
Furya yang selesai menaiki Gondala bersama Sherly memutuskan untuk menyudahi kencan mereka malam itu.
Sherly yang sudah harus pulang pukul 10 malam tetap tak bisa melawan perintah orang tuanya. Meskipun di restui, tetap saja hubungan mereka masih di dibatasi.
“Udah puas apa masih mau ke tempat lain?”
“Udah. Aku. Udah. Seneng. Banget. Malam. Ini. Makasih. Ya. Sayang. Udah. Nyiapin. Semua. Ini. Untukku.”
Karena hari hampir pukul 10 malam dan Sherly sudah kelelahan, Furya akhirya memilih pulang.
Melihat Sherly yang memeluknya manja dengan penuh senyuman, Furya merasa semua yang ia lakukan terbayarkan.
Meskipun di siapkan dengan dadakan, tapi di bantu uang, semuanya bisa terlaksana lancar.
Sambil berjalan berdua, Furya membuka layar hologram dan dapat melihat jumlah Poin miliknya.
Nama : Furya Aditya
Ras : Manusia
Level : 14
Status : Penerus Resmi Dewa Kesempurnaan
Umur : 17
Perfection God : Terkunci
Perfection Body : 240
Perfection Rich : 0
Perfection Power : 50
Status Poin : 0
Perfection Poin : 96.990
Skill : Seni Beladiri Dewa Tahap I
“Aduh dikit lagi...”
Furya yang hanya kekurangan 4 Ribu poin merasa malam spesial mereka masih kurang lengkap.
Sebenarnya jika mau menunggu, tepat jam 12 malam nanti ia akan mendapatkan bonus poin Check In.
Tapi itu sudah hari yang berbeda dan bukan hari jadian mereka.
Karena itu, dalam hatinya Furya masih berharap misi bisa aktif dan memberikan Sherly hadiah di malam Anniversary.
Meskipun Sherly yang polos dan lugu sudah puas dengan apa yang ia berikan malam itu, tetap saja Furya masih merasa belum cukup.
“Sistem, minta misi!”
[Ding! Misi akan aktif random tanpa bisa tuan perkirakan]
“Sistem, minta misi sekarang!”
[Ding! Misi random akan aktif tanpa bisa tuan tentukan]
Mendengar jawaban sistem yang monoton, Furya hanya bisa menghela nafas.
__ADS_1
Saat sedang berjalan dengan Sherly ke pintu keluar, Naomi yang tau rekan bisnisnya itu sedang kencan mencoba bertanya apakah semuanya berjalan lancar.
Furya yang di hubungi Naomi juga langsung membalas pesan darinya.
[Gimana kencan kamu?]
[Lancar kak. Makasih udah mau nolongin Furya ya kak]
[Santai. Justru kakak seneng kalo kamu mau jadi member VIP]
[Ohh iya, kalau kalian mau bisa tidur di salah satu hotel yang ada di sana loh, hehehe]
Furya yang tau arah pembicaraan itu hanya membalas emot senyum.
Baginya masih terlalu cepat melanjutkan hubungan percintaannya sampai ke bagian itu.
Tapi bukannya tak mau, Furya yang merupakan pria normal jelas sangat penasaran bagaimana rasanya.
Hanya saja ia tak akan melakukan tindakan tercela apalagi kepada sang pacar tercinta.
Jika Sherly yang tak meminta, Furya tak akan bertindak kejauhan.
Di apartement mewahnya, Naomi yang duduk sendirian hanya bisa merasa sedikit iri dengan wanita yang menjadi pasangan Furya.
Hanya untuk menyenangkan sang pacar di hari jadian mereka, Furya sampai rela membayar 50 Milyar untuk menjadi anggota VIP Diamond.
Saat pria lain akan berfikir dua kali atau bahkan seratus kali untuk menghabiskan uang sebanyak itu untuk hal yang tak terlalu berguna, Furya dengan begitu mudahnya membuang uang dengan jumlah fantastis.
Mungkin di indonesia, hanya Furya anak SMA yang mampu untuk menjadi member VIP Diamond.
Setelah keluar melalui pintu keluar khusus, Furya dan Sherly kembali ke parkiran.
Furya yang melihat Sherly sudah agak ngantuk hanya tersenyum.
Dengan pelan Furya akhirnya meninggalkan Taman Impian Jaya Ancol mengendarai motornya.
Sherly yang puas malam itu sudah jalan-jalan terlihat sudah mengantuk.
Meskipun tak di berikan hadiah benda spesial atau sejenisnya, Sherly tetap merasa malam itu adalah malam terindah dalam hidupnya.
“Sherly, kita mampir bentar ke dermaga priok liat anak-anak ya. Aku gak enak kalo gak mampir.”
“Ngapain. Sih Udah. Malam. Juga!”
Melihat jawaban Sherly yang tak ingin pergi, Furya hanya tersenyum dan berbicara kembali.
“Bentar doang, abis absen muka kita bakalan langsung pulang kok.”
Sherly yang tak enak hati melarang pacarnya menemui teman-temanya akhirnya hanya bisa ngikut.
Di perjalanan pulang, Furya yang melewati tempat balapan akhirnya mampir sebentar untuk absen muka.
Karena searah, ia setidaknya ingin mampir dan melihat teman-temannya yang sedang berjuang.
Melihat ada banyak anak ABG seusia dengannya sedang berkumpul, Furya menjadi tertarik.
Apalagi ada banyak motor yang terparkir rapi di pinggir jalan Dermaga makin membuat minatnya sebagai pecinta motor kambuh.
Di jalanan yang siangnya ramai tapi kalau malam tak beroprasi, beberapa pria nanggung terlihat sibuk mempersiapkan motor masing-masing.
Furya yang sampai dapat melihat banyak wajah yang di kenalnya.
__ADS_1
“Woi...”
Di sapa Furya, Ali dan Boby yang bersiap-siap balapan langsung melirik.
“Dateng juga si kampret, kemana aja lu?” Tanya Boby yang terlihat sedikit kesal karena Furya hampir mengingkari janjinya.
“Hehehe...maap, hari ini hari jadian kami jadi aku sama Sherly jalan-jalan dulu.”
Sherly yang mengantuk tapi belum tidur hanya diam saja karena tak bisa melarang sang pacar.
Ali yang tangannya masih di perban juga sudah menyuruh Boby menggantikan dirinya untuk menjadi perwakilan geng motor Brotherhood di balapan mingguan.
“Mana anak-anak yang lain?” Tanya Furya.
“Itu di ujung.” Jawab Ali.
Furya yang masih di atas motor akhirnya mendekat ke teman-teman geng Brotherhood lain.
Di sana juga ada banyak teman sekolahnya termasuk Jamal.
Melihat sang sahabat baik datang terlambat, Jamal langsung mendekat.
“Anjay, datang juga si kampret! Sini duduk.”
Furya yang datang tak tepat waktu sangat ingin menonton balapan yang tersisa.
Untungnya di sana ada beberapa anak cewek lain dari kelasnya yang ternyata juga datang.
“Woi mal, itu si Dinda teman sekelas kita kan?”
Furya yang melihat Dinda si primadona di kelasnya ada di sana langsung bertanya pada Jamal.
“Iyalah siapa lagi.”
“Wih, sejak kapan dia masuk geng kita?”
“Mangkanya jangan sibuk sendiri. Udah dari minggu lalu sebelum ujian si Dinda sama bos Ali udah jadian goblok.”
Furya yang mendengar kabar mengejutkan itu hanya bisa di buat kebingungan.
Karena jarang ngumpul, bahkan ia tak tau berita itu.
Sherly yang tak nyaman di sana karena ada banyak anak lelaki mencubit perut Furya sebagai tanda ingin cepat-cepat pergi.
Furya yang tau code dari sang pacar balik membelai manja tangan Sherly dan tersenyum.
“Kita nonton bentar ya. Udah mau mulai itu.”
Mendengar perkataan sang kekasih, Sherly hanya diam saja dan sedikit ngambek.
Tapi di hari yang spesial itu, ia ingin setidaknya menyenangkan Furya juga.
Karena sang pacar sudah membuat malam jadian mereka penuh cinta, Sherly mencoba bertahan sebentar dan menunggu di sana.
“Yaudah. Sebentar. Aja.”
“Hehehe, makasih sayang.”
Setelah itu Furya duduk di pinggir jalan bersama Sherly dan teman-temannya yang lain.
Dinda anak kelas D yang melihat ada siswi kelas A tak begitu senang.
__ADS_1
Tapi karena Sherly pacar Furya yang juga masih teman satu kelasnya, Dinda mencoba bersikap ramah dan mengajak Sherly ngobrol.
Meskipun tak terlalu mengerti apa yang Sherly katakan, Dinda tau kalau Sherly pasti anak yang baik dan hari itu mereka makin dekat.