Perfection System

Perfection System
Doubel Wake Up


__ADS_3

Di rumah kediaman buk Reni...


Furya yang baru tidur jam 3 pagi terlihat masih memeluk bantal gulingnya yang empuk dengan manja.


Buk Reni yang tumben sekali melihat anak sulungnya itu belum bangun sampai jam 8 pagi padahal Furya yang biasanya rajin bangun pagi justru senang.


Sesekali ia juga ingin anaknya itu istirahat karena ia selalu melihat Furya melamun ketika di rumah.


Sebenarnya bukan melamun, hanya saja memang anaknya sedang menatap layar hologram tak kasat mata jadi dikiranya sang anak sering memikirkan banyak hal.


Karena itu buk Reni sengaja tak membangunkan Furya karena ia pikir anaknya itu lelah dan memang butuh istirahat.


Saat keluarga Furya sedang sarapan, tiba-tiba saja mobil sport Ferrari yang warnanya di cat ulang menjadi silver datang.


Ren yang melihat mobil pilihannya datang langsung keluar rumah dan melihat.


“Wih mantapnya...”


Buk Reni yang melihat tamu datang juga langsung keluar menyusul Ren.


“Selamat pagi mbak, ini benar rumah buk Reni Aditya?”


“Iya pak, ini saya Reni.”


“Huuh?”


Pak supir yang kaget karena mbak-mbak cantik yang ada di hadapannya ternyata buk Reni hanya bisa menganga.


Jelas-jelas di surat keterangan kerja umur buk Reni sudah 41 tahun.


Tapi emak-emak di hadapannya itu terlihat masih sangat muda dan cantik seperti abg.


“Ohhh jadi ini bener buk Reni?”


“Iya pak, itu saya.”


“Ya-yaudah buk ini mobilnya udah datang. Tolong di isi surat terimanya ya buk.”


Karena Furya sebelumnya membeli mobil Sport itu atas nama ibunya, maka buk Reni yang menerima dan menandatangani semua surat terima.


Nando yang penasaran juga keluar dan melihat ada mobil baru ia hanya cengengesan.


Jujur saja di rumah itu hanya ia yang bisa bawa mobil dan Nando sangat ingin mencoba mobil mahal itu sambil pamer dan mencari-cari wanita yang bisa di pikatnya.


Ren yang sama malah langsung menarik lengan Nando dan mengajaknya jalan-jalan.


“Om Nando, yok jalan-jalan pake mobil baru.”


“iya-iya, bentar lagi ya om belum mandi ini.”


“Ihhh, gak usah mandilah om. Kan om cuman supir!”


Di perjelas setatusnya oleh Ren, Nando hanya bisa menyipitkan matanya sambil mencoba tersenyum.


Gak abang gak adik perlakukan Furya dan Ren sama saja kepadanya.


Di desak bos kecil, Nando hanya bisa menuruti permintaan Ren.


Jika sampai mengadu ke sang kakak, posisi Nando yang sudah numpang hidup enak akan terancam.


Karena itu ia tak bisa menolak dan dengan pakaian seadannya jalan-jalan keliling komplek bersama Ren.


Bukan hanya Ren, bahkan mobil baru dan mengkilap itu langsung di naiki bocil sekomplek sampai Nando di buat kewalahan menghadapi para bocil.


Ren yang memang suka pamer membawa semua temannya jalan-jalan dan duduk tepat di depan Nando sambil ikutan memegang stir mobil.


“Jangan di gerak-gerakin Ren, nanti nabrak kita.”


“Alah oom nih, inikan mobil Ren jangan ngatur-ngaturlah!”


“Dasar bedebah kecil.” Kata Nando dalam hati yang selalu di skak mat oleh anak kakaknya.

__ADS_1


Masih bocil sd saja sudah senakal itu tak terbayang jika sudah makin besar. Mungkin Ren di masa depan akan langsung pakai mobil sport pas smp.


Furya yang malam tadi terluka dan menggunakan banyak energi terlihat masih tidur dan beristirahat sampai hampir siang.


Sadar atau tidak, itu memang salah satu kelemahan dari tubuhnya.


Buk Reni yang sudah diberitau kalau keluarga Sherly hari minggu itu akan mengadakan acara amal juga sudah ada di rumah Sherly untuk membantu dengan anak bungsunya.


Melihat Sherly yang ikut membantu masak dengan beberapa tetangga lain dan makin cantik hampir membuatnya pangling.


Apalagi ketika mendengar sendiri Sherly sudah dapat berbicara, tentu saja ia sangat senang.


Sherly yang melihat ibu sang pacar juga ada di sana mendekat dan langsung menyapanya.


Setelah basa-basi dengan calon mertua, barulah Sherly menanyakan tujuan utamanya.


“Ngomong-ngmong Tante, Furya mana kok di telpon hpnya gak aktif?”


“Loh masa iya? Dia masih tidur di rumah sih tadi mungkin hpnya habis batrai.”


“Ohhh, pantes gak di angkat.”


“Emang beneran dia masih tidur tante inikan udah siang loh!” Kata Sherly yang masih tak percaya karena Furya memang tak pernah bangun kesiangan.


“Mungkin dia capek.”


Sherly yang tak tau kenapa sang pacar sampai masih tidur padahal sudah jam 11 siang akhirnya berniat menemuinya langsung.


Malam tadi juga Furya habis jatuh dari motor dan itu membuatnya makin khawatir kalau Furya kenapa-napa.


“Tante, Sherly ke rumah tante ya. Mau bangunin dia.”


“Yaudah sana. Pintu rumah juga gak di kunci itu karena pak toleh lagi bikin garasi.”


“Oke tante.”


Sherly yang mengkhawatirkan kondisi sang pacar akhirnya pergi menemui Furya.


Karena tubuhnya yang berubah, pakaian dalam Sherly jadi kekecilan semua sampai ia harus menggunakan milik sang ibu.


Di tambah malam nanti di rumahnya ada acara amal untuk kesembuhannya jadi hanya siang itu ia bisa jalan-jalan.


Sherly yang jalan ke rumah sang pacar dapat melihat pak Toleh yang masih tetangganya sedang membuat garasi dan pagar di rumah Furya.


Melihat ada wanita cantik yang datang, pak Toleh dan beberapa kuli yang ada di sana langsung di buat melirik.


“Siang pak.”


Di sapa Sherly, pak Toleh yang masih bingung dan tak mengenali lagi Sherly hanya bisa cengengesan.


“Maaf, neng ini siapa dan mau nyari siapa ya?”


“Loh...masa pak Toleh gak inget sih. Ini Sherly pak, Sherly anak pak Hery!”


“Pak Hery?...Owalah ini Sherly toh?”


“Iya pak siapa lagi coba.”


“Maaf-maaf tapi kok makin banyak berubah ya,hehehe”


Melihat perubahan yang terlalu signifikan, pak Toleh hanya cengengesan sambil tersenyum lebar.


Jadi kabar yang ia dengar dari sang istri pagi tadi kalau anak gadis pak Hery pemilik cafe yang bisu sudah dapat berbicara memang benar.


Pak Toleh yang sesekali pernah membeli nasi ke cafe Sherly juga masih ingat beberapa waktu lalu gadis kurus dan cantik itu tak secantik sekarang.


Sherly yang kurus memang cantik dan mempesona. Hanya saja versinya yang sekarang makin membuatnya pangling.


Apalagi dua boba besar yang menonjol itu makin membuatnya sulit berpaling.


Sherly yang di tatap banyak pria tua di sana menjadi geli dan sedikit risih. Karena itu ia langsung pamit dan masuk ke rumah Furya.

__ADS_1


“Permisi...”


“Furya!”


“Sayang, kamu udah bangun belum?”


Di dalam rumah sang pacar, Sherly yang memanggil-manggil tapi tak mendengar jawaban langsung nyelonong masuk.


Sadar di rumah itu tak ada orang, Sherly berjalan dan memasuki kamar sang pacar.


Saat membuka pintu, Sherly dapat melihat Furya yang tertidur dengan hanya menggunakan celana boxer sambil memeluk guling.


“Furya...”


“Hoooiii...”


Di panggil-panggil dari pintu kamar dan tak bangun, Sherly akhirnya mendekat.


Kondisi luar rumah sang pacar yang lagi ada pekerjaan dan sangat ribut juga seperti tak mengganggu Furya yang tertidur lelap.


“Sayang...bangun!”


“Udah siang loh ini.”


Furya yang tidur manja sambil memeluk erat bantal gulingnya bahkan tak sadar di panggil-panggil sang pacar.


Sherly yang sudah dekat dan memanggil sang pacar makin mendekat lagi karena Furya yang di panggil belum juga bangun.


Kini jarak antara mereka hanya beberapa senti dan membuat Sherly sedikit grogi.


Sherly yang dulu sempat mengobati dan melihat tubuh sang pacar yang di penuhi luka pasca kecelakaan hanya bisa di buat makin penasaran.


Semua bekas jahitan mengerikan itu seperti hilang tak berbekas dan menghilang.


Ditambah otot dan tubuh Furya yang terlihat makin berisi dan berubah total makin membuatnya keringat dingin.


“Furya...bangun sayang.”


“Sayang...”


Furya yang di sentuh dan di ganggu tiba-tiba saja merubah posisi tidurnya.


Kini tubuhnya terlentang dan lekukan otot perutnya yang kotak-kotak terlihat jelas di mata sang pacar.


Sherly yang melihat ternyata tak ia saja yang berubah makin di buat dag dig dug.


Karena sepi dan penasaan, Sherly makin mendekat dan sangat ingin menyentuh perut sang pacar.


“Aduh tahan Sherly.”


“Kamu gak boleh...” kata Sherly dalam hati sambil menahan tangannya.


Sherly yang mencoba tak melihat tubuh Furya yang baginya sangat menarik mencoba menutup matanya dengan tangan kiri.


Namun tetap saja, wanita kepo dan sedang berada di puncak masa pertumbuhannya itu tak dapat melawan gairah dan hasrat masa mudanya.


Karena itu Sherly langsung menyentuh perut kotak-kotak Furya secara langsung.


“Ehhh...ini, ini lebih keras dari dugaanku.”


“Hebat!!!”


“Jadi gini tubuh anak laki-laki!” Kata Sherly yang mulai menyentuh dan meraba-raba badan sang kekasih.


Furya yang merasa geli dan sedang di lecehkan akhrinya terbangun.


Baru saja ia membuka mata, sosok bidadari cantik yang di kenalnya langsung membuatnya tersadar.


Sherly yang melihat sang pacar bangun secara tiba-tiba langsung kaget setengah mati sampai mundur dan terjatuh.


Cd putih bermotif bunga yang lucu miliknya terlihat jelas karena ia memakai rok dan langsung membuat Furya bangun bersama partnernya yang lain.

__ADS_1


__ADS_2