
Malam ini adalah acara tasyakuran, dimana mereka mengundang tetangga dekat juga beberapa saudara yang memang mau hadir
Untuk kali ini pun sama, semua biaya Abizar sendiri yang menanggung nya walau Fifin sudah memohon mohon agar dia juga ikut andil, namun Abi yang keras kepala tetap enggan membiarkan hal itu
Meski ia yang mengeluarkan semua uang, tapi ia juga berlaku adil dengan mengundang tetangga Fifin juga yang mau kesini, alhamdulillah nya banyak yang datang karena jarak pondok dengan rumah Fifin pun masih terbilang dekat
(Gambaran nya kayak gini lah ya)
Karena tidak mau repot kesana kesini, umi juga bilang agar semua acara di pesankan cathering saja, biar keluarga bisa istirahat semua dan tidak perlu membantu karena mereka adalah tamu
“Alhamdulillah…” Ucap bu Risma tersenyum saat para bapak bapak sudah bubar ketika acara tasyakuran selesai
“Iya bu, alhamdulillah” Jawab umi Rida
“Abi sama nak Fifin istirahat saja di dalam, besok harus mempersiapkan tenaga” Ucap umi lantaran besok adalah hari resepsi
“Njih umi, Abi ke halaman sebentar”
Sedangkan para santri dan pengurus banyak sekali yang masih nimbrung diluar, kenapa? Karena pihak WO masih sibuk menghias halaman dan merunah nya menjadi tempat resepsi yang cantik
🔊 : “Assalamualaikum wa rahmatullah wabarakatuh, Dimohon untuk semua anak anak santri langsung masuk ke kamar masing masing di karena kan sudah jadwal untuk istirahat, sekali lagi dimohon untuk masuk ke kamar masing masing sebelum pihak keamanan mendisiplinkan, Wassalamualaikum wa rahmatullah wabarakatuh”
Para santri ada yang kesal juga karena mereka ingin melihat panggung pernikahan itu sampai selesai atau menjadi cantik, namun apalah daya? Sudah aturan nya untuk tidur
“Alah… kenapa besok kita tidak libur ya?” Ucap santri pada teman nya
“Entah”
“Iya, kenapa ya? Kan bisa bantu bantu” Ucap yang lain
“Ehem… kalau kalian diliburkan sekolah nya pasti tertinggal pelajaran, kalian bisa mandiri dan disiplin disini pun itu sudah sangat membantu” Sahut Abi dengan senyum nya
Para santri langsung berhamburan masuk kamar saat Abi membalas ucapan mereka, begitu pula dengan santri putri
Saat ini gerbang pembatas antara santri putra dan putri dibuka karena digunakan untuk mendekor area resepsi yang panjang dan lebar, maka Abi juga meminta pada pihak keamanan agar ada yang berjaga di bagian pembatas malam ini supaya tidak ada pertemuan antara santri putra dan putri
“Mas, tolong di jaga ya… kalau mau kopi langsung masuk dapur tapi sebentar saja” Ucap Abi
“Njih gus” Jawas mas Eko
Abi kembali ke kamar nya karena sudah ada Fifin yang sedang rebahan di kasur, kalau kedua orang tua mereka memang masih berbincang di bawah
“Bang Zaki mana?” Tanya Abi
“Enggak tahu katanya tadi habis tasyakuran mau keluar sebentar” Jawab Fifin mengedikkan bahu nya
Abi mengangguk angguk, entah kenapa pria yang berstatus sebagai kakak ipar nya itu sangat sibuk, tapi entahlah mungkin sedang ada keperluan di rumah tahfidz
“Mas mandi dulu bentar”
\~
Keesokan hari nya, dari jam 5 pagi MUA yang dipakai jasa nya sudah datang ke rumah ndalem karena memang proses make up itu lumayan lama
“Nak, sudah datang itu orang yang mau make up” Ucap umi saat Fifin membuka pintu kamar nya
“Njih umi, Fifin mandi dulu sebentar” Ucap Fifin karena meski adat jawa mengatakan kalau pengantin nya mandi maka acara resepsi akan di guyur hujan? Tapi Fifin lebih nyaman apabila dia dalam keadaan bersih
Selama make up pun Fifin ditemani dengan Umi, Ibu, ning Aina
Awalnya umi menawarkan pada Silvi karena masih anggota dari keluarga mereka, tapi Silvi enggan… kali ini ia hanya menjadi pembicara dan tidak mau di spesial kan
“Aaaa mbak, gemes banget sama ning kecil ini” Ucap Fifin menahan untuk tidak menoel pipi itu lantaran ia masih proses make up
“Hehe… alhamdulillah, habis ini Insya Allah kamu yang nyusul” Ucap Aina
__ADS_1
\~
Jam 10 pagi semua sudah siap dari dekor dan cathering, mas Wawan dan Silvi menjadi MC atau pembicara, para pengurus cewek dan cowok menjadi penyambut penerima tamu di pintu masuk
Semua tamu juga sudah datang, tamu laki laki di sebelah kanan tepat dimana Abi juga duduk di kursi kanan untuk mempelai pria
Gaun yang dipakai Fifin memang sederhana dan cantik, tapi sengaja ia memilih yang seperti itu karena nampak elegan dan tidak kesulitan untuk berjalan juga tidak ribet memakai nya
Sedangkan tamu perempuan ada di sebelah kiri, tepat dimana Fifin duduk di kursi mempelai bagian kiri. Jadi tempat tamu untuk pria dan wanita memang terpisah dengan sekat di tengah, namun mereka semua masih bisa melihat panggung pengantin nya
Kecuali untuk keluarga inti yang sudah disiapkan tempat tersendiri, yaitu di depan panggung langsung dan bagian belakang baru tamu undangan
“Wah… adek deg deg an, semoga aja tidak hujan” Ucap Fifin agak cekikikan karena tadi ia mandi kan
“Insya Allah tidak” Jawab Abi
Fifin tersenyum, malah senyum itu terus bertambah saat melihat di bagian tamu perempuan ternyata ada Nisa yang sudah hadir
“Buset… cantik an aku” Batin Fifin semakin pede
Acara kemudian dimulai dengan mas Wawan dan Silvi yang mengucap salam lalu mengatakan bahwa sesuai susunan, acara akan dimulai dengan qiro’atil qur’an dulu dari mbak Ila
Ila duduk di samping panggung yang memang sudah disiapkan, ia memegang mic dan mempersembahkan ayat ayat suci al qur’an dengan suara nya yang merdu, nada yang indah hingga siapapun yang mendengarnya pasti akan merinding
Awalnya WO ingin menawarkan paket lengkap termasuk MC dan lain lain, tapi Abizar tidak mau dan memilih untuk meminta tolong pada pengurus santri saja
“Bapak minta yang sederhana saja, nak Abi bahagiakan putri yang bapak titipkan dan bimbing dia dengan baik sampai surga nya Allah mempertemukan kalian lagi” Ucap pak Yahya yang benar benar terngiang ngiang di telinga Fifin
“Njih pak”
“Abah hanya berpesan semoga nak Fifin bisa menerima kekurangan putra abah, begitupun sebaliknya. Abah selalu berdo’a agar kalian sakinah mawaddah warohmah dan mendapat ridho Allah”
Abi dan Fifin mengangguk angguk dengan senyum manis yang terus mengembang dan tangan yang sedari tadi bergandengan erat
Selanjutnya adalah bagian ceramah atau tausiyah yang di ucapkan oleh kyai Ahmad yang merupakan teman abah juga dan pemilik pondok pesantren di kota sebelah
Beberapa kali beliau juga memperingatkan soal ujian rumah tangga, dimana keduanya nanti harus bisa berpegangan erat satu sama lain dan mendayungi laut yang penuh ombak hingga sampai ke titik tujuan
Memang tidak mudah, tapi ketika seseorang sudah memutuskan untuk memulai kehidupan rumah tangga maka mereka juga harus siap apapun cobaan yang akan datang
Setelah tausiyah pun dilanjut dengan do’a penutup yang khusyu’ dan diharapkan yang belum menikah juga segera bertemu dengan jodoh nya masing masing
“Alhamdulillahirobbil alaamiin, rentetan acara demi acara tadi berlangsung dengan lancar dan baik”
“Setelah ini bapak dan ibu di persilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan sambil mendengar penampilan terbaik dari grup al banjari Darussalam”
Semua para tamu undangan akhirnya menyantap hidangan yang sudah disiapkan, lauk yang disediakan pun sangat lengkap karena Abi memang mau menyenangkan hati para tamu yang sudah mau hadir disini
“Aaa, akhirnya selesai” Ucap Fifin bersandar di bahu suami nya, ia tidak malu meski banyak yang melihat
“Alhamdulillah” Ucap Abi bersyukur saja
Setelah menikmati hidangan, semua tamu juga baris mengantri untuk naik ke panggung dan mengucapkan selamat pada kedua mempelai
Ada juga sesi foto bersama untuk keluarga dan para tamu undangan yang mau berfoto dengan pengantin, hanya saja peraturan seperti tadi.. tamu cewek hanya bisa berfoto dengan Fifin sedangkan tamu cowok pun hanya bisa berfoto dengan Abi
__ADS_1
Abi juga selalu mengucapkan terimakasih pada orang yang mau hadir entah itu keluarga atau sahabat nya, inti nya kalau sudah mau hadir berarti mereka menghargai nya juga
Setelah para tamu pulang dengan souvenir yang sudah dibagikan, hanya tinggal keluarga saja yang ada disini maka sekat tadi pun segera dibuka
Karena ada sesi foto khusus keluarga dan kalau keluarga baru bisa berfoto dengan kedua mempelai langsung
Foto pertama Fifin, Abi dan kedua orang tuanya, lalu yang kedua ada abah, umi dan kedua mempelai
Untuk fotografer bahkan mereka memakai mas Eko yang sudah sering mengabadikan momen untuk pondok maupun ndalem
“Satu… dua… tiga”
Setelah foto dengan keluarga selesai, maka berganti dengan para pengurus yang sudah diberikan tugas dalam acara resepsi ini, mereka juga berfoto bersama dengan Abi dan Fifin
“Ganteng dan cantik cantik ya…” Ucap Fifin tersenyum melihat sergam yang mereka kenakan, Yap… Abi juga memesan seragam khusus untuk panitia resepsi. Tetap cantik dan bagus walau berbeda dengan seragam keluarga
“Njih ning, terimakasih” Ucap Ila
“Alhamdulillah… di akui ganteng” Ucap mas Eko sambil tertawa ngakak, selama ini jarang yang memuji nya tampan
Dan btw Abi agak cemberut mendengar istri nya memuji orang lain, perasaan ia belum pernah dipuji ganteng oleh istri nya sendiri
“Sudah silahkan makan ya… pasti lapar kan? Kecuali mas Eko harus disini dulu” Ucap Abi
“Njih gus”
Para pengurus tadi langsung bergabung dengan keluarga umi dan bu Risma yang sedang makan di tempat prasmanan yang tersedia, tentu saja mereka menunggu keluarga Abi selesai mengambil terlebih dahulu dan baru giliran mereka
“Ayo foto berdua” Ajak Fifin dan Abi menganggukkan kepala nya
Mereka berpose sebagai mana layak nya pengantin baru, romantis dan tersenyum lebar dengan beberapa gaya yang nampak serasi
Terakhir, Fifin merangkul leher suami nya dan saling bertatap muka “Perasaan mas belum pernah di puji ganteng sama adek”
“Loh, memang kenapa? Mas cemburu ya?” Tanya Fifin terkekeh geli
Mas Eko yang melihat keromantisan mereka berdua ini juga tersenyum bahagia, tapi dalam hati juga bertanya tanya, kapan ia bisa seperti ini?
“Tidak, mas tidak cemburu” Jawab Abi padahal dari lagak nya sudah kelihatan sekali
“Haha.. iya deh, suami aku yang paling ganteng” Ucap Fifin
“Terkesan memaksa gitu” Ucap Abi masih saja cemburu
“Tidak, beneran mas yang paling ganteng banget banget banget” Ucap Fifin sambil mengecup pipi itu dengan singkat dan cepat
“Masya Allah, kebetulan sekali” Ucap mas Eko memencet kamera saat Fifin mengecup pipi suami nya
“Haha, nanti semua file langsung dikirim ke saya ya mas” Ucap Abi yang mana rasa cemburu nya tadi seketika hilang
“Njih gus”
Selesai berfoto berdua, Abi mengajak istri nya untuk ikut makan karena dari tadi ia juga sudah lapar
Fifin pun sama, ia hanya sarapan roti tadi pagi dan baru bisa makan makanan yang berat sekarang, tapi… Fifin tergelak ketika baru membuka handphone dan mendapati banyak chat dari Lia
📩 : Eh buset… tadi aku dengar suara nya mbak Ila seketika langsung jadi insinyur, eh insecure
📩 : “Iya memang mbak Ila pandai qiro’ Li” Balas Fifin, ia juga tersenyum saat melihat Insya story Lia dan dokter Wina yang mengabadikan momen pernikahan nya, mereka tadi berfoto bersama dan memposting di Instagram tanpa memperlihatkan wajah nya alias diberi stiker senyum
Ya… Fifin beberapa kali juga mewanti wanti dan meminta maaf pada semua tamu yang berfoto dengan nya agar tidak memperlihatkan wajah nya di media sosial, boleh mengabadikan tapi jangan menampakkan wajah nya
Jika biasanya pesta pernikahan di adakan satu malam, maka Abi tidak ingin seperti itu dan memilih untuk beberapa jam saja, karena ia menghindari rasa lelah dan besok pun harus mengantar istri nya untuk acara wisuda kampus.
•
“Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1444 Hijriah untuk semua umat muslim, semoga kita bisa beribadah dengan baik dan saling memaafkan di ujung bulan nanti, semangat puasa nya” By : Abizar ❤️ Fifin
__ADS_1
Maaf ya karena dari acara resepsi jelas banyak kurang nya, saya pernah menghadiri resepsi tapi tidak memperhatikan sedetail itu, terimakasih sudah membaca dan stay tune untuk kelanjutan kisah mereka☺️🫶🏻