Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
41. Vaksin tetanus


__ADS_3

"Ada apa ini? kok nampak nya seru sekali" Tanya Abah yang baru saja kembali setelah mengecek anak anak di samping


"Ini bah, Abi gangguin putri umi terus" Jawab umi sambil terkekeh


Abi nyengir sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal "Ya mau bagaimana lagi bah, Fifin gemesin soalnya jadi Abi tidak bisa menahan"


Abah Anwar menggelengkan kepala seraya tersenyum pada anak dan menantu nya dengan batin yang terus mengucap syukur alhamdulillah kala melihat keadaan mereka yang harmonis


"Biar Fifin aja umi" Ucap Fifin berusaha mengambil spatula dari umi Rida karena biasanya umi akan selalu melarang nya


"Fifin tidak kerja hari ini?" Tanya umi yang tidak mau kalau menantu nya kerja dengan bau keringat karena memasak


"Sore nanti umi, jadi biar Fifin saja ya..."  Jawab Fifin tersenyum


Umi juga membalas senyuman itu, lalu bergabung dengan anak dan suami nya yang sudah duduk sambil mengobrol di ruang makan


"Fahri katanya tidak bisa ikut liburan minggu depan, jadi selama disana nanti Aina sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita" Ucap abah setelah mendapat kabar dari gus Fahri, suami Aina


"Kok tumben tidak ikut bah? Bukan nya Abi keberatan, tapi rasanya tidak biasa saja kalau bang Fahri tidak ikut" Ucap Abi


"Ya mungkin nak Fahri sedang ada urusan pekerjaan yang tidak bisa di tunda, tidak apa apa... kita maklumi saja" Ucap umi menanggapi


Fifin yang bisa mendengar obrolan mereka pun menautkan alis nya, memang urusan pekerjaan sepenting apa sih? Sampai gus Fahri tidak bisa ikut liburan?


Sebenarnya juga tidak masalah, tapi kali ini ada Aina yang sudah mengandung besar, harusnya gus Fahri akan berusaha menemani kemanapun istrinya berada kan?


Ia jadi teringat soal dahi Aina yang memar kemarin, memang sih Fifin sudah melupakan hal itu... tapi jadi muncul kembali di pikirannya gara gara pembicaraan abah tadi


"Ning, bulek matikan ya kompor nya" Ucap bulek karena melihat Fifin yang melamun sedangkan masakan nya sudah matang


"Eh astaghfirullahaladzim... terimakasih bulek, maaf juga karena Fifin melamun tadi" Ucap Fifin menggelengkan kepala karena heran dengan dirinya sendiri


"Iya ning, tidak apa apa"


Selepas sarapan pagi, umi pergi dengan abah karena ingin membeli sesuatu diluar, sedangkan Abi juga akan berangkat mengajar, jadi Fifin akan ke dokter sendirian hari ini


"Kamu tidak apa apa kan berangkat ke dokter  sendiri? Mas harus ngajar pagi soalnya" Ucap Abi pada Fifin yang sedang membantu bulek mencuci piring


"Iya, tidak apa apa kok mas... adek bisa sendiri" Jawab Fifin sambil mengeringkan tangan nya dengan lap bersih, lalu mencium punggung tangan suami nya


Bulek yang mendengar kata dokter itu seketika kaget dan ikut tersenyum, ia mengira bahwa ning Fifin mengalami gejala kehamilan sehingga ia akan memeriksakan diri ke dokter


"Nanti pulang dari dokter jam berapa dek?" Tanya Abi


"Adek cuman sebentar kok mas, karena hanya ke dokter sama mengubah status ktp adek di kecamatan" Jawab Fifin memang benar adanya


"Ohh... soalnya nanti ada orang butik kesini, mau mengukur baju kamu dan keluarga untuk acara bulan depan"


"Iya, adek usahakan sudah pulang" Ucap Fifin


Abi mengangguk dan mencium dahi Fifin sekilas lalu segera berangkat menuju madrasah tempat ia mengajar

__ADS_1


"Assalamualaikum... ning Fifin" Ucap Silvi yang tiba tiba muncul dari pintu samping


"Waalaikumsalam, iya Silvi kenapa?" Tanya Fifin


"Silvi mau keluar sebentar boleh? Ke tempat ngopi di jalan depan karena ada tugas sama teman" Ucap Silvi meminta izin


"Wah... saya tidak bisa memberikan izin karena belum bilang sama mas Abi, gimana kalau ngerjain tugas nya di gazebo depan gerbang saja Sil?" Ucap Fifin memberi saran karena di depan gerbang utama maupun gerbang pondok putri sama sama terdapat gazebo, taman kecil dan beberapa tempat duduk untuk wali santri yang menunggu putra putri nya atau tempat sambang istilah nya


"Ohh.. iya deh ning tidak apa apa, karena Silvi juga takut kalau mau minta izin sama gus Abi"


"Iya.."


Selepas memberi jawaban untuk Silvi, Fifin keatas dan berganti baju karena siap siap untuk ke dokter kandungan yang tidak ia kenal dengan dekat


"Mau ke dokter ning?" Tanya bulek saat bersih bersih dan melihat Fifin turun


"Iya bulek, Fifin pamit dulu ya..."


Ya, Seperti biasa bahwa Fifin akan menggunakan mobil nya sendiri setiap keluar sendiri atau tanpa di temani, mobil disini ada 4.. satu punya Abi, satu untuk abah dan umi, satu mobil yang agak besar untuk mengantar anak anak ketika keperluan lomba dan lain lain, juga satu lagi mobil milik Fifin sendiri yang ia punya sedari lama


30 menit perjalanan, Fifin sampai di klinik praktek dokter kandungan yang disarankan oleh teman nya, kenapa tidak ke dokter kandungan di rumah sakit tempatnya bekerja saja? Karena Fifin tidak bisa jujur jika ia belum pernah berhubungan badan, jadi lebih baik cari dokter yang tidak ia kenal saja


Setelah melakukan pendaftaran dan pembayaran, Fifin antri untuk beberapa menit dan langsung dipanggil ke ruangan dokter tersebut


"Keluhannya apa ya bu?"


"Eh... tidak dok, saya tadi sudah menulis kalau mau suntik T1 saja"


"Ohhh iya, mau menikah ya?" Tanya dokter sambil menunggu asisten nya yang menyiapkan jarum suntik juga cairan nya


"Wah... saya do'a kan lancar ya" Ucap dokter tersebut sambil membuka pelan lengan baju Fifin


"Aamiin, terimakasih" Jawab Fifin tersenyum juga dan menutup kembali lengan baju nya, kalau menjawab sudah menikah ya bakal aneh... kenapa baru sekarang suntik T1? Pasti dokter akan berkata demikian


Just info \= Vaksin Tetanus Toxoid (**) merupakan salah vaksin yang diproduksi oleh Bio Farma. Vaksin Tetanus Toxoid tersedia dalam bentuk suspensi berwarna putih, mengandung toksoid tetanus murni, teradsorbsi kedalam aluminium fosfat


Selesai dengan pervaksinan, Fifin juga langsung ke kecamatan setempat untuk mengubah status perkawinan di ktp nya yang baru sekarang sempat mengurus


"Lusa bisa di ambil ya mbak" Ucap petugas setempat setelah Fifin menyerahkan surat pengantar desa, surat nikah dan surat keputusan dari pengadilan untuk mengganti status perkawinan


"Iya, terimakasih" Ucap Fifin yang langsung mau kembali ke rumah


Tapi... dalam perjalanan, ia tidak sengaja melihat Aina yang duduk melamun di cafe sebrang jalan, Fifin pun memutuskan untuk berhenti di cafe itu juga meski Aina sudah ditemani mbok disana


"Assalamualaikum.. mbak" Ucap Fifin menepuk pelan bahu Aina


"Eh.. iya waalaikumsalam Fin" Ucap Aina tersenyum tipis sambil memeluk Fifin, namun pelukan kali ini berbeda... terasa lebih lama dan perlahan Fifin merasakan jika pundak nya basah karena Aina yang sudah menangis


Fifin sangat kaget, tapi ia membiarkan saja sambil mengelus punggung Aina sampai tangisan nya mereda... barulah nanti menanyakan soal hal apa yang membuatnya nangis sesegukan seperti ini


"Ah... maaf ya Fin" Ucap Aina mengusap wajah nya sendiri yang nampak sembab

__ADS_1


"Tidak masalah, tapi mbak Aina kenapa? Kok disini juga?" Tanya Fifin perlahan, untung nya cafe dalam keadaan sepi sehingga tidak ada yang memperhatikan mereka


"Anu... nggak tau kenapa tapi mbak sering banget nangis cuman gara gara gak mau anak mbak ileran, bawaan bayi ya Fin" Jawab Aina


Memang alasan itu masih masuk akal sih bagi Fifin, tapi... masa iya hanya karena itu Aina sampai jauh jauh dari rumah ke cafe? Hanya karena galau?


"Oh iya? Insya Allah gak akan ileran kok mbak.. calon umi nya saja cantik" Ucap Fifin berusaha menghibur Aina


"Iya ya... ahh, aku aja yang terlalu baper" Ucap Aina terkekeh dan senyum yang nampak dipaksakan


"Oh iya kamu darimana Fin?"


"Dari dokter mbak, sama mengurus perubahan ktp di kecamatan" Jawab Fifin seadanya


"Loh... alhamdulillah, sudah isi toh?" Tanya Aina berbinar dengan mata nya yang melirik ke arah perut Fifin


"Eh... belum mbak, ini ke dokter karena vaksin **" Ucap Fifin menjelaskan sebelum ada berita tidak benar yang menyebar


"Oalah... mbak kira sudah ada isi nya, tapi mbak do'a in semoga kamu juga cepat nyusul ya" Ucap Aina setulus hati nya


"Aamiin, kalau memang sudah rezeki nya" Jawab Fifin tersenyum saja


~


Sedangkan Abi saat ini sedang mengajar di kelas, ia memberikan tugas untuk para siswa siswi dan selagi menunggu, ia juga menyempatkan untuk bertanya pada gus Fahri


"Pak.. izin bertanya, ini di terjemahkan semua?" Tanya salah seorang murid


"Iya, bisa cari di kamus" Jawab Abi yang juga mengajar mapel bahasa arab disini


Gus Fahri


📩 "Assalamualaikum... bang maaf mau nanya, kenapa tidak ikut saja minggu depan? Karena kasihan kalau kak Aina tidak ditemani suami nya"


Tak lama muncul jawaban dari Fahri


📩 : Waalaikumsalam.. iya, maaf ya tidak bisa ikut karena ada pekerjaan yang memang penting sekali, maaf yang sebanyak banyak nya... titip Aina juga selama liburan minggu depan


Abi yang membaca pesan itu hanya mengerutkan alis nya, sudah? itu saja jawaban dari Fahri? Padahal ia ingin penjelasan soal pekerjaan apa, sampai sampai ia tidak bisa menemani Aina


Tapi... begitu mendapati pesan masuk dari Fifin, seketika senyum langsung mengembang di wajah nya yang memang sudah ganteng dari orok itu


Zaujati♥️


📩 : Assalamualaikum.. mas, tadi Silvi izin mau mengerjakan tugas tapi adek suruh mengerjakan di gazebo saja supaya tidak keluar, ini adek juga sudah di rumah dan sudah ada orang butik, terimakasih ya karena mas juga mengirim orang butik ke rumah bapak sama ibuk


📩 : "Waalaikumsalam.. iya dek, sama sama.. nanti mas pulang agak siang" Balasan Abi walau Fifin tidak menanyakan perihal kapan ia pulang dari madrasah


Ya... Abi juga mengirim orang butik ke rumah mertuanya untuk mengukur baju yang dipakai di acara bulan depan, alias acara resepsi pernikahan mereka, juga mendesain baju untuk Fifin wisuda


Para murid murid yang berada di kelas pun sudah hafal kenapa Abi senyum senyum sendiri, pastilah karena gurunya yang ganteng itu sedang bertukar pesan dengan istri tercinta

__ADS_1


"Pak Abi bucin" Ucap siswi sambil terkekeh


Abi melirik sekilas "Boleh ditiru tapi hanya untuk yang sudah menikah, yang masih pacaran semoga cepat putus.. kasihan tuh yang di lauhul mahfudz sedang cempuru" Ucap nya tergelak sedangkan sebagian anak anak merasa kikuk karena masih ada dari mereka yang berpacaran


__ADS_2