
Setelah pergi dari Festival Motorland, Furya dan Sherly melanjutkan kencan mereka.
Furya yang memiliki banyak uang sempat mengatakan akan membelikan Sherly apapun yang ia inginkan.
Tapi seperti yang Furya ketahui, pacarnya bukan wanita boros yang suka berfoya-foya.
Sherly yang hanya ingin jalan-jalan dan menghabiskan waktu dengan sang kekasih tak membeli banyak hal dan hanya membeli beberapa barang yang di perlukan saja seperti make up, daleman dll.
Ia juga lebih banyak menempel pada sang pacar layaknya lebah pada bunga.
Setelah habis berbelanja, waktu menonton bioskop yang di tunggu-tunggu Sherly akhirnya tiba.
“Udah. Mau. Mulai. Nih. Film. Nya. Yuk. Ke. Bioskop.”
“Hehehe, oke oke.”
Furya yang tak bisa menolak keinginan sang kekasih dengan berberat hati terpaksa menonton film drama percintaan full boring yang tak terlalu ia sukai.
Dirinya yang tak begitu paham masalah percintaan lebih menyukai film aksi dan fantasi seperti kebanyakan anak lelaki.
Jika saja ada sedikit bumbu fantasi, mungkin ia akan sedikit terhibur tapi nyatanya itu tak berlaku di film yang di tontonnya.
Di dalam bioskop yang sebagian penontonnya memang para pasangan kasmaran, Furya yang bosan bahkan hampir tertidur.
Akhirnya setelah 2 jam penuh perjuangan melawan rasa ngantuk, film selesai dan semua orang pergi.
“Ahhhh...akhirnya selesai.” kata Furya yang merasa lega.
“Kamu. Suka. Gak. Sama. Ending. Film. Nya?”
Di tanya Sherly dengan bahasa isyarat, Furya yang bingung karena tak menonton dengan benar hanya mengangguk dan cengengesan.
“Hehehe. Kapan. Kapan. Kita. Nonton. Lagi. Ya. Masih. Ada. Banyak. Film. Drama. Yang. Lebih. Seru. Dari. Ini!”
Mendengar perkataan Sherly, Furya hanya mengangguk sambil tersenyum lembut.
Meskipun tak suka, asalkan Sherly senang apapun akan ia lakukan.
Karena hari sudah hampir malam, Furya yang lapar berniat makan malam bersama terlebih dahulu.
Ia juga berencana membungkus burger keju dan ayam kesukaan sang adik untuk di bawa pulang.
Melihat antrian yang cukup panjang, Furya dan Sherly terpaksa ikut mengantri.
Saat tiba di bagian mereka, tiba-tiba saja suara sistem mengagetkan Furya yang melamun.
[Ding! Selamat tuan menerima misi baru]
[Traktir semua orang makan gratis di MCD, hadiah 10.000 Perfection Poin]
Mendengar misi yang aktif, mata Furya yang sudah sayu dan mengantuk langsung terbuka lebar.
Meskipun terdengar random dan akan menghabiskan banyak uang, tapi dirinya yang membutuhkan Poin tak komplain dan justru senang.
Saat giliran mereka, Furya bertanya pada Sherly terlebih dahulu mau memesan apa.
__ADS_1
“Kamu mau mesen apa?”
“Aku. Mau. Burger. Keju. Sama. Strawberry. Ice Cream!”
“Yaudah sana cari tempat duduk dulu, biar aku yang mesen!”
Karena memang ramai, Sherly yang menempel sambil memeluk sang kekasih mau tak mau melepaskan pegangannya dan mencari tempat duduk lebih dulu.
Setelah Sherly pergi, Furya langsung memesan makanan mereka.
“Mbak pesen satu burger keju biasa sama satu burger keju Jumbo dengan doubel daging.”
“Terus minumnya satu chocolate coffe sama strawberry ice cream.”
“Baik mas hanya itu saja. Kentang gorengnya gak sekalian?”
“Yaudah sama kentang goreng dua.”
“Ohhh, sekalian bungkus yang paket keluarga itu ya mbak!” menunjuk ke menu paket keluarga besar.
“Baik mas, semuanya satu juta seratus ribu.”
Setelah membayar, Furya yang pergi ke arah kasir memanggil dan berbisik sedikit ke mbak kasir yang ada di sana.
Mbak kasir yang di panggil juga langsung mendekat.
“Mbak, panggilin managernya dong!”
“Haaa, emang kenapa mas?”
Mendengar perkataan gila Furya, mbak kasir yang pernah melihat acara prank di sosial media menjadi teringat dan langsung memperingatkan.
“Maaf mas jangan aneh-aneh. Ini antrian lagi rame jadi jangan bercanda ya.”
Di bilang sedang bercanda, Furya tak menyerah dan lanjut berbicara.
“Saya gak bercanda mbak. Mana berani saya bercandain orang yang sedang kerja.”
“Plisss, panggilin bos mbak cepet.”
Karena sedikit memaksa, mbak kasir akhirnya pergi ke belakang dan memanggil sang manager.
Mendengar perkataan bawahannya, sang manager yang ternyata masih muda dan cantik menjadi sedikit tak senang.
Karena memang pelanggan sedang ramai dan semua orang sangat sibuk, sang manager langsung datang dan menemui Furya dengan ekspresi jutek.
“Ada perlu apa ya? Kalo mau prank jangan sekarang ya. Lagi pada sibuk ini!”
Baru datang dan langsung memasang muka jutek, Furya yang melihat mbak manager cantik seperti tak senang dengan dirinya langsung membalas dengan wajah penuh senyuman.
“Mbak bos nya?”
“Iya, saya manager di sini. Kenapa emang?”
“Jadi gini mbak...”
__ADS_1
Akhirnya Furya menjelaskan singkat tujuannya memanggil si manager.
Mendengar perkataan random dan terkesan gila dari pria yang terlihat masih sangat muda, mbak manager awalnya ragu dan sedikit tak percaya.
Tapi setelah menerima bukti transfer sebesar 1 Milyar ke rekening khusus miliknya, barulah ia mempercayai apa yang di katakan Furya saat itu.
“Astaga...beneran masuk duitnya.”
“Ini serius mas?”
“Hehehe, ia dong. Saya mana mungkin bercandain orang yang lebih tua!”
Di katain lebih tua, mbak manager langsung cemberut tapi tersenyum kembali.
“Itu sebagai bukti awal ya mbak. Kalo misalnya masih kurang saya kirim lagi nanti jadi santai aja.”
“U-udah cukup sih ini. Hari ini stok bahan gak terlalu banyak, jadi gak akan melebihi omset harian.”
Karena sudah menerima bayaran 1 milyar di awal, mbak manager langsung memerintahkan dua pegawai lain ke depan untuk menarik lebih banyak lagi pelanggan.
“Ayo...sini...sini, lagi ada diskon spesial jadi hari ini semua menu di MCD cabang mal seraya gratis!”
“Sini pak...sini buk...yang mau makan malam gratis bisa ke sini.”
“Ayo buk sini...mumpung ada sultan tajir loh yang mau neraktir hari ini.”
Mendengar ucapan karyawan yang ada di depan gerai, makin banyak pengunjung yang datang.
Furya yang sudah duduk di tempat Sherly juga terlihat tertawa melihat antrian yang sudah hampir seperti pasar.
Sherly yang mendengar hari itu semua makanan gratis karena ada orang kaya yang neraktir langsung tersenyum dan menatap Furya yang baru saja duduk.
“Itu. Beneran. Kata. Mereka. Hari. Ini. Semuanya. Gratis?”
“Hehehe, kayaknya iya sih. Tuh lihat antriannya udah kayak pasar.”
“Gila. Siapa. Sih. Orang. Kaya. Gabut. Yang. Mau. Neraktir. Orang. Segini. Banyaknya?”
“Ntahlah, yang jelas dia pasti orang yang dermawan!” Jawab Furya sambil melipat kedua tangan dan membusungkan dada.
Tak lama mereka duduk, pesanan Furya dan Sherly akhirnya sampai.
Khusus untuk si Crazy Rich, pesanan di antar langsung oleh mbak manager yang cantik.
“Ini mas pesanannya.”
“Makasih mbak.”
Mbak manager yang melihat Furya ternyata bersama pacarnya langsung tersenyum ke arah Sherly dan berbicara.
“Wah...mbak ini beruntung banget ya bisa punya pacar ganteng dan sebaik mas ini.”
Sherly yang mendengar ucapan si mbak manager hanya bisa kebingungan dan malu-malu.
Untungnya Furya yang tak ingin mencolok dan menambah masalah baru sudah mengatakan kalau dirinya yang mentraktir semua orang harus di rahasiakan.
__ADS_1