Perfection System

Perfection System
Bidadari SIS


__ADS_3

Furya yang sudah mengunci pintu rumah langsung tancap gas dan memulai joging pagi.


Dengan jaket dan celana putih khusus olahraga yang sudah di belinya, pria muda 17 tahun itu terlihat sangat bersemangat.


Sambil mendengarkan music classic kesukaannya, Furya jalan dengan pelan di pinggir jalan sudirman yang luas.


~La la la la~


~La la la la~


Dengan begitu enjoy babang tamvan joging pagi sembari menikmati udara segar kota Jakarta yang masih bersih.


Setelah 1 jam joging dan kendaraan makin ramai serta matahari makin tinggi, Furya berputar kembali dan berniat pulang.


Di jalan, tak sengaja ia melihat mobil merci hitam mewah yang sepertinya mogok tepat di tengah jalan.


Karena panik, si supir bahkan sampai keluar dan mulai mengamankan kendaraan lain yang lewat.


Seperti yang kita ketahui dari si baik hati, Furya yang melihat orang lain kesusahan langsung mendekat dan berniat menolong.


Belum sempat ia mendekat, suara sistem seperti memberkati kebaikannya dan misi akhirnya terpicu.


[Ding! Selamat tuan mendapatkan misi baru]


[Tolong pengemudi yang kesusahan di hadapan tuan, hadiah 11.000 Perfection Poin]


Mendengar misi yang aktif, Furya langsung melompat dan kegirangan.


Setelah itu ia mendekat dan langsung nyamperin pengemudi yang terlihat panik.


“Kenapa pak mobilnya?”


“Aduh, gak tau nih mas. Malah di tengah jalan pula matinya.”


Karena membuat sedikit kemacetan, Furya langsung menyuruh supir untuk masuk dan ia berniat mendorong mobil itu ke pinggir sendirian.


“Haaah, seius nih? Emang mas kuat?”


“Hehehe, santai pak. Udah cepet masuk pak, makin macet ini ntar.”


“Oke-oke mas.”


Karena memang di desak keadaan, pak sopir hanya menurut dan mengikuti perkataan Furya.


Dengan begitu mudah, Furya langsung mendorong mobil mewah itu sendirian dan membawanya ke pinggir jalan.


Dari kaca belakang mobil yang gelap, Furya dapat melihat stiker SIS berwarna emas.


Tapi dirinya yang tak kepo juga cuek dan hanya berniat menolong.


Setelah mobil di dorong ke pinggir, Furya yang sedikit mengerti soal mobil karena bengkel ayahnya dulu juga memperbaiki mobil langsung melihat kondisi mesin di bagian jok depan.


“Hemmm, apanya yang rusak ini...”


“Maaf mas, saya gak ngerti soal mobil jadi ini apanya sih yang kena?”


“Bentar ya pak saya cek dulu.”

__ADS_1


Furya yang gak begitu paham soal mobil juga mulai melihat dan mengotak atik.


Karena misi yang belum selesai, ia juga tak langsung pergi dan terus membantu semampunya.


Sampai akhirnya ia mengetahui kenapa mobil mewah itu sampai mogok.


“Ahhh...ini dia!”


“Pak ada air putih gak?”


Di tanya oleh Furya, pak sopir hanya mengangguk dan langsung mengambil air mineral dari dalam mobil.


Setelah mengisi tangki radiator mesin yang kosong dengan air, Furya menyuruh pak supir menghidupkan mesin kembali.


“Dah pak, coba stater. Kayaknya mesinnya panas ini karena air di radiatornya kering.”


Pak supir yang tak begitu paham tentang mesin mobil hanya mengikuti instruksi Furya dan ternyata benar. Saat di stater, mobil hidup kembali.


“Akhirnya nyala.”


Tepat sesaat suara mesin mobil hidup kembali, suara sistem juga terdengar di kepala Furya,


[Ding! Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi]


[Selamat tuan menerima hadiah 11.000 Perfection Poin]


[Selamat tuan telah naik level]


“Asik naik level..”


Furya yang naik level dan mendapatkan poin di pagi hari buta langsung loncat dan berselebrasi layaknya Cristiano Ronaldo.


Pak supir yang sudah di bantu lalu mendekat dan langsung menyondorkan uang untuknya.


“Mass, makasih yah udah bantuin. Nih sedikit uang buat mas.”


Di berikan upah, Furya yang menolong dengan ikhlas dan sudah mendapatkan bayaran yang lebih besar haya tersenyum dan menolak tips yang di berikan.


“Maaf pak, bukannya lancang. Cuman saya ikhlas bantuinnya dan uang itu lebih baik kasih ke orang yang lebih membutuhkan aja.”


Menengar sendiri dari mulut Furya, pak supir tetap memaksa dan lagi-lagi menyondorkan uang imbalan.


“Waduh mas terima dong, saya jadi gak enak udah di banuin.”


“Udah gpp, yaudah saya pergi dulu ya.”


Dengan begitu bersemangat, Furya langsung pergi sambil berlari pelan di pinggir jalan.


Ia yang hampir kesiangan dan kedua adiknya yang pasti masih tidur harus segera di bangunkan atau mereka akan terlambat ke sekolah.


Karena itu Furya juga langsung tanap gas dan berniat pulang ke rumahnya.


Saat sedang berlari ringan, mobil yang sudah di tolongnya melajut dan menyalip.


Ketika melewatinya, mobil itu memelan dan kaca bagian belakang tiba-tiba menurun.


Dari balik kaca mobil yang gelap dan mengkilap, Furya dapat melihat wajah seorang gadis cantik yang tersenyum ke arahnya sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


Wajah manis dengan rambut pirang panjang dan mata biru serta seragam sekolah SIS yang di kenalnya itu langsung membuat Furya menatapnya.


“Cantiknya...”


Furya yang melihat dari dekat wajah Bidadari SIS yang di kenalnya tanpa sadar di buat terpesona.


Ketua OSIS sekaligus anak pemilik Sanjaya International School yaitu Aurelia Sanjaya sedang tersenyum manis ke arahnya.


Melihat salah satu dari 3 bidadari SIS yang kecantikannya sungguh mempesona, Furya yang merupakan pria polos tanpa sadar di buat terpikat.


Setelah berterima kasih secara singkat, kaca mobil menutup kembali dan mobil mewah itu langsung melaju.


Furya yang baru pagi sudah lhat yang bening-bening hanya bisa cengengesan dan tanpa sadar berlari melewati rumahnya.


“Aduh sampai kelewetan...”


“Fokus Furya, ingat kamu udah punya pacar!”


Setelah sampai rumah, Furya langsung mandi dan membangunkan kedua adiknya yang masih tidur seperti kebo.


Ia juga mulai menyiapkan sarapan dan setelah itu duduk di ruang tengah sambil menunggu adiknya mandi.


Setelah mandi dan memakai seragam sekolah, Ren dan Yuki duduk bersama sambil sarapan pizza semalam yang di panaskan.


“Kak, Ren hari ini ikut kakak ya.”


“Iya iya.”


Setelah sarapan, mobil jemputan sekolah datang dan Yuki yang lebih suka berangkat sekolah naik mobil pak Mamat bersama temannya pergi lebih dulu.


“Yuk Ren kita pergi.”


“Lets Goo...”


Ren yang di bonceng di bagian depan jujur saja membuat Furya sedikit kesulitan mengemudi.


Tapi si adik lelaki hanya mau duduk di depan biar bisa ikutan memegang stang motor.


Setelah sampai di cafe Sherly, sang pacar yang gak telat lagi dan sudah menunggu langsung menghampiri.


“Wah. Ada. Ren. Yakin. Kamu. Bisa. Gonceng. Tiga. Kayak. Begini?”


“Hehehe, santai aja Sher, nih bocah juga ringan kok jadi gak masalah.”


“Yaudah. Tapi. Pelan. Pelan. Aja. Ya. Aku. Takut.”


“Lama banget sih kak Sherly nih. Cepetan naik kak nanti telat ke sekolah loh!”


Akhirnya Furya berangkat sekolah dengan tarik tiga.


Ren yang di bonceng di bagian depan motor Sport jujur saja menghalangi hampir sebagian penglihatannya.


Tapi Furya yang memilih sense tinggi dan lewat jalan tikus yang agak sepi tak terlalu masalah dan mereka akhirnya sampai di sekolah sang adik.


“Ahhh sampai juga. Sana turun.”


“Bantuin kak, Ren gak nyampe.”

__ADS_1


Di angkat oleh sang kakak, Ren akhirnya di turunkan dan langsung berlari ke kelasnya.


Furya yang lega si beban kecil sudah turun akhirnya bisa berduaan kembali bersama sang kekasih.


__ADS_2