Perfection System

Perfection System
Yang Terpilih


__ADS_3

Tepat di detik terakhir, Furya yang berlari sangat cepat berhasil menyelesaikan misi.


[Ding! Selamat misi berhasil di selesaikan]


[Selamat tuan menerima hadiah 12.000 Perfection Poin]


[Selamat tuan telah naik level]


Sangking cepatnya lari Furya, ia bahkan tak bisa lagi mengerem dan mengontrol gerak tubuhnya.


Karena itu ia langsung terjatuh keras karena tak memiliki tenaga lagi yang tersisa.


Brukkkk


Di pinggir jalan sudirman, Furya yang terjatuh sempat menabrak pagar pembatas jalan dan membuat sebagian tubuhnya terluka.


Bagian dengkul kakinya juga berarah dan celana olahraga baru miliknya langsung sobek.


Tapi Furya yang berbaring di pinggir jalan justru tersenyum sambil menatap matahari pagi yang mulai muncul.


“Ahhhh...akhirnya selesai.”


“Sistem, terimakasih misinya!”


[Ding! Sama-sama tuan]


Setelah beristirahat sejenak dan mengambil nafas, Furya berdiri kembali.


Ia yang terluka parah di bagian lutut dan sikut duduk sebentar di bangku taman.


Akan menjadi masalah jika ia langsung pulang dalam kondisi berdarah seperti itu.


Ia takut jika ibunya melihat akan membuatnya khawatir dan karena itu Furya duduk bersantai sejenak.


Sambil menghitung berapa lama luka di kakinya sembuh, Furya akhirnya menyadari kalau kemampuan regenerasinya makin meningkat pesat.


Hanya butuh kurang dari 1 menit semua luka dan darah hilang tak tersisa.


“Huuh, tiga puluh satu detik...”


“Masih lama kayaknya sampai kemampuan regenerasiku menjadi sempurna!”


Furya yang sempat bertanya pada sistem tau kalau beberapa kondisi terpenuhi, kemampuan regenerasi alaminya akan makin hebat.


Tapi ternyata itu tak bisa di dapatkan dengan cepat.


Meskipun sudah meningkatkan semua status ke bagian Perfection Body, tetap saja rasa sakit masih ia terima jika tubuhnya terluka.


Lalu untuk menggunakan itu ke orang lain sepertinya masih sangat jauh.


“Huuh...waktunya pulang!”


Setelah sembuh total, Furya akhirnya pergi dari taman dekat pinggri jalan dan berjalan santai menuju rumahnya.


Saat sampai di rumah, seperti yang Furya duga, masakan sang ibu sudah siap dan nasi putih panas beserta ayam goreng sudah siap di santap di meja makan.


Melihat kedua adiknya yang sudah bangun dan mandi, Furya duduk terlebih dahulu karena kamar mandi di rumah mereka hanya satu.


Setelah bergantian, Furya akhirnya mandi dan memakai pakaian sekolah.


Di meja makan, keluarga kecil itu sarapan bersama sambil menunggu jemputan sang adik.

__ADS_1


“Furya, ngomong-ngomong kamu kamu kerja apa sampai bisa beli motor kayak gitu. Terus selama ini siapa yang membiayai kebutuhan Ren dan Yuki?”


Di tanya oleh sang ibu, Furya yang tau akhirnya saat-saat itu akan tiba hanya tersenyum dan menjawab singkat.


“Furya kerja sama Mr Tanaka ma.”


“Mama masih inget kan sama dia?”


Sambil mencoba mengingat-ngingat, akhirnya sang ibu teringat kembali dengan guru suaminya dulu yang memang baik.


Furya juga menjelaskan singkat kalau keluarga Sherly dan Mr Tanakalah yang membantu keluarga mereka.


Meskipun sebagian bohong, tapi itu lebih baik dari pada sang ibu menjadi khawatir dari mana ia mendapatkan banyak uang.


Toh ia juga sudah menjalin bisnis dengan Naomi dan itu bisa di bilang tak seutuhnya bohong.


Setelah sarapan, kedua adik Furya akhirnya berangkat sekolah dengan mobil jemputan. Sang ibu juga menemani dan mengantar sampai ke pinggir jalan.


Furya yang mengeluarkan motor dan berniat pergi tak lupa pamit dan langsung menjemput Sherly.


Setelah menjemput sang pacar, Furya akhirnya berangkat ke sekolah.


Di sekolah, sebelum ujian semua murid baris dan berkumpul di gedung Aula Utama.


Furya yang berbaris di barisan kelasnya langsung di samperin Jamal.


“Woi, mana janji mu?”


“Yaelah mal, belum juga mulai!”


“Ya mau gimana lagi. Hari ini MTK sama IPA, aku nyerah kalau MTK!”


Sebenarnya ia enggan buang-buang Poin. Bukannya pelit, hanya saja Furya masih menabung untuk membeli Water Of Life kembali.


Dengan berberat hati, 2.000 Poin pagi itu harus keluar dari kantongnya untuk membeli alat trasmisi suara super canggih.


[Ding! Selamat tuan mendapatkan 2 Legacy Digital Transmisi]


Legacy Digital Transmisi adalah alat komunikasi nikrabel super canggih yang di jual sistem.


Tanpa kabel dan bentuknya yang kecil membuat alat ini hampir tak terlihat.


Di tambah jangkauannya sangat luas dan mencangkup seluruh Bumi.


Bisa di bilang alat ini bisa di gunakan di manapun dan kapanpun tanpa harus memikirkan gelombang sinyal dan segala jenisnya, bahkan di dalam air dan bawah tanah sekalipun.


“Nih ambil!”


Di berikan alat komunikasi aneh, Jamal tanpa banyak tanya langsung mengambilnya dan memakaikannya di telinga.


“Tes...tes... masuk gak suaraku?”


“Gak kedengeran cuy, rusak nih.”


“Yaelah goblok, hidupin dulu itu!”


“Hehehe, jangan marah-marah dong ganteng...”


Setelah di tes dan bekerja, Jamal yang yang merasa aman menjadi sedikit tenang.


Di kelas 2D memang bisa di bilang ia adalah yang nilai akademiknya terendah.

__ADS_1


Setelah mendengarkan ceramah dan pengumuman tak penting dari si botak alias pak kepala sekolah, semua murid akhirnya bubar dan kembali ke kelas masing-masing.


Furya yang senin itu mengikuti ujian semester masuk ke kelas lain yang di campur dan terpisah dengan sebagian teman sekelasnya.


Ia juga duduk agak berjauhan karena setiap ujian jarak bangku akan di lebarkan.


“Baiklah anak-anak, sebelum mulai harap siapkan perlengkapan kalian terlebih dahulu.”


“Ingat untuk mengerjakan soal ujian dengan jujur dan bersungguh-sungguh. Siapapun yang ketahuan curang dan sebagainya akan langsung di DO. Mengerti!!!”


“Iya Buk...” Jawab para murid serentak.


Karena kelas D kebanyakan isinya para brandalan dan kaum pinggiran, peraturan sekolah dan intimidasi sosial jadi makin runcing ke bawah.


Semua murid juga tau desas-desus kalau beberapa guru tak begitu professional dalam bekerja dan sebagian murid kaya raya pasti sudah mendapat bocoran.


Apalagi si Botak dan pak Bambang yang suka menerima suap, nama mereka sudah terkenal buruk di mata para murid.


Tapi tetap saja, jika tak ada bukti apa yang bisa mereka lakukan.


Teng...tong...teng...ting


Tepat saat bel tanda ujian di mulai, Furya yang membuka lembaran soal langsung menerima misi baru dari sistem.


[Ding! Selamat tuan menerima Doubel Bonus Misi]


[Mendapatkan nilai sempurna di setiap mata pelajaran dan menjadi nomor satu di sekolah tuan, hadiah 26.000 Perfection Poin]


Furya yang baru membuka lembaran soal langsung kaget menerima misi dari sistem.


Mendapatkan nilai sempurna, itu hal yang tak mungkin bisa ia lakukan dalam keadaan normal.


Nyatanya Furya memang tak terlalu pintar dalam hal akademik.


Tapi sistem sendiri tak menyuruh Furya mengerjakan soal dengan cara benar alias jujur.


Furya yang tak terlalu suka dengan misi kali ini menjadi sedikit ragu.


Bukan masalah baik dan benar, ini lebih ke masalah yang akan di timbulkan nanti.


Apa jadinya jika murid dari kelas D mendapatkan nilai sempurna di setiap mata pelajaran.


Itu akan menimbulkan pro dan kontra lalu membuat namanya terkenal di SIS dan Furya yang tak terlalu suka menonjol di buat ragu.


“Hoi...hoi...hoi...seriusan ini misi?”


[Ding! misi akan muncul random tanpa tuan bisa memilihnya]


“Iya aku tau sistem, tapi demi apa kau menyuruhku mendapatkan nilai sempurna. Apa untungnya itu bagiku dan aku tak mau menjadi nomor satu lewat jalur curang!”


[Ding! tuan adalah pemilik sistem dan suatu hari nanti tuan akan mengerti akan hal itu]


[Tambahan, tak ada yang namanya curang di dunia ini. Tuan bisa mendapakan nilai sempurna dan menjadi yang terbaik karena tuan mampu melakukannya]


Mendengar jawaban sistem, Furya yang di paksa melawan prisip hidup dari ayahnya yang jujur dan bertanggung jawab akhirnya memilih mengerjakan misi. Ia yang tau ada banyak murid belajar sampai mati-matian demi nilai hanya bisa membuang sifat naif dirinya.


Di bantu sistem, semua jawaban ujian langsung terlihat di layar hologram.


Furya yang tinggal menyalin merasa sedikit tak enak di hati.


Tapi apalah daya, seperti kata sistem, mungkin suatu hari nanti ia akan mengerti arti dari tanggung jawabnya menjadi manusia yang terpilih.

__ADS_1


__ADS_2