
"Umi" Panggil abah saat mereka selesai mengaji maghrib dan duduk di ruang makan sambil menunggu putra mereka datang
"Iya bah?" Tanya umi
"Untuk sekarang, umi jangan menggoda putra kita agar mereka segera memiliki keturunan ya.." Ucap abah dengan nada lembut karena takut istrinya akan tersinggung
"Memangnya kenapa bah?" Tanya umi bingung
"Mereka menikah memang karena perasaan yang yakin satu sama lain, tapi umi juga harus ingat... awal dari ini kan perjodohan, mereka juga memang di takdirkan bersama.. tapi tidak secepat itu juga agar bisa mencintai satu sama lain" Ucap abah menjelaskan
"Umi tau, tapi bagus kan bah ketika umi memberi dukungan pada mereka?" Tanya umi
"Ya memang bagus kalau dukungan itu mendorong mereka agar saling mencintai, tapi kalau soal momongan itu jangan dulu, umi percayakan saja pada Abi... putra kita pasti memikirkan perasaan istru nya terlebih dahulu daripada keturunan" Jawab abah
"Begitu ya bah..." Ucap umi yang mengangguk angguk paham
"Iya... umi tidak perlu khawatir, insya Allah setelah mereka saling mencintai, saling menerima satu sama lain dan ikhlas menjalani rumah tangga juga pasti tidak lama kemudian kita akan mendengar kabar baik itu"
"Iya bah.. umi paham"
Ceklek
"Assalamualaikum.." Tiba tiba datanglah Abi yang baru selesai mengajar ngaji, ketika anak anak makan malam maka ia juga masuk rumah untuk makan bersama keluarga nya
"Waalaikumsalam.." Jawab abah dan umi kompak ketika putra mereka menuju ruang makan
"Pasti menunggu lama, kenapa tidak makan duluan saja?" Tanya Abi yang duduk bergabung dengan orang tuanya
"Nungguin putra umi dulu" Jawab umi tersenyum, Abi yang mendengarnya juga ikut tersenyum, padahal tidak masalah jika abah dan umi makan terlebih dahulu daripada menunggunya terlalu lama
Keluarga itu akhirnya makan dengan khusyu dan khidmat, tapi di sela sela waktu makan malam.. Abi menyempatkan untuk mengirim pesan pada istri nya
Zaujati♥️
📩 : "Assalamualaikum... sudah makan belum? Kalau memang sibuk, harus sempatkan makan malam daripada kamu sakit nanti"
Tak lama kemudian muncul lah balasan dari sang istri
📩 : Waalaikumsalam, iya... ini juga lagi makan kok mas
Abi tersenyum, ia kemudian mengirim stiker jempol dan menyimpan ponsel ke dalam saku nya kembali
"Abi... kamu jangan lupa jemput nak Fifin nanti, jangan sampai terlambat dan membuatnya menunggu lama" Ucap abah mengingatkan
"Njih bah" Ucap Abi
__ADS_1
Adzan isya' berkumandang, semua keluarga beserta anak anak pondok kini sudah siap di musholla untuk menjalankan ibadah wajib yaitu sholat, seperti biasa... jika ada abah maka abah lah yang menjadi imam
~
Jam 10 malam Abi baru selesai mengajar anak anak ngaji kitab, sekarang ia harus beristirahat agar bisa bangun lebih awal
Ceklek! Jika biasanya ia membuka pintu kamar dan melihat Fifin duduk manis menunggu nya, tapi beda dengan malam ini.. dimana ranjang itu kosong dan dia harus tidur sendiri
Setelah mengganti baju dengan setelan piyama, Abi langsung mengatur alarm untuk jam 2 malam agar ia tidak terlambat nanti
Ia lantas berdo'a sebelum tidur dan berusaha memejamkan mata dengan cepat, ia juga memeluk guling sebagai ganti karena dari kemarin kemarin ia tidur dengan memeluk sang istri
~
~
Jam 2 malam, alarm itu sudah berbunyi namun Abi tak kunjung membuka matanya dan malah masih nyenyak, ketika sudah lewat waktu nya.. Ada beberapa panggilan telfon juga dari Fifin yang tidak terjawab
Sedangkan disisi lain, umi terbangun karena merasa haus.. ia kemudian keluar kamar menuju dapur sambil mengintip jendela arah carpot dan ternyata mobil Abizar masih bertengger rapi disitu
"Astaghfirullahaladzim..." Umi kaget, itu berarti putra nya belum bangun dan belum menjemput Fifin, dengan segera umi naik ke lantai atas dan mengetuk pintu kamar putra nya
Tok tok tok!!
Ceklek!
"Iya umi, kenapa?" Tanya Abi yang membuka pintu kamar dengan mata setengah terpejam
"Sekarang sudah jam dua lebih, kasian nak Fifin pasti nungguin kamu" Jawab umi
Abi langsung membuka mata nya lebar lebar dan melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 2 lebih 20 menit
"Ya Allah.. Abi terlalu nyenyak umi"
"Udah sekarang langsung kamu jemput aja" Ucap umi menarik tangan putra nya untuk keluar kamar
Abi mengangguk, tanpa berganti baju, ia langsung turun ke carpot dan mengeluarkan mobil dengan bantuan pengurus yang jaga malam hari ini
"Makasih mas" Ucap Abi yang langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan lumayan tinggi, ia berharap semoga Fifin tidak pergi kemana mana
10 menit kemudian mobil Abi sudah berhenti di parkiran rumah sakit, disitu mata nya mencari cari Fifin dan akhirnya ketemu
Istri nya itu tertidur sambil duduk di kursi luar rumah sakit yang biasa digunakan pasien untuk menghirup udara segar, Abi lantas keluar dan menghampiri istri nya yang nampak memejamkan mata itu
"Sebegitu patuh nya kamu sama aku" Batin Abi ketika Fifin benar benar menunggu nya dan tidak pulang menggunakan taksi online
__ADS_1
Abi mengangkat tubuh itu ala bridal style dan menyampirkan tas Fifin di pundak nya, ia tidak malu menggendong sang istri dengan pakaian nya sendiri yang masih menggunakan piyama walau menjadi tontonan dari keluarga pasien yang kesana kemari, Fifin yang di gendong pun juga tidak terbangun dan membuktikan bahwa perempuan itu benar benar nyenyak dalam tidur nya
Abi langsung membawa Fifin menuju mobil dan meletakkan nya di kursi depan
"Maaf aku terlambat" Ucap Abi mengecup pelan dahi itu kemudian memutari mobil dan masuk ke bagian supir lalu menjalankan mobil menuju rumah
Dalam perjalanan pun Abi hanya diam dan menyesali kesalahan nya sendiri, harusnya kalau dia sudah menyanggupi ya harus dipenuhi
Sesaat kemudian mereka sampai di rumah dengan mas mas yang membuka gerbang seperti tadi, tak lupa Abi selalu mengucapkan terimakasih dan kembali menggendong Fifin untuk masuk ke dalam rumah
Untuk kali ini Abi memang sedikit malu, karena ada beberapa santri yang sudah bangun dan untung nya Fifin sudah memakai rok sebelum ia jemput tadi, namun ada beberapa juga yang heran soal kenapa ning Fifin pulang jam 2 dini hari begini? Karena kebanyakan mereka tidak tahu jika Fifin adalah seorang bidan di rumah sakit
Umi yang melihat dari jendela pun gercep membuka kan pintu untuk membantu putra nya
Ceklek!
"Kasian anak umi" Ucap umi melihat Fifin yang sudah tepar
"Abi ke atas dulu umi" Ucap Abi bergegas ke atas dan membaringkan sang istri di ranjang mereka dengan sangat hati hati dan ia juga melepas hijab yang masih rapi itu
Sedangkan mas mas pengurus yang berada di pos juga area sekitar langsung meleleh dan membahas gus Abi yang menggendong istri nya
"Masya Allah...gus Abi bisa bucin juga ya" Ucap Abdul yang terbaper baper pula hati nya
"Iya, tapi kenapa ning Fifin di gendong sama gus Abi ya?" Tanya Wawan yang penasaran
"Ya kan tadi ning Fifin kelihatan nya ketiduran, jadi gus Abi tidak tega membangunkan" Jawab Eko mewakili Abizar
"Hayo... pada ghibahin gus Abi sama istrinya ya?" Ucap salah satu santri putra yang sudah bangun terlebih dahulu
"Bukan ghibah, kalau ghibah kan bahas jelek nya Yan" Ucap Wawan memberi tahu
"Udah sana wudhu dulu... habis ini mas mau bangunin semua anak anak" Ucap Eko merangkul leher Yayan, santri putra itu agar menjauh dari pos keamanan
Wawan menggelengkan kepala ketika melihat santri putra yang kepo dengan kejadian barusan, ia kemudian melirik Abdul yang diam dan bengong itu
Plak!
"Astaghfirullahaladzim Dul... jangan ngelamun, nanti mudah kesambet loh" Ucap Wawan memukuk lengan mas Abdul
"Kapan ya aku bisa kayak gus Abi sama istrinya? Romantis gitu" Ucap Abdul yang agak manyun
"Tuh... Mbok kita jomblo, silahkan kalau mau" Ucap Wawan yang maksudnya mbok adalah salah satu wanita yang biasa masak di dapur santri putra untuk makanan para santri sehari hari
"Astaghfirullahaladzim..." Ucap Abdul mengelus dada ketika Wawan menyuruh nya menikah dengan wanita janda yang sudah berumur.
__ADS_1