Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
32. Fifin ngambek?


__ADS_3

Saat jam sudah menunjukkan waktu sholat subuh, Abi yang baru selesai mengaji itu langsung membangunkan istri nya


"Dek.. sholat subuh dulu ayo" Ucap Abi menggoyangkan pelan lengan Fifin, ia takut terlambat karena para santri sudah pujian di musholla


"Aku libur, biarin aku tidur" Jawab Fifin yang masih terpejam dengan agak terganggu


"Beneran?" Tanya Abi


"Iya ih..." Karena merasa kesal, jadilah Fifin membalikkan tubuh nya untuk membelakangi sang suami dan kembali dalam tidur nya


Abi agak heran, tumben Fifin kesal ketika dibangunkan untuk sholat subuh? Biasanya juga tidak begitu, tapi karena tidak mau membahas terlalu jauh jadi Abi berpikiran mungkin istri nya hanya kelelahan saja setelah bekerja


"Yaudah, aku ke bawah dulu" Ucap Abi yang pamit keluar kamar karena ingin berjamaah dengan para santri


Setelah jamaah sholat subuh, Abi juga tidak langsung menghampiri istri nya kembali, melainkan ngaji bersama anak anak di musholla dan karena ia juga tidak ingin mengganggu Fifin istirahat


"Ning Fifin kemana gus? Lagi capek ya?" Tanya Silvi saat Abi mau melangkah keluar dari musholla


"Iya Silvi, mungkin karena pulang larut dan saya juga terlambat menjemput" Jawab Abi membenarkan


"Gus Abi sih.. nanti ning Fifin ngambek loh" Ucap Silvi yang bergurau dan menggoda Abi saja


"Ya tidak apa apa, karena memang salah saya juga" Ucap Abi


"Eh iya gus, umi sama abah tadi bilang sama saya kalau mereka keluar karena mau jalan jalan pagi di sekitar kampung sini" Ucap Silvi memberi tahu


"Oh.. iya, terimakasih" Ucap Abi kemudian langsung masuk ke dalam rumah


Tapi... saat sudah masuk ke dalam, Abi kaget karena melihat Fifin yang sedang mencuci piring bersih di dapur, itu piring bersih tapi kenapa di cuci lagi?


"Lagi ngapain?" Tanya Abi


"Nyuci" Jawab Fifin singkat padat dan jelas


"Maksud aku itu piring kan sudah bersih, kenapa dicuci lagi?" Ucap Abi yang mendekat pada istri nya


"Terserah aku" Jawab Fifin yang cuek seperti tadi


Abi berpikir, mungkin ucapan Silvi tadi benar.. bahwa Fifin akan ngambek pada nya

__ADS_1


"Udah stop" Ucap Abi memegang tangan Fifin yang hendak mengambil piring bersih lagi untuk dicuci


"Lepas ih" Ucap Fifin yang melepaskan tangan nya dari genggaman Abi, entah sekarang dia sangat kesal dengan pria yang berperan sebagai suami nya itu


Abi kaget karena baru kali ini Fifin memghentakkan tangan nya, tapi sekali lagi... Abi berpikir bahwa Fifin ngambek karena telat di jemput tadi, jadi dia yang salah kali ini


"Aku minta maaf ya.. aku yang salah" Fifin tidak menjawab ucapan suami nya, malah pandangan mata nya terus menunduk ke bawah dan tidak menatap Abi


Abi kembali berusaha menggenggam tangan itu, tapi Fifin enggan dan kembali melepaskan nya.. tidak menyerah, Abi langsung memberanikan diri untuk memeluk istri nya dengan sangat erat walau Fifin memberontak kuat


"Kamu kenapa? Aku punya salah kan sama kamu?" Tanya Abi dengan lembut tanpa melepaskan pelukan nya


Fifin yang memberontak itu lama kelamaan juga diam, badan nya antara menerima dan tidak menerima pelukan sang suami, ia hanya diam sampai...


Suara menangis itu tiba tiba terdengar di telinga Abi, ia merenggangkan pelukan dan melihat wajah istri nya yang sudah basah karena air mata


"Kenapa? Ada apa? Sini ngomong sama aku" Ucap Abi yang kaget karena Fifin tiba tiba menangis, namun ia tetap berusaha tenang di hadapan sang istri


"Enggak papa, aku yang minta maaf" Ucap Fifin yang masih sesegukan dan mengusap sendiri wajah nya


"Minta maaf kenapa? Sini sini" Ucap Abi yang menuntun istri nya untuk duduk di ruang keluarga agar mereka bisa bicara dengan lebih nyaman


"Iya, nanti aku anter ke ibuk ya.. tapi kenapa kamu tiba tiba mau pulang? Tidak nyaman disini atau capek sama aku?" Tanya Abi dengan tangan yang selalu mengusap lembut wajah istri nya


"Enggak, aku kangen aja sama ibuk.. hiks" Jawab Fifin, hidung nya saja sudah memerah karena terlalu lama menangis


"Iya, nanti aku antar ya.. jangan nangis lagi" Ucap Abi yang kembali mendekap badan sang istri,  mengelus punggung itu sampai Fifin berhenti sesegukan


Saat ini Abi merasa bersalah karena beranggapan bahwa Fifin kesal padanya, ketika pulang kerja pasti capek dan ingin cepat cepat istirahat di rumah, namun dia justru terlambat menjemput istrinya


Padahal... Fifin tidak kesal dengan suami nya, melainkan ketika ia mendapat tamu bulanan, ia akan lebih sensitif dan mudah sekali menangis hanya karena hal hal kecil, contoh nya seperti saat ini.. kangen dengan sang ibu padahal jarak rumah mereka pun juga tidak terlalu jauh


"Aku minta maaf karena belum bisa membahagiakan kamu sepenuhnya" Ucap Abi yang tidak terdengar oleh Fifin karena perempuan itu sudah tidur kembali sehabis menangis barusan


Abi terkekeh, ia langsung mengangkat Fifin kembali dan merebahkan nya di kamar mereka, sudah berapa kali ia menggendong sang istri dalam satu hari ini? Hahaha


Berhubung hari ini jadwal Abi mengajar di madrasah aliyah adalah jam 10 pagi, jadi dia masih bisa mengantar Fifin ke rumah ibuk sambil bersilaturahmi juga menemui mertuanya


"Fifin dimana Abi?" Tanya abah saat mereka akan sarapan pagi

__ADS_1


"Habis subuh Fifin tidur lagi bah, Abi tidak tega membangunkan" Jawab Abi sambil duduk di kursi tempat biasa nya ia makan


"Nanti lambung nya malah kosong nak" Ucap umi khawatir


"Kalau dia sudah bangun nanti biar Abi temani makan umi, katanya Fifin juga kangen sama ibuk.. jadi nanti Abi akan kesana" Ucap Abi


"Oh.. iya tidak apa apa, pasti kangen karena biasanya anak gadis selalu dekat sama ibu.. lalu tiba tiba dibawa suami nya pulang, umi dulu juga begitu" Ucap umi


Mereka memulai sarapan tanpa Fifin, karena mereka juga sangat memahami bahwa Fifin pasti kelelahan karena shift malam nya di rumah sakit


~


Jam 7 pagi ketika semua anak anak santri sudah berangkat sekolah kecuali mas mas pengurus, Fifin yang terlalu nyenyak dalam tidur itu juga baru bangun


Ia melihat Abi yang duduk di pinggir kasur sambil mengancingkan baju nya, pasti pria itu sudah bersiap siap untuk membawa nya ke rumah ibu


"Sudah bangun?" Tanya Abi yang merasakan pergerakan di atas kasur ketika Fifin melakukan peregangan


Fifin mengangguk, ia duduk sambil mengumpulkan nyawa.. lalu langsung mandi agar badan nya bersih dan segar


Setelah siap dengan gamis cantik nya, Abi mengajak Fifin untuk turun ke bawah karena istri nya itu belum sarapan


"Aku bangun kesiangan, maaf" Ucap Fifin


"Iya, tidak apa apa" Jawab Abi mengerti keadaan, jika Fifin tidak mendapat shift malam dan bangun terlambat, Abi sudah pasti akan menegur istri nya agar tidak bangun terlalu siang meski sedang datang bulan


"Kamu sudah makan mas?" Tanya Fifin ketika hanya dia saja yang makan dan Abi hanya memandangi istri nya


"Sudah tadi sama abah umi" Jawab Abi, Ia dengan sabar menunggu Fifin sampai selesai makan, lalu baru berpamitan pada abah dan umi sebelum berangkat menuju rumah bu Risma dan pak Yahya atau rumah mertua nya


Dalam perjalanan, Abi kembali bertanya pada Fifin perihal kesalahan nya


"Kamu udah berhenti ngambek sama mas?" Tanya Abi yang menyetir tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalan raya


"Hem? Emang kapan aku ngambek sama kamu maa?" Tanya Fifin balik meski agak kaget karena Abi mengubah kata aku menjadi panggilan mas, biasanya juga tidak begitu


"Ya tadi setelah mas menjemput kamu" Ucap Abi


"Hah?" Disini Fifin malah kebingungan, perasaan dari kemarin ia dan Abi baik baik saja dan tadi malam setelah di jemput dari rumah sakit juga ia tidak ngambek sampai sekarang, meski Abi telat tapi Fifin memaklumi hal itu dan tidak marah sama sekali pada suami nya.

__ADS_1


Dasar Abi kerjaan nya negatif thinking mulu.


__ADS_2