
Seperti ada acara talk show secara langsung, gerai MCD yang Furya kunjungi menjadi sangat ramai.
Pengunjung mal yang mengetahui sedang ada bagi-bagi makanan gratis langsung antri dan tempat itu sudah ramai bak pasar.
Sangking ramainya, beberapa security sampai ikut membantu menertibkan antrian.
“Gila. Jadi. Rame. Gini. Untung. Aja. Kita. Udah. Dapet. Tempat. Duduk.”
“Hemmm, cepet abisin dah kemaleman ini. Aku khawatir sama Ren dan Yuki di rumah.”
Karena tempat duduk penuh, terpaksa makanan yang di bagikan secara gratis harus di bungkus.
Furya yang selesai makan juga langung pulang menggunakan taxi online.
Saat sampai di depan cafe Sherly, mereka berdua langsung turun.
“Mas uangnya udah saya transfer ya.”
“Oke dek, makasih.”
Setelah membayar grab, Furya dan Sherly berjalan bersama menuju cafe.
Karena hari sudah gelap dan Furya tak melihat adiknya di sana, ia langsung izin pulang.
“Kayaknya Ren sama Yuki dah pulang deh. Kalo gitu aku balik ya.”
“Iya. Hati-hati. Dan. Makasih. Untuk. Hari. Ini...”
Tepat sebelum Furya pergi, kecupan manja dari sang kekasih langsung menempel lembut di pipinya.
Furya yang di cium di tempat umun dan sedikit ramai menjadi salah tingkah.
Sherly yang pemalu bahkan sudah makin berani dan mengejutkannya.
Setelah bepisah, Furya jalan menuju rumahnya.
Saat sampai di sana, terlihat ada sebuah mobil Pick Up besar dan motor yang di belinya sudah sampai.
Melihat beberapa orang yang pasti menunggu dirinya, Furya yang tak enak hati sudah membuat orang menunggu langsung berjalan lebih cepat dan menghampiri.
“Pak...udah lama sampainya?”
“Akhirnya...udah lumayan lama sih nungguinnya. Mas yang namanya Furya ya?”
“Iya pak, itu saya”
“Kenalin mas, saya Yayan dari Kawasaki mau ngantar motor mas.”
“Iya pak Yayan, maaf ya udah bikin nunggu lama. Ayo pak masuk.”
Saat sampai di rumah, pak Toleh yang ternyata masih ada di sana terlihat juga menunggu Furya.
Furya yang sampai ke dalam rumah bisa melihat langit-langit rumahnya yang sudah di perkuat.
“Pak Toleh, udah selesai kerjaannya?”
“Udah...itu di depan motor kamu?”
“Hehehe, iya pak. Baru beli.”
“Wih...banyak duit ya kamu sekarang. Yaudah kalo gitu bapak pulang ya. Bapak cuman nungguin adik kamu aja. Takut mereka sendirian gak ada yang jaga.”
__ADS_1
“Iya pak makasih ya.”
Setelah pak Toleh pulang, Furya langsung ke kamar dahulu untuk melihat atap kamarnya yang di renovasi.
Melihat semuanya sudah rapi bahkan semua barangnya sudah pada tempatnya, Furya hanya tersenyum dan kembali ke depan.
Di bagian depan rumah yang merupakan bengkel, Furya langsung menandatangani beberapa berkas penyerahan unit untuk formalitas.
“Sep mas...udah semua ini. Terus ini STNK nya dan BPKB motor mungkin dua atau tiga hari baru sampai.”
“Oke pak makasih dan ini sedikit uang untuk beli rokok.”
Karena sudah membuat orang menunggu lama, Furya memberikan beberapa tips kepada pak Yayan yang mengantar motornya.
Setelah itu motor langsung di turunkan.
Ren yang melihat sang kakak membeli motor sport baru berwarna silver yang sangat keren terlihat sudah tak tahan dan ingin mencoba.
Baru saja motor di turunkan, orang pertama yang memakai motornya adalah sang adik lelaki.
~Ngengggg...Brumm...Brumm~
“Woi, turun...”
“Hehehe, ikut kak. Ren mau nyoba juga.”
“Iya turun dulu.”
Setelah si pengantar pergi, Furya langsung menghidupkan motor barunya.
Suara menggelegar khas motor berkelas terdengar sangat indah di telinga pemuda 17 tahun itu.
Karena sama-sama sudah tak tahan, Furya dan si adik Ren yang memaksa di bonceng di bagian depan langsung mencoba motor barunya.
“Wih...keren kak, ngebut dong kak pelan amat.”
“Gak, rame gini mau ngebut. Ntar jatoh malah.”
“Alah...lemah kakak nih.”
Setelah berkeliling dan mengetes kondisi motor, Furya dan Ren kembali ke rumah mereka.
Ren yang masih enggan turun terlihat masih duduk di atas motor sambil berpose layaknya pembalap professinal.
~Ngengggg...Brumm...Brumm~
“Kakak, beliin Ren motor kayak gini juga dong.”
Mendengar perkataan yang keluar dari mulut tak beradap adiknya, Furya langsung tertawa terbahak-bahak.
“Hahahaha...”
“Hahahaha, kamu naik sepeda aja masih jatoh, mana bisa naik motor ginian, hahaha.”
“Ihhh...beliin kak. Pokoknya beliin!”
Melihat mata sang adik yang merah dan hampir menangis, Furya si kakak baik hati akhirnya menuruti keinginan adik lelakinya.
“Hemmm...gini aja ,besok kita beli yang versi mini khusus untuk adik kesayangan kakak.”
“Wihhh, bener kak, asik...”
__ADS_1
Karena hari sudah malam dan ia lelah seharian jalan-jalan, Furya langsung memasukkan motor barunya ke dalam bengkel.
Di samping Arthur sang motor legenda yang tinggal kerangkanya saja, motor Sport barunya terparkir gagah.
Tapi tetap saja tak ada yang bisa menggantikan posisi Arthur di hati Furya.
*****
Pagi harinya Furya terbangun jam 5 pagi karena alarm hp.
Saat baru bangun, hal yang Furya pertama kali lakukan pasti mengerjakan misi Check In.
[Ding! Selamat misi Check In hari ke 5 telah selesai]
[Selamat tuan menerima 5.000 Perfection Poin]
Furya yang bangun pagi langsung cuci muka dan berniat olahraga pagi.
Di balik tubuh yang sehat tersimpan jiwa yang kuat. Ia yang sejak kecil sudah sering olahraga pagi dengan sang ayah memang sudah sering joging pagi.
Hanya saja semenjak mengalami kecelakaan, ia tak pernah lagi melakukan itu.
Karena itulah Furya yang sudah sembuh terus melakukan apa yang ayahnya sering lakukan.
Dengan cara ini, ia merasa sedikit lebih dekat dengan sang ayah yang sudah tiada.
Setelah sejam joging, Furya kembali ke rumah.
“Sistem, kenapa tak ada misi joging lagi?”
[Ding! Misi akan muncul random tanpa bisa tuan tentukan]
Mendengar jawaban yang klise dari sistem, Furya hanya menyipitkan mata.
Setelah mandi dan berganti pakaian sekolah, ia menyiapkan sarapan kesukaan sang adik yaitu roti bakar mentega.
Sambil duduk dan bersantai, adik-adiknya juga mandi secara bergantian.
Sehabis mandi, Ren dan Yuki duduk di meja yang sama dengan kakaknya dan menunggu jemputan sambil sarapan.
“Kak, Ren hari ini di antar kakak ya.”
“Lah kenapa?”
“Gpp, Ren mau di antar motor baru.”
Furya yang sudah ada misi khusus yaitu menjemput Sherly dan berangkat sekolah bareng hanya bisa menatap wajah adik lelakinya yang lucu.
“Naik mobil pak Mamat ajalah. Kakak hari ini udah janji mau jemput kak Sherly.”
“Ishh kakak nih, pelit kali sih.”
Belum lama mereka berdebat ,mobil jemputan berhenti di depan rumah.
Melihat pak Mamat yang sudah sampai, Furya langsung menyuruh kedua adiknya berangkat sekolah.
“Tuh pak Mamat dah datang, sana berangkat nanti telat loh.”
Melihat sang adik lelaki yang enggan pergi, Furya akhirnya tersenyum dan menenangkan Ren yang merajuk.
“Besok deh kakak anterin ke sekolah. Hari ini naik mobil pak Mamat dulu sana.”
__ADS_1
Mendengar perkataan sang kakak, Ren tesenyum kembali dan langsung mengikuti Yuki yang sudah lebih dulu pergi.
Setelah memastikan adik-adiknya berangkat sekolah, Furya langsung mengeluarkan motor barunya dari dalam bengkel dan berangkat menjemput Sherly.