Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
99. Zayyan & Fatimah


__ADS_3

Assalamualaikum, bagaimana kabar nya? Aku harap kamu selalu baik baik saja, sudah mendengar kabar soal penyakit yang aku derita kan? Kalaupun iya, aku tidak meminta do’a melainkan menginginkan kamu agar mengerti perasaan wanita yang sedang di ambang kematian ini, aku harap kamu bisa membalas perasaan ku walau tidak sebesar pada istrimu, poligami tidak dilarang bukan? Pikirkan lah kembali, demi wanita yang mencintaimu namun umur nya tidak panjang lagi. Wassalamualaikum


Begitulah isi surat yang sudah bisa di tebak bahwa itu dari Nisa, entah kerasukan apalagi sampai bisa mengirim hal hal tidak berguna seperti ini


“Mas” Panggil Fifin merengek saat sang suami meninggalkan nya terlalu lama


“Dalem sayang? Sebentar” Sahut Abi dari dapur dan membuang kertas itu di tempat sampah, membaca itu hanya membuang buang waktu saja


“Jangan goyah, mbak tidak akan sudi kalau kamu menikah dengan cewek itu” Ucap Aina memperingatkan adik nya


“Enggeh kak Ya Allah… mboten, kulo mboten pingin poligami” Jawab Abi lantaran yang adil hanya Allah SWT, tidak ada manusia di muka bumi ini yang bisa adil ( saya tidak ingin poligami )


Setelah mengisi botol dengan air minum tadi, Abi juga segera kembali ke ruang keluarga namun sendirian karena Aina masuk ke kamar lantaran harus pumping Asi untuk putri nya


“Kok lama sekali?” Tanya Fifin heran karena dapur itu dekat dan hanya mengambi air minum saja


“Tadi ngobrol sebentar sama kak Aina, maaf ya” Ucap Abiza sambil menyerahkan botol minum, Fifin pun mengangguk angguk saja


Saat waktu sholat ashar pun semuanya langsung jamaah ke musholla bersama para santri, kecuali Aina dan Fifin yang sholat di dalam rumah


“Sampun dapat kabar?” Tanya abah


“Sampun abah, ketingale enggeh mangke dalu atau mbenjeng beliau mriki” Jawab gus Haris karena abah sedang menghubungi pemilik pondok pesantren lain untuk mengajukan kerja sama ( sudah abah, kelihatan nya ya nanti atau besok beliau kesini )


“Ya sudah, maturnuwun ya nak…” Ucap abah


Sholat, dzikir, berdo’a runitias yang sudah biasa dilakukan, karena tidak ada urusan lain pun Abizar juga segera kembali karena tadi Fifin katanya sedang menginginkan sesuatu


“Kenapa sayang?” Tanya Abi saat masuk ke dalam kamar dan menemui sang istri yang masih memakai mukenah


“Sini” Jawab Fifin sambil memberi gestur agar suami nya mendekat


Abi pun menurut saja, ehhhh tidak menyangka kalau pas udah dekat ternyata pipi nya yang di gigit “aduh… kalau lapar bilang dong dek”


Fifin melepaskan gigitan nya tapi juga nyengir, dia memang lapar tapi juga gemas sekali dengan sang suami yang sepertinya mulai ikut mengembang atau naik berat badan


“Mas…” Panggil Fifin manja betul kayak anak TK, ia bahkan menatap mesra dan membelai lembut wajah sang suami yang hanya bisa ia nikmati


Abi sudah tau nih ujung ujung nya kemana, pasti ngidam aneh aneh lagi nih lihat aja, dijamin aneh bener dah


“Purun nopo sayang?” Tanya Abi ( mau apa sayang? )


“Sate kelinci toping nya kertas, cariiin ya mas… makasih” Muach muach muach! Belum sempat Abi menjawab tapi kecupan itu sudah mendarat di mana mana


“Iya… mas carikan ya” Ucap Abi meng iyakan saja walau dalam hati ia tidak tahu mau cari topping kertas itu dimana, kertas biasa di makan gitu? Kan enggak mungkin

__ADS_1


Suami gercep! Julukan Abizar sekarang karena kalau Fifin menginginkan sesuatu pun ia segera keluar rumah dan mencarikan benda itu


“Mau kemana nak?” Tanya umi yang ada di musholla samping bersama abah


“Beli sate kelinci umi, ngidam katanya” Jawab Abizar


“Oalah… ya sudah hati hati”


“Njih umi”


“Ehem… gus Abi gercep mau kemana ini?” Tanya mas Abdul yang membuka gerbang karena motor Abi mau lewat


“Beli sate mas, mau?” Tawar Abi sekalian supaya ia bisa beli dengan jumlah yang jelas nanti


“Purun kok gus” Jawab mas Abdul no gengsi gengsi lagi, kalau mau yaudah jawab aja jujur ( mau kok gus )


“Yaudah, saya pergi dulu mas” Ucap Abizar langsung ngenggg cusss ke warung sate kelinci yang dekat saja supaya tidak lama


\~


Saat pulang pun Fifin terkejut ternyata Abi berhasil membelikan apa yang ia mau, tepat jam makan malam pun ada satu porsi sate yang di khususkan untuk Fifin sendiri


Beberapa tusuk sate kelinci dengan saus kacang dan topping bawang merah, tak lupa kertas yang bisa dimakan pun ada di atas nya, Abi sudah mencari tahu di internet dan ternyata memang ada


“Bissmillahirrahmanirrahim…”


Cuman Aina yang heran, ia juga mencoba kertas yang bisa dimakan itu karena Abi tadi membeli agak banyak supaya yang lain juga bisa mencoba


“Enak?” Tanya gus Haris


“Emm enak, mirip permen cuman tidak manis sama sekali” Jawab Aina


Umi dan abah juga ikut mencoba, ternyata ada juga kertas yang bisa dimakan seperti ini ya… memang jaman serba ada sih ini


Tapi… tak lama kemudian


Hiks, hiks. Seperti terdengar suara tangisan Fifin yang duduk di meja makan, padahal tadi masih senyum anteng dan baik baik saja


“Loh kenapa sayang? Mas salah sesuatu?”


Umi juga ikut panik, “Kenapa nak? Ada yang kurang?”


“Iya Fin, apa mau makan yang lain aja? Atau kamu marah kertas nya aku makan?” Tanya Aina lantaran ia waktu hamil juga moodswing sekali walau karena hal sepele


“Mas saja yang makan” Ucap Fifin mengusap air mata nya dengan tangan lalu menggeser piring sate tadi untuk diberikan pada sang suami

__ADS_1


“Loh kenapa? Adek tidak mau?” Tanya Abi


Fifin menggeleng “Tidak mau, kasihan kelinci nya lucu lucu tapi di jadiiin sate, mas aja yang makan” Jawab nya enggan isak tangis yang masih tersisa


Semua orang menggelengkan kepala, bisa bisanya ia tidak mau makan sate hanya karena daging ini berasal dari kelici yang imut imut


Abizar menghela nafas, ini nih yang membuat berat badan nya ikut naik, karena kalau Fifin tidak habis makanan nya pun dia yang menghabiskan


“Emang adek tau kalau kelinci nya lucu itu dari mana?” Tanya Abi


Fifin langsung menunjukkan ponsel nya, Emm… pantas saja karena tadi Fifin makan sate kelinci sambil melihat foto foto kelinci, jadi eneg dan tidak tega makan lah yang ada


“Ya sudah… adek makan ini saja” Ucap Abi mengambil mangkuk yang sudah di isi sop iga buatan bulek tadi


“Hehe… oke” Jawab Fifin langsung kembali mode normal dan makan dengan baik


\~


“Mas” Panggil Fifin saat sudah selesai makan dan ia sedang menemani sang suami untuk membuat kopi di dapur


“Dalem sayang, kenapa?” Tanya Abi


“Mas janji tidak akan poligami kan?” Tanya Fifin tiba tiba


Abi agak kaget mendengar pertanyaan itu, feeling istri nya ni kuat apa bagaimana? Sampai pertanyaan nya nyambung dengan surat tidak jelas tadi


“Mboten sayang, kan sudah mas bilang dari awal” Jawab Abizar


“Ohh…” Fifin cuman oh doang sambil mengangguk angguk, entah kenapa ia masih takut jika hal itu bisa saja terjadi


“Adek sudah cari nama belum?” Tanya Abizar mengalihkan pembicaraan agar tidak canggung


“Belum, rencananya minta pendapat para orang tua atau mas saja yang mencarikan nama” Jawab Fifin karena ia bingung ingin memberi nama apa


“Mas sih kalau cowok ingin nya Muhammad Zayyan Al Hafidz atau As Suyuthi, untuk cewek Fatimah Ghazala Humaira” Jawab Abizar karena ia sudah mencari beberapa nama yang baik


“Masya Allah, bagus bagus itu mas” Ucap Fifin


“Iya kan? Cuman nanti sebelum memutuskan, mas akan meminta pendapat kepada orang tua kita menghormati mereka juga”


Fifin mengangguk angguk dan setuju, karena orang tua mereka berdua masih hidup dan sehat semua, maka dari itu lebih baik meminta pendapat terlebih dahulu



Ada konflik thor? Insya Allah ada, karena baik di dunia nyata maupun dunia novel pun pasti ada cobaan dan ujian nya sendiri sendiri

__ADS_1


Btw ini saya memang update nya lama karena kakak kandung saya yang pertama itu menikah, jadi memang dikit dikit ibu pasti manggil buat bantuin, sabar ya…


__ADS_2