Perfection System

Perfection System
Solo Vs Squad


__ADS_3

Para penonton yang melihat Furya finish di posisi pertama dengan begitu mengagumkan langsung berteriak histeris.


Sekali lagi di hadapan semua orang, Furya menunjukkan hal yang sudah diluar imajinasi manusia.


“Hebat...”


“Kak Furya, semangat kak!”


“Keren banget sumpah kak Furya.”


“Iya, udah gitu ganteng lagi!” kata beberapa penoton wanita.


Furya yang berhasil membawa kelasnya menjadi juara pertama lari estafet pria langsung didatangi teman-temannya.


Semua orang kini makin yakin kalau Furya bukanlah manusia biasa dan sudah seperti manusia super.


Bastian yang berhasil finish di posisi kedua makin dibuat dendam.


Semua teriakan dan popularitas yang harusnya jatuh kepada dirinya direbut oleh pria aneh yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.


Setelah lomba lari estafet, semua murid langsung bersiap-siap di lomba terakhir yaitu tarik tambang.


Di lomba satu ini kekuatan fisik tentu saja menjadi peran utama untuk menang.


Tapi tetap yang namanya strategi juga dibutuhkan.


Aurelia dan anak-anak perempuan dari kelas 3A yang sangat kompak berhasil menjadi juara pertama dan mengalahkan kelas 2A.


Dengan ini poin kelas 3A makin jauh dan tak mungkin lagi dikejar.


Furya yang sudah waktunya tampil kini bersiap-siap melawan kelas 1B.


Jika di lomba tarik tambang ini dirinya menang, maka poin kelas 2D akan sedikit lebih unggul dari kelas 2A.


Meskipun tak bisa menempati posisi pertama, setidaknya Furya akan berhasil memenangkan taruhan dan misi khusus.


“Oke, sekarang kita lanjut lagi lomba tarik tambang pria nya.”


“Saat ini di posisi kiri bapak ada kelas 1B dan di kanan ada kelas 2D.”


“Sudah siap ya.” Kata pak Bambang yang kini menjadi juri di lomba tarik tambang.


Furya yang berada di paling belakang hanya tersenyum dan merasa kasihan dengan adik kelasnya.


Dari ukuran tubuh mereka sudah kalah jauh. Jadi menurut Furya kelasnya akan menang mudah bahkan tanpa ia bantu.


“Oke siap anak-anak.”


“Tiga...”


“Dua...”


“Satu...”


Sesaat aba-aba dari juri diberikan, kesepuluh pria perkasa dari masing-masing kelas langsung adu kekuatan di lomba tarik tambang.


“Tarik...” teriak Ali yang berada di posisi paling depan sekaligus menjadi pemimpin.


Tepat seperti dugaan Furya diawal, melawan adik kelas yang badannya kecil sangat mudah bagi mereka dan dengan cepat tali tambang di tarik ke arah kanan.


“Woi tahan...” teriak pemimpin dari kelas 1B.


Tapi seperti perbedaan kekuatan yang terlalu besar, kelas 2D dengan begitu mudah memenangkan pertandingan pertama mereka.


“Hahaha, mantap.”


“Sep guys. Abis ini kita lawan anak kelas 3C jadi istirahat dulu.” kata Ali.


Khusus di lomba kali ini semua penonton duduk di lapangan dan menyaksikan lomba dari dekat.


Furya yang dapat melihat Sherly hanya bisa cengengesan karena ia sudah bisa memastikan kemenangan.


Lalu kelas 3A yang diketua Marco dengan begitu brutal mengalahkan kelas 2A yang diketuai Bastian.


Furya yang kali ini tak perlu melawan kelas 2A menjadi sedikit kurang puas.


Padahal ia ingin sekali membuat Bastian terjatuh dan mencium tanah.


Namun sepertinya Marco dan anak-anak dari kelas 3A lah yang melakukan itu untuknya.


“Oke sekarang kelas 2D melawan 3C.”

__ADS_1


Furya yang melawan kelas Rudy langsung mengambil posisi rapi dengan teman-temannya.


Rudy juga sama dan terlihat sangat siap.


“Kalau sudah siap kita mulai ya.”


“Tiga...”


“Dua...”


“Satu...”


“Mulai!”


Atas aba-aba dari pak Bambang, kelas 2D langsung melawan kelas 3C.


Adegan saling tarik menarik terlihat seimbang dan saling tak mau kalah.


“Ayo...tarik!” teriak Rudy kepada teman-temannya.


Ali yang ada didepan juga tak mau kalah dan menarik sekuat tenaga.


“Ahhhh, jangan kasih ampun. Hajar guys!”


Furya yang menarik dengan pelan di bagian belakang sengaja menguji kekuatan teman-temannya.


Jika tak menang melewan Rudy dan kakak kelas yang tubuhnya besar-besar maka kelas mereka tak akan memiliki kesempatan menang melawan Marco dan kelas 3A.


Jamal yang berada tepat di depan Furya bahkan sampai heran karena tali tambang tak bergerak.


“Ahhh, Fur. Bantu tarek jangan diem aja lu.”


“Hehehe, udah Mal. Emang musuhnya aja nih yang kuat.”


“Bohong...ayolah Furya, bantuin!” kata Jamal sambil memohon.


Furya yang melihat Jamal sampai berkeringat dan wajahnya memerah menarik tarik tambang tetap hanya menarik sebisanya saja.


Setidaknya jika ingin menjadi juara teman-teannya harus berjuang dan tak makan gaji buta saja.


Kemudian saat melihat Rudy dan anak-anak dari kelas 3C mulai kelelahan sama seperti teman-temannya, Furya dengan sedikit kekuatan menarik tali tambang.


“TARIK!!!”


Di tarik kekuatan dari para berandalan, kelas 3C tak kuat bertahan dan akhirnya dikalahan.


“Yes menang!”


“Ayo guys semangat. Tinggal lawan bos terakhir.” Teriak anak-anak perempuan dari kelas 2D yang memberikan dukungan.


Rudy yang dikalahkan hanya bisa tertawa bersama anak-anak kelas 3C.


Memang benar anak-ana kelas 2D kalau soal kekuatan fisik murni sangat kuat. Bahkan perbedaan tubuh juga seperti tak  berarti.


Setelah istirahat sejenak, akhirnya babak yang ditunggu-tunggu dimulai.


“Oke, sekarang kita mulai babak final lomba tarik tambang pria.”


“Di sebelah kanan bapak ada para pria perkasa dari kelas 3A dengan rekor tak terkalahkan.”


“Di sebelah kiri ada kelas 2D.”


“Apakah sejarah panjang kehebatan kelas 3A tetap bertahan atau sekali lagi bakalan di kalahkan oleh kelas 2D, hehehe kita lihat saja nanti!”


Dengan arahan dari ketua OSIS, Marco dan anak laki-laki dari kelas 3A berdiri dengan posisi menyilang dan sistematis.


Menghadapi Furya yang semua orang tau kekuatannya, Aurelia sampai menyiapkan strategi bagi Marco agar kelasnya bisa menang.


Furya yang melihat kelas 3A menempati posisi menyilang dan rata merasa yakin kalau kelasnya tak akan mungkin bisa menang dalam keadaan normal.


Selain fisik yang jauh berbeda, strategi mereka juga berbeda jauh.


“Ayo guys. Kita buktikan kalau kelas 2D bukan kaleng-kaleng!” Teriak Ali.


“Siap bos!” Lanjut Boby.


Furya yang sudah mengambil posisi di paling belakang kini memegang tali tambang dengan serius.


Setelah semua persiapan selesai, pertandingan pun dimulai.


“Sudah siap ya. Kita mulai ini!”

__ADS_1


“Tiga...”


“Dua...”


“Satu...”


“Mulai!”


Dengan tarikan kuat bagai escavator, kelas 3A langsung membuat semua orang dari kelas 2D menjerit.


“Ahhh...tarik woi!”


“Gila...berat banget!”


“Tarik...”


Furya yang kaget karena tarikan kuat itu bahkan sampai harus mengeluarkan sedikit kekuatannya.


“Hemmm, lumayan kuat juga mereka!” Kata Furya dalam hati.


Tepat sesaat pertandingan final dimulai, suara sistem juga tiba-tiba saja berbunyi seperti ingin ikut bermain.


[Ding! Selamat tuan menerima misi baru]


[Kalahkan lawan tuan dalam lomba tarik tambang, hadiah 20.000 Perfection Poin]


Seperti sudah ia tunggu lama, akhirnya misi muncul.


Kemunculan misi sekaligus memunculkan senyuman manis Furya dan iapun menarik dengan kuat.


Marco dan anak-anak kelas 3A yang tak terkalahkan dalam segi fisik dibuat kebingungan.


Semua orang telihat kesulitan menarik tali tambang yang tak bergerak sedikitpun.


“Woi, tarik yang bener!” Teriak Marco.


Marco yang badannya sebasar gorila saja sampai dibuat kewalahan menarik tali tambang.


Tim dari kelas 2D juga sama dan menarik sekuat tenaga.


Furya yang saat ini memegang tali tambang seperti sedang melawan 10 orang sendirian.


Ia tersenyum tipis sambil mencoba tetap tak menonjol.


“Ahhh, apa sih ini. kok berat banget!” Teriak Marco kembali.


“Bener bos, kuat amat mereka ini.” lanjut anak kelas 3A lainnya.


Furya yang melihat tak hanya Marco saja yang kelelahan tapi juga teman-temannya akhirnya menyudahi permaian itu.


Ya permaianan, bagi Furya itu seperti dirinya sedang melawan 10 atau bahkan 19 anak tk sendirian.


Dengan kekuatan fisiknya yang tak perlu diragukan lagi, Furya menyudahi pertandingan.


Kuatnya tarikan dan sentakan Furya bahkan sampai membuat Marco dan anak-anak kelas 3A terbang dan tersungkur ditanah.


Bukan hanya itu, semua teman-temannya dari kelas 2D juga dibuat sampai terjatuh kebelakang.


Saat semua orang terjatuh ke tanah, hanya ada satu orang yang berdiri tegak. Tidak perlu menebak itu siapa, tentu saja itu sang bintang sekolah.


Melihat sang bintang yang menjadi satu-satunya pria yang berdiri, makin banyak teriakan dan dukungan yang Furya dapatkan.


Sherly yang melihat sang kekasih tampil memukau dihadapan semua orang hanya bisa makin cinta.


Di hari terakhir Festival olahraga, akhirnya kelas Furya berhasil menempati posisi kedua.


Tepat sesaat memenangkan lomba, suara yang memanjakan telinganya juga terdengar keras.


[Ding! Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi]


[Selamat tuan menerima hadiah 20.000 Perfection Poin]


[Ding! Selamat tuan telah berhasil menyelesaikan Misi Khusus]


[Selamat tuan menerima hadiah 16.000 Perfection Poin dan 1 Mystery Box]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


Furya yang naik 2 level dan akhirnya menyelesaikan misi khusus sangat senang dan tak sabar ingin membuka kotak hadiah misterius.

__ADS_1


__ADS_2