Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
23. Cemburu


__ADS_3

Setelah menemukan foto yang bagus, Abi langsung memposting di akun instagram milik nya dan menandai akun istri nya juga


@abizar_alhafidz


"@finzayna๐Ÿ–ค ู‚ู„ุจูŠ ู„ุง ูŠุฑู‰ ุฅู„ุง ุญุจูŠุจุง ู„ู‡"



slide 1



slide 2


ู‚ู„ุจูŠ ู„ุง ูŠุฑู‰ ุฅู„ุง ุญุจูŠุจุง ู„ู‡)


Bacaannya \= Qolbie laa yaro illaa habieban lahu


Artinya \= Hati ini tidak akan melirik selain pada kekasihnya)


Hanya dengan beberapa menit saja sudah banyak yang menyukai postingan itu, kolom komentar juga dipenuhi dengan ucapan selamat dari teman sekolah, kuliah hingga kenalan Abi yang merupakan gus dari pondok pesantren lain


Banyak yang bahagia tapi banyak juga penggemarnya yang protes karena Abi tidak pernah memberi kabar atau memposting sesuatu di sosial media lalu tiba tiba muncul saat status nya sudah halal dan menggandeng tangan istrinya, apalagi tidak ada wajah mereka di postingan itu


Abizar terkekeh, selama ini ia memang tertutup soal kehidupan pribadinya, jikalau saat tausiyah ia ditanya soal pernikahan, maka menunggu jodoh dari Allah saja jawaban nya


Ia menaruh ponsel dan teringat bahwa Fifin tidak membawa handuk, lantas Abi mengambil handuk di dalam tas ransel dan menuju kamar mandi


Tok tok tok


"Dek" Panggil Abi namun tidak ada jawaban dari dalam lalu ia menempelkan daun telinga di pintu kamar mandi itu karena penasaran kenapa tidak ada sahutan suara dari dalam


Detik kemudian


Ceklek! Brukkk!!!


Fifin membuka pintu secara tiba tiba dan tubuh Abizar ambruk di atas nya


Duk! "Aduh.." Ucap Fifin meringis ketika kepala nya terbentur ke lantai


Abi yang kaget dan refleks melebarkan matanya ketika posisi nya ada di atas dengan bibir yang menempel pada pundak istri nya yang tidak tertutup sehelai kain pun


Seketika bau harum langsung semerbak di hidung nya yang menempel pada leher sang istri, benar benar sangat harum dan segar sekali


Fifin yang kaget juga sama, tubuh nya kaku dan meremang ketika bibir dan hidung suami nya menempel pada tubuh nya, untung saja di dalam tadi sudah ada bathrobe jadi ia tidak dalam keadaan naked


Hening. Karena keduanya masih terkejut dengan posisi seperti ini


"Berat" Ucap Fifin yang jelas tubuh Abi di atasnya itu lebih berat dari nya


Saat sadar Abi langsung berdiri dan menolong sang istri dengan tangan nya


"Maaf" Ucap nya sambil melihat Fifin yang sudah memakai bathrobe putih se lutut hingga terlihatlah kaki mulus itu di hadapan nya yang baru pertama kali ia lihat, karena selama ini Fifin kalau tidur pun memakai piyama celana panjang


"Sabar dong.. aku tadi belum jawab karena masih memakai ini" Ucap Fifin sebel, sekarang kepala nya jadi cenut cenut karena terbentur


"Iya maaf, sini sini" Ajak Abi pada Fifin untuk keluar kamar mandi, Fifin duduk di lantai sedangkan Abi duduk di atas kasur karena ingin mengecek kepala istrinya yang terbentur tadi


Abi bisa melihat bahwa di sela sela rambut basah itu terdapat area kepala yang benjol kemerahan, duh dia jadi merasa bersalah


"Aku antar ke rumah sakit ya" Ucap Abi ingin mengambil jaket nya namun Fifin segera mencegah hal itu


"Enggak perlu, ini di pakai in minyak gosok juga sembuh" Ucap Fifin mencari kotak P3K kecil yang selalu dibawa kemana mana


"Nanti kalau tidak di rontgen malah bahaya dek" Ucap Abi


"Enggak, udah ini tolong olesin aja mas" Ucap Fifin memberikan minyak gosok, lagian terbentur tadi juga tidak terlalu parah jadi tidak perlu sampai ke rumah sakit segala


Dengan berat hati Abi menurut, ia mengolesi minyak pelan pelan di bagian yang benjol tadi


"Tapi kalau besok masih sakit, kita langsung ke rumah sakit ya?" Ucap Abizar setelah mengoleskan nya


"Iya" Jawab Fifin sembari menyimpan minyak itu kembali

__ADS_1


"Ngomong ngomong, kamu harum ya" Ucap Abi mengingat aroma harum yang ia cium tadi dan seketika tubuh nya pun memanas dan ada yang melesak disana


"Iya harum kan baru selesai mandi, masa bau asam" Jawab Fifin


"Haha, i-iya sih" Ucap Abizar lalu berlari ke dalam kamar mandi, baru kali ini syahwat nya naik hanya karena mencium bau harum istri nya, ia lalu mandi untuk mendinginkan badan dan pikiran, selama ini meskipun ada wanita di dekatnya tapi ia tidak pernah merasakan hal seperti itu


Fifin hanya bengong kala melihat Abizar berlari menuju kamar mandi, emang ngapain coba lari lari? Dikejar apa?


"Tau ah" Ucap Fifin yang tidak ambil pusing lalu berganti baju mumpung suami nya masih mandi


Setelah ganti baju, ia membuka ponsel dimana sudah ada teman satu kampus yang menanyakan keberadaan dirinya sekarang, juga ada notif dari instagram yang mana sang suami menandai nya dalam satu postingan


Fifin tersenyum dengan perasaan campur aduk ketika Abi mengumumkan pernikahan mereka, tapi karena caption bahasa arab itu Fifin makin sedih sebab tidak tahu apa artinya, hanya jalur translate yang dia bisa


"Aku kekasihnya mas Abi?" Batin Fifin senang ketika sudah mengetahu artinya


Harusnya ia juga tidak perlu kaget sih ketika caption tersebut menggunakan bahasa arab, tau sendiri profesi Abi seperti ada, keluarga nya darimana, jadi hal yang wajar lah ya


Biba Calling


๐Ÿ“ž : Assalamualaikumm Fin


๐Ÿ“ž : "Waalaikumsalam.. iya Bi ada apa?"


๐Ÿ“ž : Kamu udah sampai mana? Bisanya juga langsung ke asrama ku


๐Ÿ“ž : "Aku lagi di hotel, satu jam lagi aku ke kampus" Ucap Fifin melirik jam yang masih pukul 7 pagi


๐Ÿ“ž : Buset, sama suaminya ya?


๐Ÿ“ž : "Iya, udah nanti aku kesana pokok nya"


๐Ÿ“ž : Oke baby, selamat honeymoon


๐Ÿ“ž :"Mulut nya" Ucap Fifin menggelengkan kepala


Setelah mengucap salam barulah ia mengakhiri panggilan itu


"Dari Biba, teman aku yang tinggal di asrama itu" Ucap Fifin menoleh dan melihat sang suami yang hanya memakai bathrobe saja


"Ohh.." Ucap Abi mengangguk kan kepala sambil mengeringkan rambut nya sendiri dengan handuk kecil dan segera mengganti pakaian nya di wardrome kamar hotel itu


Ponsel Fifin kembali berdering, ternyata panggilan Video dari pak Yahya yang pasti akan menanyakan soal dirinya


"Gimana Fin? Sudah sampai?"


"Alhamdulilkah sudah pak, Fifin sudah sampai dengan selamat sama mas Abi" Ucap Fifin mengarahkan kamera pada suami nya yang baru selesai ganti baju


Tapi, begitu pak Yahya dan bu Risma melihat keadaan rambut mereka yang sama sama basah, pasangan suami istri yang sudah berumah tangga puluhan tahun itu seketika tersenyum penuh arti


"Bagaimana kabar nya pak? Buk?" Tanya Abi yang berdiri di samping istri nya


"Alhamdulillah.. bapak sama ibuk sehat kok nak Abi" Jawab pak Yahya pada menantu nya


"Nak... ibuk sama bapak tidak mengganggu kamu kan?" Ucap bu Risma tidak enak


"Ha? Menganggu apa buk?" Tanya Fifin bingung


"Ya mengganggu itu" Ucap pak Yahya memberi kode pada rambut mereka


"Aaa.. bapak sal-"


"Haha tidak kok pak buk, bapak sama ibuk tidak menganggu kita sama sekali" Sahut Abizar sebelum Fifin menyelesaikan kalimat nya


"Tapi kan-" Ucap Fifin kembali terhenti ketika tangan Abizar merangkul erat pinggang nya


"Yaudah, bapak sama ibuk do'a in supaya skripsi kamu di acc hari ini"


"Aamiin"


"Iya semangat ya nduk, kalau gitu ibuk sama bapak matikan dulu video call nya" Ucap bu Risma tidak ingin menganggu mereka lama lama


"Iya, assalamualaikumm"

__ADS_1


"Waalaikumsalam..."


Tit! Ketika panggilan video berakhir, Fifin langsung menatap suami nya dengan penuh tanda tanya


"Kan kita enggak ngapa ngapain, bapak sama ibuk salah paham" Ucap Fifin


"Dek, emang kamu mau bilang sama ibuk dan bapak kalau kita belum pernah berhubungan badan?" Tanya Abizar


Fifin terdiam dan berpikir sejenak "Ya, iya sih gak mungkin aku bilang begitu"


"Nah yaudah, kalau bapak sama ibuk salah paham juga tidak apa apa... toh jika kita beneran melakukan nya juga hal yang wajar, halal dan malah dapat pahala" Ucap Abi enteng sekali, berbeda dengan Fifin yang sudah seperti kepiting rebus


"Ah udahlah aku mau rebahan" Ucap Fifin beralih duduk selonjoran di ranjang dan membuka laptop nya


Abizar menggelengkan kepala, lalu ia juga memilih duduk di samping sang istri sambil menunggu jam bimbingan nanti


~


Setelah mengantar Fifin menuju ruang bimbingan, Abizar memilih untuk menunggu sembari melihat lihat saja kampus tempat ostri nya belajar ini seperti apa


Memang sih kampus swasta dengan biaya yang tidak terjangkau, gaji Fifin saja masih kurang jika untuk membayar biaya per semester, jadi kadang pak Yahya akan membantu biaya putri nya itu


Abi memilih duduk di kantin kampus dan membeli kopi, ia duduk dengan pandangan serius menatap ponsel nya yang mana ia mememriksa laporan dari pegawai butik


Satu jam kemudian mata Abi sudah lelah dan istri nya belum selesai juga, tapi lebih baik ia menunggu sambil memesan makan lagi daripada meninggalkan Fifin


Tiba tiba


"Assalamualaikumm.." Ucap seorang perempuan yang lebih muda dari Fifin dan duduk di hadapan nya dengan terhalang meja


"Waalaikumsalam, siapa ya?" Tanya Abi pada gadis yang kemungkinan baru lulus SMA itu


"Loh masa lupa? Saya Tiara, adiknya mas Bima" Ucap nya yang merupakan adik dari Bima, sahabat Abizar


"Oh iya ya.. saya baru ingat kalau kamu juga kuliah disini" Ucap Abi baru teringat soal adiknya Bima


"Iya, kesini mengantar istrinya ya?" Tanya Tiara


"Iya, kamu sudah semester berapa dan mengambil jurusan apa?" Tanya Abizar


"Saya baru semester satu, mengambil jurusan keperawatan" Jawab Tiara


"Ohh.. iya iya" Ucap Abizar mengangguk, dia bingung harus bertanya apalagi untuk basa basi?


"Oh iya terimakasih soal kamu yang mencari tahu perihal istri saya" Ucap Abizar kembali mengingat saat ia belum menikah dan Bima menyuruh adiknya untuk mencari tahu


"Tidak masalah, justru senang ketika saya bisa membantu" Ucap Tiara


Sedangkan Fifin yang baru selesai bimbingan dengan perasaan bahagia kini bengong kala melihat suami nya bersama perempuan lain, mana lebih muda lagi


"Hih.. awas aja kalau kamu ada affair di belakang aku" Batin Fifin kesal lalu berjalan cepat dan memeluk leher suami nya dari belakang


"Kamu sama siapa?" Tanya Fifin pada suami nya dengan nada penuh penekanan


"Eh sudah selesai dek?" Tanya Abizar terkejut saat lengan sang istri melingkar di leher nya


"Jawab dulu atau aku kencangkan nih" Ancam Fifin yang berbisik di telinga suami nya


"Ahaha.. iya dek kenalkan ini Tiara adiknya Bima, sahabat aku yang hadir waktu kita menikah itu" Jawab Abizar


"Ohh... bilang dari tadi dong" Ucap Fifin melepaskan pelukan itu


Abizar bernapas dengan lega, ia takut jika Fifin salah paham dan gradak! Langsung mencekik leher nya, beuh.. tidak bisa dibayangkan


"Perkenalkan ning, nama saya Tiara" Ucapnya sambil mengulurkan tangan


Fifin memyambut uluran itu dengan baik dan ramah "Iya, salam kenal ya adik manis"


Mereka kemudian mengobrol sebentar sebelum Tiara benar benar pergi karena masih ada kelas


"Oh...jadi dulu kamu cari informasi soal aku sebelum menikah ya?" Goda Fifin setelah mendengar cerita dari Tiara tadi


"Oh... ternyata tadi kamu cemburu ya?" Goda Abizar balik, ternyata istrinya ini juga bisa cemburu, mana seram pula wkwk

__ADS_1


__ADS_2