Perfection System

Perfection System
Methamorphosis Sherly


__ADS_3

Karena hari sudah hampir malam, Furya yang sudah kenyang di suapin bidadari dari kayangan pulang kembali kerumah.


Malam itu di rumah Sherly masih ada acara amal lainnya. Tapi Furya yang mager memilih bersantai di rumah.


Saat sedang santai di ruang tengah, Nando yang sudah rapi terlihat ingin pergi jalan-jalan.


Furya yang tau pamannya pasti mau keluyuran hanya diam saja dan tak begitu peduli.


Yang jelas semua pekerjaan harus di selesaikan dulu dan setelah itu terserah ia mau apa.


Nando yang sudah gagah langsung mendekati Furya yang sedang rebahan di ruang tengah.


“Furya, om bolehkan jalan-jalan?”


Furya yang melihat pamannya sok basa-basi hanya mengangguk dan menjawab singkat.


“Terserah om, yang jelas jangan bikin masalah di luar sana!”


“Hehehe, aman! Om juga sebentar doang, paling lama jam 10 deh.”


“Iya terserah.”


Furya yang melihat Nando sangat ingin pergi juga tak begitu kejam sampai melarang pamannya bersenang-senang.


Karena big bos tak begitu peduli, Nando hanya bisa tersenyum lebar dan jalan-jalan menggunakan mobil Porche putih milik keluarga kakaknya.


Diberikan uang dan kepercayaan untuk mengurus pembuatan pagar dan garasi, Nando yang kantongnya sudah tebal berniat pergi menemui mantannya dan jalan-jalan sambil pamer mobil sport baru.


Sudah lama ia tak bersenang-senang dan karena malam itu ada kesempatan emas, Nando tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


Furya yang capek hanya rebahan di kamar sambil main hp dan sesekali telfonan sama sang pacar.


Setelah acara amal di rumah Sherly selesai, buk Reni dan kedua anak kembarnya pulang kembali kerumah.


Ren yang tak melihat pamannya di rumah langsung menelepon dan  meneror Nando untuk menyuruhnya cepat-cepat pulang karena bos kecil mau jalan-jalan dan butuh supir.


Sedangkan sang adik bungsu kembali latihan piano ditemani ibunya.


Malam hari itu kediaman rumah Furya sama seperti biasa dan sangat berisik dipenuhi kebahagiaan.


Karena besok Senin, Furya yang sudah 2 jam telfonan akhirnya tidur dengan nyengak.


*****


Pagi harinya seperti biasa, Furya terbangun karena alarm hpnya.


“Hoammm...”


“Sistem, Check In dong!”


[Ding! Selamat tuan berhasil Check In hari ke 15]


[Selamat tuan mendapatkan hadiah 15.000 Perfetion Poin]


Setelah Check In, Furya langsung cuci muka dan memulai olahraga pagi.


Dirinya yang makin hari makin jarang mendapatkan misi sempat komplain dan bertanya pada sistem.


Tapi tetap saja, jawaban sistem selalu sama.


Sebenarnya ada banyak misi lain yang tersedia selain Check in dan misi Random.

__ADS_1


Tapi Furya masih belum mau mengerjakan misi yang lain karena belum yakin dapat menyelesaikannya.


2 minggu menjadi pemilik sistem semua poinnya habis hanya untuk membeli Water Of Life.


Karena itu setelah tak memiliki beban lagi, Furya kini mulai memikirkan untuk membeli barang-barang dan skill yang berguna baginya.


Ada banyak sekali barang dan skill hebat yang tersedia.


Tapi karena poinnya terbatas, Furya masih enggan membelanjakan poinnya dan akan membeli yang paling berguna saja dan tentunya paling dibutuhkan.


Setelah selesai marathon pagi, Furya kembali kerumah.


Suasana pagi yang damai dan ceria kini memenuhi harinya.


Sehabis sarapan, Furya langsung pamit dan menjemput Sherly.


Ketika sampai di depan rumah sang pacar, Furya dibuat menunggu hampir setengah jam lamanya.


Sampai akhirnya Sherly datang dengan pakaian sekolah yang terlihat kekecilan.


Furya yang melihat itu langsung melotot karena lekukan tubuh Sherly sangat terlihat.


Bahkan dua boba besar itu seperti ingin lepas dan meledak.


“She-Sherly, kamu gpp kan?”


Sherly yang datang sambil cemberut hanya bisa menahan kekesalannya.


Karena tubuhnya yang berubah, pakaian sekolahnya sampai tak muat.


Furya yang melihat bidadari cantik itu cemberut dan tak menjawab pertanyaaanya lebih memilih diam.


“Yang, aku kelihatan aneh gak?”


Tak ada yang aneh, malahan itu terlihat sangat sexy baginya.


Sherly yang melihat tatapan penuh nafsu sang pacar menjadi makin malu.


“Kayaknya aku gak sekolah deh hari ini.”


“Lah kenapa? Hari ini pengumuman nilai loh.”


“Aku malu yang, bajuku kekecilan!”


Furya yang mendengar alasan Sherly tak mau kesekolah hanya bisa tertawa.


Memang benar seragam sekolah itu terlihat sangat kecil di tubuhnya yang terlalu aduhai.


Tapi Furya tak mungkin bolos sekolah jadi ia mencoba menghibur dan memaksa sang pacar untuk tetap sekolah.


“Gak usah malu. Gak ada yang harus di maluin kok.”


“Yuklah berangkat!”


Sherly yang mendengar ucapan sang pacar hanya bisa pasrah dan akhirnya memilih sekolah.


Hari itu juga ia akan membeli seragam sekolah baru dan mengganti semua baju sekolah lamanya.


“Udahlah gpp kok. Naik gih, udah telat ini kita.”


Di desak Furya, Sherly akhirnya naik motor dan berangkat ke sekolah.

__ADS_1


Di jalan raya ia yang banyak di tatap pengendara lain menjadi sedikit risih.


Tapi apa boleh buat, hari itu pengumuman nilai semester dan Sherly hanya bisa menahan rasa sempit seragam sekolah dan malunya.


Sesampainya di sekolah, banyak murid SIS yang melirik ke arah Sherly terutama para lelaki.


Furya yang melihat pacarnya akan makin populer hanya berharap tak ada pria yang berani mendekainya.


Jika sampai ada, maka orang itu akan berhadapan langsung dengannya.


Karena beda kelas, di lorong pertigaan Furya dan Sherly akhirnya berpisah dan berjalan menuju kelas mereka masing-masing.


Sherly yang banyak di lihat murid lain makin cepat melangkahkan kakinya.


“Gila siapa tuh? Cantik banget sumpah!”


“Anak baru kayaknya. Gak pernah liat aku.”


“Ngeri cuy, besar banget gila!” kata beberapa murid pria yang dilewati Sherly.


Sherly yang di tatap cabul oleh banyak orang menjadi makin risih.


Mungkin jika sang pacar yang melihat ia tak terlalu masalah.


Tapi jika pria lain, ia merasa itu sangat aneh dan Sherly menjadi makin kesal.


“Apaan sih, jangan liat-liat napa!” Kata Sherly dalam hati yang risih di tatap semua orang.


Saat sampai di kelasnya, hal yang sama juga terjadi dan semua orang dibuat terdiam dan bingung.


Bisa-bisanya ada bidadari nyasar masuk ke kelas mereka.


Tapi tak lama bagi teman sekelas Sherly untuk menyadari kalau itu adalah Sherly Fransiska teman sekelas mereka yang sudah bermetamorphosis.


Chika yang duduk di sebelah Sherly bahkan dibuat sampai menganga lebar.


Melihat sahabat baiknya yang rata seperti triplek berubah menjadi sosok luar biasa, Chika yang sudah tau Sherly dapat berbicara karena semalam mereka telponan langsung bertanya.


“Sherly, i-ini Sherly sahabat baikku kan?”


Sherly yang baru duduk dan di tanya hal aneh oleh teman sebangkunya langsung menjawab singkat.


“Iyalah, siapa lagi.”


Melihat secara nyata sahabat baiknya memang sudah dapat berbicara normal, Chika langsung memeluk Sherly dan berteriak.


“Sherly, selamat ya udah bisa bisa ngomong lagi.”


Mendengar teriakan Chika, makin banyak teman sekelas Sherly yang penasaran dan mendekat.


Hari itu semua murid kelas 2A yang melihat Sherly sudah sembuh dan dapat berbicara normal langsung bergerombol dan bertanya banyak hal.


Bukan hanya sudah dapat berbicara lagi, bahkan ia juga makin bertambah cantik.


Viona dan gengnya yang melihat si bisu sudah bisa berbicara normal hanya bisa diam termenung.


Tapi yang lebih membuat mereka kaget bukanlah Sherly yang dapat berbicara lagi melainkan perubahan tubuhnya yang terlalu tak masuk akal.


Bisa-bisanya badan kurus krempeng itu berubah menjadi begitu luar biasa.


Bahkan wajah dan kulitnya pun makin putih dan bersinar seperti bidadari dari kayangan.

__ADS_1


Dari banyaknya murid kelas A yang di buat terpesona, Bastian yang merupakan ketua kelas sekaligus ketua Dewan Kedisiplinan SIS juga menjadi salah satunya.


Pria terpopuler di Sanjaya International School itu benar-benar langsung dibuat jatuh cinta dan berniat menjadikan Sherly sebagai kekasihnya.


__ADS_2