
Furya yang terjatuh langsung di buat mimisan saat meliat tubuh ketua OSIS yang terlalu mengagumkan.
Aurelia yang melihat hidung Furya mengeluarkan darah juga kaget dan langsung memberikan tisu.
“Aduh duh, kenapa tuh hidungmu? Nih tisu.”
Diberikan tisu, Furya mengambilnya dan menonaktifkan kembali Mata Dewa.
Buk Melati dan beberapa penonton yang melihat Furya tiba-tiba saja terjatuh juga bingung dan bertanya-tanya.
Untungnya itu tak lama karena Furya yang malu langsung berdiri kembali.
“Gpp kan?” Tanya buk Melati yang terlihat sedikit khawatir.
Furya yang sudah berdiri hanya memberikan isyarat jempol sebagai tanda semuanya baik-baik saja.
Merasa terlalu OP, Furya langsung bertanya pada sistem cara menggunakan Mata Dewa.
Dibantu sistem, akhirnya Furya mengerti cara kerja skill barunya itu.
“Ohhh, jadi gitu. Pantesan langsung kelihatan semua tadi.” Kata Furya dalam hati.
[Ding! Harap tuan memikirkan fokus tersendiri seberapa besar tuan ingin menggunakan dan memanfaatkan skill tersebut]
“Baik sistem, aku mengerti.”
Setelah menenangkan perasaan hatinya yang kacau, skill Mata Dewa diaktifkan kembali tapi dengan takaran seminimal mungkin.
Jika Furya fokus, semua tubuh wanita di Aula pasti bisa menjadi korban dari kehebatan skill satu ini.
Untungnya mc kita bukan penjahat kelamin dan hanya mengfokuskan indra penglihatannya pada kertas soal yang di pegang buk Melati.
Dibantu skill barunya, semua pertanyaan langsung terlihat dan tentu saja beserta jawabannya.
“Oke sistem, wktunya mengejar ketertinggalan kita!”
Di anugrahi kecurangan tak masuk akal, Furya mulai mengejar ketertinggalan poinnya yang jauh.
Melihat pertarungan seru dari 3 kontestan, semua murid hanya bisa menonton dan dibuat bersemangat.
“Oke, lanjut ke pertanyaan berikutnya, ya.”
{Pulau terluas di du-}
[Tett]
“Iya Furya, apa jawabannya?”
{Green land, buk}
“Yap benar sekali, pulau terluas di dunia adalah Greendland ya anak-anak. Selamat kelas 2D mendapatkan 10 poin.”
Furya yang menekan bel dengan kecepatan di luar nalar membuat seorang Aurelia sampai takjub.
Ini bukan lagi soal tau jawabannya atau tidak melainkan siapa yang menekan bel lebih dulu.
Meskipun begitu, Furya tak sebodoh itu sampai menekan bel terlalu cepat.
Akan jadi aneh dan tak masuk akal jika sampai ia menekan bel terlalu cepat padahal soal masih belum jelas.
__ADS_1
Contohnya saja pertanyaan tadi. Pulau terluas di du-, jika sampai lebih cepat menekan bel, pasti jawaban akan menjadi bercabang.
Bayangkan saja jika buk Melati baru mengatakan pulau terluas di- dan sudah di potong oleh tukang cheat.
Maka jawabannya bisa bervariasi dan menjadi tak terbatas.
Bisa di Indonesia, Jepang, Cina, Amerika dll.
Karena itu di beberapa pertanyaan Aurelia yang genius masih dapat menjawab melebihi apa yang Furya perkirakan.
“Wahh, kayaknya makin seru ya.”
“Pertanyaan hanya tinggal 15 lagi jadi dengerin baik-baik ya.”
Furya yang masih tertinggal dikit melawan ketua OSIS masih tak habis pikir dengan lawannya kali ini.
Padahal Furya hanya harus fokus mendengar dan menekan bel disaat yang tepat saja dan semuanya akan berjalan mulus.
Tapi seperti tak mau menyerah begitu saja, Aurelia terus mendesaknya.
Aurel yang 2 tahun berturut-turun memenangkan lomba cerdas cermat di sekolahnya bahkan seindonesia menjadi lebih bersemangat karena mendapatkan lawan yang begitu mengagumkan.
Bahkan saat orang-orang dan para penonton ribut saling mendukung, wanita cantik itu hanya memejamkan mata sambil fokus mendengarkan pertanyaan yang diberikan.
Ciel yang poin awalnya setara bahkan sudah tak dapat mengejar dan melawan dua kakak kelasnya yang sudah berada di level yang berbeda.
Seminggu full ia latihan keras untuk hari itu tapi semuanya seakan tak berarti melawan dua senior yang bertanding.
“Oke, kita lanjut ke pertanyaan berikutnya...”
{Benua biru merupakan sebu-}
[Tett]
{Benua Eropa, buk}
“Yap, benar sekali. Benua biru adalah sebutan bagi benua Eropa ya anak-anak.”
“Selamat kelas 2D mendapatkan 10 poin lagi.”
“Kita lanjut ya...”
{Air Terjun tertinggi di in-}
[Tett]
Kali ini Aurelia yang fokus mendengar dan memejamkan mata lagi-lagi menekan bel sesaat kata kunci diucapkan buk Melati.
Furya yang masih tak habis pikir bagaimana wanita di sebelahnya itu bisa begitu percaya diri menekan bel dengan sangat cepat mencoba bersikap santai.
Ia yang tak ingin menarik banyak perhatian terlebih lagi kecurigaan tak ingin sampai berbuat kesalahan.
“Iya Aurel, apa jawabannya?”
{Air Terjun Sigura gura, buk}
“Benar sekali, Air Terjun tertinggi di Indonesia adalah Sigura gura yang ada di Toba, Sumatra Utara ya anak-anak.”
“Selamat buat kelas 3A mendapatkan 10 Poin tambahan.”
__ADS_1
“Oke kita lanjut lagi ya...”
Pertanyaan demi pertanyaan terus berlanjut dan dua orang yang saling tak mau kalah itu terus jual beli serangan.
Para penonton yang melihat pertandingan dari dua manusia super genius yang ada di hadapan mereka hanya bisa kagum dan diam menyaksikan.
Sherly yang sama dengan murid lain bahkan tak akan tau apa pertanyaan yang diberikan buk Melati jika gurunya itu tak menjelaskan kembali di akhir pertanyaan.
Semua pertanyaan selalu di jawab sebelum buk Melati selesai berbicara.
Bahkan para guru juga di buat geleng-geleng dan tak habis tingking dengan apa yang mereka saksikan.
Baru kali ini seorang Aurel terlihat sangat serius menghadapi lawannya.
Furya yang awalnya tak dikenal dan disangka curang saat ujian juga menunjukan pesona yang sama.
Mungkin di SIS, hanya ia yang mampu membuat sang ketua OSIS sampai diam dan fokus seperti itu.
Sampai di pertanyaan kelima terakhir, Furya yang hanya unggul tipis yaitu 10 Poin tak sengaja melakukan kesalahan.
{Danau terdalam-}
[Tett]
Belum selesai buk Melati menyelesaikan kata kunci, Furya yang ketar-ketir tak bisa meyelesaikan misi menekan tombol bel lebih cepat dari yang harusnya ia lakukan.
Danau terdalam, ada banyak sekali jawaban yang bisa bercabang dari kata itu.
Bisa terdalam di Indonesia, Australia, Pulau Jawa, Sumatera atau bakan seluruh Negara dan Dunia.
Aurel yang akhirnya mendapatkan apa yang ia tunggu-tunggu langsung tersenyum.
Dengan ini akan terlihat jelas siapa sebenarnya pria misterius di hadapannya itu.
“Iya Furya, apa jawabannya.”
{Danau Baikal, buk}
“Benar sekali, Danau terdalam di dunia adalah danau Baikal yang terdapat di negara Rusia ya anak-anak.”
“Selamat, kelas 2D mendapatkan 10 poin tambahan.”
Para penonton yang melihat ketertinggalan poin Aurelia makin lebar dibuat ******* dan histeris.
Furya yang kelepasan dan terbawa atmosfir pertandingan juga menjawab tanpa berfikir terlalu jauh.
Yang jelas ia harus menang dan sudah tak begitu peduli lagi mau dianggap apa oleh musuhnya itu.
Namun bagi Aurel, pertandingan itu sudah selesai karena selama pertandingan berlangsung sudah 3 kali total Furya menjawab benar hal yang tak mungkin bisa ia jawab jika kata junci belum diketahui.
Dalam cerdas cermat tentu faktor utama kemenangan adalah kepintaran masing-masing individu.
Lalu faktor pengalaman serta wawasan yang luas juga dibutuhkan.
Namun seperti itu semua tak berlaku bagi pria misterius di sampingnya, Aurel yang mengerti satu hal yaitu tingkat kejeniusan Furya sudah bukan berada di level manusia lagi akhirnya mengerti kalau ia tak mungkin bisa menang.
Mau segenius apapun dirinya, tak mungkin baginya bisa menang melawan seorang cheater.
Karena itu di empat pertanyaan terakhir, Aurel sama sekali tak menjawab dan membuat Furya Aditya memenangkan lomba cerdas cermat dalam kategori bintang.
__ADS_1
Hari itu Furya resmi memecahkan rekor tak terkalahkan ketua OSIS sekaligus membuat sejarah baru di SIS.