Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
39. Anu


__ADS_3

"Tidak jadi deh, nanti aja kalau sudah di rumah" Ucap Fifin karena sekarang ia sadar bahwa masih di tempat umum, lebih baik nanti saja di tanyakan


"Ya sudah" Ucap Abi membiarkan saja, mungkin istri nya memang belum mau menanyakan sekarang


"Adek sudah mulai ngantuk mas, habis ini kita pulang ya?" Tanya Fifin karena dari rumah sakit ia belum beristirahat dan langsung menjemput Abi


"Iya, tapi habis ini ikut mas ke butik sebentar ya"


"Oke"


Fifin segera menghabiskan makanan dan ikut ke butik sesuai permintaan suami nya, mungkin Abi memang ada urusan pekerjaan dan mau mengecek sesuatu disana


"Bukan nya sudah tutup ya mas?" Tanya Fifin saat mereka dalam perjalanan dan sadar sudah hampir jam 12 malam


"Kalau di tutup kan mas juga bawa kunci nya dek" Ucap Abi


"Oh.. iya ya" Ucap Fifin terkekeh, ia seakan lupa bahwa Abi pemilik butik itu.. kalau dari segi penampilan Abi memang sederhana yaitu sarung rapi dengan baju kokoh serta peci, tapi meski begitu dompet dan tabungan nya yang tebal


Saat sampai butik, Abi langsung membuka dengan kunci yang ia bawa... Fifin kira Abi akan mengecek sesuatu, tapi nyata nya malah ia mengambil beberapa gamis yang Fifin sendiri tidak tahu itu untuk siapa


"Coba adek lihat lihat, kalau ada baju yang adek suka langsung ambil saja" Ucap Abi


"Emm... enggak dulu deh mas" Ucap Fifin tidak mood memilih baju untuk sekarang karena ia sudah lelah


"Ya sudah, ayo... mas sudah selesai" Ucap Abi membawa semua baju yang ia pilih tadi


"Emang baju nya buat siapa mas? Kok banyak?" Tanya Fifin


"Buat adek, gamis nya cantik.. nanti jadi makin cantik kalau adek yang pakai" Jawab Abi


Fifin yang dipuji seketika tersipu malu, "Ih kamu mah gombal mulu sama aku" Ucap Fifin


"Enggak gombal, kan memang beneran cantik" Ucap Abi tersenyum, selepas mengunci kembali butik dan ia langsung meletakkan gamis gamis tadi di kursi bagian belakang


"Kebanyakan mas, badan adek cuman satu" Ucap Fifin


"Mas belum pernah beliin kamu baju, waktu mas cek kartu debit nya juga adek belum pernah belanja keperluan diri sendiri" Ucap Abi


"Ya... kebutuhan adek masih ada, skincare juga masih kok, makanya adek belum belanja" Ucap Fifin memberikan alasan nya


"Ya pokok nya mas memang mau kasih buat adek, terima saja... nanti baju baju lama kamu yang sudah tidak terpakai dan masih bagus, layak dipakai bisa di sumbangkan ke yang membutuhkan" Ucap Abi


"Iya..." Ucap Fifin menurut saja, ia suka kok diberi perhatian walau suami nya itu memang agak berlebihan menurut nya


~


Saat Abi dan Fifin sampai di rumah, hanya mas mas pengurus saja yang masih betah begadang di pos gerbang utama

__ADS_1


"Wahh... gus Abi habis kencan" Ucap Wawan saat membukakan gerbang


"Alhamdulillah, semoga segera menyusul kalau sudah bertemu jodoh nya ya" Ucap Abi tersenyum


"Aamiin" Ucap Wawan mengaminkan saja walau tersenyum kecut dalam hati karena sampai sekarang ia belum bertemu dengan tambatan hati


Setelah Abi memarkirkan mobil nya di carpot, ia membawa semua barang termasuk baju dan bingkisan yang diberikan panitia pengajian tadi


"Loh... umi kok masih disini?" Tanya Abi melihat umi Rida yang duduk di ruang keluarga


"Umi nungguin abah yang belum pulang dari pengajian di kampung sebelah" Jawab umi


"Umi tidak mengantuk?" Tanya Fifin


Umi Rida menggeleng, ia tidak mengantuk karena baru saja terbangun dari tidur barusan


"Mungkin abah masih di ajak mengobrol sama orang orang disana umi" Ucap Fifin


"Iya, tapi tidak apa apa karena biasanya juga pulang larut malam" Ucap umi


"Oh iya ini umi... tadi dikasih sama panitia pengajian" Ucap Abi memberikan bingkisan nya pada umi


"Oh iya? Alhamdulillah..." Ucap umi bersyukur lalu membuka bingkisan itu yang ternyata berisi buah buahan


"Kalau umi mau bisa umi ambil saja" Ucap Abi


"Tidak umi, Fifin sudah kenyang karena tadi makan sama mas Abi" Jawab Fifin menolak dengan halus


"Iya ya kalian habis kencan, umi lupa" Ucap umi terkekeh sedangkan anak dan menantu nya itu sudah tersipu malu


"Tapi sudah ada buah buahan juga di kulkas, ini kamu kasihkan ke mas mas yang sedang jaga diluar saja Abi" Ucap umi


"Njih umi"


Setelah memberikan bingkisan tadi pada mas mas pengurus, Abi menyusul istri nya yang sudah naik duluan ke atas


Ceklek


"Eh astaghfirullahaladzim... kaget adek mas" Ucap Fifin terkejut karena pintu tiba tiba terbuka saat ia mengancingkan baju


"Kenapa tidak adek kunci saja pintu nya?" Tanya Abi, meskipun sudah ada wardrobe tapi kebiasaan Fifin itu selalu saja mengancingkan baju nya di atas kasur


"Iya karena tidak tahu kalau secepat ini mas kembali, adek kira mau mengobrol sama kang kang diluar" Ucap Fifin


"Enggak dek, mas sudah capek juga soalnya" Ucap Abi lalu membersihkan diri nya sebelum tidur


Beberapa waktu kemudian Abi keluar dari wardrobe dengan piyama yang sudah rapi dan tangan yang mengeringkan rambut nya sendiri

__ADS_1


"Oh iya adek tadi mau nanya apa sama mas?" Tanya Abi sambil ia duduk di sofa


"Emm.. adek mau nanya soal mas" Jawab Fifin sambil bangun dan berjalan menghampiri suami nya


"Iya, tanyakan saja... mas dengarkan" Ucap Abi


Fifin menutup bibir nya dengan rapat dan menghela nafas sebelum bertanya, ia juga mendekat pada suami nya agar tidak perlu bicara dengan suara keras


"Mas.." Panggil Ffiin ketika ia sudah berdiri di hadapan Abi yang juga berdiri saat hendak mengembalikan handuk ke tempat semula


"Iya, kenapa?" Tanya Abi heran, memang pertanyaan apa coba? Sampai Fifin bimbang dan maju mundur seperti itu


"Jangan marah ya..." Ucap Fifin meskipun dalam hati ia percaya bahwa Abi tidak akan marah


"Iya... mas tidak akan marah, tanyakan saja"


Fuhh... Fifin menghela nafas lagi "Mas normal gak sih?"


Abi seketika mengerut dan berekspresi aneh dengan pertanyaan istri nya barusan, ini tadi Fifin menanyakan soal apa sih?


"Normal maksud kamu? Hal itu?" Tanya Abi balik


"I-iya"


"Mas normal dek, astaghfirullah... adek terlalu negatif sama suami sendiri" Ucap Abi sambil menggelengkan kepala nya


"Ya enggak, adek nggak bermaksud negatif mas.. tapi kenapa mas kok gak pernah minta hal itu sama adek?" Tanya Fifin


"Hal itu apa?" Tanya Abi balik


"Ya itu, kegiatan suami istri yang kata orang orang kayak surga dunia"


Abi kaget, bahkan sangat kaget... bisa bisa nya Fifin mengucap hal sejujur itu tanpa di cover terlebih dahulu


"Emang adek mau?"


"Enggak"


Abi jadi gemas sendiri, trus maksudnya apa coba bertanya hal seperti itu padanya? Memancing sesuatu saja


"Trus adek maunya apa?" Tanya Abi dengan suara berat dan perlahan kaki serta tubuh itu menghimpit sang istri di antara kedua lengan nya, Fifin sampai jalan mundur mundur dan mentok di dinding kamar mereka


"Waduh... salah nanya pula aku" Batin Fifin menjadi cemas sendiri dan jantung nya dag dug dug serr


Abi membelai wajah sang istri dan mengalihkan rambut rambut yang menutupi mata istri nya, sungguh Fifin terlihat makin cantik saat dari dekat seperti ini


"Hmm? Kok adek nanya hal seperti itu sama mas?" Ucap Abi lagi

__ADS_1


Seketika nafas Fifin seperti tercekat, ia memejamkan mata karena tidak berani menatap sang suami dengan jarak sangat dekat dan jantung yang berdegup kencang, bahkan mulut nya saja seolah tidak mau mengeluarkan sepatah kata pun, beneran deh... berasa spot jantung😭


__ADS_2