
Setelah membalas dengan singkat, Fifin langsung memblokir akun Nisa tadi agar tidak makin menjadi jadi padanya
"Umi... ini di pindahkanke pot plastik atau pot keramik?" Tanya Fifin yang memang sedang membantu umi untuk mengurus tanaman di teras depan rumah
"Di pot plastik aja nak" Jawab umi yang juga sibuk memberi pupuk pada tanaman tanaman nya
"Oh.. njih umi" Ucap Fifin menjalankan apa yang umi bilang, memindahkan tanaman dan memberi sedikit pupuk lalu menyiram nya dengan air
"Ning..." Panggil Silvi yang datang membawa ember berisi bersama mbak Ila, selaku pengurus pondok putri juga
"Iya? kenapa?" Tanya Fifin
"Ini... air untuk cuci tangan, katanya umi minta tolong dibawakan tadi" Jawab Silvi
"Oh.. iya, terimakasih banyak ya" Ucap Fifin melepas sarung tangan dan duduk di lantai teras rumah bersama Silvi dan Ila, lalu umi juga ikut bergabung
"Pantas saja umi sehat ya... rajin olahraga dan bertanam soalnya" Ucap Fifin melihat banyak nya tanaman indah milik umi
"Ya Alhamdulillah... umi di beri nikmat kesehatan sama Allah" Ucap umi tersenyum
Fifin dan umi Rida langsung membersihkan tangan mereka di dalam ember yang sudah pengurus bawakan tadi, tapi...
"Kenapa mbak Ila?" Tanya Fifin saat melihat Ila yang celingukan
"Eh, tidak ada apa apa ning" Jawab Ila sambil menunduk
"Ah paling juga mbak Ila lagi nyariin mas Wawan" Ucap Silvi tergelak dan langsung mendapat senggolan dari Ila
"Mulutmu tuh ya..."
"Ila suka toh sama mas Wawan?" Tanya umi
"Eh... mboten umi mboten, niki Silvi bercanda aja kerjaan nya" Ucap Ila menyangkal
"Kalau belum siap menikah, usahakan jangan lirik laki laki yang bukan mahrom kamu ya... nanti terhitung dosa juga nak" Ucap umi memberi nasihat dengan lemah lembut
"Njih umi... maaf"
Sedangkan Fifin mengerutkan alisnya, ini maksudnya Ila suka sama kang Wawan gitu? Memandang mas Wawan bukan sebagai pengurus tapi juga sebagai laki laki?
"Kenapa ning?" Tanya Silvi
__ADS_1
"Tidak ada apa apa" Jawab Fifin namun mata nya sengaja mengarah ke Ila, maksudnya adalah untuk mengode Silvi dan bertanya, apa benar kalau Ila tadi suka dengan kang Wawan?
Silvi paham dan menganggukkan kelapa nya sebagai jawaban, memang Ila itu menyukai mas Wawan.. hanya saja masih belum berani mengungkapkan dan belum siap menuju pernikahan
Fifin kaget melihat jawaban Silvi tadi, ini berarti sahabat nya alias Lia itu bakal punya saingan? Mana saingan nya mbak mbak cantik pengurus pondok lagi, duh... kasihan
"Nduk... di depan kayaknya ada penjual rujak buah, kamu beli ya" Ucap umi memberikan uang pada Silvi karena ada kang rujak buah berhenti di halaman gazebo depan
"Njih umi..." Ucap Silvi menurut dan mengajak Ila untuk membeli rujak buah
"Umi, Fifin perhatikan memang sering bahkan banyak penjual yang berhenti di halaman gazebo depan.. walau di dalam sudah ada kantin pondok, tapi umi dan abah tidak melarang mereka jualan disini ya?" Tanya Fifin
"Karena mereka juga berhak mendapat rezeki nak, maka dari itu umi sama abah tidak melarang.. kan ada masa nya juga anak anak bosan dengan jajan di kantin dan ingin jajan di depan" Jawab umi menjelaskan
"Umi juga tidak mau memutus rezeki orang lain"
Fifin mengangguk dan tersenyum, ia akui memang kalau umi Rida ini berhati baik... bahkan sifat nya sangat mirip dengan ibu kandung nya sendiri
"Umi... sebenarnya sahabat Fifin itu ada yang sedang menyukai kang Wawan" Ucap Fifin
"Iya, umi tahu kok.. kalau tidak salah kemarin nak Abi sudah bilang ke abah" Ucap umi
"Oh... lalu respon umi bagaimana? Selaku orang tua kang Wawan disini" Tanya Fifin
"Ya... tidak gimana gimana nak, umi itu nurut dan terserah anak.. kalau anak umi suka sama dia dan dia juga baik, maka umi akan merestui nya" Jawab umi
Ya... agak sedikit berbeda dengan kasus Abizar yang harus diyakinkan berkali kali dulu sebelum menikah dengan Fifin, itu karena sifat Abi yang keras kepala dan berbeda dengan Wawan
"Oh... njih umi" Ucap Fifin
"Abah belum memutuskan sih, tapi apapun yang terjadi nanti Insya Allah yang terbaik" Ucap umi yang disetujui juga oleh Fifin
~
Setelah makan rujak buah tadi, Fifin kembali ke kamar karena gerah dan ingin mandi selepas berkebun kecil dengan umi
"Eh.. tumben handuk ada disini?" Tanya Fifin saat melihat handuk sudah tersampir rapi di gagang pintu kamar mandi
Siapa yang meletakkan nya? Jelas Abi, karena ia hafal dengan kebiasaan Fifin yang suka lupa membawa handuk ketika ingin mandi, jadilah sebelum berangkat mengajar tadi ia meletakkan handuk Fifin di gagang pintu agar tidak lupa lagi
"Uh... so sweet nya suami aku" Batin Fifin sambil senyum senyum sendiri dan langsung bergegas mandi
__ADS_1
Disisi lain, Abi sedang duduk sendiri di ruang kantor guru karena menunggu pergantian jam pelajaran, ia sempat membaca balasan pesan dari Nisa sebelum memblokir instagram nya
@nisa.naina
✉️ : Iya saya minta maaf karena saya salah meninggalkan kamu duluan dan menolak ketika kamu meminta izin untuk membawa keluarga mu, tapi sekarang saya sadar... bahwa saya juga menyukai mu
Abizar mengerutkan alisnya, membaca pesan seperti itu dari perempuan lain pun membuat perut nya bergejolak seperti ingin muntah
@abizar_alhafidz
✉️ : Tidak perlu minta maaf, saya justru berterimakasih ketika kamu meninggalkan saya dan saya di takdirkan untuk mendapat wanita yang lebih baik... yang lalu biarkan berlalu, saya sudah tidak seperti yang kamu pikirkan, saya akan fokus dengan keluarga kecil saya.. dan saya juga berdo'a semoga kamu bertemu dengan laki laki baik disana, Wassalamualaikum"
Abi langsung memblokir instagram Nisa agar wanita itu tidak bisa menghubungi nya lagi, seperti ini gambaran istiqomah.. ketika kamu sedang ingin fokus dengan kebaikan, namun ada saja setan yang datang dan mengganggu proses istiqomah tersebut
Setan nya pun bukan hanya berasal dari diri sendiri saja, tapi dari orang lain seperti tadi pun bisa ya..
Readers : maksudnya ini si Nisa yang setan?
Othor : yaa seperti yang kalian baca haha
Zaujati♥️
📩 : Cie... mantan nya marah itu sama aku wkwk
Abi terkekeh membaca pesan istri nya yang jelas jelas masih cemburu itu
📩 : "Cie... istri mas cemburu ya ceritanya haha"
📩 : Cie... yang di gamon in sama mantan
📩 : "Bukan mantan dek, mas tidak pernah ada hubungan spesial sama siapapun sebelum mas menikah sama kamu, percaya ya... mas juga ingin fokus dengan rumah tangga kita"
Sudah centang biru, semenit.. dua menit.. tiga menit... bahkan lima menit kemudian baru ada balasan dari Fifin walau ia sudah membaca pesan nya dari tadi
📩 : Ya sudah...buktiin dong kalau mas memang setia, ayo fokus sama rumah tangga kita.. adek sudah lama menjauh dan tidak komunikasi lagi sama orang yang pernah adek suka, mas juga harus seperti itu.. tidak boleh curang loh
📩 : "Enggeh sayang, ini juga mas sudah menutup akses komunikasi sama dia.. adek tenang saja, sedikit demi sedikit juga pasti adek akan menyadari betapa serius nya mas sama kamu"
Abi lalu menyimpan kembali handphone nya di dalam saku karena bel pergantian pelajaran sudah berbunyi
"Apa aku terlalu menyukai mu? Hingga sekedar membaca chat dari wanita lain saja aku tidak mampu" Batin Abi sambil berjalan dengan senyum senyum sendiri.
__ADS_1