
2 Bulan kemudian
Di pagi yang cerah, rencana nya hari ini memang Abi berencana pergi liburan kecil dengan istri serta anaknya, dia juga sudah menata jadwal untuk tausiyah agar ada waktu istirahat dan me time dengan keluarga
“Adek belum selesai ngaji nya?” Tanya Abizar saat melihat sang istri yang masih memakai mukenah selepas sholat dhuha tadi dan lanjut ngaji, Fifin juga menjawab nya dengan gelengan kepala
Tapi “Wa in khiftum ala tuqsitu fil yataama fankihu…. “ Saat sampai di surah an nisa ayat ke 3 itu, Fifin sengaja sangat merendahkan atau memelankan suara nya supaya sang suami tidak mendengar nya
Abizar tersenyum lebar ketika tau kelakuan lucu istrinya, karena ayat yang keluar dari mulut Fifin adalah tentang poligami, atau laki laki yang diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu
“Jangan khawatir ya sayang, hanya kamu satu satu nya orang yang bisa menjadi istri mas” Ucap Abizar karena hal yang selalu ia lakukan adalah berdo’a agar mereka bisa setia satu sama lain dan tetap bersatu sampai di surga nya Allah nanti. uuuu soo sweeet ya?
5 menit kemudian Fifin menutup al qur’an dan mencium nya, ia menyimpan kembali alat alat sholat ke tempat semula dan mulai menyiapkan diri dengan Abbad juga
Dan karena umur Abbad sudah satu tahun lebih sedikit, jadi Abi mulai mengenalkan huruf hijaiyah pada putra nya, setiap hari selepas sholat ashar di musholla dan bareng dengan ngaji nya santri putra, karena anak kecil itu bagaikan kertas putih kosong, akan menjadi apa ia saat dewasa nanti itu tergantung dengan apa yang sudah orang tua tulis di kertas tersebut
Alhamdulillah nya Abbad adalah tipe anak yang menurut sama babah, jadi kalau di ajari ia hanya mengangguk lalu mengucapkan sesuai yang ia bisa, walau kadang kalau tidak di awasi juga malah lari lari di musholla sambil ngejar mas mas santri.
\~
Selesai bersiap diri, Abi kemudian turun ke bawah membawa koper yang berukuran sedang, disusul dengan sang istri di belakang sambil menggendong Abbad, karena berangkat nya pagi jadi Abbad masih ngantuk walau tadi sudah mandi
“Umi kale abah saestu niki mboten purun tumut?” Tanya Abizar ( umi sama abah serius ini tidak mau ikut? )
Umi dan abah tersenyum lalu menggeleng bersama “Sudah nak… selamat berlibur ya, baik baik dan nikmati waktu disana” Ucap umi
“Iya, abah sama umi juga mau romantisan berdua di rumah” Ucap abah sambil terkekeh dan merangkul pundak umi
“Nggih pun, Abi kale Fifin berangkat riyen” Ucap Abi lalu menyalami kedua orang tuanya pun begitu juga dengan Fifin, mereka liburan juga tidak lama hanya 2 hari saja
“Selamat berlibur gus”
“Iya mas, terimakasih” Ucap Abizar saat gerbang dibuka dan mobil mulai menjauh dari area pondok darussalam, dan semenjak kejadian kecelakaan kemarin tuh ia tidak membeli mobil baru sama sekali karena masih agak takut saja apabila berangkat kerja sendiri sendiri dan mereka tidak kekurangan kendaran, jadi uang nya lebih baik ditabung untuk sesuatu yang lebih penting
“Tumben anteng sekali di car seat” Ucap Abi melihat Abbad yang duduk termenung di car seat karena baru bangun tidur, karena kali ini perjalanan agak lama jadi harus pakai car seat supaya aman
“Masih setengah sadar mungkin mas, bentar lagi juga nangis” Ucap Fifin, awalnya ia mau duduk di depan supaya bisa gandengan tangan sama suaminya hehe… tapi kasihan Abbad kalau harus di belakang sendirian
5 menit kemudian sepertinya kesadaran Abbad mulai terisi full karena mulai merengek rengek kecil, akhirnya menangis juga karena ia tidak betah rebahan di car seat
“Una…. uyun” Maksudnya buna, abbad mau turun
“No no ya nak… Abbad harus belajar duduk di car seat ya? biar aman” Ucap Fifin berusaha menenangkan Abbad yang mereog supaya sabuk di car seat tidak lepas
Untung nya tadi Fifin membawa beberapa mainan menarik bahkan yang belum pernah Abbad lihat, jadi ia bisa mengatur posisi yang nyaman dan mengalihkan perhatian putra nya
Alhamdulillah nya bisa ditenangkan, dan sepanjang perjalanan Abi juga tidak mengantuk sama sekali karena di mobil full dengan suara mainan Abbad juga ocehan yang tidak pernah berhenti
“Aktif sekali ya bund” Ucap Abizar menirukan gaya emak emak kalau lagi basa basi
Fifin juga tertawa dibuatnya “Iya ni bah… aktif sekali ya” Walau ia juga agak geli ketika Abi memanggilnya bunda
“No no.. ini una abad” Ucap Abbad marah ( no no.. ini buna nya Abbad ) karena buna Fifin hanya miliknya, bukan milik Abi
“Waduh… iya deh nak, tapi buna itu istri nya baba” Ucap Abizar
“No no… una isti nya abad” Ucap Abbad kekeh bahwa Fifin hanya milik nya seorang ( no no… buna istri nya Abbad ) dan jelas ia belum mengerti apa itu artinya istri, hanya mengucap karena tidak mau kalah saja
“Ya Allah ya gusti, yaudah buna ini sahabat nya baba deh” Ucap Abizar lagi
“No no… una abat nya abad” Abbad lagi lagi selalu tidak mau mengalah kalau sama bapak nya ( no no.. buna sahabat nya Abbad )
“Lahh trus baba sama siapa dong?” Ucap Abizar sampai geleng geleng kepala dibuatnya
Abbad terdiam sejenak, lalu dengan tangan mungil itu ia memberikan boneka panda yang selalu dibawa kemana mana pada Abizar
Abizar pun hanya tersenyum pulsa, kalau dia sama boneka juga tidak akan ada Abbad sebagai hasil nya, tapi juga hanya bisa pasrah sih, jadi perjalanan dari awal sampai ke lokasi ia hanya ditemani boneka panda yang diletakkan di kursi samping nya
“Sabar ya…” Ledek Fifin tertawa
\~
Yap, ini pertama kali nya Abizar dan Fifin membawa Abbad ke pantai, agak jauh sih jelas tapi rasa lelah itu terbayarkan tuntas dengan keindahan pemandangan
Sayangnya Abbad tuh takut sama pasir, mungki geli karena baru pertama kali kesini jadi ia menangis dan minta di gendong saja
__ADS_1
“Hahaha jagoan kok takut” Ledek Abi sedangkan Fifin hanya tertawa
Tapi tetap Fifin juga membantu menjelaskan dengan rinci soal tempat baru dan pasir supaya Abbad tidak takut, karena memang benar bahwa lama kelamaan Abbad sudah terbiasa dengan pasir
“Yuk ganti baju dulu yuk?” Ajak Fifin langsung mengangkat Abbad yang sudah kotor dan berjalan ke hotel terdekat dimana koper sudah diletakkan kesana tadi
Selesai ganti baju, mereka sholat dzuhur dan istirahat sebentar karena nanti sore akan pergi lagi ke tempat yang bagus
“Nih.. Abbad minum susu” Ucap Fifin dengan baju tidur nya sambil membawakan botol dot susu, semenjak Abbad berusia satu tahun maka Fifin masih memberikan ASI tapi di pompa dan di masukkan ke dalam botol
Abbad juga menerima nya dengan baik dan langsung tidur ketika susu nya sudah habis “Masya Allah pinter nya” Ucap Fifin mengelus rambut putra nya lalu mencuci botol itu.
\~
Ketika sore hari dan sehabis sholat ashar, mereka juga keluar lagi ke tempat lain dimana ada akuarium besar dan ada shark disana, salah satu hewan kesukaan Abbad adalah baby shark
“Tuh… nak shark yang Abbad cari” Ucap Abizar sambil menggendong putra nya
“Ini sak?” Tanya Abbad
“Iya, ini shark yang biasanya Abbad liat sama mbak Silvi” Jawab Fifin membenarkan
“Mau ya foto sama shark?” Tanya Abi, disitu Abbad berpikir sebentar karena agak takut ketika melihat shark secara langsung, tapi akhirnya ia mengangguk walau agak ragu
“Berdiri disini, baba sama buna yang fotoin Abbad ya” Ucap Abizar meletakkan Abbad di posisi yang pas dan bagus, lalu barulah mengambil gambar
“Bagus sih gaya nya kayak keren, tapi coba lihat sini nak?” Ucap Fifin
Fifin dan Abizar justru menahan agar tidak tertawa, beneran Abbad tuh kelihatan sekali kalau sedang tegang, mungkin agak takut
Selepas berkeliling akuarium, jelas sih Abbad lelah karena anak kecil itu susah beradaptasi di lingkungan luar
“Sudah ya? dada dulu sama baby shark, nanti Abbad bakal di ajak buna sama baba kesini lagi” Ucap Fifin
Abbad mengangguk dan melambaikan tangan “Babay sak” (babay shark)
Sedangkan saat balik ke hotel tuh enak, karena apa? pemandangan nya benar benar bagus, jadi walaupun foto di kamar juga akan terlihat cantik, apalagi orangnya hehe…
setelah di ajak mengobrol panjang lebar, Abbad akhirnya kembali tertidur selepas makan dan minum asi tentu nya, sebenarnya waktu Abizar dan Fifin berduaan juga hanya saat Abbad tidur
“Eh… ehh ya Allah” Ucap Fifin ketika Abizar menggeser Abbad supaya tidur di pinggir dengan diberikan pembatas supaya tidak jatuh, dan ia bisa leluasa memeluk sang istri
Abizar tersenyum lalu membuka handphone dan mengingat dimana momen momen manis itu terjadi
“Ini waktu hamil Abbad, mas masih ingat” Ucap Abizar membuka kenangan kenangan itu
“Iya mas sayang” Ucap Fifin tersenyum lalu memeluk suami nya balik dan mengelus pelan dada itu
“Hahaha…” Fifin tertawa karena foto itu dia yang mengambil lalu mengirimkan nya pada Abi
“Ini dia waktu udah usia beberapa bulan, udah bisa main” Ucap Abizar akan selalu ingat hal tersebut
“Iya, ini juga pertama kali dia manggil baba babah gitu” Ucap Fifin
“Lahh ini foto Abbad sama putra nya kang Wawan” Ucap Fifin yang kala itu mengajak Abbad untuk menjenguk adik bayi
“Iya hehe, udah pantas ya punya adik lagi?” Ucap Abizar menaik turunkan alisnya, Fifin langsung senyum salting tapi sambil mencubit pinggang Abi
__ADS_1
“Aduh… iya iya sayang, bercanda” Ucap Abi karena ia tau kalau Fifin hamil maka Abbad harus stop asi sebelum usia 2 tahun
“Hehe.. ini ketika di ajak keluar naik mobil, awal awal dia baru bisa jalan” Ucap Fifin
“Iyaaa gemas sekali mas rasanya” Ucap Abizar
“Waduhhh ini pipi nya masih gembrot” Ucap Abizar
“Pertama kali mandi bola itu mas” Ucap Fifin
“Nahh ini copy paste mas Abi bangetttt, kalau senyum mirip sekali” Ucap Fifin
“Adek cuman dapat hikmah nya hahaha” Ucap Abizar tertawa
“Nahh ini ni… waktu Abbad ketahuan makan camilan manis di ruang tamu satu toples hampir habis” Ucap Abizar geleng geleng kepala
Fifin juga sampai heran kenapa Abbad bisa sesuka itu dengan makanan manis? tap ya mau bagaimana lagi karena Abi saat kecil juga begitu
Banyak sekali foto foto Abbad di handphone Abizar, entah saat makan kerupuk, naik motor vespa di pegangin bulek, ngasih makanan kucing dll
Dan… ada beberapa foto yang Abi jadikan dokumen penting atau foto favorit di handphone nya, dan itu adalah foto foto mereka bertiga
Sedangkan satu satu nya foto yang Abizar posting di instagram adalah saat hari ulang tahun Abbad, itupun juga langsung di repost ulang oleh Fifin
@abizar_alhafidz وجالس أهل بيتك بعطفك @finzayna🤍
artinya duduklah bersama keluarga mu dengan kelembutan
Fifin selalu tersenyum ketika keadaan seperti ini, Abizar selalu berbicara lembut padanya dan mengingat momen momen baik di masa kemarin
“Mas benar benar sangat mencintai adek, sampai di akhirat nanti insya allah kita dipersatukan kembali” Ucap Abizar mencium seluruh wajah istri nya
“Adek juga sangat mencintai mas, terimakasih ya mas… sudah perhatian dan selalu menyayangi adek, menerima semua kekurangan adek” Ucap Fifin membalas ciuman tadi
Abizar tersenyum dengan wajah yang terlihat sangat damai, mereka benar benar berharap dan berdoa agar dipertemukan kembali di surga nya Allah nanti
Ia kemudian mengembalikan Abbad di posisi semula, yaitu berada di tengah tengah dan mereka tidur bersama dengan nyaman dan perasaan yang gembira, Abi sudah merasa tenang dan tidak memikirkan apa apa walau ibu dari Nisa kadang masih menghubungi nya sampai Abi memilih mengganti nomer telfon nya, tapi ia juga tidak terlalu memikirkan hal itu dan lebih baik fokus dalam kebahagiaan keluarga serta anak santri saja.
END.
“Hal yang bisa saya ambil, kadang kamu menginginkan sesuatu yang tampak baik padahal itu belum tentu baik untuk mu, sedangkan ternyata keputusan orang tua selalu berakhir baik, karena apa? ridho Allah berada di ridho orang tua, sesuatu yang tidak kau sukai tapi Allah justru meridhoi hal itu pun pasti akan berakhir indah” \~ Abizar Al Hafidz
“Hehee… apa ya? saya sempat merasakan sakit yang luar biasa ketika patah hati, tapi Allah mengirimkan mas Abi, orang yang mampu menjaga dan mencintai saya sepenuhnya, jadi percayalah bahwa setelah merasakan rasa sakit, akan ada kebaikan yang menghampiri mu asal tidak pernah putus asa, semangat!!! Allah akan selalu mendengar doa hamba hamba nya” \~ Fifin Zayna
“Babay pembaca setia kisah manis kedua orang tua ku hehe, terimakasih ya untuk dukungan nya, berkat kalian juga orang tua ku berhasil membina rumah tangga yang baik, jangan lupa mampir atau dibaca ulang buat lihat kegemasan akuu” \~ Muhammad Abbad Nailun Nabhan waktu usia 5 tahun
Dari saya selaku author
Assalamualaikum… masya allah akhirnya novel ini selesai juga, maaf ya karena saya butuh waktu lama, dan maaf juga kalau tidak puas dengan cerita nya, inti nya saya juga mengucapkan terima kasih banyak sudah mendukung dan menyukai novel ini, karena tanpa kalian juga novel ini tidak akan bisa berhasil🥹hehe… kalau bisa vote dan like sebanyak banyak nya yaa
Wassalamualaikum dan sampai jumpa di karya berikut nya, tunggu aku balik dan membawa cerita baru lagi ya☺️🤍
Eh bagi yang mau bertanya apapun, silahkan komen aja… Insya Allah akan saya jawab satu per satu🙏🏻
__ADS_1