Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
111


__ADS_3

Keesokan hari nya, Fifin balik lagi ke rumah sakit untuk menyetorkan asi yang sudah ia pompa, tapi… saat sampai di ruang NICU, ada kabar yang menggembirakan


Putra nya sudah menunjukkan kondisi tubuh yang membaik, karena sudah ada perkembangan maka dari itu bayi itu sudah bisa mencoba untuk mengecap asi secara langsung dari ibu nya


Tentu saja Fifin merasa bahagia dengan perkembangan yang ditunjukkan oleh putra nya, ia tersenyum sambil menangis saat tubuh mungil itu berada di pelukan nya untuk pertama kali


“Ya Allah… alhamdulillah, ibu percaya kamu pasti bisa nak, terimakasih ya? Sudah berusaha untuk sembuh” Ucap Fifin meski ia tidak tahu apakah kondisi putra nya ini bisa normal atau mengidap kelainan pada organ dalam tertentu seperti kasus bayi prematur pada umum nya


Saat menyusui putra nya pun ia juga makin terharu, karena bayi itu bisa mencari makanan nya dengan perlahan dan terus mengecap nya


Abizar yang ikut menemani dan melihat momen tersebut juga tersenyum senang, jujur saja sebagai seorang ayah, ia akan berusaha semaksimal mungkin meski kondisi anaknya memburuk, ia tidak memikirkan soal berapa banyak biaya yang diperlukan, hanya keselamatan dan kesehatan putra nya saja yang perlu ia jaga


“Alhamdulillah… terimakasih atas bantuan dan kuasamu ya Allah” Ucap Abizar dalam hati karena ia benar benar bersyukur hari ini


Cukup 15 menit bayi itu menyusu dan Fifin juga mengembalikan nya lagi ie dalam inkubator


“Kondisi tubuh nya memang mengalami kenaikan yang baik, tapi bayi ini memang belum bisa dibawa pulang karena harus ada observasi lagi untuk mengetahui dia mengidap penyakit tertentu atau tidak, sambil menunggu ia benar benar siap hidup di dunia in” Ucap dokter Wina menjelaskan


“Paham kok dok, saya ikut biasanya saja seperti apa” Ucap Fifin, perkembangan kali ini sudah bisa membuatnya bahagia meski kemungkinan ada penyakit tertentu.


\~


Selesai dari rumah sakit pun Abi juga langsung mengantar istrinya pulang, lantaran ia harus berangkat ke madrasah untuk mengajar dan bayi mereka juga tidak boleh dijenguk terlalu lama


“Mas berangkat riyen nggeh?” Ucap Abi berpamitan pada istri nya yang sudah duduk di ruang tengah


“Nggih mas, atos atos” Ucap Fifin yang lalu mencium punggung tangan suami nya ( atos atos \= hati hati )


“Nggih” Ucap Abi mengangguk sambil tersenyum, sebenarnya ingin mengecup sebentar kening itu tapi malu karena ada keluarga di samping mereka, dan dahi Fifin sendiri juga masih memaki perban karena luka sobek nya disitu


“Assalamualaikum”


“Wa’alaikumsalam….”


Saat Abi sudah berangkat pun tentu saja para anggota keluarga menanyakan bagaimana keadaan cucu mereka, bahagia sudah menyeruak ketika tahu kabar bayi di sana

__ADS_1


“Alhamdulillah….” Ucap umi dan bu Risma merasa lega


“Lalu namanya siapa nak? Sudah di putuskan?” Tanya abah yang mana Abi memang belum membahas perihal nama sama sekali


“Dereng abah, cuman mas Abi sempat ngobrol kale Fifin, minta pendapat kalau dikasih mama Muhammad Abbad Nailun Nabhan niku pripun? Kalau di tambahi kale al Hafidz damel nama belakang nggeh pripun, ngonten” Jawab Fifin


“Loh tidak jadi yang Zayyan kemarin?” Tanya abah


Fifin menggeleng “Terose mboten purun, pingin gantos mawon” Jawab nya, mungkin karena Abi awalnya menyiapkan dua nama yang bagus tapi yang selamat hanya salah satu saja, jadi ia merubah nama tadi dengan nama yang memiliki aeti lebih bagus ( katanya tidak mau, pingin ganti aja )


“Tapi nama tadi kalau di tambah al Hafidz apa tidak kepanjangan nak?” Tanya pak Yahya


“Menurut Fifin nggeh kepanjangan pak, tapi mangke di runding maleh kale mas Abi” Jawab Fifin yang membuat pak Yahya tersenyum karena putri nya sudah mulai lancar bahasa jawa halus dan sudah tau sikap yang ditunjukkan untuk menghargai suaminya


“Ooh… ya sudah, nanti kita lanjutkan sambil nunggu Abizar pulang dulu” Ucap abah menyahuti


“Iya War” Ucap pak Yahya setuju


\~


“Anak anak… kalian belajar sendiri selama lima menit ya? Saya ada hal yang penting sebentar” Ucap Abizar


“Oke pak” Jawab anak anak kompak dan mempelajari lagi materi yang sudah Abi jelaskan di papan tulis


Ternyata pengacara dari Fahri yang menghubungi nya dan mengirim berkas kasus yang sudah masuk ke pengadilan, ternyata jadwal di pengadilan sudah dekat karena polisi sudah menemukan beberapa bukti


“Nanti saya akan hadir” Jawab Abi dalam pesan tersebut, entah ia nanti akan mengajak Fifin atau tidak karena takut istri nya pingsan dan emosi saat ikut ke pengadilan, bisa bisa nanti ruangan pengadilan menjadi ring tinju


“Pak..” Panggil salah satu siswa di kelas


“Iya, kenapa?” Tanya Abi


“Maaf, katanya istri bapak kecelakaan?”


“Dan anak bapak yang perempuan juga tidak selamat?” Tanya yang lain, memang sih semua kelas itu dekat dengan Abi yang tidak pernah membeda bedakan semua anak didik nya

__ADS_1


Abi tersenyum tipis, ia sedang berusaha memfokuskan diri untuk mengajar agar tidak sedih tapi anak anak malah bertanya padanya, tapi ya wajar sih kalau rasa ingin tahu nya tinggi


“Iya benar, saya minta do’a dari kalian ya? Siapa tau manjur karena saya udah tua jadi dosa nya banyak” Jawab Abi sambil terkekeh


“Tua darimana nya pak?”


“Iya, ganteng gini mengaku tua”


“Hot daddy pak, bukan tua kok”


Abi hanya terkekeh saja saat mendengar jawaban dari murid nya, benar sih belum tua tapi lumayan lah sebentar lagi akan memasuki kepala tiga


“Hehe… saya juga sedang mengikhlaskan diri rek, dan saya juga berharap kalian mau mendo’akan untuk anak, istri dan sepupu saya” Ucap Abizar


“Inggih bapak… semoga semuanya kembali sehat wal afiyat, diberi ketabahan juga untuk yang ditinggalkan”


“Nggih pak, katanya kalau ikhlas itu akan diganti jadi yang lebih baik? Semoga bapak bisa ikhlas dan mendapat balasan yang baik juga”


Banyak juga ucapan dari anak anak yang lain, Abizar hanya mengangguk dan meng aamiinkan, tak lupa ia selalu berterimakasih pada anak anak yang sudah mau memberikan do’a dan menghibur nya


“By the way, boleh ke rumah pak? Buat menjenguk” Tanya nya lagi


“Emm maaf ya kalau sekarang belum dulu, nanti pasti saya kabari kalau keadaan sudah membaik” Jawab Abizar karena nanti sepulang dari sekolah pun ada para dewan guru atau teman kerja nya di madrasah yang akan menjenguk ke rumah, besok nya lagi masih ada karyawan butik, sedangkan Fifin masih belum sehat penuh jadi ia tidak bisa membiarkan anak anak yang jumlah nya banyak itu ke rumah nya hari ini


“Oke pak, semoga cepat sembuh dan kita juga bisa mampir ke rumah bapak”


“Iya, aamiin”


Ia juga melanjutkan materi pelajaran nya sampai jam mengajar selesai, tadi ia juga sudah membalas pesan dari pengacara dan langsung di teruskan saja kasus ini ke pengadilan sampai pelaku mendapat bukti nya.



Sabar😭saya baru liburan sekolah dan baru pulang dari jawa tengah untuk liburan kelurga, jarang jarang saya bisa liburan keluarga yang mana setahun sekali aja belum tentu bisa, jadi kemarin menikmati kebersamaan bareng keluarga dulu❤️


Dan maaf yang sebanyak banyaknya ya… sudah bikin kalian semua menunggu, terimakasih dan wassalamualaikum🙏🏻

__ADS_1


Selanjutnya bakal update? Iya dongg pasti😊


__ADS_2