
Bastian yang melihat aura dan kengerian dihadapannya mencoba tetap tenang.
Pertandingan baru dimulai dan masih ada banyak waktu untuk membalikkan keadaan.
Terlebih lagi Furya tak mungkin bisa melawan semua orang sendirian.
Setelah berdiri, Bastian kembali ke teman-temannya dan menyuruh seorang teman yang paling tinggi untuk tetap berada di dekat ring.
“Lu jaga ring aja Dave, biar kami berempat yang maju.”
Dave yang merupakan anak eskul basket di SIS langsung mengerti dan hanya mengangguk.
Tak peduli seakurat apa lemparan Furya, tak mungkin bola bisa masuk jika ada dirinya yang menghalang disana.
Bastian yang masih belum menyerah kini memulai kembali pertandingan.
Dengan 2 pemain inti basket SIS lain yang ada di sisi kiri dan kanannya, sangat mudah bagi Bastian melewati 4 pemain dari kelas 2D.
Sampai sosok Furya kembali menjadi penghalang.
Dengan sedikit trick, Bastian dan 2 temannya mendekat secara bersamaan.
Jamal yang paling dekat dengan Furya ingin mencoba membantu.
Tapi seperti tak membutuhkan bantuan, Furya yang sudah mengatakan kepada teman-temannya untuk menyerahkan bagian belakang padanya hanya tersenyum.
“Bagus...majulah kalian semua!”
Melihat senyuman menjengkelkan itu, Bastian dan 2 temannya maju dan melompat secara bersamaan.
Niat mereka yang ingin membuat Furya bingung sama sekali tak berarti dihadapan penglihatan super sang Center.
Dengan sekali loncatan, bola berhasil direbut dan ketiga orang itu dibuat terjatuh.
“Bob...”
Karena ada yang menjaga tepat di bawah ring, Furya yang mendapatkan bola langsung mengoper jauh kearah Boby.
Diberikan passing cantik, Boby maju sendirian dan melakukan dribling andalannya sampai berhadapan satu lawan satu dengan Dave.
Dengan sedikit gaya dan ejekan khas Boby, sangat mudah bagi sang Ace melewati pria tinggi itu dan mencetak angka.
{Tett}
2 angka tambahan berhasil didapatkan kelas 2D.
Bastian yang skornya makin ketinggalan mencoba terus bermain dan tak menyerah.
__ADS_1
Bahkan kini 1 pemain lagi sudah mengawal Boby secara ketat.
Namun sayang, dihadapan Center terkuat, semua trick dan serangan mereka berhasil dihadang.
“Ali...”
Kali ini melihat Boby yang dijaga ketat, Furya yang berhasil merebut bola mengoper pada Ali.
Dengan cepat Ali dan Radit maju bersamaan.
Bastian bersama 2 temannya juga tak menyerah dan lari kembali untuk membantu pertahanan.
Ali yang maju dan dihadang Dave dengan santai memberikan passing kepada Radit yang berdiri tepat di pinggir garis 3.
Mendapatan operan cantik, Radit si pria yang lebih banyak diam melakukan shooting dari luar garis 3 dan mencetak angka.
{Tett}
3 poin tambahan berhasil didapat kelas 2D kembali. Dengan ini skor makin jauh dan dibabak pertama kelas mereka unggul telak.
{Tett}
“Oke waktu babak pertama selesai. Silahkan istirahat 5 menit sebelum babak kedua dimulai.” Kata pak Bambang yang menjadi komentator sekaligus juri.
Buat yang belum tau aja, di pertandingan basket ada 4 babak pertandingan. Terus waktu di tiap sesinya adalah 10 menit, jadi total bola aktif saat dilapangan adalah 40 menit.
Di posisi 1{Poin Guard/Radit}, tugas utamanya mengatur serangan dan memberikan umpan, tapi tetap masih bisa fleksibel antara menyerang dan bertahan.
Diposisi 2{Shooting Guard/Ali}, biasanya pemain di posisi ini memiliki akurasi menembak yang baik dari luar garis 3 dan passing yang akurat.
Terus posisi 3{Small Forward/Boby}, biasanya di posisi ini akan ditempati oleh pemain yang memiliki kemampuan one on one, agresif, mampu melakukan dribble lincah dan yang terpenting mampu mencetak poin.
Terus Posisi 4{Power Forward/Jamal}, biasanya posisi ini di isi oleh pemain yang memiliki tubuh besar dan kuat serta mampu bertindak menyerang dan bertahan secara bersamaan.
Dan yang terakhir adalah posisi 5{Center/Furya}, dalam permainan bola basket, posisi ini ditempati oleh pemain dengan tubuh terbesar atau tertinggi di tim. Tugasnya tak lain untuk membendung tembakan lawan dan menjaga daerah pertahanan tim. Tapi tetap, setiap pemain bebas bisa membantu menyerang atau bertahan tergantung situasi dan kondisi.
Lalu soal garis 3, 2 dan 1 itu simple.
Hampir sama dengan kotak penalti dalam bola kaki. Jika berhasil mencetak angka di luar garis 3, maka akan mendapatkan 3 poin. Lalu di dalam garis 3 akan mendpatkan 2 poin.
Dan yang terpenting, jika terjadi pelanggaran di dalam garis 3, maka tim yang dilanggar berhak mendapatkan 2 tembakan bebas dan si pelanggar akan dikenakan teguran/ foul.
Jika sampai 5 kali foul alias melanggar, maka si pembuat onar akan dikeluarkan dan tim dipaksa bermain dengan 4 orang saja. Simple kan, oke lanjut.
Furya yang di babak pertama sudah mengeluarkan sedikit kartu trufnya terlihat santai dan duduk manis.
Saat itu juga akhirnya semua teman-temanya termasuk Boby sadar kalau Furya ternyata jago main basket.
__ADS_1
“Fur, mau coba ganti posisi gak?” Tanya Boby iseng.
“Gak perlu, lawan ginian doang gak perlu buka banyak kartu!” Jawab Furya santai.
Boby yang mengerti itu hanya mengangguk dan langsung mengerti.
Jika berhasil mengalahkan kelas 2A, maka jelas di final nanti mereka akan melawan Raja Terakhir yaitu kelas 3A.
Tak ada gunanya mengeluarkan kartu lain jika tak diperlukan.
Boby jujur saja tak begitu mengetahui batasan dari temannya yang satu ini.
Saat yang lain nyos-nyosan, Furya terlihat sangat santai dan nafasnya begitu teratur.
Yang jelas, bagi Boby yang sejak kecil sudah menggilai olahraga basket, Furya terlihat sangat berbeda dan memiliki aura tersendiri yang sangat kuat.
{Tett}
“Oke guys, waktunya bekerja.”
“Di babak kedua masih orang yang sama. Kita bikin skor makin jauh baru ganti pemain.” Kata Boby.
“Oke bob, siyap!” Lanjut Egi yang terlihat tak sabar ingin tampil.
Dibabak kedua, pertandingan tetap sama seperti di babak awal.
Kelas 2A dibuat kesulitan mencetak angka karena sang terumbu karang raksasa bernama Furya selalu menggagalkan serangan mereka.
Ditambah Boby yang begitu liar didepan selalu bisa lepas dan mencetak angka.
Bahkan ketika dijaga ketat, sang Ace tetap bisa bersinar dan makin membuat skor terlampau jauh.
Furya yang merasa terlalu berharap tinggi pada lawannya kali ini bahkan sudah mulai bosan dan akhirnya minta diganti.
“Change.”
“Sep Fur, biar gue yang gantiin.”
“Gas Gi, kapan lagi tampil di panggung utama.”
Egi yang akhirnya tampil menggantikan Furya terlihat bersemangat.
Meskipun skor sudah berbeda setengah dan sang monster sudah keluar dari lapangan pertandingan, anak-anak kelas 2A yang poinnya tertinggal jauh sudah kehilangan motivasi.
Bahkan Bastian sudah menyerah dan duduk di bangku cadangan digantikan oleh pemain lain.
Sampai di akhir pertandingan itu, kelas 2D menang telak dan menyingkiran kelas 2A dengan skor 112-24.
__ADS_1
Furya dan teman-temannya yang selesai tampil kembali ke bangku penonton sedangkan tim basket dari kelas 2A pergi meninggalkan aula pertandingan dengan begitu lemas.