
Sudah hampir sore tapi Abizar masih betah ndusel ndusel di leher istri nya, bahkan tidur itu pun malah semakin nyenyak
"Mas" Ucap Fifin mengelus elus rambut suami nya agar segera bangun dan mandi sore
"Hemmm" Mata Abi pun juga tak kunjung terbuka dan hanya deheman saja yang keluar dari mulut itu
"Mas... ayo bangun" Ucap Fifin karena dia lelah lantaran menopang berat badan sang suami yang dari tadi senderan terus di dada nya
Abi masih diam bahkan malah semakin nyenyak, Fifin yang sudah geram dan kesal pun lantas menggigit kecil bibir suami nya agar segera bangun
Dan... benar saja, Abi sendiri langsung membuka mata karena kaget ketika merasa bibir nya sedikit perih
"Ah.. sayang, kenapa sih?" Tanya Abizar meregangkan badan nya agar tidak kaku
"Adek capek, mau mandi sebentar" Ucap Fifin sambil menunjuk jam dinding di kamar mereka
"Ya jangan di gigit juga, memang adek mau mas gigit balik?" Tanya Abi dengan menaik turunkan alis nya
"Tidak perlu ditanya juga mas selalu gigitin adek" Ucap Fifin sambil manyun dan mengelus elus leher nya sendiri
"Kenapa kok di elus elus?" Tanya Abi
"Ya, ada banyak bekas gigitan nya mas" Jawab Fifin kemudian langsung ke kamar mandi sebelum suami nya menggoda lebih jauh lagi
Abizar terkekeh, ia gemas sekali dengan istri nya yang sedang malu malu kucing
Sedangkan di dalam kamar mandi, Fifin rasanya ingin menangis dan berteriak ketika melihat leher nya banyak tanda merah yang sulit dihilangkan
"Udah kayak sarang bibir ini leherku" Ucap Fifin manyun ketika melihat pantulan di kata, tapi mau bagaimana lagi? Toh Abi juga suami nya.
Setelah keduanya mandi khusus dan bersih, langsung saja mereka turun ke musholla untuk sholat berjamaah bersama anak anak dan para pengurus nya
"Allahu akbar..."
Fifin selalu berusaha khusyuk dalam sholat nya, setelahnya bahkan ia meminta dan berdo'a kepada Allah untuk dijauhkan rumah tangga nya dari fitnah dan marabahaya, juga ingin memiliki seorang momongan
"Do'a apa kok serius banget?" Tanya Abizar
Yappp, saking lama dan serius nya Fifin dalam berdo'a pun sampai ia tidak sadar bahwa semua yang ada disini sudah bubar keluar musholla
Fifin mengaamiinkan dan membuka mata, sepertinya ia memang terlalu lama dalam berdo'a kali ini
"Adek berdo'a supaya mas dan keluarga kita diberi keselamatan, kita di beri momongan, dan rumah tangga yang jauh dari pelakor juga" Jawab Fifin sambil melipat sajadah dan menyampirkan di lengan nya
Abizar menghela nafas, memang sih... ia juga paham bagaimana perasaan wanita ketika rumah tangga nya mulai diberi ujian seperti ini
__ADS_1
"Aamiin" Ucap Abi yang kemudian menggandeng tangan istri nya, ia tidak mau memberi penjelasan soal kesetiaan nya lagi, yang lebih penting adalah sekarang waktu nya pembuktian
"Adek libur kan hari ini?" Tanya Abi
"Iya... karena besok adek masuk pagi" Jawab Fifin membenarkan
"Yaudah, gimana kalau malam ini kita ngedate berdua? Biar romantis kan" Ucap Abi mengedipkan satu matanya
Fifin awalnya ingin menerima tawaran itu, tapi kemudian ia berpikir sejenak dan langsung menggeleng keras, ia tidak mau karena bisa saja terjadi kecelakaan di luar kan? Udah mending di rumah aja
"Trus adek maunya apa?" Tanya Abi sambil mengelus perut Fifin yang masih tertutup mukenah
"Home date aja yuk... mas masak buat adek, nanti adek masak juga buat mas" Ajak Fifin dengan senyum nya yang mengembang
"Tidak bosan di rumah?" Tanya Abi
"Mboten, adek memang mau nya di rumah aja" Jawab Fifin
"Ya sudah... kita ngedate pakai bahan seadanya saja ya" Ucap Abi tersenyum dan dibalas anggukan serta senyum juga oleh istri nya
Saat sudah masuk ke rumah dan mengganti baju mereka, Fifin lantas turun ke bawah untuk melihat bahan bahan apa saja yang bisa di gunakan
Makjreng!!! Pas melihat isi kulkas tuh Fifin jadi bingung mau masak apa, ini yang disebut dengan bahan seadanya ya? Sampai sampai ia bingung ingin membuat apa karena banyak nya stok bahan makanan di kulkas itu
Tap tap tap!
"Yang simpel simpel aja" Ucap Abi langsung mencuci tangan dan mengambil beberapa bahan yang ia butuhkan
"Memang apa tuh yang simpel?" Tanya Fifin
"Nanti juga adek tahu kok" Jawab Abizar sengaja agar istri nya penasaran
Fifin langsung jengah, ia kemudian juga langsung mengambil bahan untuk dimasak, sesekali melirik suami nya yang sepertinya akan membuat makanan italia
"Kenapa kok lirik lirik?" Tanya Abi
"Eh... ini tali hijab adek kayak nya mau lepas, mas tolong bantu benerin sebentar ya" Ucap Fifin
"Oke sayang"
Saat Abi membenarkan tali hijab nya di belakang kepala, Fifin langsung melirik kesamping yang sepertinya ia tahu Abi ingin membuat apa
"Oh... pizza" Batin nya
Mereka kemudian memasak dengan tujuan masing masing, bahkan tak jarang juga Fifin marah saat Abi meminjam alat yang ia butuhkan, mana tidak kunjung dibalikin pula
__ADS_1
Abi sendiri memang sangat jahil, ia sengaja meminjam alat parut untuk mengiris atau membagi adonan pizza itu
Mana ada orang membagi adonan pakai parutan keju? Ya ada.. itu Abi, sengaja menjahili istri nya dengan meminjam barang yang sebenarnya tidak atau belum ia butuhkan
"Ih... mas Abi" Ucap Fifin kesal menyerbu suamu nya dengan gelitikan lalu dengan cepat mengambil alat parut keju itu
"Hahaha.. enggeh sayang dalem, maaf maaf" Ucap Abi tertawa setelah gelitikan itu berhenti
Setelah sholat maghrib dan ngaji sebentar, mereka kemudian duduk manis di ruang keluarga untuk menyantap makanan tadi
"Gimana? Enak?" Tanya Abi saat istri nya memakan pizza itu
"Enak, tapi kenapa bentuk nya lope lope gini?" Tanya Fifin balik
"Ya... biar lucu saja kayak kamu" Jawab Abi yang seketika membuat istri nya senyum sambil tersipu malu
Abi juga memakan kroket isi telur buatan istri nya, enak kok... bahkan sangat creamy karena ada susu dan keju di dalam nya
"Hmm.. enak juga kroket buatan adek" Jawab Abi
Fifin itu merasa bangga ketika masakan nya di puji apalagi suami nya sendiri yang memuji, sedangkan Abi pun sama... dia memuji juga karena makanan nya enak dan sebagai bentuk penghargaan pada istri nya.
Saat sudah malam dan menyelesaikan semua kegiatan, Abi sengaja menyalakan beberapa lilin aroma dan membuka netflix di tv kamar mereka
Fifin juga senang, Abi itu serius dalam hal agama namun selalu bisa di ajak bercanda untuk urusan dunia, atau imbang lah bahasa nya... tidak fanatik untuk melarang ini dan itu, yang penting semua kewajiban dan larangan dari agama pun mereka jauhi.
~Skip
Tak terasa satu bulan sudah berlalu, dimana resepsi pernikahan Abi dan Fifin itu akan terlaksana 3 hari lagi, sedangkan hari ini mereka pun masih pergi menemani mas Wawan nadzhor atau bertemu dengan perempuan alias Lia untuk mengenal lebih jauh dengan di temani pihak masing masing
"Dek, kasian kan kalau mas Wawan terus yang nyetir" Ucap Abi karena mereka berdua duduk di belakang
"Mas, adek mohon turuti permintaan adek untuk hal ini" Ucap Fifin, walau sudah satu bulan berlalu tapi ia juga tak kunjung melupakan mimpi tersebut
"Sayang, sudah satu bulan berlalu... dan mas tidak apa apa kan? Mas sampai sekarang masih sehat wal afiyat kan?" Ucap Abi
"Iya, tapi tetap saja adek terus merasa was was karena adek tidak mau kalau sampai mas meninggalkan adek sendirian" Ucap Fifin sambil menundukkan kepala nya, no... dia tidak mau jadi janda di saat usia masih terbilang muda
Minggu kemarin saat menghadiri acara aqiqah putri dari ning Aina dan gus Fahri pun Fifin memaksa agar mereka membawa supir, jadi lah ketika pergi kemana mana sekarang sering membawa mas Wawan atau pengurus lain nya yang sedang senggang dan bisa menyetir.
__ADS_1
~
AKHIRNYA....bisa up lagi setelah kegiatan di surabaya kemarin, ini saya juga lagi proses ganti hp jadi semoga akun nulis ini bisa di login tanpa kendala nanti.