Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
76. Feeling umi


__ADS_3

“Abi… ambil yang banyak” Ucap umi saat putra nya sudah mau turun dari pohon mangga itu


“Ha? Buat apa umi? Memang ada yang mau makan?” Tanya Abi bingung. Kan tadi katanya belum matang, terus kenapa disuruh ambil yang banyak?


“Dimakan nak” Jawab umi


Abi seketika menutup mulut nya rapat rapat, aslinya dia sudah capek bergelantungan di atas pohon gini, tapi mau bagaimana lagi ya kan? Udah mending nurut aja sama umi tercinta


“Tapi Fifin cuman mau sedikit kok umi, memang yang lainnya mau juga?” Tanya Fifin pada perkumpulan kang kang yang sedari tadi menemani mereka


“Purun kok ning, cuaca nya panas gini jadi cocok makan yang segar segar” Jawab mas Wawan mewakili semuanya ( purun \= mau )


Fifin mengangguk angguk, memang benar kalau cuaca nya sangat terik hingga ia sendiri saja sudah mengeluarkan banyak keringat walau hanya berdiam diri saja di luar seperti sekarang ini


“Sampun umi?” Tanya Abizar saat ia sudah memetik mangga muda yang lumayan banyak ( sampun \= sudah )


“Pun, cukup kok nak” Jawab umi yang kemudian membagikan mangga muda itu pada kang kang tadi


“Masak di dapur pondok ya mas, sudah lengkap bahan bahan nya, kalau mau es langsung ambil es batu di kulkas tapi jangan pakai serbuk minuman” Ucap umi mewanti wanti para mas mas itu


“Njih umi… maturnuwun” Jawab mas Wawan


Umi mengangguk lalu menyuruh mas mas pengurus untuk segera berteduh saja, kasihan kalau lama lama terkena terik nya sinar matahari


“Yaudah, skarang nak Fifin mau bikin bumbu yang seperti apa? mau umi bantuin?” Tanya umi sambil menggandeng lengan menantu nya dan berjalan berdua untuk masuk ke dalam rumah


Abizar melongo dibuatnya, setelah diminta tolong untuk mengambil mangga tapi sekarang malah dia yang ditinggal? Vibes nya berasa dilupakan dah


“Ayo masuk bah” Ucap Abi menggandeng abah dengan tangan satu nya yang menenteng kantong plastik berisi mangga muda tadi


Sesampai nya di dalam rumah, Fifin langsung membuat bumbu kering seperti yang ia inginkan. Ada campuran garam dan gula, sedangkan satunya lagu campuran garam, gula, dan bubuk cabai


“Hemmm… pasti enak banget ini” Ucap Fifin membayangkan betapa enaknya mangga muda itu


Abizar juga langsung menghampiri sang istri, ia juga membantu mengupas mangga muda itu meskipun ia tidak suka dengan tekstur nya yang masih keras


Selagi Abi mengupas mangga, Fifin juga mengambil jeruk nipis dan memotong nya dengan sangat hati hati agar potongan itu bisa rapi dan tidak tebal


“Dek, jeruk nipis buat apa?” Tanya Abi


“Hem? Mau tau?” Tanya Fifin balik dan sang suami mengangguk sebagai jawaban nya, oke… Fifin kemudian mengambil potongan jeruk nipis tadi dan memberi bumbu tabur yang tadi sudah ia buat lalu memakan nya seperti itu



“Eh astaghfirullahaladzim…” Ucap Abi seketika menjadi panik, ia dengan segera meletakkan pisau dan memegang kedua pipi istrinya

__ADS_1


“Engghh, aaha?” Tanya Fifin bingung ( aaha \= apa )


“Muntahkan, keluarkan sayang” Ucap Abi kekeh agar istri nya memuntahkan potongan jeruk nipis itu


Fifin menggeleng keras, orang rasanya juga masam masam enak, kenapa harus dimuntahkan? nanti mubadzir


Abizar sudah kehabisan akal agar istri nya mau memuntahkan jeruk itu, ia kemudian mendekatkan wajah nya pada sang istri


Fifin menggeleng saat tahu sang suami akan mencium nya


“Ahhh, hakit” Ucap nya saat Abi mencium dan menggigit bibir itu agar mau membuka mulut nya ( hakit \= sakit )


Selagi mulut itu terbuka, Abi dengan cepat mengambil jeruk nipis itu dengan mulut nya juga dan langsung membuang nya ke dalam tong sampah


“Ih, mas Abi kenapa sih?” Tanya Fifin kesal dan melepaskan tangan sang suami yang memeluk pinggang nya dengan erat


Untung saja kejadian tadi tidak ada yang melihatnya


“Kamu punya riwayat sakit, jangan makan yang terlalu masam” Ucap Abi, kalau mangga muda sih ia bisa megizinkan, tapi jeruk nipis? Rasa asam itu sangat jauh dari mangga muda, jadilah ia tidak mau sang istri memakan makanan seperti itu


“Kan cuman satu biji” Ucap Fifin berusaha membela diri, orang dia makan juga karena pengen saja dan itupun sedikit


Abi tidak lagi mendengarkan istri nya, ia justru berkumur di wastafel untuk menghilangkan rasa pedas karena mengambil jeruk nipis berbumbu tadi


Abi itu tidak suka makanan pedas, baru kali ini ia kembali merasakan nya dan itupun demi mencegah istri nya makan makanan itu


Abi menggelengkan kepala dengan wajah nya yang basah dengan air, untung saja jeruk itu tidak sempat masuk ke dalam perut istri nya “Ya sudah, adek bawa ini kesana saja, jeruk nya biar mas simpan di kulkas” Ucap nya. Mungkin ia nanti akan meminta bulek agar memasak soto ayam karena jeruk nipis nya sudah terlanjur di kupas.


\~


Fifin membawa rujak kering itu di teras depan karena ruang keluarga masih penuh dengan souvenir untuk resepsi nanti


“Eh, sudah selesai?” Tanya umi, Fifin tadi meminta agar ia bisa membuat sendiri dan tidak merepotkan umi


“Sampun umi, umi kenapa diluar? Panas kan?” Tanya Fifin dengan meletakkan piring berisi rujak itu di meja teras


“Kadang umi merasa tidak enak saja, misal kita di dalam rumah pakai AC sedangkan mas mas dan santri lain nya hanya pakai kipas angin” Jawab umi


Fifin mengangguk dan memahami ucapan umi, tapi umi pun juga tidak langsung menikmati kehidupan yang sekarang kan? Tidak mungkin langsung bisa hidup dengan rumah yang nyaman seperti sekarang ini


“Ada proses nya umi, insya Allah semua anak santri umi nanti bisa merasakan kehidupan yang nyaman seperti umi” Ucap Fifin


“Bahkan harus lebih nyaman dari umi, aamiin” Ucap umi


Fifin tersenyum dan duduk di sebelah umi “Tadi Fifin juga bikin jeruk nipis pakai bumbu ini, tapi mboten angsal sama mas Abi” ( mboten angsal \= tidak boleh )

__ADS_1


“Kenapa kok tidak boleh?” Tanya umi


“Katanya Fifin punya penyakit lambung, jadi tidak boleh makan itu” Jawab nya


Umi tersenyum dan mengangguk, memang sudah benar Abizar bersikap seperti itu pada istri nya


“Sempat dimakan tadi umi” Suara Abi itu selalu saja tiba tiba muncul dari dalam


“Cuman satu juga, itupun mas ambil trus dibuang” Ucap Fifin


“Untuk sekarang adek hindari saja dulu” Ucap Abizar duduk lesehan yang mana Fifin juga langsung ikut lesehan


“Abah ten pundi umi?” Tanya Abi ( ten pundi \= dimana )


“Sedang mengobrol lewat telfon sama orang tuanya mas Wawan, katanya membahas lebih jauh soal yang tadi” Jawab umi


“Oh…” Ucap Abi seketika teringat bahwa ia juga ingin bertanya pada mas Wawan karena sang istri yang menyuruh nya


“Dek, mas ke kang kang dulu ya… adek disini saja” Ucap Abi mulai berdiri dan langsung menghampiri dimana mas Wawan berada


“Lah siapa juga yang mau ikut?” Ucap Fifin menaikkan sebelah alis nya


Umi tersenyum saat melihat pasangan suami istri di hadapan nya itu, masih ada malu dan jahil jahil manja juga di antara keduanya


“Fin”


“Dalem umi?”


“Kenapa kok hari ini ingin makan yang asam asam?” Tanya umi, ia juga ikut makan lantaran Abi memotong mangga muda itu dengan tipis jadi mudah di makan dengan gigi palsu nya



“Karena sedang ingin saja umi, dulu Fifin juga makan seperti ini” Jawab Fifin, tidak ada momen atau alasan tertentu untuk rujak kering kali ini


“Bukan karena hamil?”


Fifin seketika tersedak, untung saja yang ia makan masih mangga muda dengan campuran garam dan gula, jadi tidak sampai membakar tenggorokan nya


Umi pun juga dengan cepat menyodorkan minum “Maaf maaf nak… umi terlalu mengejutkan kamu”


“Hehe… tidak apa apa kok umi” Jawab Fifin setelah batuk nya berhenti dan ia merasa baik baik saja


“Tapi apa benar anak umi sudah hamil?” Tanya umi lagi, entah kenapa ia memiliki firasat bahwa akan ada anggota baru di keluarga mereka atau cucu kedua


Fifin menggeleng “Kelihatan nya belum umi” Lantaran ia tidak pernah merasakan gejala kehamilan seperti orang orang, waktu haid nya pun belum terlewat kok

__ADS_1


“Tidak merasakan gejala nya? Kalau belum juga tidak apa apa, umi sama abah akan terus berdo’a untuk kalian” Ucap umi


“Hehe… njih umi, aamiin” Ucap Fifin tersenyum, memang benar loh ia tidak merasakan gejala kehamilan sama sekali, tapi mungkin nanti ia bisa membeli tespeck untuk memastikan rasa penasaran dari umi.


__ADS_2