenak dan berfikir.
Mungkin jika siswa biasa maka ia akan langsung mengusirnya pergi karena anggota OSIS sedang sibuk terlebih lagi ketua mereka.
Tapi karena orang itu sang bintang sekolah, ia menjadi segan untuk mengusir Furya dan menyuruhnya menunggu sebentar.
“Yaudah tunggu bentar disini. Aku tanyain dulu sama ketua.”
__ADS_1
Furya yang disuruh menunggu di depan gedung OSIS hanya menurut dan duduk disana.
Tak lama menunggu pria itu kembali lagi dan langsung memanggilnya.
“Fur, emang ada perlu apa kamu ketemu ketua OSIS?”
“Rahasia, hehehe.”
Melihat pria di hadapannya cengengesan sambil main rahasia-rahasiaan, Fiko hanya bisa pasrah karena Aurelia sendiri yang mengizinkan Furya masuk untuk menemuinya didalam.
“Hadeh, yaudah sana masuk. Ketua ada di lantai 3 tepat di ruangan paling ujung kanan.”
“Oke bro makasi. Btw kenalin, Furya.”
“Salam kenal Fiko.”
Setelah berjabat tangan ala pria, Furya yang sudah izin lalu masuk kedalam gedung OSIS.
Selama 2 tahun sekolah di SIS, baru kali itu Furya memasuki gedung besar itu.
Demi kenyamanan para siswa, pihak sekolah bahkan menyediakan gedung tersendiri untuk organisasi siswa, eskul dll di sekolah.
Furya yang menaiki tangga kini berjalan menuju lantai 3.
Jika dilihat gedung itu dipenuhi anggota kedisiplinan siswa dan OSIS yang memang sedang sibuk-sibuknya saat acara Festival Olahraga.
Setelah sampai di lantai 3, Furya berjalan kearah kanan.
Lantai 3 yang menggunakan carpet merah mewah itu terasa sangat berlebihan bagi seorang seperti Furya.
Padahal itu hanyalah lantai 3 tempat dimana ruangan ketua OSIS berada tapi itu terlihat lebih mewah dari ruangan guru.
~Tok...tok...tok~
“Masuk!”
Mendengar suara yang dikenalnya, Furya membuka pintu dan dapat melihat ketua OSIS SIS yang begitu cantik sedang duduk manis di mejanya.
Melihat pria yang sudah lama diudangnya untuk ke sana akhirnya datang juga, Aurelia hanya tersenyum manis dan menyambutnya.
Furya yang membuka dan melihat isi ruangan ketua OSIS bahkan makin dibuat terkejut.
Tak salah SIS menjadi salah satu sekolah swasta terbaik di Indonesia. Ruangan ketua Organisasi Siswa nya saja sudah seperti hotel mewah.
“Ngapain malah bengong. Duduk sini.”
Dipanggil Aurelia, Furya hanya mengangguk dan duduk dihadapannya. Kini diruangan itu hanya ada mereka berdua saja.
“Maaf aku gak sempet megang hp.”
“Jadi, Ada perlu apa Tuan Bintang Laut.”
“Waduh, gak salah nama tuh kak.”
“Hahaha, yaudah kenapa kamu kesini Furya. Maaf, tapi sekarang aku lagi sibuk banget jadi langsung to the poin aja.” Kata Aurelia sambil melipat kedua tangannya keatas meja.
Furya yang dapat melihat tumpukan buku dan kertas disana juga tau pasti sang ketua OSIS sedang sibuk sekali.
Karena itu ia langsung memberikan dan membahas masalah video Bastian dan kelakuan anak-anak kedisiplinan.
__ADS_1
Aurelia yang diperlihatkan video itu dibuat kaget bukan main.
Bastian yang biasanya sangat baik dan ramah serta menjabat sebagai ketua Dewan Kedisiplinan SIS sampai berbuat seperti itu.
Bahkan kata-kata kasar dan vulgar juga terlontar dari mulut mereka di dalam video rekaman.
“Gimana kak Aurel. Apa ada saran terbaik buat kasih pelajaan ke ini orang!”
Aurelia yang tau hari itu ketua Dewan dan sebagian Donatur bersama Sponsor sekolah akan datang hanya memegang kepala dan berfikir sejenak.
Sampai besok saat Bazzar sekolah, semua orang sangat sibuk dan masalah besar ini jika sampai tersebar akan membuat acara pasti terhambat.
Terlebih lagi pria bernama Bastian itu merupakan anak dari salah satu Donatur Utama dan memiliki jabatan disekolah.
Bisa menjadi runyam semua acara jika video itu tersebar. Karena itu Aurelia mencoba mengambil jalan tengah.
“Sebelum itu, siapa aja yang udah tau remakan CCTV ini?”
“Belum ada yang tau selain kita berdua kak.”
“Terus dari mana kamu dapat ini video dengan kualitas yang jernih banget?”
“Aku gak bisa bilang kak!”
Aurelia yang mendengar jawaban Furya hanya bisa menghela nafas.
Bukannya mau bertindak tak adil atau menutupi kejahatan Bastian dan murid lainnya.
Hanya saja waktu yang tak begitu tepat memaksa sang ketua OSIS untuk meminta maaf kepada Furya.
Sambil menundukkan kepala dan meminta maaf, Aurelia lalu berbicara.
“Maaf, bisa gak menunggu sampai acara Festival Olahraga selesai baru kita urus masalah ini. Saat ini anak-anak OSIS dan Kedisiplinan siswa sedang sibuk-sibuknya.”
“Kalau video ini tersebar, acara hari ini bisa terhambat dan Bazzar sama rapat Darmawisata bersama orangtua murid besok juga pasti kena imbasnya.”
“Tolong beri waktu sebentar. Aku sama anak-anak juga hari ini bakalan sampai malam loh disekolah buat ngurus acara sabtu besok.”
“Tapi aku janji, abis acara aku bakalan pastiin Bastian sama semua anak kedisiplinan yang ada di video ini menerima hukuman.”Kata Aurelia dengan ekspresi memohon.
Furya yang melihat sang ketua OSIS sampai memohon seperti itu hanya tersenyum dan tak enak hati.
Jujur saja ia tak terlalu peduli dengan nasib Bastian dan cecunguknya.
Tapi ada banyak murid yang bekerja keras dengan serius untuk acara tahunan sekolah mereka itu.
Bahkan Aurelia juga termasuk dan sampai menegaskan kalau ia dan beberapa murid akan disekolah sampai malam untuk mengurus hari terakhir acara tahunan sekolah mereka.
“Ternyata benar aku harus menghubungi kak Aurel dulu. Untung aja belum sempat kusebar ini video kak.”
“Aku jujur gak terlalu peduli sama nasib ini orang. Tapi aku juga gak mau acara Festival Olahraga berantakan mangkanya minta saran ke kakak dulu.”
“Baguslah kalau kamu masih punya hati.”
“Jadi mau kan kamu nunggu bentar Furya. Nanti aku sendiri yang ngasih pelajaran sama mastiin mereka dihukum berat, jadi kamu tenang aja.”
Karena sebelumnya sempat mendengar obrolan si botak dan buk Yeni lah Furya tak buru-buru menyebarkan video itu.
Lalu dibantu ketua OSIS, Furya akan menyiapkan panggung spesial untuk sang ketua Kedisiplinan SIS yang kelakukannya berbanding terbalik sama sifat aslinya.
__ADS_1