Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
122. Kejutan kecil


__ADS_3

Tentu sudah lumayan banyak waktu yang mereka lalui dengan kejadian tak terduga sehari hari, tapi… hal itu justru terasa cepat seiring dengan perkembangan Abbad sehari hari


Contoh nya sekarang, besok adalah hari ulang tahun Abizar, jadi Fifin ingin memberikan sedikit kejutan dengan mengajak suami nya jalan jalan di pusat perbelanjaan terdekat


Usia Abbad sendiri juga sudah mendekati satu tahun, jadi mungkin sudah bisa untuk di ajak main dan lain lain dengan pengawasan orang tua


“Aduh nak… diam dulu sebentar ya” Ucap Fifin sudah kewalahan dengan putra nya yang tidak bisa diam


Abizar geleng geleng kepala, sejak Abbad sudah mengerti dan bisa banyak gerak, anak itu tidak mau lagi duduk di car seat dan ingin berdiri atau berada di pangkuan ibu nya, jadi lah kalau pergi hanya bertiga seperti ini ia akan menyetir dan istri serta anak nya di belakang, mirip banget sama sopir


“Nak… Abbad, coba duduk diam sebentar sampai di tempat main boleh?” Ucap Abizar dengan nada kalem seperti bapak bapak pada umum nya


Hebat nya adalah sekali kecap maka Abbad refleks memandangi abahnya sambil terdiam lalu duduk tenang di pangkuan sang ibu, sudah kelihatan kalau bibit bibit lebih nurut sama ayah nya



“Yang melahirkan adek tapi dia lebih nurut sama abah nya” Ucap Fifin sambil mengelus dada


Abizar hanya tersenyum sambil mengangkat alis nya seolah menunjukkan bahwa ia lebih pintar dalam merayu anak nya sendiri


“Una…” Panggil Abbad kepada ibu nya


“Kenapa sayang?” Tanya Fifin


“Obil…” Ucap Abbad sambil menunjuk mobil mobil di sebelah mereka


“Masya Allah… iya itu mobil nak, sudah tahu ya mobil itu yang mana?” Ucap Fifin sambil mengelus kepala putra dan dan dibalas anggukan serta senyum menawan nya Abbad


“Eh mas, nanti mampir ke rumah sakit sebentar” Ucap Fifin di sela sela perjalanan


“Jenguk siapa sayang?” Tanya Abi


“Lia, kan baru melahirkan tadi pagi dan kebetulan nya adek libur kerja” Jawab Fifin


“Alhamdulillah… mas belum dapat kabar dari mas Wawan, tapi ya sudah nanti sekalian beli kado nya” Ucap Abizar, mungkin Wawan sibuk kesana kemari mengurus keperluan sang anak


Sesampainya di pusat perbelanjaan, Abbad kembali mereog karena baru masuk sudah di suguhkan dengan berbagai permainan


“Eits… no no no, Abbad kalau mau main harus sama buna atau abah ya?” Ucap Fifin mencoba memberi pengertian


Sedangkan Abizar sendiri juga langsung sat set mengisi kartu permainan dan memilih yang aman untuk anak se usia putra nya dan pilihan itu jatuh pada kereta mainan


“Mas… mas” Ucap Abbad dengan bibir nya yang maju 5 centi dan baru bisa mengeluarkan beberapa kata, maksudnya adalah thomas, kereta mainan itu mirip seperti yang biasanya dia lihat, Fifin dan Abizar tersenyum lalu mengajak putra mereka untuk naik permainan itu


Dan kebiasaan Abi kalau sedang bersama putra nya adalah baterai handphone harus full, karena apapun itu ia selalu mengabadikan momen putra nya


“Waaaa… Abbad suka?” Tanya Fifin melihat mata putra nya berbinar binar


Abbad mengangguk serta tertawa sambil tepuk tangan, walau belum satu tahun tapi ia sudah mengerti dan merespon saat di ajak berbicara orang orang tua nya


“Mas kenapa suka mengabadikan momen tapi tidak pernah di share?” Tanya Fifin pada sang suami yang berada di samping nya


“Emm apa ya? mas sih suka saja buat lihat perkembangan Abbad, bisa disimpan buat kenang kenangan untuk dia ketika sudah dewasa nanti” Jawab Abizar sambil terus merekam reaksi putra nya




__ADS_1


Fifin mengangguk angguk karena mereka pun sepakat untuk tidak memposting wajah Abbad di sosial media, ada sih beberapa dan itupun tidak terlihat wajahnya, sedangkan Abi dari beberapa bulan yang lalu sampai sekarang hanya satu saja foto Abbad yang ada di instagram nya



Itu pun ketika usia Abbad masih satu bulan dan seketika banjir komentar selamat, dan Abi juga berpendapat kalau yang berhak membagikan wajah Abbad di media sosial adalah Abbad sendiri saat sudah dewasa nanti dan bisa memutuskan mana yang baik.


Selesai bermain dan membeli beberapa mainan serta kebutuhan bayi, Fifin mengajak suami nya untuk makan di tempat yang sudah ia pesan


“Mas… adek sudah lapar dan Abbad juga jam nya makan, kita kesana ya? ada yang bisa dimakan sama Abbad” Ucap Fifin


“Boleh sayang…” Ucap Abizar menuruti saja


“Selamat datang…” Dari awal masuk Abi agak heran dengan pegawai yang senyum senyum sendiri ketika melihat nya, tapi yaudah lah ya… mungkin SOP kerja disini memang seperti itu


Dan… disaat Abi sudah duduk di sana sambil memangku Abbad, tiba tiba ada pelayan laki laki yang meletakkan kue di meja mereka


“Selamat menikmati” Ucapnya ramah lalu pergi meninggalkan keluarga kecil itu


“Apa ini?” Tanya Abi yang cukup terkejut



“Selamat ulang tahun ya mas… semoga panjang umur, sehat selalu, rezeki nya dilancarkan, tetap jadi suami serta abah yang baik dan penyabar” Ucap Fifin dengan mata yang berkaca kaca, tidak menyangka saja kalau ternyata buah dari perjodohan mereka adalah kehidupan rumah tangga yang tentram


Abizar terdiam sebentar dan tidak terasa kalau ada genangan, tetesan air yang keluar dari mata nya


“Loh… kok nangis? momen bahagian loh ini” Ucap Fifin walau dia sendiri nya juga menangis, hanya Abbad yang sedang bingung dan terdiam disini


Abizar menyeka air mata nya, sejujurnya ia tidak menyangka bahwa di ulang tahun nya ke 29 kali ini ia sudah di karuni i seorang putra yang insya sholeh dan istri yang sholiha


Dengan perlaha, tangan kanan Abizar meraih dan menggenggam tangan istri nga “Terimakasih ya sayang… mas bersyukur sejauh ini selalu diberi nikmat yang banyak oleh Allah, termasuk memiliki kamu dan Abbad yang begitu mencintai mas” Ucap nya ketika


“Itu tidak sebanding dengan apa yang mas lakukan untuk adek, percaya sama adek ya mas? insya Allah adek akan selalu menemani mas sampai kapanpun” Ucap Fifin mengelus jari jemari suami nya


“Aamiin…”


Fifin kemudian mengambil alih agar Abbad duduk di kursi khusus bayi, lalu memberikan pisau kue pada suami nya sambil bernyanyi kecil


Lalu terdengar alunan musik selamat ulang tahun dari band restoran yang di khusus kan untuk Abizar


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk


Selamat hari milad
Semoga dapat rohmat
Selamat hari milad
Semoga dapat rohmat


Dari Allahu Ahad
Hingga hidup selamat


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk


Selamat ulang tahun
Semoga berkah turun
Selamat ulang tahun
Semoga berkah turun


Dari Allah Pengampun
Sehingga hidup rukun


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk


Amin amin amin amin
Amin amin amin amin
Amin amin amin amin
Allah Robbul A'lamin


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk

__ADS_1


Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk


“Sekali lagi selamat ulang tahun untuk gus Abi, semoga diberikan keberkahan, sehat selalu dan diberi keturunan yang sholeh sholiha, di langgeng kan pernikahan nya dengan ning Fifin” Ucap laki laki selaku penyanyi di band restoran tersebut lalu di sambut dengan riuh nya tepuk tangan dari semua pegawai dan kertas confetti yang bertegangan dari atas


“Aamiin… terimakasih” Ucap Abizar tersenyum sambil memberikan jempol nya


“Adek sewa restoran ini?” Tanya Abi karena banyak kejutan dari pegawai dan restoran pun terlihat sepi kecuali mereka berdua yang ada disini


“Ha? tidak mas, awalnya adek mau kejutan sederhana saja asal menikmati waktu bertiga, tapi mereka sendiri yang menawarkan” Jawab Fifin


Abizar mengangguk angguk dan baru sadar saat melihat kue nya kembali, lidah Abbad sudah maju kedepan seolah tidak sabar mencicipi kue nya


“Masya Allah… sabar ya nak” Ucap Abizar terkekeh dan memotong kue nya


Walaupun Abbad sudah tidak sabar, tapi tetap saja Abizar memberikan suapan pertama nya pada sang istri, wanita yang dia cintai dan yang akan menemani nya sampai akhir hayat nanti


“Bissmillalhirrohmanirrohim…”


Fifin tersenyum sambil memberikan jempol nya karena rasa kue tersebut memang enak, beda dengan Abbad karena bayi itu terlihat cemberut ketika kue pertama diberikan pada ibu nya


“Nah… ini baru untuk Abbad, tidak boleh banyak banyak” Ucap Abizar ganti menyuapi putra nya dan seketika Abbad juga tersenyum, sepertinya bayi itu adalah calon orang orang yang menyukai makanan manis


Lalu berlanjut dengan Fifin yang menyuapi suami nya, tapi Abi bukan tipe orang yang suka makanan manis jadi menurutnya memang enak, tapi ia akan selalu menghargai apapun usaha usaha sang istri untuk menyenangkan nya


“Eh dek, bukannya ulang tahun mas masih besok ya?” Tanya Abizar


“Iya, memang sengaja adek kasih kejutan sekarang karena besok mas pasti sibuk” Jawab Fifin, maksud dari sibuk adalah karena anak anak santri di pondok akan merencanakan kejutan sendiri untuk gus mereka ini


“Mas tidak bisa bicara apa apa lagi kecuali terimakasih sebanyak banyak nya, karena adek sudah hadir di kehidupan mas dan memberikan Abbad juga sebagai pelengkap nya” Ucap Abizar


“Adek juga tidak bisa berbuat apa apa lagi kecuali hal hal kecil seperti ini, adek bersyukur mas mau menerima segala kekurangan adek” Ucap Fifin


Abizar mengangguk dan tak henti henti nya tersenyum, ia mengangkat tangan sang istri dan langsung mencium tangan itu disana yang mana Fifin juga membalas nya dengan mencium kembali tangan sang suami sebagai rasa hormat dari seorang istri


Kini keluarga kecil itu menikmati waktu dengan baik sebelum kembali beraktivitas dalam profesi masing masing, tapi walau sama sama bekerja, tentu saja mereka berdua juga selalu meluangkan waktu untuk keluarga tercinta dan untuk keharmonisan rumah tangga mereka


“Gus… terimakasih sudah menjadi inspirasi banyak orang, sudah membimbing anak anak remaja yang hilang arah dan bisa berubah menjadi yang lebih baik, semoga dakwah dakwah njenengan dapat bermanfaat sampai akhir” Ucap manager restoran tersebut saat pegawai nya menghidangkan makanan


“Alhamdulillah… semua berkah dari Allah juga pak, semoga restoran nya semakin sukses” Ucap Abizar yang di angguki oleh pemilik resto tersebut


Memang ketika Abizar berdakwah, ia lebih memfokuskan pada anak anak remaja yang kehilangan arah karena keras kepala mereka yang berlebihan, dengan harapan semoga mereka semua di bimbing ke jalan yang benar oleh Allah dan mendapat rahmat nya


“Mas habis ini ada acara atau tidak? adek lupa jadwal mas dimana” Tanya Fifin


“Ada sayang… nanti malam mas mengisi tausiyah di kota sebelah” Jawab Abizar


“Jauh sekali dan pasti pulang nya malam, nanti minta di anterin saja ya mas? biar nyetir nya bisa gantian dan lebih aman” Ucap Fifin


“Enggeh sayang…” Ucap Abi menuruti apapun saran baik dari istri nya


Mereka bertiga kemudian mulai makan dengan tenang, ya sedikit tidak tenang sih karena Abbad yang susah makan kalau tidak gandengan dengan buna nya, dan tidak di suapin oleh abah nya


“Masih menjadi misteri, kenapa Abbad kalau makan suka nya gandengan sama buna? trus abah gandengan sama siapa?” Tanya Abizar lalu melepas tangan putra nya dari tangan Fifin, tentu saja Abbad langsung merengek dan kembali menggandeng tangan buna nya


“Abbad kalau gandengan sama abah waktu mau buang air besar aja, pas makan mau nya sama buna” Ucap Abizar terheran heran melihat kelakuan putra nya


Fifin tertawa dibuatnya karena itu memang benar, saat Abbad buang air besar ia selalu menangis dan memberi gestur ingin digendong sama abah ke kamar mandi untuk dibersihkan, kalau makan ya maunya digandeng sama buna wkwk.. yang enak ke buna dan yang gak enak ke abah


“Impas lah mas, Abbad selalu nurut sama perkataan mas dan dulu waktu pertama kali Abbad bisa bicara juga ba ba ba ba mulu yang di panggil” Ucap Fifin mengutarakan rasa cemburu nya, dia yang mengandung tapi Abbad lebih dulu mengucap baba sebagai kalimat pertama nya atau maksudnya adalah abah

__ADS_1


“Ya gimana ya dek, plek ketiplek sama mas soalnya” Ucap Abizar terkekeh.



__ADS_2