Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
81. OTW


__ADS_3

Dahi Fifin mengernyit saat dalam perjalanan pulang namun jalan yang mereka lalui itu berbeda, ia sudah sering kuliah dan melewati jalan disini tapi kenapa kali ini berbeda? Bahkan sepertinya mobil melaju semakin jauh dari jalan menuju rumah


“Mas, perasaan adek berkali kali berangkat kuliah memang bukan ini jalan pulang nya” Ucap Fifin heran


“Nanti kalau sudah sampai juga adek tidak bingung lagi” Jawab Abi sambil mengotak atik handphone nya


“Loh berarti kita tidak pulang ke rumah?” Tanya Fifin


“Kita… emm pergi keluar dulu sebentar, tenang saja karena tempat nya sangat bagus dan pasti adek langsung suka” Ucap Abi


Fifin mengangguk anggukkan kepala, walau ia masih sangat penasaran ingin dibawa kemana dan beberapa kali ia bertanya pada kang Abdul pun pria itu tidak berani menjawab tujuan pasti nya


“Aish… jahat nya” Ucap Fifin sedikit kesal karena tidak ada yang mau memberi jawaban pasti pada pertanyaan nya


Abi hanya tersenyum saja sambil menatap istri nya, hihi… gemas sekali dengan Fifin yang seperti ini


“Ishh… gemas nya” Ucap Abi menoel noel pipi itu berkali kali


Fifin makin cemberut melihat semua orang bermain rahasia rahasia an dengan nya, bahkan bu Risma yang berada di mobil belakang ketika ia tanya lewat handphone pun sama saja tidak mau menjawab


“Kalau sampai juga adek tau kok, jangan marah marah terus”


\~


20 menit kemudian 2 mobil itu berhenti di bandara yang makin membuat Fifin bingung


“Kenapa ke bandara? Siapa yang punya jadwal penerbangan?” Tanya Fifin


“Kita” Jawab Abi singkat


“Ha? Berangkat kemana?” Tanya Fifin lagi


Abi langsung turun dari mobil tanpa menjawab pertanyaan dari istri nya, ia ke bagian bagasi untuk menurunkan koper sambil di bantu oleh mas Abdul


Melihal hal itu, Fifin juga ikut turun dan bergegas ke belakang menyusul suami nya


“Sudah selesai nak?” Tanya abah


“Sampun abah” Jawab Abi menutup bagasi tersebut setelah mengeluarkan barang barang yang akan dibawa


“Hati hati ya nak, ibu minta do’a dari kalian saja” Ucap bu Risma


“Iya.. hati hati, jangan lupa berdo’a selalu supaya semua ibadah disana nanti lancar” Ucap umi Rida


“Aamiin” Ucap Abi


“Loh loh bentar, memang nya Fifin sama mas Abi mau kemana?” Tanya Fifin bingung sekali


“Kamu lupa?” Tanya Abi balik


“Lupa apa?”


“Kita mau mengunjungi makam Rasulullah, mas sudah bilang dari awal kan?” Ucap Abi


Kenapa dalam penyebutan tidak di ucapkan umroh namun mengunjungi makam baginda Rasulullah SAW? Jika menyebut nya ibadah umroh, belum tentu ibadah tersebut di terima oleh Allah SWT, jadi diniatkan sebagai berkunjung atau ziarah ke makan Rasul saja

__ADS_1


“Mas bercanda?! Yang benar aja, adek tidak ada persiapan apa apa” Ucap Fifin, memang benar kalau ia sepakat mendaftarkan diri untuk umroh bersama suami nya namun tidak menyangka akan secepat ini


“Sudah mas siapkan semuanya keperluan adek, kenapa kegiatan baik harus ditunda lama lama? Kalau berkas sudah beres dan paspor pun ada juga buat apa di tunda?” Jawab Abi memang benar ada nya


“Beneran?” Tanya Fifin masih tidak menyangka saja


“Beneran sayang” Jawab Abi


Lagi lagi Fifin ingin menangis rasanya, lihat saja ekspresi nya sekarang udah mengkis mengkis dengan hidung kembang kempis sebelum air mata nya keluar


“Lah nangis lagi” Ucap Zaki geleng geleng kepala


“Ya gimana gak nangis orang suami aku baik banget gini” Ucap Fifin mengusap air mata nya yang jatuh ke pipi


Bu Risma dan umi Rida memeluk Fifin secara bersamaan, hihi… anak perempuan mereka ini memang agak cengeng dan mudah terharu dengan sesuatu


“Sudah… anak ibu bahagia kan? Harusnya senyum dong”


“Iya, umi berharap semua kegiatan kalian berdua lancar nak, umi menitipkan do’a yang banyak pada kalian berdua”


“Njih ibuk, umi” Ucap Fifin mengangguk angguk kan kepala nya


Sedangkan pak Yahya dan kyai Anwar pun saling mendekap dari samping, ikut bahagia ketika kedua putra putri mereka bisa merasakan kebahagiaan


Abi tersenyum sebentar lalu mengambil troli untuk membawa koper mereka berdua, saat masuk ke bandara juga ia sudah di tunggu oleh banyak orang


“Alhamdulillah, njenengan sudah disini” Ucap pria tersebut


“Njih, matur nuwun sangat Sampun maringi kepercayaan ten kulo” Ucap Abi membalas jabatan tangan laki laki itu ( artinya : terimakasih banyak sudah memberi saya kepercayaan )


Yap, setelah ia menikah ada travel umroh dan haji yang meminta nya untuk menjadi pembimbing ibadah untuk seluruh jamaah umroh selama berada di makkah nanti


“Alhamdulillah, sehat wal afiyat” Jawab abah


“Ini menantu nya toh abah?”


“Iya…”


“Masya Allah, cantik ya… semoga bisa nyaman beribadah bersama travel kami”


“Njih pak, terimakasih” Jawab Fifin tersenyum sambil mengatupkan kedua tangan nya


Saat mendekati jam penerbangan, Abi dan Fifin beserta anggota jamaah dari travel tadi langsung menuju boarding pass tiket pesawat dan menyerahkan barang barang mereka


“Kami do’a kan semuanya lancar dan sehat sehat disana ya nak” Ucap pak Yahya


“Iya pak”


“Do’a in aku supaya cepet dapat jodoh ya dek” Ucap Zaki


“Oke”


“Assalamualaikum” Ucap Abi setelah berpamitan pada para orang tua


“Wa‘alaikumsalam”

__ADS_1


Mereka semua masuk ke dalam pesawat dengan di antar oleh keluarga masing masing sampai di batas pengantaran, Fifin selalu menggandeng tangan suami nya sedangkan tangan satu lagi ia gunakan untuk melambaikan tangan



“Kenapa mas selalu bikin adek terkejut?” Tanya Fifin saat mereka berdua duduk di kursi kelas bisnis sedangkan para jamaah lain banyak yang di kelas ekonomi



“Biar makin terasa surprise nya” Jawab Abi sambil mengencangkan sabuk pengaman milik nya juga mengencangkan milik sang istri


“Adek baru kali ini ke luar negeri” Ucap Fifin


“Oh iya? Sebelumnya pernah naik pesawat kan?” Tanya Abi karena istri nya tidak terlihat khawatir saat duduk disini


“Pernah tapi tidak sejauh ini” Jawab Fifin, rentan waktu penerbangan antara Indonesia dan saudi Arab itu dari 9 sampai 10 jam lebih,


“Ya sudah, adek berdo’a saja supaya perjalanan ini lancar sampai tujuan” Ucap Abi


Memang sih Fifin kelihatan tidak gugup, tapi begitu pesawat lepas landas ternyata Abi baru merasakan kalau tangan istri nya terasa dingin bahkan bergetar sesekali


“Kenapa kok gugup sekali?” Tanya Abi


“Gugup karena mau ke makkah, adek tidak pernah menyangka bisa kesana. Dan agak takut juga karena lama penerbangan nya” Jawab Fifin


“Dibuat tidur saja, atau adek nonton film disini… pokok nya bikin have fun supaya tidak terasa makin lama” Ucap Abi


Fifin mengangguk, jadi saat Abi berdzikir tiada henti tuh dia malah nonton film😭 ya gimana atuh? Yang ada di pikiran Fifin dia butuh hiburan supaya perjalanan berasa cepat


“Di sambi dzikir tipis tipis kalau adek bisa” Ucap Abi memberikan tasbih kecil di tangan istri nya


“Oke”


Di sepanjang perjalanan Fifin selalu menggenggam tangan suami nya, ia hanya tidak ingin berpisah saja, dilepas pun ketika salah satu dari mereka ingin ke toilet untuk buang hajat


Makan di pesawat, tidur di pesawat, sholat di pesawat, akhirnya Fifin bisa merasakan itu tanpa khawatir kalau ia bisa terlewat bandara


Sempat transit di Singapura sebentar untuk ganti pesawat, lalu melanjutkan lagi perjalanan mereka ke tujuan awal yaitu Saudi Arab


“Kapan ya ini sampai nya?” Ucap Fifin sambil mengucek mata lantaran sudah berkali kali ia tidur dan terbangun seperti ini


“Sebentar lagi, coba adek lihat disini” Jawab Abi menunjuk layar tab di hadapan mereka yang memperlihatkan jarak perjalanan


“Oh iya? Wah… alhamdulillah”


“Tidak berasa ya?” Tanya Abi


“Ha? Tidak berasa? Bagi adek ini perjalanan berasa banget” Jawab Fifin, memang orang yang sering perjalanan jauh merasa biasa saja di bandingkan dia yang seperti orang jompo


“Makin berasa malah pas turbulensi hebat tadi” Lanjut nya


“Ya mau bagaimana lagi? Memang seperti ini kan yang harus di tempuh?” Ucap Abi


“Iya sih, tapi senang sekali nanti bisa ibadah dan berdo’a langsung di hadapan ka’bah. Jadi terjawab tuntas perjalanan yang panjang ini” Ucap Fifin membenarkan dan senyum senyum sendiri saat membayangkan nanti


Abi juga tersenyum sambil berucap dalam hati “Ya Allah, lancarkan semua kegiatan hamba disana nanti dan kabulkan keinginan hamba yang ingin membawa kedua mertua saya kesini, hamba percaya dengan mu ya Allah, aamiin”

__ADS_1



Nanti Insya Allah ada kabar baik setelah mereka pulang dari umroh☺️


__ADS_2