
Setelah belajar di sekolah, Furya yang pulang di siang hari karena itu hari sabtu terlihat langsung meninggalkan kelas.
Dirinya yang sudah tak sabar ke rumah sakit langsung menjemput Sherly ke kelasnya.
Sherly yang baru keluar kelas dan melihat sang kekasih menunggunya di depan kelas langsung tersenyum dan menemuinya.
“Kenapa. Sih. Kok. Kayaknya. Kamu. Hari. Ini. Seneng. Banget?”
“Gpp, Yuk pulang!” Jawab Furya sambil menggaet tangan sang pacar.
Setelah sampai rumah, Furya langsung ganti baju dan bersiap-siap berangkat ke rumah sakit. Ren dan Yuki juga ia ajak dan sedang ganti baju.
“Cepetan Ren, lama amat ganti baju doang.”
“Ihh, sabarlah kak!”
Melihat sang kakak yang terlalu bersemangat, Ren hanya menyipitkan mata dan sedikit protes.
Tak biasanya sang kakak sampai menunggunya di kamar dan terburu-buru begitu.
Setelah siap, ketiga kakak beradik itu langsung mengendarai motor dan pergi ke rumah sakit.
Ren yang duduk di depan terlihat sangat senang sambil memegang stang motor layaknya pembalap motor GP.
Sedangkan Yuki yang di bonceng di belakang terlihat sedikit ketakutan sambil memeluk erat sang kakak karena ia memang tak suka naik motor.
Apalagi itu motor sport yang suaranya cukup berisik dan tinggi.
Setelah sampai rumah sakit Kartika, Furya dan kedua adiknya langsung menuju kamar di mana sang ibu di rawat.
Saat sampai di kamar, seperti biasa kedua adiknya langsung mendekat dan mencium pipi ibu mereka.
Furya yang kini berdiri di depan ibunya yang koma langsung tersenyum dan membeli air surga yang ia inginkan.
“Sistem, belikan aku Water Of Life!”
[Ding! Perintah di terima. Apakah tuan bersedia membayar 100.000 Perfection Poin untuk membeli barang yang di inginkan]
“Ya, belikan untukku!”
[Jawaban di terima, membeli Water Of Life dengan harga 100.000 Perfection Poin]
[Ding! Selamat tuan mendapatkan 1 botol Water Of Life]
Water Of Life adalah air dari surga yang di jual di toko sistem dengan harga 100 ribu poin.
Di keterangannya kegunaan air ini sangat luar biasa.
Selain dapat menyembuhkan segala macam penyakit, air ni juga dapat memperpanjang umur.
Hal yang di cari-cari oleh seluruh manusia sejak jaman dahulu kala kini berada di inventory Furya.
Tanpa berlama-lama, Furya langsung mengeluarkan Water Of Life dari tas penyimpanan.
Saat barang di keluarkan, sebuah botol kecil yang berisi air berwarna bening seperti susu langsung berpindah tempat ke tangan kanannya.
Botol kecil sebesar parfume dengan bentuk dan ukiran aneh membuat Furya sedikit penasaran.
__ADS_1
Desain dan ukirannya bahkan hampir mirip dengan layar hologram miliknya.
Tanpa berlama-lama, Furya yang sudah menghabiskan seluruh Poin berharganya mendekat ke sang ibu.
“Ren, Geser dikit.”
Ren yang sedang duduk di samping ibunya langsung mundur dan membiarkan sang kakak mendekat.
Di saksikan kedua adiknya, Furya mengangkat bahu sang ibu.
“Kak, kakak mau ngapain?” Tanya Ren yang terlihat panik saat kakaknya mengangkat badan sang ibu.
“Gpp, kakak cuman mau benerin posisi tidur mama dulu.”
Karena hanya sedikit, Furya tak ingin sampai ada air yang terbuang meskipun hanya setetes.
Karena itu ia membenarkan posisi tidur sang ibu terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia membuka tutup botol Water Of Life.
Saat tutup botol di buka, Furya dapat menghirup aroma segar dan begitu wangi.
Mungkin dalam hidupnya, baru kali itu ia mencium aroma yang wanginya begitu tak tertahankan.
Itu bahkan 1000 kali lebih wangi dari parfume premiun yang di gunakannya dan membuat seisi ruangan di penuhi aromanya.
Sambil membukakan mulut sang ibu secara perlahan, Furya akhirnya meminumkan sebotol Water Of Life untuk ibunya yang koma.
Ren dan Yuki yang melihat itu hanya bisa diam sambil memperhatikan dari samping dan tak banyak berkomentar.
Meskipun gatal ingin bertanya, Ren entah kenapa merasa kakaknya akan melakukan hal yang hebat.
Dan benar saja, sesaat Furya meminumkan Water Of Life, tubuh ibu mereka tiba-tiba saja bereaksi.
Di temani kedua adiknya, Furya hanya menunggu dan berdoa Water Of Life bekerja.
Setelah beberapa saat, hal yang ia tunggu-tunggu dan impikan akhirnya menjadi kenyataan.
Secara pelan dan perlahan, kelopak mata sang ibu bergerak dan akhirnya terbuka.
Melihat ibunya sudah sadar, Furya tanpa sadar meneteskan air matanya.
Sang ibu yang bangun setelah 1 tahun lebih tak sadarkan diri dapat melihat 3 malaikat kecil yang selama ini menunggu kehadirannya kembali.
“Fu...Furya...”
“Mama...”
Furya yang kangen berat dengan sang ibu langsung memeluk ibunya yang baru saja sadar.
Ren dan Yuki juga ikutan nangis dan langsung meloncat ke tempat tidur memeluk ibu mereka.
Sang ibu yang masih sedikit bingung hanya tersenyum dan ikutan menangis ketika melihat ketiga anak kesayangannya memeluk dirinya.
“Mama...”
“Ma...Ren kangen Mama...”
Siang itu pasien bernama Reni Aditya yang koma selama 1 tahun akhirnya tersadar kembali.
__ADS_1
Dokter Dedi yang datang ke sana bersama beberapa perawat juga kaget dan ikutan menangis.
Apalagi saat memasuki ruangan, aroma aneh yang begitu harum membuat mereka betah di sana berlama-lama.
Di temani kedua anaknya, Ibu Reni yang baru saja bangun langsung di periksa untuk keperluan medis.
“Maaf ya Furya, kamu keluar dulu.”
Di suruh keluar oleh suster, Furya hanya mengangguk dan pergi. Matanya merah dan tubuhnya berkeringat hebat.
Hanya saja perasaan senang memenuhi dirinya.
Siang itu Furya juga memberitahu Sherly dan orang tuanya kalau ibunya sudah sadar.
Pak Hery dan buk Dinda bersama Sherly yang menerima kabar membahagiakan langsung menutup cafe dan menyusul ke ruma sakit.
Setelah di cek oleh dokter Dedi dan beberapa suster, Furya masuk kembali ke kamar ibunya.
“Gimana dok kondisi ibu saya?”
Dokter Dedi yang mengecek kesehatan dan kondisi tubuh sang ibu hanya bisa sedikit bengong dan melamun.
Tapi tak lama ia tersenyum dan memberitahukan kondisi buk Reni.
“Miracle...”
“Selamat Furya, ibu kamu sudah sembuh.”
“Entah ini keajaiban dari yang di atas atau apa, kondisi tubuh ibumu benar-benar prima dan sehat.”
Furya yang mendengar ucapan Dokter Dedi hanya bisa tersenyum.
Ia yang sudah mengobati sang ibu dengan air surga yaitu Water Of Life tak kaget lagi.
Bahkan ia yang akan terkejut jika sampai kondisi ibunya tak membaik.
Siang itu di temani kedua adiknya, Furya mulai menemani sang ibu yang baru saja sadar.
Semua orang baik dokter Dedi dan suster juga masih di buat kebingungan.
Bukan hanya sadar, tapi kondisi buk Reni bahkan sangat baik dan seperti bukan orang yang baru bangun dari koma.
Siang itu juga Sherly dan keluarganya datang dan menjenguk.
Buk Dinda yang melihat sahabat baiknya akhirnya tersadar juga ikutan menangis.
“Hahaha, kok malah kamu yang nangis sih Dinda?”
“Ma-mau gimana lagi...aku sedih tau!”
Di temani oleh dua anaknya yang kembarnya di kiri dan kanan, buk Reni tersenyum cerah dan terlihat begitu sehat.
Ia bahkan sudah bisa berbicara normal dan berdiri.
Furya yang berhasil menyembuhkan ibunya lebih cepat dari dugaanya hanya berdiri di pinggir jendela dan menatap ke langit biru berawan sambil berbicara dalam hati.
“Sistem terima kasih, aku mencintaimu...”
__ADS_1
[Ding! Jawaban tidak di ketahui]