
Tak terasa kehamilan Fifin itu sudah menginjak usia 4 bulan, karena kembar jadi perut nya lebih besar dari kehamilan biasanya
“Mas, mau jeruk bali” Ucap Fifin saat ia baru pulang dari rumah sakit
“Jeruk bali?” Tanya Abizar memastikan dan Fifin mengangguk sebagai jawaban nya, masalahnya jeruk bali itu jarang sekali yang menjual
“Coba cari di supermarket depan” Ucap Fifin menunjuk palang supermarket yang sudah kelihatan di tepi jalan raya
“Nggeh sayang, mas coba cari” Ucap Abi menuruti saja, kan dia emang udah berniat mau menuruti semua keinginan istri nya saat hamil
Jadi setelah menjemput Fifin, mereka mampir dulu ke supermarket untuk nyari jeruk bali tadi, semoga saja ada sih
“Adek tunggu disini saja ya… mas cuman sebentar kok” Ucap Abizar turun sendirian dari mobil, bukan apa apa tapi hari ini lagi panas banget, takut kulit istri nya kebakar
“Oke, adek disini aja” Jawab Fifin menurut, ya meskipun tadi ia berniat memilih jeruk bali sendiri.. tapi Yaudah lah, dia percaya kok sama suami nya
Untung nya hari ini supermarket tidak terlalu ramai, cukup 15 menit saja Abi di dalam dan langsung keluar dengan membawa kantong kresek di tangan nya
“Sudah dapat?” Tanya Fifin
“Da-dapat kok” Jawab Abi agak ragu tapi ya ia mengangguk angguk
“Terimakasih” Ucap Fifin sambil tersenyum
Saat sampai di rumah, ramah sekali mbak mbak yang membantu bulek dan umi masak untuk acara nanti malam, yaitu syukuran 4 bulanan kehamilan Fifin
“Beli apa?” Tanya umi yang sedang mengiris sayur sayuran di meja makan
“Jeruk bali umi” Jawab Fifin
“Oh iya? Belum musim nya kok ada jeruk bali ya? Tapi coba di belah, umi mau nyoba” Ucap umi Rida
Selagi Fifin ganti baju dulu di atas, Abizar langsung menuju ke dapur dan membuka tas belanjaan buah tadi, ia mengambil spidol hitam dan…
Bulek kaget saat melihat tindakan Abi, ya gimana gak bingung? Orang buah yang bentuk nya bulat di tulisi kata ‘jeruk bali’ dengan spidol di bagian kulit nya
“Aman lah ya…” Ucap Abi lega dan membawa buah yang masih utuh bersama pisau nya di meja makan
Syalalalala\~\~\~\~
Fifin bersenandung saat menuruni tangga, ia tersenyum dan duduk di samping Abizar. Tapi…
“Eh ini melon ya?” Tanya Fifin kaget
Umi juga ikut melihat buah itu, ternyata bener… hijau dan bulat, jelas melon cuman ada tulisan nya aja ‘jeruk bali’
“Coba adek baca tulisan nya” Ucap Abi
Fifin mengernyit “Jeruk bali, jeruk bali? Ini mah melon mas” Ucap nya
“Iya tapi tulisan nya jeruk bali kan?” Tanya Abi lagi
“Ah kamu mah… orang adek minta jeruk bali, bukan melon” Ucap Fifin kesal, dia itu nitip nya jeruk bali
“Iya maaf, tadi tidak ada jadi mas cuman beli ini” Ucap Abizar
__ADS_1
“Kan adek tidak maksa, kalau tidak ada yaudah tidak perlu beli mas” Ucap Fifin sambil terduduk lemas, semangat nya hilang karena ternyata bukan jeruk bali yang Abizar beli
Umi Rida geleng geleng kepala seraya tersenyum, memang ada ada saja akal akalan Abi yang sudah jelas bisa ketebak kalau itu bukan jeruk bali
“Coba di belah dulu” Ucap umi
Abizar menurut dan membelah buah melon itu dengan mudah, pas sudah terbuka memang nampak segar dan manis sih
“Manis ini, dicoba nak” Ucap umi pada Fifin
Aslinya Fifin tidak mau, tapi karena umi yang meminta jadi ia mencoba sesuap buah melon yang segar itu
“Enak?” Tanya Abi
“Emm.. enak” Jawab Fifin, ya walau tidak sesuai dengan yang ia inginkan tapi setidaknya masih enak dan segar lah ini buah
“Yaudah kalau enak di makan saja, nanti kalau ada jeruk bali kita beli, ya?” Ucap umi merayu menantu nya
“Njih umi” Jawab Fifin patuh
Abizar senyum senyum sendiri karena ia terselamatkan berkat bantuan umi, ya… tapi tidak dengan Fifin yang masih kesal pada nya
Tapi untung saja ada acara nanti malam, dimana ngambek nya Fifin pasti akan hilang karena syukuran empat bulanan kehamilan nya
\~
Mapati merupakan tradisi yang diselenggarakan pada saat bulan ke empat masa kehamilan, biasanya pelaksanaan yang dilakukan tidak terlalu banyak, hanya sekedar melakukan selametan untuk mendoakan janin dan seorang ibu yang mengandung. Karena pada masa empat bulan itu tepat pada saat Allah meniupkan Ruh pada janin tersebut, oleh karena itu masyarakat melaksanakan slametan mapati agar janin yang dikandung diberi kebaikan dan keselamatan
( jadi ini tradisi ya… bukan syariat )
Abah Anwar juga sudah mengundang ustadz, tetangga kanan kiri dan saudara yang rumah nya dekat dengan mereka di acara walimatul haml kali ini
Dalil mengenai walimatul haml tersebut dapat dilihat dalam hadits riwayat Muhammad Ismail al-Bukhari dalam Sahih al-Bukhari (Beirut: Dar al-Fikr, 1422), juz IV, hal. 111, hadits nomor 3208 berikut:
“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah,
Kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya).
Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya...”
Berdasarkan hadist di atas dapat disimpulkan bahwa proses terjadinya bayi terdiri dari fase-fase di bawah ini:
* 40 hari pertama berupa nutfah atau cairan kental.
* 40 hari kedua berkembang menjadi ‘alaqah atau segumpal darah.
* 40 hari ketiga berkembang menjadi mudhghah atau segumpal daging.
Apabila seluruh waktu dalam fase tersebut dihitung berdasarkan bulan, maka akan sama dengan 4 bulan atau 120 hari.
Pada bulan ke-4 inilah, Allah SWT mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalam janin yang terdapat dalam rahim ibu. Itu sebabnya, syukuran 4 bulanan dilakukan.
“Masya Allah… cantik nya bumil satu ini” Ucap ning Aina saat melihat Fifin sudah make up cantik dengan gamis nya yang panjang dan perut buncit itu
“Alhamdulillah… terimakasih mbak” Ucap Fifin membalas dengan senyuman sembari menggoda ning Salma atau putri nya Aina yang sudah berusia beberapa bulan itu, uuu gemoy
__ADS_1
Sehabis Isya’ acara dimulai sesuai undangan yang tertera, begitu juga orang tua Fifin sudah datang jadi lebih baik sekarang daripada terlalu malam
Awalnya Abi sendiri yang membuka acara sekaligus mengucapkan terimakasih pada tetangga dan kerabat mereka yang sudah datang
Lalu dilanjut dengan pembacaan ayat ayat suci al qur’an dimana Abi sendiri juga yang melantunkan tanpa membuka al qur’an, yang ia lantunkan adalah beberapa surat ini
* QS. Al-Fatihah ayat 1-7
* QS. Al-Mukminun ayat 12-14
* QS. Al-Baqarah ayat 233
* QS. Al-Ahqaf ayat 15
* QS. Maryam ayat 18-22
* QS. Yusuf ayat 1-6
Fifin tak henti henti nya tersenyum dan menangis haru sambil mengelus terus perut nya, sudah jelas bahwa ia sangat bahagia bisa ada di situasi seperti ini
Umi Rida dan bu Risma juga ikut bahagia tentu nya untuk keluarga kecil putra putri mereka, yang awalnya tidak saling mengenal kini akan memiliki buah hati
Selesai dengan pembacaan ayat ayat suci tadi, dilanjut dengan ceramah singkat dari ustadz yang sudah abah undang kesini, tentu nya tema pun sesuai dengan acara nya
Lalu di teruskan dengan do’a yang di panjatkan khusus untuk janin dan ibu hamil
“Allahummahfazd waladii maadaama fii bathnika wasyfihi anta syaafil laa syifaa illa syofaauka syifaa allaa yughaadiru saqama.
Allahumma showwirhu hasanata watabbit qalbahu iimaanambika wabi rasuulika.
Allahumma akhrijhu mimbathnii waqta wilaadatii sahlaw watasliimaa. Allahummaj’alhu shohiihan kaamilaw wa’aaqilan hadziqon ‘aliman ‘aamilaa.
Allahumma thowwil ‘umrohu washohhih jasadahu wahasan khuluqohu wafshoh lisaanahu wa ahsin shoutahu liqirooatil hadiitsi walquraani bibarakati muhammadin shollallahu ‘alaihi wa sallam. walhamdulillahi robbil ‘aalamiin.”
Artinya : Ya Allah, peliharalah dia selama berada dalam kandungan ibunya. Sehatkanlah dia, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang bisa menyehatkan. Tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikitpun.
Ya Allah, Bentuklah dia di dalam perut ibunya dalam bentuk yang bagus dan tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu.
Ya Allah, keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat dan dengan bentuk yang indah dan sempurna.
Ya Allah, Jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau mengamalkan ilmunya.
Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskanlah akhlaqnya, fasihkanlah dan merdukanlah suaranya untuk membaca Alquran dan Alhadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi-Mu.
“AAMIIN…”
Selesai berdo’a, Fifin melirik ke sampingnya dimana ada sang suami yang sedang memejamkan mata dan menangis sambil terus mengadahkan tangan nya
Fifin makin tersenyum karena baru kali ini ia melihat Abizar menangis, itupun menangis senang karena do’a yang di panjatkan untuk keturunan mereka
Di sambung oleh abah Anwar yang akan melantunkan do’a penutup dan di lanjut makan bersama dengan menu yang sudah disiapkan
“Adek bahagia?” Tanya Abi sambil mengelus perut istri nya
Fifin mengangguk berkali kali “Emm.. adek bahagia sekali, terimakasih ya mas” Ucap nya sambil tersenyum dan memeluk pinggan suami nya
__ADS_1
“Sama sama” Abi juga tersenyum dan mengecup dahi itu sebentar lalu membalas dengan memeluk pinggang sang istri.