Perfection System

Perfection System
Bintang Baru


__ADS_3

Saat semua penonton hanya bisa diam karena sangking serunya dan menonton dari layar tancap, Aurelia yang disudutkan dan mati langkah akhirnya memilih menyerah.


“Selamat ya, kamu hebat banget!”


Furya yang sudah menyatu seutuhnya dan terlalu fokus bahkan tak mendengar suara Aurelia.


Tapi saat suara sistem terdengar nyaring di kepalanya, saat itu juga kesadaran Furya yang sedang ada di dunia imajinasi kembali kebumi.


[Ding! Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi]


[Selamat tuan mendapatkan hadiah 17.000 Perfection Poin]


[Selamat tuan telah naik level]


Furya yang memenangkan pertandingan langsung melihat kearah depan dan wajah cantik Aurelia dengan senyum manisnya terlihat jelas sambil mengajak bersalaman.


“Sekali lagi selamat ya.”


Mendengar suara lembut dan senyuman manis itu, Furya balik tersenyum dan menjabat tangan sang ketau OSIS.


Saat itu juga semua penonton berteriak histeris dan pemenang lomba catur tahun ini adalah sang bintang baru dari kelas 2D yaitu Furya Aditya.


“Se-selamat buat kelas 2D.”


“Dengan ini perlombaan catur ke 66 SIS selesai dan pemenangnya Furya Aditya.” Kata pak Bagas dengan penguat suara.


“Hebat..”


“Mantap,seru banget sumpah.”


“Selamat kak Furya.” Teriak beberapa penonton.


Furya yang memenangkan pertandingan akhirnya berdiri dari bangku dan melakukan sesi foto.


Pihak OSIS dan penyelenggara juga mengabadikan momen itu dan sekali lagi sang bintang dari kelas D memecahkan rekor ketua OSIS sekaligus mencatatkan sejarah baru di SIS.


Setelah turun dari panggung dan menjabat tangan dari beberapa pendukungnya, Furya dan teman-teman sekelasnya langsung menuju lapangan Futsal.


Tapi belum sampai mereka kesana, kabar dari grub wa kelas mengatakan kalau kelas 2D sudah kalah dan hanya menempati posisi ketiga dalam lomba futsal.


Melihat Ali dan teman-temannya yang terduduk lemas di pinggir lapangan, Furya dan sebagian teman lain mencoba memberikan semangat.


“Ayolah guys, dapat juara 3 juga udah lumayan kok buat nambah poin kelas.”


“Benar tuh kata Siska, yuk kita ke lapangan Voli buat dukung temen yang lain.”


Ditenangkan oleh para wanita, para pria yang gagal mendapatkan juara di lomba futsal ahirnya bisa bersemangat kembali dan mereka pergi bersama-sama ke tempat pertandingan voli perempuan.

__ADS_1


Melihat kelas mereka menghadapi kelas 3A yang merupakan kelas unggulan di segala bidang, lagi-lagi kelas 2D dikalahkan dan hanya bisa menempati posisi ke 4


Dinda dan sebagian perempuan bahkan hampir menangis karena tak bisa memberikan kontribusi besar bagi kelas mereka.


“Udahlah gpp Dinda.”


“Mau gimana lagi lawannya emang kuat banget.”


“Furya sama Radit juga menang tuh di lomba catur sama badminton jadi poin kelas kita masih tinggi kok.”


“Iya, udahlah yuk istirahat ke taman.” Kata beberapa perempuan kelas 2D yang mencoba menenangan teman-temannya yang sedih.


“Maaf ya guys, harusnya bisa masuk final kita kalo gk banyak buat kesalahan.” Rintih Dinda yang masih merasa bersalah tak membawa tim voli perempuan menjadi juara.


Sebenarnya bukan hanya tim perempuan voli saja yang kalah.


Bahkan tim voli pria langsung ko di babak awal karena memang di lomba itu kelas lain jauh lebih unggul.


Ali yang sudah menyiapkan rencana matang juga hanya berfokus pada apa yang bisa kelas mereka menangkan daripada mengikuti semua lomba dan dibuat kewalahan sendiri nantinya.


Saat semua teman-teman sekelasnya ingin duduk dan beristirahat di taman, Furya yang melihat sang pacar akan bermain di babak final voli memilih tetap disana.


“Woi, gak ikut lu Furya?” Tanya Boby.


“Duluan deh aku mau nonton Sherly main.”


Melihat si bucin yang memilih tetap disana, Jamal sebagai sahabat duduk dan menemani.


“Mantap Fur, kalo kita menang di basket sama lomba lain masih bisa juara ini kelas kita.”


“Hehehe, santai mal. Di basket nanti aku bakalan jamin kelas kita menang jadi ga perlu kuatir.”


Jamal yang melihat perubahan besar pada teman baiknya itu sama sekali tak meragukan perkataan sang sahabat.


Meskipun di lomba basket ada nama besar dan kelas unggulan, tapi entah kenapa ia merasa yakin jika ada Furya semuanya pasti beres.


Sherly yang akhirnya memulai lomba final voli perempuan melawan anak kelas 3A sempat melihat wajah sang pacar yang duduk menonton.


Melihat sang pacar yang mendukungnya, Sherly jadi makin bersemangat dan bermain dengan kepercayaan diri tinggi.


Di beberapa momen bahkan Sherly terlihat sangat bersinar dari beberapa pemain lainnya.


Tapi tetap saja, melawan kelas unggulan di segala bidang, kelas Sherly yaitu kelas 2A dikalahkan dengan mudah dan hanya menempati posisi kedua.


Setelah lomba final voli perempuan selesai, banyak penonton yang pergi karena masih ada begitu banyak lomba lain yang tak kalah seru dan wajib ditonton.


Furya yang ada lomba basket juga berniat pergi dan hanya melambaikan tangan ke arah sang pacar.

__ADS_1


Sherly yang kelelahan juga hanya melambai balik dan tetap duduk bersama teman-temannya di pinggir lapangan.


Ia yang sudah tau kabar mengejutkan bahwa kelas 2D berhasil menang lomba catur dan badminton harus tetap berjuang untuk kelasnya.


Meskipun secara keseluruhan saat ini kelas 2A poinnya lebih unggul dari kelas 2D, Sherly yang sudah terlanjur taruhan tak memiliki waktu untuk berleha-leha.


Ia tetap ingin Furya berada satu kelas dengannya setelah Festival olahraga.


Ditambah akan ada Darmawisata Sekolah dan Sherly sangat ingin berada satu kelas dengan sang pacar saat waktu itu tiba.


“Abis ini ada Basket kan?”


“Hooh, kalau gak salah kita di babak awal lawan anak kelas 1C.”


“Oalah gampang itu. Asal gak langsung ketemu anak kelas 3A aja pasti bisa sampai final kita.” Kata Jamal dengan begitu santai.


Tak heran Jamal bisa berkata seperti itu. Dikelas mereka ada Boby yang merupakan anggota Inti tim Basket SIS.


Dari begitu banyak pria yang mengikuti eskul basket, hanya beberapa yang benar-benar hebat yang akan masuk ke tim inti. Salah satunya ada di kelas mereka yaitu Boby.


Jamal yang sempat menonton Boby tahun lalu di tournamen basket seindonesia sudah tau kehebatan temannya itu.


Jadi di pertandingan basket tak ada yang harus mereka khawatirkan karena kelas mereka sudah memiliki seorang Ace.


Ditambah postur tubuh Ali yang tinggi dan tentunya Furya sang bintang baru membuat Jamal merasa yakin kelas mereka setidaknya bisa sampai babak final.


Baru saja sampai di lapangan basket, kelas mereka yang bertanding di awal terlihat sudah mulai bersiap-siap.


Boby yang melihat akhirnya Furya datang langsung lega.


“Akhirnya datang juga kalian. Sana ganti baju.”


“Wih pakaian baru tuh?” Tanya Jamal.


“Iya, si Dinda sama anak-anak perempuan sampai bikinin baju khusus buat kelas kita.”


“Anjir mantap cuy, punyaku mana?”


“Nih punya lu sama Furya! Udah sana cepet ganti baju.”


“Oke-oke bob.”


Jamal yang diberikan baju baru berwarna merah dan terlihat sangat keren menjadi makin bersemangat.


Furya yang melihat teman sekelas mereka sampai berbuat sejauh itu hanya tersenyum tipis.


Dengan ini tak peduli jika misi tak aktif, ia akan berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan pertandingan basket demi kelasnya.

__ADS_1


__ADS_2