Perfection System

Perfection System
Perfection Night


__ADS_3

Melihat air mata yang lagi-lagi keluar dari mata indah sang kekasih, Furya diam saja dan tak menghentikan Sherly yang menangis.


Tapi ia yang cuek bukan berarti tak peduli.


Bahkan sangking pedulinya dengan Sherly, Furya sampai rela menghabiskan 100 ribu poin berharganya kembali.


Jika bukan karena cinta, tak mungkin Furya mau melakukan itu.


“Sherly...apa menurutmu Dewa itu ada?”


Sherly yang menangis dengan cepat menghapus air matanya yang tumpah.


Dalam benaknya, jika Dewa benar-benar ada maka ia akan memohon dan berusaha meminta kembali suaranya.


Apapun akan ia lakukan untuk itu.


Tapi hal seperti itu sudah jauh dari kapasitanya sebagai manusia biasa.


Sherly yang dari kecil sudah mencoba segala macam cara dan berobat ke sana-sini tetap tak bisa melawan takdir kejam yang menimpanya.


Karena itu saat mendengar pertanyaan aneh Furya kembali, Sherly kali ini menjawab dengan jelas.


“Aku. Gak. Percaya. Dewa. Ada.”


“Kalau. Dewa. Memang. Benar. Benar. Ada. Kenapa. Dia. Melakukan. Hal. Kejam. Ini. Kepadaku?”


“Apa. Salahku. Dan. Kenapa. Harus. Aku!!!” Kata Sherly dengan penuh emosional menggunakan bahasa isyarat tangan.


Melihat Sherly yang membenci takdirnya, Furya hanya diam saja dan kembali menatap langit malam.


Mungkin sebelum bertemu sistem, Furya juga akan berfikiran sama dan tak percaya dengan yang namanya Dewa.


Namun, saat ini semua keraguannya sudah terjawab dan Furya sebagai manusia terpilih yang di berikan kekuatan oleh Dewa tak meragukan adanya sosok luar biasa di alam semesta ini.


Sherly yang duduk di samping sang pacar dan di tanyain hal-hal aneh akhirnya balik bertanya.


“Kenapa. Kamu. Nanya. Kayak. Gitu Sih?”


Furya yang di tanya hanya tersenyum tipis dan memberikan Water Of Life yang sudah ada di genggaman tangannya.


“Nih buat hadiah Anniversary kita.” Kata Furya santai sambil memberikan sebotol air surga.


Sherly yang melihat Furya memberikannya benda aneh tanpa banyak berfikir langsung mengambil Water Of Life yang di berikan Furya.


Mendapatkan hadiah Anniversary yang di nanti-nantikannya tentu saja membuat Sherly senang.


Hanya saja rasa senangnya hanya setengah karena di berikan benda aneh oleh Furya.


“Apaan. Ini. Kok. Kayak. Botol. Parfum?”


“Hehehe, itu bukan parfum. Coba aja buka.”


Sherly yang di berikan hadiah Anniversary aneh sedikit cemberut.


Mungkin ia akan sangat senang jika di beri cincin atau kalung sebagai hadiah hari jadian mereka.


Tapi Furya justru memberikan benda aneh yang bahkan ia tak tau apa itu.


“Ini. Apaan. Sih. Terus. Makainya. Gimana?”


“Tinggal kamu minum.”


“Tapi sebelum kamu minum, coba minta sama Dewa apa hal yang paling kamu inginkan!”


Mendengar lagi-lagi pertanyaan aneh dari sang pacar, Sherly yang sudah mengantuk dan lelah menjadi makin cemberut.

__ADS_1


Ia merasa Furya seperti ingin mengerjainya karena dirinya yang sudah menampar keras sang pacar waktu itu.


Karena itu Sherly menjadi ragu untuk meminum benda kecil aneh yang di berikan Furya.


“Gak. Ah. Aku Takut.”


“Takut kenapa sih? Emang kamu gak percaya sama aku?”


“Bu-Bukan. Gitu. Aku. Percaya. Kok. Tapi...”


“Yaudah minum!”


Melihat Sherly yang justru ragu-ragu makin membuat Furya gatal.


Ingin rasanya ia menarik Water Of Life dan langsung mencokinya ke mulut sang pacar.


Furya yang sudah gregetan akhirnya mendesak Sherly kembali.


“Di minum cepet, malah bengong!”


Di desak sang pacar, Sherly akhirnya berniat membuka botol kecil yang di pegangnya.


Tapi ia yang masih sedikit ragu melirik kembali ke arah sang kekasih.


Furya yang di tatap Sherly sudah tak tahan dan langsung ngegas.


“Hadeh lama amat sih Sher. Sini ku suapin deh!” kata Furya yang mencoba merebut kembali Water Of Life.


Tapi Sherly yang percaya kepada sang pacar dan tau pacarnya itu tak akan berbuat jahat padanya justru tak memberikan botol air surga dan ingin membukanya sendiri.


“Oke. Oke. Biar. Aku. Buka. Sendiri. Deh”


“Nah gitu dong. Masa udah gede harus di suapin.”


Sherly yang penasaran akhirnya membuka tutup botol Water Of Life.


Ia yang merupakan wanita sudah banyak mencoba merek parfum ternama tapi tetap saja tak ada yang sewangi dan sehebat yang ia rasakan saat itu.


“Gila. Wangi. Banget. Yakin. Ini. Bukan. Parfum?”


“Bukan Sherly, udah cepet minum dan abisin tanpa sisa.”


Sherly yang hanya tinggal meminum air surga yang ada di dalam botol kecil itu teringat kembali dengan perkataan Furya sebelumnya.


Jadi sebelum meminum air surga, ia memejamkan mata dan berdoa untuk kesembuhannya.


Ya, meskipun tak percaya Dewa, tapi Sherly tetap saja berdoa.


“Ya Dewa, jika kau benar-benar ada maka kabulkanlah permohonanku.”


“Tolong kembalikan suaraku yang hilang!”


Setelah itu Sherly langsung meneguk air surga yang di genggamannya.


Glekk


Glekk


Glekk


Hanya dalam tiga kali jeglukan, air surga ia minum habis sampai tak tersisa.


Rasa manis dan begitu luar biasa dapat Sherly rasakan.


Dalam hidupnya, baru kali itu ia merasakan air yang begitu nikmat dan menyegarkan.

__ADS_1


Furya yang melihat adegan Sherly meminum Water Of Life juga di buat ngiler sampai hampir ngences.


“Gimana Sher?”


Sherly yang di tanya juga reflek menjawab pelan.


“Enak...”


“Jelaslah enak, Air mahal loh itu!”


Furya yang polos dan sedikit bodoh bahkan tak sadar Sherly sudah dapat berbicara kembali.


Sadar atau tidak, Furya yang mendengar kembali suara Sherly masih menunggu Water oF Life bekerja.


Tapi tak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk menyadari keanehan itu


Sambil saling bertatap-tatapan, Sherly dan Furya saling di buat kebingungan dan berbicara kembali.


“Siapa yang ngomong tadi?” Tanya mereka serentak.


Sesaat kemudian barulah Furya sadar sang pacar sudah dapat berbicara.


Hanya butuh waktu sepersekian detik bagi Water Of Life menyembuhkan dan mengembalikan suara Sherly.


Sherly yang kaget tiba-tiba saja suaranya kembali terlihat masih bingung dan berbicara lagi.


“Loh kok aku bisa ngomong?”


Seperti sedang bermimpi, Sherly bahkan belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi.


Furya yang mendengar suara manis dari sang pacar hanya tersenyum lebar dan menatap Sherly.


“Selamat...sepertinya permintaanmu sudah di kabulkan Dewa.”


“Huuh, ngomong apasih ka...mu...”


Sherly yang benar-benar dapat berbicara lagi langsung kaget dan menutup mulutnya.


Setelah mengambil nafas sejenak dan menenangkan jantungnya yang hampir copot, Sherly berbicara kembali.


“Tes...tes...satu dua tiga.”


Mendengar suaranya yang kembali, Sherly tak bisa menyembunyikan rasa senangnya dan menatap dalam-dalam Furya yang duduk di sampingnya.


Tanpa sadar air matanya keluar kembali dan Sherly hanya bisa menangis di hadapan sang pacar.


Furya yang melihat Sherly menangis lagi langsung menghapus air matanya dan menenangkan sang pacar.


“Malah nangis lagi. Coba bilang dulu siapa cowok paling ganteng di dunia?”


“Lee Min Hoo...”


Mendengar jawaban Sherly, Furya yang ketampanannya kalah saing sama artis terkenal langsung ketar ketir dan balik hampir menangis.


Melihat wajah sang pacar yang sedih dan lucu, Sherly langsung memegang kedua pipi Furya lalu berbicara kembali sambil tersenyum manis.


“Tapi boong. Yang paling ganteng dan aku suka cuman Furya Aditya, Pacarku...” Kata Sherly yang langsung mencium mulut Furya.


Furya yang di cium Shery seperti mendapatkan hadiah penutup yang ia tunggu-tunggu sejak tadi.


Malam itu, di hari Anniversary mereka, malam terindah yang tak akan pernah terlupakan bagi Furya dan Sherly terukir jelas di dalam hati mereka berdua.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2