
"Enggak, aku enggak ngambek sama kamu mas beneran"
Ditanya model apapun, tetap jawaban Fifin adalah tidak. Karena dia memang tidak ngambek, kenapa Abi maksa sekali sih heranš
Mereka akhirnya sampai di rumah kedua orang tua Fifin, yang pasti tetap sama yaitu halaman luas dengan rumah 1 lantai yang tidak terlalu besar
"Assalamualaikum..." Ucap mereka yang langsung masuk ketika pintu rumah terbuka dan memperlihatkanĀ bu Risma yang sedang membaca koran di ruang tamu
"Waalaikumsalam... duduk sini" bu Risma tersenyum ketika putri dan menantu nya berkunjung
"Gimana kabar nya buk?" Tanya Abi sambil mencium punggung tangan mertuanya dengan takzim
"Alhamdulillah.. ibuk sehat, kalian sendiri juga baik baik saja kan?" Tanya bu Risma balik, ia ingin rumah tangga putri nya itu berjalan dengan baik
"Alhamdulillah baik baik saja buk, tadi umi sama abah nitip salam karena belum bisa kesini" Ucap Abi
"Iya, waalaikumsalam.." Jawab bu Risma
Fifin yang rasa kangen nya sudah tidak bisa di tahan itu langsung memeluk bu Risma dengan erat, memang sih baru berapa hari tapi Fifin sudah kangen berat
"Aduh.. anak ibuk manja nya tetep ada walau sudah menikah" Ucap bu Risma menggelengkan kepala namun juga membalas pelukan itu
"Tadi sempet ngambek sama Abi buk, gara gara Abi terlambat jemput" Ucap Abi mengadu sambil bercanda saja
"Enggak aku gak ngambek, enak aja" Ucap Fifin memanyunkan bibir nya, sudah dibilang dari tadi kalau dia tidak ngambek kok malah gak percaya
"Iya deh iya... tapi bapak kemana buk?" Tanya Abi
"Biasa, bapak masih ngurus sawah" Jawab bu Risma
"Buk, Fifin mau ke kamar dulu ya... kangen banget sama kamar Fifin" Ucap Fifin namun memberikan kode agar Abi tidak ikut karena ia hanya mau sendirian sebentar
"Iya nak" Jawab bu Risma
Setelah Fifin masuk ke kamar, umi bertanya pada menantu nya soal ngambek ngambekan tadi
"Memang tadi Fifin ngambek kenapa nak Abi?" Tanya bu Risma
"Kemarin Fifin dapat shift malam buk, Abi ketiduran dan menjemput nya mungkin jam setengah tiga pagi, jadi Fifin ngambek sama Abi" Jawab Abizar
__ADS_1
"Masa hanya karena itu anak ibuk ngambek sama kamu?" Tanya bu Risma yang kembali menjelaskan bahwa Fifin tidak mudah ngambek hanya karena masalah yang sepele
"Tapi tadi pagi Fifin tiba tiba nyuci semua piring yang sudah bersih buk.. Abi juga bingung, waktu Abi bangunin untuk sholat juga tidak seperti biasanya" Ucap Abi
"Oh... Fifin pasti sedang datang bulan ya?" Tanya bu Risma dan Abi mengangguk membenarkan sebagai jawaban nya
"Fifin itu kalau datang bulan memang sangat sensitif, mudah emosi tanpa alasan.. biasanya nyuci piring atau bersih bersih jadi pelampiasan nya, mudah menangis juga" Ucap bu Risma menjelaskan panjang kali lebar
"Oh... begitu ya buk, Abi kira dia ngambek sama Abi"
"Tidak, sudah kebiasaan nya kalau datang bulan memang begitu.. ibuk harap kamu bisa sabar ya, dan ibuk minta maaf kalau pada diri Fifin tidak seperti yang kamu harapkan" Ucap bu Risma, karena dia merasa tidak sebaik umi Rida dalam membimbing putra putri nya dan ia berharap bahwa Abi bisa bersabar dalam menghadapi dan membimbing putri nya
"Ibuk tidak perlu minta maaf karena Abi sendiri juga memiliki kekurangan, dan Insya Allah Abi akan bersabar buk" Ucap Abi yang memang dari awal ia menikah dengan Fifin sudah berniat dan memantapkan diri untuk serius dalam pernikahan mereka
"Iya nak Abi"
Abi mengangguk, sekarang ia menjadi semakin tahu soal kebiasaan Fifin ketika keadaan tertentu, begitu pula sifat mereka yang berbanding balik
Jika Fifin adalah gadis yang mudah emosi namun juga mudah menerima pendapat orang lain, sangat berbeda dengan Abi yang sangat penyabar namun keras kepala
Sekarang Abi paham ketika orang orang berucap bahwa rumah tangga adalah menyempurnakan pasangan masing masing dan mengisi apa yang tidak ada disitu
Tentu nya mereka juga harus belajar banyak dari para orang tua atau meminta tips tips menjaga rumah tangga dengan baik dan minim pertengkaran
"Boleh kok, tidak perlu izin nak Abi... anggap rumah ini seperti rumah kamu juga" Jawab bu Risma sambil tersenyum, salah satu hal yang ia suka dari Abizar adalah sopan santun yang tinggi terhadap orang tua
"Iya buk, permisi..." Ucap Abi yang berdiri dan melangkah untuk menuju kamar istri nya
Ceklek!
Bisa dilihat bahwa Fifin itu sedang rebahan tidak jelas di kasur nya dengan badan yang berguling kesana kemari
Abi yang merasa gemas itu langsung ikut bergabung dan berbaring di samping istri nya, ia memiringkan badan dan memeluk tubuh Fifin
"Nanti baju mu kusut" Ucap Fifin pada suami nya yang mepet mepet itu
"Ya tinggal ganti baju"
Fifin memutar bola mata dengan jengah, selalu ada saja jawaban suami nya ketika diberi tahu
__ADS_1
Abi yang gemas justru makin mengeratkan pelukan nya hingga wajah sang istri tepat berada di leher nya
"Aduh... gak bisa napas aku" Ucap Fifin
"Kok bisa sih ada manusia secantik kamu? Segemoy kamu?" Ucap Abi tidak bisa menahan ke gemasan nya
"Alah pret... gombal itu mah, paling cantikan dia"
"Dia siapa?"
"Ya dia, orang yang kamu suka itu" Jawab Fifin yang bibir nya semakin manyun
"Enggak, beneran cantikan kamu, nih lihat ya.." Ucap Abi sambil mengotak atik ponsel nya dan membuka akun instagram seorang perempuan yang dulu pernah ia kagumi
"Coba lihat"
Fifin menerima ponsel itu dan melihat foto perempuan tersebut, satu per satu
"Eh iya ya.. cantikan aku"
Abi tertawa, hal yang ia suka dari Fifin adalah anak itu lucu, gemesin dan pd hanya di hadapan nya saja
"Sudah ku bilang kan" Ucap Abi yang menyimpan kembali ponsel nya
"Iya sih cantikan aku, tapi dia pernah ada di hati kamu" Ucap Fifin menyindir halus
"Itu kan dulu, kalau kamu sama mas kan sedangĀ menuju masa depan.. dan mas juga janji kalau istri mas sampai akhir hayat nanti hanya kamu" Ucap Abi
"Beneran ya? Tidak ada yang lain ya?" Tanya Fifin
"Iya, tidak ada yang lain"
Fifin tersenyum, meski dalam perasaan nya ia memang cemburu dengan wanita masa lalu Abi dan ia juga tidak bisa menebak perkataan suami nya barusan memang tulus dari lubuk hati atau tidak, untuk sekarang ia hanya berusaha meyakinkan hati nya sendiri bahwa Abi adalah suami yang baik dan senantiasa ada untuk nya
"Mas, kamu pengen punya anak gak sih?" Tanya Fifin yang iseng iseng saja
"Iya mau lah kalau memang sudah rezeki nya" Jawab Abi, siapa sih pasangan yang tidak mengharapkan keturunan? Pasti semua pasangan suami istri jelas menginginkan nya
"Ohh.." Fifin hanya ber oh ria saja karena jujur ia belum siap memiliki momongan karena perasaan di antara mereka saja belum jelas, kalau memang di takdirkan memiliki anak.. ia berharap bahwa anak itu lahir saat keadaan rumah tangga mereka sudah harmonis dan saling mencintai
__ADS_1
"Tidak perlu buru buru, karena aku juga paham soal apa yang kamu pikirkan sekarang" Ucap Abi yang tidak ambil pusing soal keturunan
"Iya" Jawab Fifin