Perfection System

Perfection System
Malam Spesial


__ADS_3

Sore itu Furya yang sudah memiliki dua janji hanya bisa berharap semuanya bak-baik saja.


Antara teman dan pacar, dua pilihan sulit memenuhi otaknya.


Tapi Furya yang lebih mencintai Sherly memilih menghabiskan waktu bersama sang pacar.


Ia juga berniat nanti mampir sebentar ke tongkrongan teman-temannya untuk sekedar absen muka.


Karena hari sudah mau gelap, Furya beranjak dari kamar dan berniat mandi.


Baru saja ia mau masuk kamar mandi, sang adik lelaki menyalip dan masuk lebih dulu.


“Geser kak, Ren duluan.”


Di serobot berandalan kecil, Furya tak mau kalah dan masuk juga.


“Woi, kakak duluan!”


“Alah kakak nih, ngalah kek sama adik sendiri!”


“Gak, kakak mau jalan-jalan malam nih jadi kakak duluan.”


“Ren juga mau jalan-jalan kak.”


Seperti tak mau kalah, Furya dan adik lelakinya akhirnya mandi bersama.


Furya yang tau Ren kalau mandi lama dan mengotori bak mandi tak mau mengalah dan masuk lebih dulu ke bak mandi yang sudah di siapkan sang ibu.


“Ahhh...enaknya.” kata Furya sambil berendam di bak mandi yang sudah di isi air hangat.


Sang adik yang melihat tubuh kakaknya mulus tanpa bekas luka menjadi heran.


Bukan hanya itu, bahkan kini tubuh kakaknya yang awalnya kurus kerempeng jadi makin kekar dan berisi.


“Wih, sejak kapan perut kakak jadi kotak-kotak gitu?”


“Heeee, udah lama kali. Mangkanya rajin olahraga kamu. Nih lihat!” Pamer Furya yang berdiri dan berpose ala binaraga sambil menunjukkan badan atletisnya.


Ren yang juga duduk di bak mandi hanya bisa melongo saat melihat tubuh kakaknya yang makin membesar.


Bukan hanya otot, bahkan bagian bawah Furya juga makin besar dan terlihat tegak seperti palu.


Ren yang senjatanya kecil melirik ke barangnya yang kalah jauh dengan punya sang kakak.


“Wih, besarnya.”


“Hahahaha, iya dong!” (Gak peka padahal yang di bilang besar yang itu)


Di dalam bak mandi yang kecil, Furya terpaksa berbagi tempat dengan sang adik.


Dalam hatinya, Furya sempat berfikir untuk membeli rumah mewah atau bahkan sebuah hotel pribadi.


Ia yang sudah memiliki banyak uang jelas mampu untuk itu.


Tapi tetap saja, rumah sendiri adalah tempat terbaik dan ternyaman bagi Furya.


Di bantu sang adik, secara bergantian Furya membersihkan semua bagian di tubuhnya sampai ke punggung mengunakan sabun.

__ADS_1


Setelah puas mandi, dua lelaki itu keluar dari kamar mandi sambil menggunakan handuk.


Ren yang sudah siap jalan-jalan bersama ibunya dan Nando menggunakan mobil baru langsung masuk ke kamar. Furya juga sama dan masuk ke kamarnya.


Di cermin, Furya yang iseng dapat melihat tubuhnya yang ternyata memang makin membesar.


Otot-otot itu terlihat sangar dan kuat. Terlebih lagi senjata di bawahnya yang juga mengalami perubahan signifikan.


“Hemm...pake baju apa ya.”


Karena malam itu hari spesial, Furya jadi bingung memakai pakaian apa.


Memang semenjak memiliki banyak uang ia sudah banyak membeli pakaian mahal bermerek yang bahkan belum sempat ia gunakan.


Baju dan celana mahal itu tersusun rapi di lemari.


Tapi anehnya, Furya lebih memilih pakaian biasa yang lebih cocok baginya.


Dengan kaos putih dan celana jeans, penampilannya makin menarik di lapisi jaket cokelat yang merupakan favoritnya.


Jaket itu juga hadiah dari Sherly saat ia ulang tahun dulu. Tak lupa ia menggunakan sepatu baru merek ternama yang makin membuat penampilannya oke.


Setelah siap, Furya keluar kamar dan berniat menjemput sang kekasih.


Malam itu ternyata keluarganya juga ingin jalan-jalan.


“Om, titip mama sama dua bocil ya. Jangan sampai kenapa-napa.”


“Aman...”


Karena sudah ada rencana tersendiri, Furya pergi lebih dulu dan pamit untuk jalan-jalan bersama Sherly.


Ia juga mendoakan hubungan Furya dan Sherly tetap langgeng karena memang sang ibu sangat menyukai Sherly.


Bahkan ketika anaknya sudah memiliki banyak uang, pandangan ibunya tak berubah sedikitpun.


Sesampainya di rumah Sherly, Furya duduk sejenak di meja depan kasir.


Buk Dinda yang melihat calon menantu datang hanya tersenyum ramah sambil sedikit menggodanya.


“Gantengnya...mau kemana malam ini?”


“Hehehe, mau malam mingguan tante.”


“Iya tante tau, cuman mau jalan ke mana?”


Furya yang di tanya buk Dinda juga bingung mau pergi ke mana.


Sadar malam itu bisa saja ia di ajak dan tejebak nonton film membosankan kembali, Furya langsung menyiapkan antisiapasi.


“Hemmm, kemana ya bagusnya...”


“Sistem, kemana biasanya orang-orang menghabsikan malam Aniversary?”


[Ding! Sistem menyarankan Paris, Costa Rica, New York, Bali...]


“Stop...tolong yang dekat saja.”

__ADS_1


[Ding! Kota Tua, Ancol, Monas, Hotel...dll]


Furya yang di berikan petunjuk oleh sistem malah makin bingung.


Ada banyak sekali tempat pilihan wisata malam yang bisa ia kunjungi.


Tapi saat mendengar kata Ancol, Furya yang saat kecil dulu pernah ke sana bersama keluarganya menjadi tertarik.


“Ancol ya...dah lama banget gak kesana!”


Baru saja Furya berfikir, Sherly yang sudah tampil cantik tiba di hadapannya.


Melihat sang kekasih yang seperti bidadari dengan pakaian casual merah muda, Furya di buat terpesona.


Sherly yang sudah dandan dari sore memang sudah menyiapkan semuanya. Bahkan rambutnya sudah di ikat sedemikian rupa agar makin menarik.


“Hihihi... gimana, cantik gak pacarmu ini!” Kata Sherly dalam hati yang puas melihat wajah kekasihnya yang terpelongo.


Furya yang melihat bidadari cantik di hadapannya bahkan sudah tak dapat berkata-kata lagi.


Perasaan aneh dan sangat menyenangkan langsung memenuhi dirinya.


Tapi melihat Sherly yang malu-malu dan seperti menunggu pujian darinya, Furya tanpa sadar berbicara.


“Kamu cantik banget...”


“Hehehe. Makasih.”


Setelah itu Furya dan Sherly pamit dan langsung berangkat.


Sherly yang sama dengan Furya yaitu amatiran dalam percintaan hanya ingin menghabiskan malam spesial mereka itu berdua.


Kemana saja Furya ajak Sherly past akan ikut.


Furya yang mengendarai motor sambil di peluk mesra dari belakang hanya bisa cengengesan.


Tapi ia yang merupakan pria setidaknya ingin membuat sang pacar terkesan.


Dirinya yang sempat melupakan hari jadian mereka bertekat akan membayar kesalahannya malam itu.


“Sherly, mau gak kalau kita ke Ancol?”


Sherly yang di tanya oleh Furya juga diam saja dan mengangguk.


Setelah itu mereka langsung pergi menuju Taman Impian Ancol.


Di perjalanan saja Furya dan Sherly sudah sangat senang. Tak terpikirkan bagamana mereka akan menghabsikan malam spesial itu nantinya.


Pasti akan ada banyak kebahagiaan yang menunggu mereka.


Setelah sampai di depan Ancol, Furya di buat kaget karena tempat itu ternyata sangat ramai dan sudah berubah total.


Mungkin sudah hampir 5 tahun ia tak ke sana dan semuanya hampir berubah.


Furya yang bingung tetap bersikap kalem sambil sesekali bertanya pada sistem.


“Sistem, apa saja yang ada di sini? Tolong jelaskan padaku agar aku bisa membuat Sherly terkesan.”

__ADS_1


Di bantu sistem, Furya yang datang ke sana tanpa persiapan mulai membuat rencana dan tau apa yang harus ia lakukan.


Di tambah ia juga sangat berharap misi bisa aktif dan memberikan Water Of Life sebagai hadiah Anniversary mereka di malam spesial itu.


__ADS_2