
Setelah mengatakan masalah yang menimpa kelasnya, Furya izin pamit.
Sebelum pergi lagi-lagi Aurel memintanya untuk bergabung dengan jajaran OSIS.
Tapi Furya yang enggan untuk repot menolak dengan lembut tawaran itu.
“Beneran nih kamu gak mau gabung OSIS?”
Furya yang diajak lagi hanya tersenyum tipis dan berdiri.
“Gak deh kak, makasih tawarannya.”
Karena urusannya sudah beres, Furya memilih pergi dari sana. Namun seperti datang terlambat, keberuntungan hadir dan misi pun terpicu.
[Ding! Selamat tuan menerima misi baru]
[Bergabung dengan OSIS di sekolah tuan, Hadiah 19.000 Perfection Poin]
Melihat misi mudah yang aktif, Furya duduk kembali dan tersenyum cerah.
“Lah kenapa duduk lagi?” Tanya Aurelia.
“Yaudah, aku mau deh gabung OSIS!”
Baru beberapa detik lalu undangannya ditolak, kini pria di hadapannya justru menerima tawaran untuk bergabung OSIS sambil cengengesan.
Aurelia yang merasa sedikit dipermainkan bertanya sekali lagi dengan nada yang sedikit serius.
“Kamu serius kan mau gabung?”
“Seriuslah kak, kan kak Aurel sendiri yang ngajak aku gabung, hehehe.”
“Yaudah kalo kamu setuju sekarang juga isi biodata OSIS.” Kata Aurel sambil menyerahkan kertas keanggotaan.
Furya emang tak terlalu tertarik dan peduli dengan jabatan OSIS disekolahnya karena baginya itu merepotkan.
Bahkan ketika sang ketua sendiri yang memintanya bergabung, Furya tetap menolak.
Tapi jika mendapatkan misi, maka sudah jelas ia akan setuju. Misi apapun asalkan menghasilkan poin akan ia selesaikan.
“Oke, udah semua kak.”
Aurelia lalu mengambil kertas biodata OSIS yang diisi oleh Furya dan melihat sejenak.
Kemudian ia tersenyum dan mengarahkan tangan kanannya seakan ingin berjabat.
Furya yang melihat itu langsung meraih tangan Aurel dan merekapun bersalaman.
“Selamat, sekarang kamu resmi jadi anggota OSIS.”
Bertepatan saat Aurelia berbicara, suara sistem juga ikut terdengar.
[Ding! Selamat misi berhasil diselesaikan]
[Selamat tuan mendapatkan hadiah 19.000 Perfection Poin]
[Selamat tuan telah naik level]
Furya yang berhasil menyelesaikan misi dengan mudah hanya bisa tersenyum cerah.
“Ohh iya, nanti akan ada pesta penyambutan buat anggota baru. Jadi perkenalan sama yang lainnya pas waktu itu aja ya.”
“Oke ketua, kalau gitu aku izin pamit.”
“Sekali lagi kalo kita lagi berdua jangan panggil kakak atau ketua.”
“Panggil Aurel aja.” Kata Aurelia sambil tersenyum manis.
Furya yang mendengar itu hanya mengangguk dan akhirnya pergi.
Siapa sangka misi random aktif mendadak dan menyuruhnya bergabung OSIS.
Setelah urusannya beres, Furya pergi dari gedung besar itu.
Sambil menunggu waktu lomba lari estafet pria, Furya pergi ke lapangan olahraga utama SIS dan berniat menonton lomba lari 100 meter.
Melihat Furya datang, Dimas yang masih teman sekelasnya langsung memanggilnya dan Furya duduk di barisan anak-anak kelas 2D.
“Datang juga lu. Dari mana sih?” Tanya Dimas.
“Gak dari mana-mana, emang kenapa?”
__ADS_1
“Ya gpp. Cuman tadi ada adik kelas imut nyariin kamu.”
“Bener tuh Fur, cantik banget!” Potong Tiara yang juga merupakan teman sekelas Furya.
Furya yang sudah punya pacar spek bidadari hanya diam saja dan tak begitu peduli lalu duduk.
Saat itu lumayan banyak murid yang datang ke lapangan olahraga utama SIS untuk menyaksikan pertandingan lari 100 meter pria dan wanita.
Tapi anehnya para pria menghilang seperti ditelan bumi bahkan Jamal dan temannya yang lain juga tak ada.
Ali yang menjadi perwakilan dari kelas 2D hanya bisa puas menempati posisi kedua.
Agnes yang menjadi perwakilan lari 100 meter perempuan dari kelas 2D malah lebih parah lagi dan hanya finish di urutan ke 10.
Dengan ini poin kelas mereka makin tertinggal jauh dari kelas 2A.
Furya yang duduk disana juga dapat melihat total perolehan poin Festival Olagraga dari semua kelas di SIS melalui web sekolah mereka.
Kelas 3A - 3877 Poin
Kelas 2A - 3066 Poin
Kelas 3B - 2790 Poin
4 Kelas 2D - 2760 Poin
5 Kelas 1A - 2688 Poin
Dll.
Furya yang poin kelasnya makin jauh tertinggal merasa sedikit was-was.
Bisa gawat kalau poin main jauh dan tak bisa dikejar nantinya.
Karena itu Furya mendekati dan bertanya pada teman wanitanya yang merupakan bendahara kelas sekaligus pengatur jadwal pertandingan kelas 2D.
“Tiara, kelas kita sisa berapa lomba lagi hari ini?”
Tiara yang didekati dan ditanya menjadi sedikit grogi.
“Apa aja tuh?”
“Ada renang cewek, lari estafet cewek dan cowok. Terus terakhir tarik tambang cewek sama cowok!”
“Ohh, yaudah makasih.”
Furya yang nilai poin kelasnya tertinggal jauh dari kelas Sherly hanya bisa berharap teman-temannya bisa menyumbangkan poin yang cukup.
2 lomba yang diikutinya akan ia jamin menang, tapi di lomba lain ia hanya bisa mengharapkan yang terbaik dari teman-temannya.
“Ohh iya, perwakilan renang kita siapa?”
“Di cowok Faris dan cewek Ana.”
“Cuman Faris katanya tadi udah kalah dan cuman sampai di posisi 5.”
“Ohhh, Terus dari kelas 2A siapa perwakilannya?”
“Kalau itu aku gak tau, coba aja cek di web sekolah!”
Furya yang khawatir misi khusus gagal langsung melihat daftar lomba yang tersisa dan perwakilan dari masing-masing kelas.
Saat melihat itu, Furya akhirnya sadar ia harus turun tangan membantu.
Dari kelas 2A, perwakilan renang wanita yaitu Alexia merupakan Ace dari eskul renang.
Ana yang merupakan teman sekelasnya juga masih eskul renang tapi kemampuannya tak terlalu menonjol.
Melihat selisih poin yang mungkin akan makin tak terkejar, Furya langsung berdiri dan berlari kencang menuju lokasi lomba renang diadakan.
Tiara yang melihat Furya tiba-tiba saja langsung pergi sambil berlari hanya bisa kebingungan.
Dimas yang merupakan cowok kemayu yang melihat Furya pergi juga berusaha memanggil tapi tetap saja Furya sudah makin jauh.
“Semoga aja masih sempat!”
“Sial, aku gak tau kalau poin kelasku makin jauh ketinggalan.”
Melihat dari web sekolah, lomba renang wanita tengah berlangsung. Jadi Furya yang mungkin saja masih bisa berbuat sesuatu mencoba membantu Ana yang tengah bertanding.
__ADS_1
Jujur saja Furya selama 2 tahun sekolah di SIS tak pernah sekalipun pergi ke kolam renang yang ada di sekolahnya.
Selain berada di paling ujung, tempat itu juga sangat tertutup bagi yang tak berkepentingan atau selain anggota eskul renang.
Setelah berlari cukup jauh, akhirnya Furya sampai di sana dan sorak dukungan penonton terdengar dari kejauhan.
Seperti yang diharapkan dari SIS, bahkan di sekolah itu disediakan kolam renang besar lengkap dengan bangku penonton.
Saat sampai disana Furya masuk nyelonong dan dapat melihat Ana yang berdiri dan seperti bersiap-siap memulai lomba bersama peserta lain.
“Ana...”
“Hoi...Anatasya!”
Ana yang mendengar suara keras orang yang memanggil namanya dan makin dekat refleks melihat kebelakang.
Lalu sosok Furya yang berlari kearahnya sambil memanggil-manggil namanya sontak membuat Ana kaget.
Furya yang melihat Ana menggunakan pakaian renang ketat langsung menelan ludah dan mencoba tetap tenang.
“Ke-kenapa Furya?”
“Syukurlah aku masih sempat. Kamu belum mulai kan?”
“Be-belum sih, ini baru mau mulai. Emang kenapa?”
“Gpp, aku mau ngasih sesuatu.”
Dengan cepat Furya mengeluarkan potion penambah kekuatan dari tas penyimpanan sistem dan menyerahkannya pada Ana yang mau bertanding.
“Nih, sebelum mulai minum ini dulu.”
Ana yang diberikan cairan aneh dalam botol kecil sempat ragu untuk menerimanya.
“Apaan nih?”
“Itu obat biar tenaga sama kekuatanmu makin bertambah. Pokonya minum aja.”
Juri yang melihat ada seorang murid pria memasuki lapangan pertandingan mulai menegurnya lewat mikrofon.
“Hoi...hoi...hoi, Siapa itu.”
“Kalau mau dukung pacarnya lewat bangku penonton aja ya. Pertandingan udah mau di mulai ini loh!”
Mendengar perkataan juri, makin banyak penonton yang bersorak. Furya yang disoraki hanya bisa menahan rasa malunya.
“Yaudah aku pergi. Jangan lupa dimunum dan aku dukung kamu dari bangku penonton.”
~Jlebb~
Didukung langsung sang bintang sekolah, Ana mulai grogi dan salting.
Padahal jelas ia mengetahui Furya sudah punya pacar. Tapi tetap saja, wanita mana yang tak grogi didukung pria ganteng dan populer.
Dari kejauhan Ana melihat lagi kearah Furya yang berjalan menjauh.
Dari isyarat tangan, Furya memberikan dua jempol dan mendukungnya sambil tersenyum manis.
Diberikan botol minuman kecil aneh, Ana yang percaya dan tau teman sekelasnya itu pria baik-baik tanpa basa-basi meminum potion penambah kekuatan yang diberikan Furya.
“Oke-oke, maaf tadi ada sedikit gangguan.”
“Baiklah silahkan semua peserta fokus kembali dan bersiap-siap.”
“Lomba renang putri akan segera kita mulai!”
Furya yang sempat memberikan potion penambah energi dan kekuatan kini duduk di bangku penonton.
5.000 Poin berharganya terpaksa harus hilang untuk memastikan temannya itu menang.
Setidaknya jika tak menang, posisi Ana harus lebih baik agar poin kelas tak makin tertinggal.
Furya yang melihat banyaknya penonton terutama para pria menjadi mengerti kenapa di lapangan utama SIS tadi sangat sepi.
Siapa yang tak ingin melihat keindahan yang terpampang nyata seperti itu.
Tapi seperti petaka yang datang bersamaan, Sherly yang ada disana untuk mendukung kelasnya dapat melihat dari jauh sang pacar yang dekat dengan gadis lain bahkan sampai memberikan hadiah.
Furya yang merasakan hawa tak mengenakkan akhirnya sadar Sherly juga ada disana dan sedang menatapnya dari jauh dengan ekspresi dingin.
__ADS_1