
Selesai jamaah sholat dzuhur, Abi langsung kembali ke kamar nya karena tidak mau meninggalkan Fifin lama lama dalam keadaan sakit, apalagi wanita itu pasti tidak kuat kemana mana sendirian
Ceklek!
Ia bernafas lega saat melihat Fifin yang masih tidur nyenyak, dihampirinya sang istri hingga duduk di sebelah nya, lalu menggenggam tangan yang terasa panas itu dengan kuat
"Syafakillah istriku, sayangku" Ucap Abi lirih sambil tersenyum
Tidak dapat dipungkiri bahwa Abi memang sudah memiliki perasaan cinta pada istrinya, terutama ketika mengingat hal hal yang dilakukan wanita tersebut untuk nya
Flashback
Abi yang baru kembali dari mengajar anak anak santri itu tiba tiba tubuh nya menggigil, dan tentu saja sebagai istri Fifin juga khawatir kala melihat suaminya sakit
"Mas pusing dek"
"Pusing? Kalau gitu adek periksa dulu ya..." Ucap Fifin mengeluarkan beberapa alat medis milik nya pribadi
Dimulai dari mengukur tensi dengan tensimeter yang mana setelah di pompa alat itu menunjukkan angka yang agak tinggi, pantas saja Abi merasa pusing
"Maaf ya, agak sakit dikit" Ucap Fifin yang lanjut mengambil darah di jari suami nya dengan menggunakan lancing device
Lalu mengecek lewat darah itu yang ternyata kolestrol, gula darah dan asam urat nya normal semua
"Kamu darah tinggi mas" Ucap Fifin sambil meraih remot AC dan menurunkan suhu nya karena suhu rendah atau dingin dapat membuat tekanan darah lebih tinggi
"Oh darah tinggi? Mungkin karena mas habis makan sesuatu yang terlalu asin tadi" Ucap Abi menutup mata dengan lengan nya sendiri karena menahan pusing
Fifin mengusap usap pelan rambut Abi "Mas, mau adek buatkan obat herbal saja?"
"Boleh" Jawab Abi
"Ya sudah, adek ke bawah dulu ya sebentar.." Ucap Fifin membereskan alat medis nya lalu turun ke bawah untuk membuatkan obat herbal
__ADS_1
~
15 menit kemudian Fifin kembali ke kamar dengan membawa nampan berisi air putih, bawang putih mentah yang sudah di kupas dan rebusan air daun sirih merah yang ia ambil dari tanaman umi Rida
Ia membantu Abi untuk duduk
"Ini ada rebusan daun sirih sama bawang putih, mas mau minum yang mana?" Tanya Fifin
Abi yang tidak bisa membayangkan jika harus menelan bawang putih mentah pun langsung memilih rebusan daun sirih merah
"Pahit?" Tanya Abi sebelum meminum nya
"Enggak, mas minum saja sambil berdo'a.. insya Allah habis ini pasti turun" Jawab Fifin
Abi mengangguk, ia mengucap basmalah dan meminum air rebusan itu yang rasanya pahit pahit gimana gitu
"Sudah?" Tanya Fifin menerima gelas yang Abi kembalikan
"Pahit dek"
"Iya, tapi bagus untuk kesehatan. Kalau gitu mas sekarang istirahat saja... biar adek kembalikan ini ke bawah" Ucap Fifin yang di angguki oleh suami nya
Selepas mengembalikan, Fifin juga langsung kembali ke kamar... ia mengambil kursi dan duduk di sebelah ranjang
"Cepat sembuh ya mas, adek juga sayang kok sama mas" Ucap Fifin yang berani mengungkap karena mengira Abi sudah tidur, padahal Abi sendiri masih setengah sadar karena susah untuk memulai tidur jika rasa pusing itu masih melanda
Keesokan nya jam 3 pagi Abi terbangun, ia melirik ke samping dan melihat Fifin yang tidur dalam keadaan duduk dengan menjatuhkan wajah nya ke kasur
Abi merasa kasihan, karena ia hanya sakit biasa saja... tapi Fifin pun menemani nya hingga tertidur dengan suhu kamar yang cukup panas karena menyesuaikan kondisi tubuh nya
"Dek.. ayo bangun trus sholat dulu" Ucap Abi menolel noel pelan pipi istri nya
"Hmm? Oh iya udah waktu nya tahajud ya? Mas sendiri gimana? Sudah baikan?" Tanya Fifin yang memastikan kondisi suaminya terlebih dahulu
"Mas sudah mendingan, pusing nya juga sudah berkurang dek... terimakasih ya" Jawab Abi sambil tersenyum
Fifin juta ikut tersenyum, dengan semangat ia bangun dari duduk nya lalu "Ya sudah... habis tahajud nanti adek buatkan lagi air sirih nya"
Abi tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban nya, ia memang tidak menyukai rasa rasa pahit.. tapi melihat Fifin yang begitu semangat merawat nya, jadilah ia juga mau minum yang pahit pahit
Flashback end~
__ADS_1
Ya... hal itu lah yang membuat Abi mencintai istri nya, yaitu kala melihat Fifin yang sangat perhatian dengan nya
"Mas, jangan peluk peluk adek karena nanti mas bisa tertular" Ucap Fifin terbangun saat sang suami memeluk nya
"Mas rela merasakan apa yang sedang kamu rasakan" Ucap Abi
Fifin memutar bola matanya dengan malas, heran deh... kok bisa ada orang yang ingin tertular sakit kayak Abi begini?
"Mas bantu ambil wudhu ayo" Ucap Abi membopong tubuh istri nya ke kamar mandi
"Masih mampu sholat dengan berdiri kan?" Tanya Abi
Fifin mengangguk, selemas apapun kaki nya ia akan berusaha untuk sholat sambil berdiri saja karena di kaki nya juga tidak ada cedera apapun yang mengharuskan nya untuk sholat dalam keadaan duduk
Dan untung nya ada Abi yang sigap membantu juga tidak menyentuh kulit nya sama sekali selepas ia berwudhu tadi
"Adek hari ini izin tidak kerja saja ya... " Ucap Abi
Fifin mengangguk, tidak mungkin ia bisa bekerja dengan keadaan lemas dan perut yang rasanya seperti tercampur aduk
Abi lalu mengambil thermometer untuk mengukur ulang tubuh istru nya yang ternyata demam itu belum turun juga
"Baru minum obat mas, mungkin hasilnya memang nanti malam" Ucap Fifin kembali merebahkan tubuh nya di ranjang dengan hati hati
"Ya sudah... adek nanti mau makan apa?" Tanya Abi
Fifin menggeleng, ia tidak menginginkan apa apa karena perut nya juga seakan menolak makanan, dia sekarang hanya ingin tidur dan istirahat saja
Abi menghela nafas, untuk sekarang ia akan tidur sambil memeluk Fifin yang badan nya sedang demam itu, masalah makan nanti ia bisa pesan makanan kesukaan Fifin dari luar
"Badan adek panas mas" Ucap Fifin kembali memperingatkan suami nya
"Biarkan saja seperti ini" Ucap Abi yang melepas kaos atas nya hingga terlihat lah tubuh atas nya yang bagus dan perut sixpack itu, jadi ia sekarang memeluk Fifin dari belakang dan hanya menggunakan pakaian bawahan saja
Fifin yang sudah kepalang ngantuk dan lemas itu berusaha bersikap biasa saja ketika Abi memeluk nya dalam keadaan setengah telan*ang karena bersentuhan dengan tubuh nya yang dalam keadaan panas
Meski dalam hafi Fifin tidak henti henti nya mengucap agar ia bisa bersikap biasa saja, toh Abi juga suami nya dan sudah sewajarnya saja
"Fin.. jantungmu itu bisa biasa aja gak sih? Dipeluk doang sama suami mu yang gagah aja udah kayak naik roaller coaster" Batin Fifin sedang meroasting dirinya sendiri
"Sudah... ayo tidur" Ucap Abi mengelus elus kepala Fifin dengan sangat lembut sampai istri nya itu benar benar tertidur lelap
__ADS_1
"Aku tidak tahu kamu sudah cinta dengan mas atau belum dek, tapi kalau memang sudah... seperti nya rasa cinta mas terhadap kamu lebih besar" Batin Abi sambil menatap plafon kamar mereka