
Furya yang selesai meminta maaf akhirnya pulang ke rumah.
Jujur saja ia masih sedikit kesal dan tak bisa bekerja dengan baik lalu lebih memilih pulang kerumah.
Di rumah, Furya hanya bersantai dan melihat dari dekat sang adik bungsu yang berlatih piano bersama ibunya.
Melihat Yuki yang cepat belajar, Furya hanya tersenyum dan makin mendukung bakat adiknya.
“Keren...baru berapa hari udah jago aja.”
“Hebat banget adek kakak!”
“Hihihi...”
Yuki yang di puji sang kakak hanya tersenyum cerah dan makin giat berlatih.
Siang itu Furya bersantai di rumahnya di temani suara melodi indah dari piano tua peninggalan ayahnya.
Sang ibu yang kepo juga sempat bertanya pada Devan dan mengetahui kalau Furya telah menebus piano suaminya seharga 1 Milyar.
Itu bahkan 20 kali lipat lebih mahal dari saat piano itu di gadai.
Seingat ibunya, piano itu di gadai alm suaminya ke Devan seharga 50 Juta Rupiah untuk biaya operasi melahirkan.
Hanya saja memang mereka belum mempunyai uang yang cukup untuk menebus kembali sampai akhirnya kelupaan.
Dari sana juga sang ibu akhirnya mengetahui sifat asli Devan yang ternyata mau mengembalikan piano itu hanya karena uang.
Furya yang merasa lebih baik akhirya bisa melupakan masalah di cafe.
Sherly yang membantu keluarganya di cafe juga tak ngechat apa-apa karena memang cafenya sedang ramai.
Dari siang sampai sore, Furya hanya duduk bersantai sambil menemani adik kecilnya berlatih piano.
Sampai tak selang beberapa lama, hpnya berdering dan pesan wa dari sang pacar terlihat.
[Huah akhirnya selesai. Kamu lagi ngapain?]
[Aku lagi nemenin Yuki main piano. Udah kelar bantu-bantunya?]
[Udah, ini aku mau mandi karena capek banget dan gerah]
[Ohh iya, nanti malam kita jalan-jalan kan]
Furya yang malam minggu itu sudah ada janji dengan teman-temannya untuk nongkrong dan nonton balap motor hanya bisa kebingungan saat membaca chat dari Sherly.
Sang pacar yang mengajak jalan malam minggu pasti akan langsung merajuk jika Furya sampai menolak ajakannya.
Karena itu Furya yang polos langsung berkata jujur daripada menjadi masalah nantinya.
[Maaf Sherly, aku udah janji malam nanti mau ngumpul dan nonton balap motor sama anak-anak]
Sherly yang menerima balasan chat wa dari Furya langsung ngambek dan marah.
Persis seperti apa yang Furya takutkan, sang pacar langsung spam chat.
[Ohh gitu]
[Jadi kamu gak mau malam mingguan sama pacar sendiri]
__ADS_1
[Yaudah sana main aja sama mereka malam ini]
[Aku gak mau lagi ketemu kamu]
[Aku benci kamu]
[Aku juga gak mau kenal kamu lagi]
[Kamu taukan ini hari apa?]
Di spam chat oleh sang pacar yang merajuk, Furya langsung terkena serangan jantung dan sedikit kebingungan.
Tak biasanya Sherly sampai marah seperti itu. Ia bahkan bingung kenapa Sherly bisa sampai marah sekali.
Melihat ketikan Shery yang begitu mengerikan, Furya yang di tanya ini hari apa juga tak tau pasti apa yang di maksud sang pacar.
Lalu dengan begitu polosnya, Furya justru bertanya balik.
[Emang ini hari apa sih?]
Di tanya oleh sang pacar, Sherly yang sudah di kamar mandi dan berendam di bak mandi terlihat kaget dan makin marah.
Bisa-bisanya sang pacar melupakan hari spesial itu.
Tak hanya lupa, ia bahkan lebih memilih jalan bersama temannya dan itu makin membuat Sherly tak habis tingking.
[Haaaaa...kamu serius nanya ini hari apa?]
[Astaga jahat banget sih, aku gak nyangka kamu sampai lupa]
[Jahat...Jahat...Jahat...Jahat]
[Jahat...Jahat...Jahat...Jahat]
[Jahat...Jahat...Jahat...Jahat]
Maklum, Sherly bisu jadi ia hanya bisa mengekpresikan perasan dan isi hatinya lewat chat.
Furya juga dibuat bingung apakah itu hari ulang tahun sang pacar atau apa, Ia sama sekali tak tau itu.
Bahkan jujur saja, Furya yang tak peka juga tak tau kapan hari pasti ulang tahun Sherly.
Untungnya ada sistem dan Furya yang tak tau itu hari apa akhirnya memilih bertanya pada sang mukjizat.
“Sistem tolong aku! Sebenarnya ini hari apa?”
[Ding! Lapor tuan, ini hari sabtu]
Di jawab oleh sistem, Furya yang mendengar jawaban simple sistem makin di buat frustasi dan hapir gila.
“Astaga, aku tau itu. Maksudku ini hari apa? Kenapa Sherly sampai marah begini?”
[Ding! Jawaban tak di ketahui]
Mendengar kembali jawaban sistem, Furya langsung guling-guling di lantai kamarnya.
Bisa-bisanya sistem tak mengetahui itu padahal ia bisa menjawab semua hal luar biasa di dunia.
Tapi di tanya hal sederhana seperti itu, sistem justru tak bisa di andalkan.
__ADS_1
Furya yang bingung harus bertanya pada siapa mencoba menenangkan dirinya kembali.
Lalu setelah agak tenang, Furya yang sadar sistem hanya dapat menjawab pertanyaan yang jelas dan pasti berbicara kembali.
“Huhhh...”
“Sistem, kapan hari ulang tahun Sherly?”
[Ding! Jawabanya 10 Februari 2006]
“Ohhh...lalu, kapan hari kami jadian?”
[Ding! Jawabannya 30 Maret 2021]
Mendengar jawaban sistem, Furya yang akhirnya sadar itu hari jadian mereka langsung tepok jidat dan merasah bersalah.
Pantas saja sang pacar seharian ini selalu full senyum dan marah besar ketika Furya bertanya itu hari apa.
Sadar sudah menyakiti hati dan perasaan sang pacar tercinta, Furya langsung membalas chat Sherly yang sudah panjang seperti kereta api.
[Hehehe, maap sayang aku cuman bercanda]
[Aku tau kok ini hari apa. ini hari jadian kita ke 2 tahun kan]
Furya yang sudah di bantu partner terhebatnya dengan bangga mencoba ngeles dan meluruskan masalah.
Untungnya Sherly yang melihat balasan dari sang pacar yang tak lupa hari Anniversary mereka bisa di tenangkan.
[Huuuh, jangan bercandalah soal ini. Aku sampai nangis tau]
Sherly yang memang benar-benar sampai menangis di bak mandi tak bohong dengan apa yang ia bilang.
Furya yang menyadari kesalahnnya langsung meminta maaf sekali lagi dan berjanji malam nanti mereka akan jalan-jalan.
[Sekali lagi maaf ya. Aku gak bermaksud mau nyakitin kamu]
[Kayaknya aku udah berlebihan deh bercandanya. Maaffin aku ya]
[Malam nanti kita jalan-jalan kok, jadi maaf ya sayang]
Dipanggil sayang, Sherly yang matanya sudah merah akhirnya bisa bernafas lega.
Ditambah nanti malam mereka jadi jalan-jalan dan akan bersenang-senang.
Karena itu Sherly memaafkan bercandaan sang pacar yang baginya itu sudah keteraluan.
[Yaudah ku maafin, cuman nanti malam jangan lupa hadiah Anniversary kita yang spesial ya]
[Iya, aku janji bakalan kasih kamu kado terindah malam nanti]
Furya yang bisa bernafas lega karena Sherly sudah tenang kini tertidur di lantai kamarnya sambil menatap langit-langit kamar.
Jujur saja Furya memang tak punya waktu untuk mengingat hal-hal seperti itu.
Setahun yang lalu keluarganya mengalami musibah dan membuat Furya harus bekerja keras banting tulang demi keluarga.
Bahkan sebelum memiliki sistem, hubungannya dengan Sherly hampir saja kandas karena ia yang tak memiliki waktu lagi untuk berpacaran.
Untungnya kehidupan remajanya kembali berbunga dan itu semua berkat sang mukjizat yang ada di Sisinya.
__ADS_1