
Saat adzan ashar Abi juga kembali membantu istrinya untuk berwudhu seperti tadi, cuman... Alhamdulillah nya panas Fifin sudah turun satu derajat dari yang tadi
"Alhamdulillah agak turun" Ucap Abi saat membaca hasil thermometer yang menunjukkan 38° celcius
Fifin tersenyum tipis, ia tidak ingin sakit lama lama karena hal itu akan membuat suami nya panik dan kerepotan membantu dirinya
"Adek mau makan?" Tanya Abi
Fifin menggeleng, rasanya ia tidak kenyang dan tidak lapar tapi agak perih di bagian perut, ah.. mungkin asam lambung nya sedang naik jadi seperti tidak butuh makan
"Jangan gitu, perut adek juga harus ada isinya" Ucap Abi mendekat dan duduk di sebelah istri nya
"Kalau gitu tolong belikan adek antasida doen di apotek ya" Ucap Fifin karena di kotak P3K tadi tidak ada
"Iya, sama mas belikan makan ya?" Ucap Abi menawarkan
Fifin menggeleng "Umi sama bulek pasti sudah masak untuk makan nanti, biar adek makan masakan umi saja" Ucapnya
Antasida doen \= obat untuk meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti nyeri ulu hati, kembung, mual, atau rasa panas di dada.
"Ya sudah.. mas keluar dulu" Ucap Abi mengecup dahi istri nya sebentar lalu mengambil jaket dan keluar dengan moge milik nya, lebih cepat pakai motor daripada menggunakan mobil
Saat Abi keluar, Fifin membuka ponsel nya yang ternyata ada pesan dari Lia disana
Lia
📩 : Ehh aku dengar dari dokter Wina katanya kamu sakit, sakit apa? Aku bawain sesuatu ke rumah ya?
📩 : "Demam, nggak perlu repot repot Li"
Kemudian muncullah balasan dari Lia
📩 : Ah enggak repot, orang aku mau sekalian nanyain ke kamu soal itu
Fifin tepok jidat🤦♀️ia pikir Lia hanya bercanda soal menanyakan mas Wawan pada suaminya, ternyata gadis itu beneran tertarik sama Wawan
📩 : "Kesini jam berapa memangnya?"
📩 : Nanti habis isya' , aku shift pagi tadi jadi sore udah di rumah
📩 : "Ooh.. oke"
Selesai berbalas pesan, Fifin mendengar bunyi ketukan dari pintu kamar
"Fifin.. ini umi nak"
"Masuk saja umi" Ucap Fifin yang berusaha bangkit tapi di cegah duluan oleh umi
__ADS_1
"Sudah... Fifin istirahat saja" Ucap umi masuk kamar dengan membawakan makanan yang khusus ia masak untuk menantu nya
Fifin menurut, ia melihat ada nampan yang berisi sup ayam juga teh panas yang umi bawakan untuk nya
"Kenapa repot repot umi?"
"Tidak repot, katanya sup ayam sama teh panas di rekomendasikan buat yang lagi demam ya? biasanya anak santri kalau lagi sakit juga minum teh hangat, Jadi umi bawakan ini saja" Ucap umi
"Terimakasih umi... ini masih panas jadi setelah sholat maghrib nanti Fifin makan" Ucap Fifin melihat jam yang sudah hampir waktu maghrib
"Iya, tapi nak Abi tadi kemana kok buru buru?" Tanya umi
"Mau beliin obat buat Fifin umi"
"Oh... pantesan, tapi nak Fifin vaksin apa? Khusus wanita itu ya?" Tanya umi tahu soal berita jika perempuan yang akan atau sesudah menikah harus vaksin tetanus
"Iya umi, untuk mewanti wanti saja" Jawab Fifin membenarkan
"Ya sudah... umi do'a kan yang terbaik buat kamu" Ucap umi tersenyum karena jika Fifin suntik T1, berarti menantu nya itu sudah memikirkan soal kehidupan rumah tangga yang sebenarnya, termasuk perihal memiliki keturunan
"Njih umi... terimakasih banyak" Ucap Fifin
Cekelk!
"Umi turun dulu ya... sudah ada nak Abi" Ucap umi melangkah untuk turun ke bawah dan meninggalkan mereka berdua
"Ini sudah mas belikan obatnya" Ucap Abi mengambil gelas berisi air putih di nakas dan memberikan nya pada sang istri
Fifin menerima gelas itu karena antasida doen memang seharusnya diminum sebelum makan
"Sholat maghrib dulu ya" Ajak Abi
Fifin mengangguk dan mereka kembali sholat jamaah berdua seperti tadi karena Abi tidak mau meninggalkan Fifin ke bawah
Sekilas Fifin tersenyum saat mendengar do'a yang sempat Abi sebutkan untuk nya setelah sholat "Ya Allah... sembuhkan istri yang hamba sayangi, hamba tidak tega jika melihatnya sakit" Walau Abi mengucap sangat lirih tapi Fifin masih bisa mendengar itu
Ya... sayangnya Abi tidak bisa melihat senyum istrinya yang sangat manis karena Fifin yang berada di belakang nya
"Mas tidak mengajar anak anak ngaji?" Tanya Fifin selepas mereka berdzikir
"Tidak, nanti saja.. untuk sekarang biar mas Wawan sama yang lain yang mengajar" Ucap Abi sembari membantu Fifin untuk duduk di kasur lagi
"Adek bisa sendiri kok" Ucap Fifin tidak enak hati rasanya
"Kalau mas yang mau merawat adek memangnya kenapa? Tidak mau?" Tanya Abi
__ADS_1
"Bukan nya enggak mau" Jawab Fifin cepat sebelum suami nya salah paham
"Udah.. sekarang adek makan aja biar mas suapin" Ucap Abi mulai menyendok sup ayam yang dibawakan umi tadi
Fifin menggeleng "Mas.. sup ini di kuah nya ada perasan air lemon, adek enggak boleh makan lemon selama asam lambung nya masih naik"
"Oh... gitu, kenapa tidak bilang ke umi tadi?" Tanya Abi
"Ya adek sudah di masakin khusus, enggak enak hati rasanya kalau mau bilang sama umi.. sekarang cukup mas pisahkan biar adek makan ayam sama sayurnya aja"
"Ya sudah..." Ucap Abi tersenyum, tidak salah Abah menjodohkan nya dengan Fifin yang berhati baik, padahal hanya bilang soal lemon saja ia tidak berani dan takut menyakiti hati umi
Abi juga dengan telaten memisahkan antara ayam dan sayur dengan kuah krim lemon itu agar lebih mudah untuk menyuapi istri nya
"Oh iya mas adek mau nanya, memang nya kang Wawan itu jomblo ya?" Tanya Fifin
Abi yang mendengar pertanyaan istri nya langsung mengerutkan alis dan menatap tidak suka, bukan tidak suka dengan Fifin.. tapi tidak suka jika Fifin menanyakan soal Wawan
"Kok adek nanya itu? Suka sama mas Wawan?" Tanya Abi
"Hah?" Ucap Fifin kaget, rupa rupanya Abizar... seorang yang mumpuni dalam bidang agama dan sabar nya unlimited ini bisa cemburu juga? Wah... ajaib
"Adek suka sama dia?" Tanya Abi lagi
"Ih.. enggak astaghfirullahaladzim, orang adek nanya karena temen adek naksir sama dia" Jawab Fifin, ia baru sekarang bilang ke Abi karena mengira dulu Lia hanya bercanda saja
"Kirain adek suka sama dia" Ucap Abi seketika kembali tersenyum dan lanjut menyuapi Fifin
"Enggak lah mas, itu loh Lia... teman adek katanya naksir sama kang Wawan, boleh lah di dekatkan lewat perantara.. katanya gitu"
"Oh... ya mas tidak tahu sih mas Wawan ini beneran jomblo atau tidak, misal jomblo beneran juga dia ini sedang suka sama orang lain atau tidak, mas juga tidak tahu sih dek" Ucap Abi mengedikkan bahu nya
Fifin mengangguk angguk dengan mulut yang meneruskan kunyahan nya, memang benar sih... soal kang Wawan kan ya hanya Wawan sendiri yang tahu
"Tapi kalau teman adek itu memang siap ke jenjang yang serius, nanti mas bilang sama abah... biar abah yang memutuskan nanti enaknya bagaimana dan bicara sama mas Wawan" Ucap Abizar
Fifin tersenyum, memang sih hal apapun yang ia ucapkan pasti Abi juga berusaha untuk mewujudkan nya
"Iya.. makasih" Ucap Fifin
"Mas tidak tahu mereka ini berjodoh atau tidak, tapi setidaknya kita sudah jadi perantara niat baik.. untuk hasil istikharah nya bagaimana ya biar mereka yang minta penunjuk sama Allah"
"Oke" Ucap Fifin memberikan jempol nya dan terus menerima suapan dari sang suami.
°
Maaf ya kemarin tidak bisa update karena ada acara keluarga jadi sibuk bgt🙏
__ADS_1