Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
37. Ya Zaujati


__ADS_3

Waktu kerja kali ini, Fifin beberapa kali melamun karena memikirkan soal suami nya itu.. aihh tapi untuk apa juga dipikirkan? Toh kalau diminta beneran malah dia yang belum siap


Tapi... mengingat kasus ibu ibu pasca melahirkan dimana suami nya sudah sangat tergesa gesa untuk kembali berhubungan, Fifin jadi takut kalau ada yang salah dengan Abizar


"Kok ngelamun terus" Ucap Lia sambil menyenggol lengan sahabat nya itu


"Eh iya, maaf maaf" Ucap Fifin mengusap dahi nya sendiri untuk mengembalikan fokus nya


"Udah jam sepuluh, pulang gih... gantian sama yang lain" Ucap Lia menunjuk jam dinding yang sudah pukul 10 malam


"Oalah.. iya, aku absen pulang dulu" Ucap Fifin


Sesuai janji, Fifin segera keluar dari area rumah sakit dan menyetir menuju masjid kota.. dimana suami nya sedang tausiyah disana, ia juga sudah bertanya pada Abi apakah tausiyah nya sudah selesai apa belum


Zauji♥️ (suamiku)


📩 : "Assalamualaikum.. mas, adek sudah selesai kerja, mas sudah selesai tausiyah belum?"


Tak lama muncul juga balasan dari Abi


📩 : Waalaikumsalam, belum dek... ini baru mau maju ke mimbar, adek langsung kesini saja ya... soalnya mas Eko sudah pulang setelah mengantar mas tadi


📩 : "Iya, adek perjalanan kesana"


"Kok tumben ya kang Eko langsung pulang?" Batin Fifin bertanya tanya


Kenapa ia memanggil semua pengurus laki laki di pondok dengan sebutan kang? Karena Abizar sendiri yang ingin bahwa panggilan mas dari Fifin hanya untuk nya saja, tidak boleh untuk menyebut nama laki laki lain


Selang beberapa menit Fifin sudah sampai di masjid kota, namun ia harus mencari tempar pakir terlebih dahulu karena banyak nya kendaraan di sekitar masjid


Setelah memarkirkan kendaraan nya, Fifin bergegas ke dalam masjid dengan membasuh kaki terlebih dahulu dan bergabung dengan para jamaah wanita


Ia bisa melihat Abi juga mendengar suara suami nya yang sedang tausiyah itu, sangat adem.. karena Abi selalu menyampaikan nya dengan tersenyum, santai dan tidak menggebu


"اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا ۗ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا "


" Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dholim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala atau neraka, qur'an surah an nisa' ayat sepuluh"


"Dan Rasulullah shollalahu alaihi wasallam juga bersabda, jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang merusak, salah satu di antara perkara yang Rasulullah sebutkan adalah Memakan harta anak yatim atau merebut hak anak yatim"


Disaat Fifin sedang fokus mendengarkan tausyah dari suami nya, "Kok baru datang?" Tanya salah satu ibu ibu padanya

__ADS_1


"Iya bu, baru pulang kerja jadi langsung kesini" Jawab Fifin ramah


"Ohh... pasti fans nya gus Abi ya? Saya aja yang sudah emak emak bisa suka sama gus Abi, sudah ganteng.. sholeh, kalau tausiyah juga lembut sekali" Ucap ibu ibu itu dengan senyum nya


"Hehe iya bu, saya juga suka sama cara beliau menyampaikan tausiyah" Ucap Fifin


"Duh... andai masih single, pasti mau banget kalau anak gadis ibu yang mondok dapat suami gus Abi" Ucap ibu itu lagi


Fifin yang mendengar hanya bisa nyengir sambil mengangkat alis, memang sih para jamaah wanita disini tidak tahu jika ia adalah istri dari gus Abi


"Ada yang mau bertanya?" Ucap Abi menawarkan pada jamaah laki laki setelah menyampaikan tausiyah tadi


Salah seorang laki laki berumur mengangkat tangan nya


"Njih pak" Ucap Abi mempersilahkan pria tersebut untuk bertanya


"Saya paham sekali dengan tausiyah yang gus Abi sampaikan, tapi barangkali gus Abi sedang mencari istri.. anak saya ada kok yang single"


Para bapak bapak yang hadir dalam pengajian ini pun sontak tertawa, lucu saja pertanyaan bapak tadi yang melamar gus Abi


Berbeda dengan ekspresi Fifin yang langsung kaget "Enak aja.. suami aku itu" Batin Fifin


"Wah... maaf pak, saya sudah menikah, satu saja tidak habis habis pak hehe..." Ucap Abi sambil terkekeh dan menurunkan kembali tangan nya, maklum sih... untuk para jamaah yang sudah berumur dan tidak main sosmed pasti belum tahu kalau dia sudah menikah


"Iya ih... bapak bapak tadi kok kudet pula" Ucap ibu ibu yang di sebelah Fifin


"Mungkin memang tidak main sosmed bu" Sahut Fifin untuk menghentikan ibu ibu yang membahas bapak bapak di sebelah


"Ohh.. njih gus, maaf saya tidak tahu" Ucap bapak bapak yang bertanya tadi


"Iya pak, tidak apa apa"


Abi kemudian berganti menawari para jamaah wanita "ada lagi yang ingin bertanya?" Ucap Abi


Fifin lantas mengangkat tangan nya sebagai tanda bahwa ia ingin bertanya, Abi bisa melihat istri nya karena pembatas antara jamaah laki laki dan perempuan dibuat pendek untuk acara pengajian hari ini


Dengan senyum nya yang sangat manis dan mempesona, Abi berucap "Ya Zaujati... apa yang ingin kamu tanyakan pada suamimu ini?"


Makjreng!!!


Fifin kaget dan terbelalak, bisa bisanya Abi langsung mengucap di depan umum, ia kemudian langsung menurunkan kembali tangan nya dengan wajah yang sudah bersemu merah

__ADS_1


Dan sontak saja ucapan Abi barusan membuat semua para jamaah wanita menatap Fifin, mereka sudah tahu dan tidak asing dengan kata zaujati yang berarti istriku


"Mbak... istri nya gus Abi?" Tanya ibu ibu di sebelah Fifin tadi dengan ekspresi kaget nya


Sedangkan para panitia pengajian juga terkejut, mereka sama sekali tidak tahu jika istri dari gus Abi itu berada disini


"I-iya bu" Jawab Fifin menganggukkan kepala nya


"Pripun ya zaujati? Jadi bertanya atau nanti saja ketika sudah di rumah?" Tanya Abi kembali


Fifin menggelengkan kepala karena ia tidak jadi bertanya, sudah kepalang malu duluan ketika dengan jelas Abi memanggilnya dengan sebutan istri, mana pakai mic yang kedengeran sampai area luar masjid pula


"Ibu ibu... saya senang bisa bertemu dengan semuanya, tapi saya permisi duluan ya bu" Ucap Fifin merasa tidak nyaman ketika ada beberapa ibu ibu yang hendak mencium tangan nya


Bukan nya tidak menghargai, tapi Fifin merasa tidak pantas diperlakukan seperti itu.. apalagi usia ibu ibu disini jauh lebih tua darinya, sehingga Fifin lah yang mencium tangan ibu ibu tadi secara paksa.. dan langsung permisi keluar dari area jamaah


~


Ia bisa bernafas lega ketika sudah bebas dari kerumunan ibu ibu tadi,  ia bersembunyi tempat wudhu wanita untuk sementara


"Assalamualaikum, permisi ning" Salah seorang wanita bergamis yang merupakan panitia pengajian itu menghampiri Fifin


"Waalaikumsalam, iya ada apa ya?"


"Maaf kalau saya mengganggu, barusan gus Abi berpesan sama pihak panitia untuk menemani njenengan sampai beliau selesai tausiyah, mau menunggu dan bergabung dengan kami ning?" Tanya wanita itu


"Oh.. iya, saya mau kok" Ucap Fifin


"Maaf ya karena kami tim panitia membuat ning Fifin tidak nyaman"


"Ehh tidak, tidak apa apa... justru saya yang minta maaf karena mengagetkan kalian"


"Njih ning tidak apa apa, mari ikuti saya" Ucap wanita itu mengarahkan Fifin untuk masuk di ruang panitia yang mana ruangan itu ada di belakang tembok mimbar


Sekarang posisi Fifin kembali dekat dengan suami nya, ia masih terngiang ngiang soal kejadian tadi yang malu nya dapat, salting pun dapat. Duh... heran, suami nya itu suka sekali blak blak an di depan umum


"Assalamualaikum" Ucap Fifin pelan


"Waalaikumsalam ning.." Sapa semua panitia perempuan yang ada di ruangan dan langsung menyalami Fifin, sedangkan panitia perempuan yang lain nya juga di luar untuk mengkondisikan keadaan para jamaah


Untung nya tadi dia membawa baju ganti ketika berangkat kerja dan sudah memakai gamis sebelum berangkat kesini, ya karena mikir saja pasti di masjid banyak yang ikut pengajian dan tidak enak kalau mau ngedate masih pakai seragam kerja

__ADS_1


__ADS_2