
Pria besar dan berotot yang tangan kanannya di cengram kuat sampai remuk oleh Furya langsung berteriak keras.
“AHHHH...TANGANKU!!!”
“SAKIT!”
Karena teriakan keras itu, semua orang langsung melirik ke arah mereka.
5 pria lain yang melihat temannya berteriak refleks menyerang Furya.
Karena tulang pergelangan tangannya di remukkan, pria itu juga melepaskan Sherly sampai Sherly terjatuh.
Sherly yang melihat perkelahian langsung menjauh dan mendekat ke ibunya.
Furya yang di serang 5 orang lain tetap bertahan sambil terus memegang tangan pria yang menggangu Sherly.
Di serang secara bersamaan, Furya terlihat kalem dan melawan balik.
Pukulan kuat dari tinju para pria yang jika di lihat seperti suka ngegym itu ia hindari dengan mudah.
Tak cukup sampai di situ, merasa terancam, Furya tak tinggal diam dan memukul setiap orang yang mendekat ke arahnya.
Bamm
Bimm
Bumm
Di hadapan Furya, ke 6 pria besar itu seperti anak ayam yang sangat lemah dan di serang balik oleh Furya.
Jika soal kekuatan fisik murni, Furya memang jauh lebih kuat berkali-kali lipat di bandingkan manusia normal.
Di tambah dengan kemampuan Seni Beladiri Dewa, pergerakan para amatrian itu bisa ia hindari dengan mudah.
Merasa aneh dan di permalukan oleh pria kecil seperti Furya, 5 orang pria berbadan besar itu mulai menggunakan cara kotor.
Kursi dan meja besi juga mulai bertebangan seperti balon dari segala arah.
Furya yang di serang dan di lempar dari jarak jauh terus menghindar dan menggunakan pria yang ia seret seperti mainan sebagai tameng hidup.
Seperti mengangkat boneka, badan besar pria yang sudah menangis seperti bayi karena tulang pergelagan tangan kanannya remuk hanya bisa meronta-ronta sambil terus melawan.
Tapi naas, di hadapan Furya, badan dan kekuatan besarnya itu sama sekali tak berguna.
Melihat dan mendengar ada perkelahian hebat, pak Hery yang ada di dapur langsung keluar.
Saat keluar dari dapur, ia melihat pemandangan mengerikan dimana Furya bertarung melawan 6 orang sendirian.
“Furya...”
Merasa berat sebelah, pak Hery berniat membantu.
Tapi ia juga takut melihat orang-orang besar itu dan hanya bisa melihat dari jauh sama seperti buk Dinda dan orang-orang lain yang ada di sana.
“Lepaskan...lepaskan brengsek!”
__ADS_1
“SAKIT!!!”
Sambil terus meronta-ronta, pria yang menantang Furya terlihat sangat menyedihkan.
Ia juga memukul-mukul kaki Furya, hanya saja serangan lemah seperti itu sama sekali tak berefek bagi Furya.
5 temannya yang melempari Furya dengan kursi dan meja akhirnya sadar kalau ada yang tak beres dengan pria yang mereka lawan karena semua lemparan mereka dapat di hindari dengan mudah.
Tapi karena sudah terlanjur ribut, 5 orang itu yang di tonton semua pengunjung lain terus menyerang.
Furya yang kesal diserang dari jauh akhirnya mengambil balik kursi dan melemparkannya ke arah mereka.
Dengan kekuatan penuh, kursi di lempar menggunakan satu tangan dan mengenai telak orang-orang itu.
Kursi besi yang di lempar Furya bahkan sampai bengkok sangking kuatnya lemparan Furya.
Di lempar dengan kuat, satu persatu dari kelima orang itu akhirnya di paksa menyerah.
Melihat tak ada lagi pria yang melawan dan semuanya menyerah sambil menunduk, Furya mengangkat pria yang di pegangnya.
“Aku sudah memperingatkanmu brengsek!”
“Mana kesombonganmu di awal tadi? Perlihatkan lagi padaku kalau bisa!”
Melihat tatapan mata Furya yang sangat mengerikan, pria itu hanya bisa menangis seperti wanita dan meminta maaf.
“Ma-maafkan aku. Aku mengaku salah tolong ampuni aku.”
“Sakit...tangaku sakit sekali. Tolong lepaskan...”
Furya yang melihat ke 6 orang itu sudah menyerah dan tak menyerang lalu melepaskan tangan pria yang masih tetap ia remas.
“Jika aku masih melhat wajahmu, percayalah aku akan melakukan hal yang lebih gila dari ini!”
Setelah itu Furya melepaskan cengkramannya dan pria yang pergelangan tangnya ia remukkan terlihat hanya berbaring saja di lantai sambil mengerang kesakitan.
Pak Herly yang melihat perkelahian sudah mereda akhirnya memberanikan diri dan mendekat.
“Woi, tolongin...”
Di bantu beberapa pengunjung pria lain, pak Hery langsung menolong pria besar yang merengek keras seperti bayi.
Furya yang merasa sudah berlebihan sampai membuat keributan besar akhirnya pergi meninggalkan cafe.
Sherly yang melihat sang pacar seperti orang lain dan sangat menakutkan hanya diam termenung.
Ia bahkan tak bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Di matanya, Furya yang ia kenal seperti berubah menjadi monster mengerikan.
Setelah di bantu beberapa pengunjung lain, akhirnya ke 6 orang itu pergi meninggalkan cafe Sherly.
Satu di antara mereka yang mengalami luka serius sampai pergelangan tangan kanannya hancur seperti dodol langsung di bawa ke rumah sakit.
Ren yang melihat kakaknya berkelahi dan menang justru senang dan menonton dengan asik bersama bocil lain.
Sherly yang melihat sang pacar pergi langsung mengejarnya.
__ADS_1
Furya yang merasa akhir-akhir ini ia makin sulit mengntrol emosinya merasa sedikit bersalah dan pergi ke taman dekat sana untuk menenangkan diri.
Sebenarnya ia tak harus menggunakan cara brutal seperti itu.
Tapi karena merasa mampu dan bisa melawan ke 6 orang itu sendirian, perkelahian hebat justru terjadi karena ia yang memulai.
Sherly yang melihat sang kekasih duduk di taman sendirian langsung mendekat.
Melihat Sherly yang terlihat khawatir, Furya hanya diam saja.
“Maaf. Maafkan. Aku. Semua. Ini. Terjadi Karenaku”
Melihat perkataan Sherly dengan bahasa isyarat tangan, Furya hanya terseyum dan berbicara.
“Ini bukan salahmu. orang-orang kayak mereka sekali-kali memang harus di beri pelajaran!”
Setelah itu Sherly duduk di samping sang pacar. Furya yang merasa sudah berlebihan lanjut berbicara.
“Maaf, sepertinya aku sudah menakutimu ya?”
Mendengar perkataan Furya, Sherly langsung memegang tangan sang pacar dan menjawab.
“Kamu. Gak. Menakutakan. Sama. Sekali!”
“Mau. Apapun. Yang. Terjadi. Aku. Tetap. Menyukaimu.”
Melihat sang pacar yang masih berada di sisinya, Furya menjadi lega dan bisa sedikit lebih tenang.
Selama beberapa menit mereka hanya duduk berdua di sana.
Setelah merasa lebih baik, Furya bersama Sherly kembali ke cafe.
Buk Dinda yang melihat Furya hanya tersenyum dan tak marah sama sekali.
Menurut beberapa saksi, perkelahian itu bisa terjadi juga karena kelompok orang berbadan besar itu mengangguk Sherly.
Karena perkehian hebat itu sebagan tempat sampai berantakan.
Untungnnya meja dan kursi di cafe Sherly semuanya besi dan hanya ada sedikit yang rusak.
Furya yang kembali langsung menemui pak Hery di dapur dan meminta maaf.
Pak hery yang melihat Furya secara jantan meminta maaf kepadanya karena sudah membuat keributan di cafe dengan senang hati memaafkan.
Hanya saja ia memberi sedkit nasehat kepada Furya yang masih muda agar tak mudah terpancing ketika berurusan dengan orang-orang model begitu.
“Gpp, om ngerti kok kamu cuman mau melindungi Sherly dan malah seneng!”
“Tapi tetap, gak semuanya harus di selesaikan dengan cara kayak gitu Furya.”
“Iya om. Furya ngaku salah.”
Setelah perkelahian itu, Furya menjadi sedikit mengerti letak kesalahannya. Tak semuanya harus di selesakan dengan cara tak baik.
Hanya saja Furya saat itu memang kesal karena ada orang yang dengan sengaja mengganggu dan melecehkan Sherly.
__ADS_1
Mungkin jika ia yang di ganggu, Furya masih akan sabar dan tak ambil pusing.
Tapi jika sudah melibatkan keluarganya atau orang-orang yang ia sayangi, percayalah, Furya tak akan segan-segan dan akan memberikan pelajaran mengerikan kepada siapapun yang berani mengusik hidupnya.