
Furya yang terbangun dan disuguhi pemandangan menakjubkan dibuat tak berdaya.
Pria mana yang tahan ketika baru bangun langsung melihat keindahan dan impian semua kaum adam yang tepat berada di hadapannya.
Dia pacarku dan dia milikku. Pikiran liar Furya langsung memenuhi otaknya sampai tanpa sadar mempengaruhi tubuhnya.
Melihat Sherly yang cantiknya seperti bidadari, Furya yang belum tersadar seutuhnya dan menganggap itu mimpi langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mendekati sang kekasih.
Hal yang selama ini ia pikirkan dan angan-angankan tiba-tiba saja menjadi kenyataan tentu membuat Furya senang.
Melihat tubuh kurus dan tepos itu berubah menjadi matang sempurna dan sudah siap di petik makin membuatnya tak tahan.
Merasa itu hanyalah mimpi, Furya tanpa berdosa mendekati Sherly yang terjatuh.
Karena gerakan Furya yang sangat cepat, Sherly tak bisa menghindar dan langsung di tawan oleh badan kekar sang kekasih.
“Sherly...”
Tanpa basa-basi Furya langsung mencium mulut sang pacar yang terlihat sangat cantik bahkan lebih cantik dari yang selama ini ia mimpikan.
Bibir merah muda itu terlihat sangat menggairahkan bagi Furya.
Sherly yang di serang dan terkekang tubuh kuat Furya hanya bisa pasrah dan tak melakukan apa-apa.
Sejak tadi malam memang tubuhnya sudah terasa aneh dan perasaan itu masih membekas bahkan sampai hari berganti.
Di temani suara asmr kuli bangunan, Furya mulai menyerang Sherly di bagian lain.
Karena malam tadi ia terus di gigit tepat di leher, Furya yang masih belum sadar dan menganggap itu mimpi mulai membalas apa yang di lakukan pacarnya kemarin malam.
Dengan lincah Furya mulai mencium dan memberikan tanda cintanya di leher sang pacar.
Sherly yang sudah tak berdaya hanya menikmati setiap momen berharga saat itu.
Desahannya juga mulai keluar dan makin membuat Furya bertindak agresif.
Furya yang lepas kendali kini mulai meraba-raba boba besar sang kekasih.
Di raba tepat di bagian lemahnya, ******* Sherly makin kencang dan mendengung keras.
“Hebat...ini sangat lembut dan kenyal!” kata Furya yang mulai memegang dan memainkan jarinya di boba sang pacar.
Melihat pacarnya yang cantik tak melawan dan hanya mendesah manja di perlakukan seperti itu, Furya makin tak tahan.
Lalu ketika melihat wajah Sherly yang memerah sambil menatapnya dengan penuh cinta, hasrat Furya makin memuncak.
Saat ingin menyerang bagian lain, tiba-tiba saja suara hp Sherly berdering dan bergetar.
Melihat hp yang tergeletak tepat di sampingnya menyala dan berbunyi, Furya yang merasa di mimpi bahkan masih ada yang mencoba mengganggunya tak menghiraukan itu.
Terlebih lagi Sherly yang pasrah dan diam saja ia perlakukan degan ganas makin membuatnya tak bisa berhenti.
Namun, seperti datang tak di undang, tiba-tiba saja sang adik bungsu datang dan membuka pintu kamarnya.
~Cekrekkk~
Yuki yang datang karena ingin mengambil hpnya yang di cas tak sengaja mendengar suara aneh dari kamar sang kakak .
Karena itu ia yang membuka pintu dapat melihat jelas adegan berbahaya yang tak seharusnya ia lihat.
__ADS_1
Tapi karena masih polos, adik bungsu Furya diam saja dan menutup kembali pintu seperti tak terjadi apa-apa.
Furya yang panik bukan main langsung melihat ke sekeliing tempat dan sadar dirinya sedang berada di kamar.
Melihat sang adik perempuan yang sampai muncul di mimpinya membuat Furya ketakutan.
Karena itu ia berbicara dalam hati dan bertanya pada sistem.
“Sistem, aku sedang mimpi kan ini?”
[Ding! Tuan tak sedang bermimpi dan berada di dunia nyata]
Mendengar jawaban sistem, Furya menatap kembali Sherly yang tubuhnya sudah berubah total dan berbicara.
“Sherly, ini beneran kamu kan?”
Sherly yang di tanya dan sedang ditindih sang pacar hanya tersenyum dan mengangguk.
Wajahnya makin memerah dan matanya menatap Furya dengan penuh cinta.
Furya yang melihat jawaban sang pacar merasa sangat bersalah lalu diam sejenak dan lanjut berbicara.
“Maaf, aku tak-”
Belum selesai Furya meminta maaf, Sherly yang sempat di serang justru membalas perbuatan sang pacar.
Dengan itu skor mereka 1 sama dan impas.
Furya yang tiba-tiba saja di serang balik dan di cium langsung kaget dan hampir lepas kendali lagi.
Tapi si kecil yang melihat adegan mereka saling tindih harus di hentikan karena itu Furya mencoba menahan garirahnya yang sudah di ubun-ubun.
“Iya, aku ngerti kok. Biar aku yang urus Yuki.”
Furya yang melihat dan mendengar jawaban dari Sherly hanya tersenyum.
Setelah itu ia berdiri dan Sherly langsung berniat mengejar Yuki yang sudah pergi lebih dulu.
Kalau tak segera dihentikan bisa gawat urusannya. Karena itu Sherly yang sudah membangunkan sang pacar langsung kembali ke rumahnya.
“Langsung mandi yang bersih ya. Temenin aku siang ini juga buat beli daleman baru.”
“Oke...sekali lagi maaf.”
Setelah itu Sherly pergi dan menyusul Yuki. Untungnya adik Furya jalannya lambat dan berhasil di kejar.
“Yuki...”
“Kak Sherly, kenapa kak?”
“Gpp, cuman yang tadi kamu lihat di rahasiakan ya.”
“Jangan bilang sama orang lain dan jadi rahasia kita aja, oke!”
Yuki yang masih bocah polos hanya mengangguk sambil tersenyum.
“Bagus, itu baru adik kakak. Yuk kita beli es krim dulu.” kata Sherly sambil menggaet tangan si bocah tak berdosa.
“Wah, beneran kak?”
__ADS_1
“Iya, yuk ikut kakak ke minimarket.”
“Asikk...”
Di sogok es krim dan sebatang cokelat batangan, adik Furya berhasil di amankan.
Furya yang hampir saja kelepasan dan berbuat kesalahan fatal kini berada di kamar mandi.
Sambil berendam di bak mandi, ia mengingat kembali tubuh sang pacar yang berubah drastis.
Furya yang tau itu pasti efek dari Water OF Life hanya diam saja dan tak bertanya pada sistem.
Sebelumnya sang ibu yang sudah keriput dan lebih tua dari umurnya karena sempat koma menjadi muda kembali.
Jadi ia tak heran dan kaget lagi saat melihat perubahan yang di alami Sherly.
Hanya saja sensasi lembut dan kenyal dari boba besar Sherly yang sempat di rabanya masih tersimpan jelas di otaknya.
Jika saja sang adik telat datang dan tak menghentikan aksinya, mungkin Furya sudah memperkaos Sherly dan akan sangat menyesali perbuatannya.
“Huuh...semoga aja Sherly berhasil.” Kata Furya sambil menatap langit-langit kamar mandinya.
Setelah mandi, Furya yang sedang memakai baju langsung Check In.
“Sistem Chek In!”
[Ding! Selamat tuan berhasil Check In hari ke 14]
[Selamat tuan mendapatkan hadiah 14.000 Perfection Poin]
Furya yang sudah Check In dapat melihat status dan jumlah poinnya di layar hologram.
Nama : Furya Aditya
Ras : Manusia
Level : 15
Status : Penerus Resmi Dewa Kesempurnaan
Umur : 17
Perfection God : Terkunci
Perfection Body : 240
Perfection Rich : 0
Perfection Power : 50
Status Poin : 10
Perfection Poin : 24.990
Skill : Seni Beladiri Dewa Tahap I, Regeneration.
Karena sudah tak memiliki beban lagi, kini Furya merasa lebih bebas dan plong.
Dengan ini ia bisa fokus membeli kebutuhan dirinya sendiri dan tentunya bertambah kuat dan makin kuat lagi.
__ADS_1