Perfection System

Perfection System
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Sambil mengisi dokumen pembelian unit, keluarga Furya yang membeli cash 2 mobil sport di layani bak Raja.


Di sediakan cemilan dan minuman mewah, lalu spg cantik juga duduk dan menemani.


Nando yang melihat keluarga kakaknya membeli 2 unit mobil super mahal masih tak habis pikir.


Jika saja waktu bisa di ulang, mungkin Nando akan dengan senang hati membantu saat dulu Furya memerlukan bantuan.


Furya yang melihat sang ibu gemetaran juga membantu dan mengisi sebagian dukomen.


Setelah semuanya siap, pak manager yang masih muda langsung menyerahkan kunci mobil ke Furya.


“Dek, yang satu lagi mungkin seminggu baru bisa di anter. Karena ngubah warna mobil ginian butuh waktu!”


“Lama juga seminggu, di percepat dong pak!”


Mendengar permintaan sultan muda, pak manager berfikir sejenak dan akhirnya berbicara kembali.


“Yaudah saya bantu urus deh. Mungkin dua sampai tiga hari paling cepat.”


“Nah, kan enak kalo gitu. Terus ini yang putih udah bisa di bawa kan pak?”


“Bisa...kalo mau bisa langsung di bawa. Cuman surat kelengkapan kendaraan baru bisa sampai besok.”


Karena memang memerlukan banyak proses, surat kendaraan seperti STNK dan BPKB mobil baru besok bisa di berikan.


Maklum mobil mewah jadi mengurus pajak dan lain-lain lebih ribet dari mobil biasa.


Furya yang di berikan kunci langsung berjalan menuju mobil Porsche putih ibunya.


Nando yang ahli mengemudi mengikuti Furya dan mengajaknya berbicara.


“Kamu bisa bawa mobil?”


Furya yang di tanya pamannya diam saja dan terus berjalan.


Ia memang tak bisa menyetir mobil tapi di toko sistem ada skill hebat bernama Dewa Mengemudi yang dapat membuat Furya mengemudikan apa saja baik mahkluk hidup dan mesin.


Tapi karena harga skill itu mahal yaitu 30 ribu poin, Furya yang menabung untuk sang pacar melirik ke arah Nando yang terus mengikutinya.


“Om bisa nyetir?”


“Bisa dong! Om kamu ini supir profesional yang udah kerja jadi driver selama 15 tahun lebih tau.”


“Nih liat, om ada banyak sertifikat dan ada sim B1(Khusus)!” Kata Nando yang langsung membuka dompetnya yang kosong.


“Ohhh...”


Furya yang tau dari cerita ibunya kalau pamannya itu bekerja sebagai supir sejak tamat sekolah sampai sekarang masih sedikit ragu dengan skillnya.


Tapi ia yang tak punya sim juga tak bisa seenak jidat melanggar peraturan dan membawa mobil mewah di jalan raya.


Di tambah harga skill Dewa Mengemudi yang mahal membuat Furya berfikir keras.


Melihat Nando yang begitu antusias, Furya yang terlanjur benci tetap berniat mencari supir pribadi lain untuk keluarganya.


Tapi seperti berkata lain, misi random justru aktif dan membuat Furya berhenti melangkah sejenak.


[Ding! Selamat tuan mendapatkan misi baru]

__ADS_1


[Pekerjakan Paman tuan sebagai supir pribadi, hadiah 13.000 Perfection Poin]


Furya yang menerima misi menjengkelkan langsung protes pada sistem.


“Apa maksudnya ini, kenapa harus dia?” Tanya Furya dalam hati.


[Ding! lapor tuan, misi random akan aktif tanpa tuan bisa menentukan]


[Tambahan, sistem dapat menilai kalau paman tuan sangat layak untuk di pekerjakan]


Furya yang mendengar sistem membela pamannya menjadi marah dan berjalan makin cepat.


Nando yang di tinggal terus saja mengikuti seperti anak ayam yang minta di beri makan.


Sebenarnya mendengar langsung dari sistem Furya menjadi yakin kalau pamannya memang benar-benar pro seperti yang dia bilang.


Hanya saja ia masih tak bisa menerima kehadiran pamannya yang dulu tak mau membantu keluarganya saat ia kesulitan.


Furya yang terus di ikuti Nando akhirnya sampai di tempat mobil Porsche putih miliknya.


“Huuuh...ayolah Furya, tenangkan dirimu!”


Furya yang mengambil nafas panjang mencoba menenangkan diri dan emosinya yang sempat naik.


Saat ini ada misi yang sangat mudah dan bisa ia selesaikan jika mau.


Melihat wajah pamannya yang pengangguran dan terlihat menyedihkan, Furya mencoba melawan dendam di hatinya demi poin.


Sempat tersirat di benaknya untuk memperkerjakan Nando lalu setelah misi selesai maka ia langsung pecat.


Tapi saat memikirkan niat buruk itu, perkataan dan nasehat sang ibu muncul kembali di benaknya seperti mengikis dendam di hatinya.


“Huuf, baiklah akan ku berikan satu kali kesempatan.”


Nando yang mendengar perkataan Furya hampir menangis karena memang ia menyadari kesalahannya dulu.


Di lemparkan kunci mobil, Nando refleks menangkap itu dan tersenyum ke arah Furya.


“Makasih...makasih...om janji gak bakalan ngulangin kesalahn om lagi.”


“Berisiklah. Gak usah pake drama air mata, cepat buka tuh pintu.”


“Oke..oke...”


Furya yang tak mau membuang 30 ribu Poin untuk skill Dewa Mengemudi yang belum terlalu ia perlukan akhirnya memilih mengerjakan misi.


Nando yang di beri kesempatan kedua oleh anak kakaknya bertekat berubah untuk masa depannya yang lebih baik.


Tentu saja ia akan melakukan apapun untuk dapat terus menjadi bagian di dalam keluarga kakaknya yang sudah kaya raya.


Saat mobil di hidupkan, suara mobil yang halus dan pelan bahkan tak terdengar memang layak untuk harganya yang mahal.


Furya yang duduk di sebelah Nando langsung mengetes mobil barunya yang sangat nyaman.


Tempat duduk yang empuk membuat Furya duduk dengan begitu santai.


Saat sampai di depan showroom, Furya turun kembali dan menjemput ibu beserta kedua adiknya.


Nando yang akhirnya mendapatkan tempat sedikit di dalam keluarga itu juga turun dan menyusul.

__ADS_1


“Ma...yuk ke mal, mobilnya udah di depan tuh.”


Sang ibu yang masih lemas dan di temani kedua anaknya akhirnya berjalan menuju pintu depan.


Nando yang di berikan kesempatan kedua oleh Furya terlihat gerak cepat dan membawakan barang-barang buk Reni dan berlari lebih dulu.


Ia juga membukakan pintu mobil dan sudah seperti supir pribadi.


“Wihh, keren kak terus masih wangi kayak baru.” Kata Yuki yang suka dengan mobil barunya.


“Kak, punya Ren mana?”


“Punyamu besok sampainya, kan warnanya lagi di ganti.”


“Kenapa sih pake acara ganti warna, kan Ren suka warna merah kak!”


Di protes sang adik, Furya yang trauma karena pernah di tabrak Ferrari merah hanya menyipitkan mata dan mencoba menenangkan sang adik.


“Udahlah jangan bawel, udah di beliin juga!”


Setelah itu Furya dan keluarga kecilnya pergi meninggalkan Showroom mobil dan berniat jalan-jalan ke mal seperti keinginan awal mereka.


Buk Reni yang sempat lemas langsung baikan ketika menaiki mobil mewah yang baru saja di belinya.


Nando yang ahli mengemudi juga menyetir dengan baik karena nasibnya bisa di bilang di tentukan saat itu.


Di mal, Furya pergi ke pusat permainan anak-anak dan setelah itu berkeliling mal untuk shoping manja.


Saat itu juga Ren yang melihat motor balap kecil yang mirip dengan punya sang kakak dan tertarik langsung di belikan.


Sang ibu yang tau kalau anaknya sudah memiliki banyak uang akhirnya lebih terbuka sedikit dan membeli banyak barang untuk kebutuhan keluarga mereka.


“Ma...gak mau beli perhiasan kayak emak-emak lain?”


“Gak usah, udah cukup ini. Sisanya tabung aja buat biaya sekolah adik-adik kamu.”


“Yaelah ma...masalah pendidikan Ren sama Yuki tenang aja. Itu udah Furya pisah bagiannya.”


Furya yang tak melihat satupun benda berharga selain cincin kawin di tubuh sang ibu berniat membelikannya perhiasan.


Tapi sang ibu yang sederhana menolak dan sudah puas setelah membeli banyak kebutuhan rumah tangga seperti  barang pecah belah, tupperware, gorden, dll.


Untungnya Nando yang sudah jadi tukang angkut barang dengan senang hati membawa semua benda yang mereka beli jadi Furya dan keluarganya tak kesusahan.


Saat mau pulang karena sudah malam, Furya yang melewati cabang kecil perusahaan Tanaka Diamond langsung menarik tangan ibunya dan membawanya ke sana.


Jika di lihat sekilas mereka seperti bukan anak dan ibu karena buk Reni memang terlihat seperti wanita muda dan jauh dari sosok emak-emak komplek.


“Sini ma, kita mampir dulu sebelum pulang.”


“Pilih aja mana yang mama mau nanti Furya beliin.”


Sang ibu yang di bawa masuk ke tempat perhiasan mewah jujur saja sangat menginginkan benda-benda berkilauan itu.


Namanya juga wanita, tentu saja ibunya mengingikan hal yang serupa dengan kaum hawa lainnya.


Karena sudah di bawa kesana oleh sang anak tercinta, buk Reni akhirnya membeli sebuah kalung dan gelang emas yang di taburi permata indah.


Yuki si adik bungsu juga di belikan anting baru yang lebih mahal.

__ADS_1


Ren yang mau gelang emas juga meminta tapi tak di belikan karena sangat aneh dan berbahaya jika adiknya yang masih bocah membawa benda berharaga seperti itu.


Setelah puas shoping, Furya dan keluarga kecilnya kembali pulang ke rumah mereka.


__ADS_2