
Furya yang marah dan khawatir dengan adik-adiknya langsung memutuskan pulang.
Ia juga mengebut agar lebih cepat sampai karena hari sudah hampir malam.
Saat tiba di rumah, Furya langsung masuk karena seperti biasa pintu samping rumahnya tidak terkunci.
Untungnya melihat kedua adiknya masih ada di rumah, Furya bisa bernafas lega dan tenang kembali.
“Ren, tadi ada orang yang datang ke sini gak?”
Ren yang sedang asik main game hanya melirik dan menggelengkan kepala. Melihat sang kakak sudah pulang, Yuki yang lapar langsung mendekatinya.
“Kak, Yuki laper mau makan pizza!”
“Huuuf, iya kakak ganji baju dulu ya. Nanti kita pesen pizza.”
“Asik, bener ya kak.”
“Iya sayangku...”
Setelah mengunci pintu samping, Furya masuk kamar dan langsung menelepon seseorang.
Naomi yang di hubungi juga langsung mengangkat panggilan Furya.
“Hallo...”
“Hallo kak Naomi.”
“Iya kenapa nelpon kakak, ada perlu apa?”
Furya yang habis di cegat dan di serang beberapa orang tak di kenal langsung menceritakan apa yang ia alami.
Ia juga menjelaskan detail sampai membawa nama Tomy Antony dan Agnes Fernandes kepada Naomi.
Mr Tanaka yang sempat mengobrol dengannya waktu itu juga mengatakan akan membantunya jika ia ada masalah.
Karena itu Furya yang jujur saja tak memiliki keluarga karena orang tuanya kawin lari saat muda dulu menceritakan apa yang ia alami kepada Naomi.
“Jadi gitu kak...maaf Furya gak tau lagi mau ngomong ke siapa selain ke kakak.”
“Yaudah nanti kakak bantu urus. Kalo bisa masalah ini kita aja yang tau karena ayah kakak masih dalam masa pengobatan jadi dia gak boleh banyak pikiran.”
“Kamu juga jangan nyari masalah dulu sama Tomy atau si Agnes itu! Biar kakak dulu yang ngomong baik-baik. Ngerti kan kamu?”
“Iya kak, makasih ya...”
Furya yang tak memiliki saudara karena kedua orangtuanya sempat bercerita kepadanya kalau hubungan mereka tak di restui dan kawin lari hanya bisa meminta pertolongan Mr Tanaka lagi.
Tapi karena anaknya yaitu Naomi sudah mengatakan Mr Tanaka sedang melawan penyakit jantungnya di masa tua, Furya jadi menceritakan itu kepada anaknya saja.
Sebenarnya masih ada orang lain yang akan peduli kepadanya dan kedua adiknya. Orang itu adalah Sherly dan keluarganya.
Tapi karena tau musuhnya bukan orang biasa, Furya tak ingin sampai melibatkan Sherly dan keluarganya.
Untung saja Naomi mau membantu dan Furya hari itu bisa sedikit lebih lebih tenang.
Sambil mandi, Furya mengobrol dengan sistem dan bertanya kembali hal yang sempat ia tanyakan.
“Sistem, bagaimana kau bisa tau kalau orang-orang tadi adalah suruhan Tomy?”
[Ding! Tak ada hal yang tak sistem ketahui di dunia ini tuan. Tapi sistem tetap memiliki kapasitas tersendiri untuk menjawab beberapa pertanyaan tuan]
“Begitu ya, apa menurutmu diriku yang sekarang sudah cukup kuat untuk membunuh bajingan itu?”
[Ding! Sistem tak menyarankan tuan bertindak gegabah. Meskipun tubuh tuan sudah kuat, kemampuan regenerasi tuan belum sempurna dan tuan masih belum cukup cepat menghindari peluru dan sejenisnya]
[Tambahan, untuk saat ini, jika sampai tertembak di kepala atau jantung ,tuan yang masih makhluk fana dan tak memiliki artefak atau armor pertahanan akan di pastikan langsung mati]
Furya yang mendengar penjelasan sistem hanya bisa membenamkan badannya di bak mandi.
Meskipun sudah menjadi pemilik sistem dan ada banyak hal hebat yang bisa ia lakukan, dirinya yang sekarang masih belum cukup kuat untuk melawan yang namanya peluru.
__ADS_1
Tapi Furya juga tak bodoh dan tak akan bertindak gegabah.
Sedikit lagi, jika di berikan waktu sedikit lagi, maka ia yakin kelak dirinya akan menjadi lebih kuat sampai tak ada yang bisa mengalahkannya.
Sistem sendiri juga tak membuat Furya kuat di awal pasti memiliki tujuannya sendiri.
Kenapa semua hal hebat harus di beli dengan poin. Kenapa harus ada misi dan kenapa ia yang terpilih.
Semua hal yang memenuhi kepalanya akan terjawab pada waktunya nanti.
Setelah mandi, Furya keluar kamar dan memesan pizza kesukaan adiknya.
Sambil menunggu makan malam, Furya yang gabut mulai melihat kembali barang-barang hebat di toko sistem dan status dirinya di layar hologram.
Nama : Furya Aditya
Ras : Manusia
Level : 11
Status : Penerus Resmi Dewa Kesempurnaan
Umur : 17
Perfection God : Terkunci
Perfection Body : 210
Perfection Rich : 0
Perfection Power : 50
Status Poin : 0
Perfection Poin : 79.990
Skill : Seni Beladiri Dewa Tahap I, Regeneration.
Dengan poin miliknya yang sekarang, sebenarnya ada banyak benda luar biasa yang bisa Furya beli di toko sistem.
Di keterangannya, Armor ini dapat menahan segala jenis serangan fisik.
Apapun yang menyebabkan kerusakan fisik normal dapat di tahan dengan armor ini.
Itu artinya peluru atau bahkan basoka sekalipun tak akan mampu melukai Furya.
Dengan armor ini, ia bisa memastikan dapat membunuh Tomy dan membalaskan dendamnya.
Tapi yang menjadi masalah, Furya yang menabung untuk membeli air surga yaitu Water Of Life menjadi bimbang untuk mengambil keputusan.
Di satu sisi ia ingin cepat-cepat menyembuhkan ibunya. Di sisi lain ia takut kalau keamanan dirinya atau bahkan keluarganya menjadi terancam jika sampai ia salah mengambil keputusan.
Sambil duduk dan melamun, Furya yang di buat makin bingung akhirnya memilih menyimpan Poinnya terlebih dahulu.
Jika memang benar-benar terpaksa, maka saat itu juga ia akan menggunakan cara kedua dan menghabisi Tomy dan seluruh orang yang membahayakan dirinya dan keluarganya.
“Huuuh, di pikir-pikir malah jadi kepikiran. Mending makan dulu ah.” kata Furya yang menerima panggilan dari grab food yang sampai di depan rumahnya.
Setelah mengambil dan membayar pizza yang di pesan, Furya dan kedua adiknya makan sambil nonton tv di ruang tengah.
*****
Di tempat lain...
Beberapa pria suruhan Tomy datang menghadap sang bos yang terlihat sedang duduk makan malam di salah satu restoran mewah.
“Ma-malam bos...”
Melihat anak buahnya bonyok dan babak belur, Tomy yang sedang makan malam romantis bersama kekasihnya yang lain di salah satu restoran yang sudah mereka boking khusus terlihat tak begutu senang.
“Kenapa kalian babak belur begitu? Apa tugas yang ku berikan sudah kalian kerjakan?”
__ADS_1
Melihat dan mendengar nada bicara bos mereka yang sedikit marah, empat orang berbadan besar yang terlihat mengalami luka pukul di sebagian wajah menundukkan kepala sambil ketakutan.
“Ma-maaf bos, anak itu jago berkelahi jadi kami-”
“Huuh, apa maksudmu. Apa kalian yakin tak salah orang?”
“Kami tak mungkin salah bos, kami sudah memasti-”
Braaaakkkkk
Belum selesai salah seorang dari mereka berbicara, Tomy terlihat marah dan memukul meja.
“Dasar tak berguna, menghajar bocah pincang saja kalian tak bisa!”
Mendengar perkataan bos mereka, salah seorang lagi mencoba menjawab sambil membela diri.
“Ta-tapi bos, anak itu tak pincang dan-”
“DIAMM!”
“Sudah cukup dan pergilah kalian...”
Di suruh pergi oleh bos mereka, ke empat pria berbada besar yang gagal menghajar Furya dan jusru mereka yang di hajar langsung mundur dan pergi menjauh.
Tomy yang sedang makan malam romantis dengan wanita lain simpanannya terlihat sedikit marah.
Bisa-bisanya si pincang Furya mengalahkan empat orang anak buahnya yang berbadan besar.
Padahal baru seminggu yang lalu ia masih ingat sudah menghajar si pincang dengan mudah menggunakan tangannya sendiri.
Melihat kekasihnya yang marah, wanita lain Tomy yang cantik bak model papan atas langsung bertanya.
“Kenapa sayang, ada masalah apa sih?”
“Gpp kok, masalah gak penting doang. Maaf ya aku agak emosi tadi, yuk lanjut makan!”
*****
Di tempat yang berbeda...
Furya dan kedua adiknya yang makan malam bersama sambil menonton tv terlihat begitu dekat.
“Kak, kapan beliin Ren motor. Katanya kakak mau beliin?”
“Ntar ya, kakak lagi pusing.”
“Terus mulai hari ini kalau kakak gak di rumah pintu rumah di kunci aja. Inget siapapun kalau gak kenal jangan di bukai pintu, ngerti?”
Ren dan Yuki yang di nasehati hanya mengangguk sambil memakan pizza keju kesukaan mereka.
Setelah makan, Furya yang hari itu tak ada kegiatan lain hanya rebahan di kamar sambil sesekali chat-chatan dengan sang pacar.
Sampai malam berlalu dengan cepat dan Furya yang terlelap terbangun kembali di pagi hari dan langsung melanjutkan rutinitas hariannya.
“Selamat pagi sistem...”
[Ding! Pagi tuan]
“Sistem, Check In dong!”
[Ding! Selamat tuan berhasil Check In hari ke 6]
[Selamat tuan mendapatkan hadiah 6.000 Perfection Poin]
Furya yang sudah 6 hari memiliki sistem makin mengerti cara kerja sistem dan mekanismenya.
Jika di perintah, sistem akan melakukan apa saja yang Furya katakan.
Jadi ia tak perlu repot mengerjakan apapun yang berhubungan dengan layar hologram secara manual.
Sistem juga dapat menjawab apapun yang ia tanyakan.
__ADS_1
Tapi di waktu bersamaan, sistem juga memiliki batasan sendiri yang tak dapat ia langgar dan terkadang pertanyaan Furya tak dapat di jawab.
Setelah cuci muka, Furya yang keluar rumah dan menghirup udara segar di pagi hari langsung bersiap-siap joging pagi.