Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
28. Silvi part 2


__ADS_3

Jam 10 siang Abi terbangun dan menyadari bahwa posisi nya sekarang menyulitkan Fifin, terbukti dari sang istri yang tidur dengan duduk dan mungkin kaki itu sudah mati rasa karena menompa kepala nya


Diam diam Abi bangun tanpa menimbulkan suara dan merebahkan badan sang istri agar bisa tidur dengan nyaman, ia juga mepelas hijab Fifin agar kepala nya tidak sakit dan langsung ke kamar mandi karena saat pulang tadi langsung tidur dan belum mandi tentu nya


Setelah 15 menit Abi keluar dari walk in closet yang sudah memakai pakaian rumahan rapi, adem dan menutup aura tentu nya, seperti sarung dan kaos oblong


Ia melihat bahwa Fifin juga baru bangun, terbukti ketika wanita itu sedang berusaha mengumpulkan nyawa nya


"Mandi gih biar segar" Ucap Abi


"Lah emang aku bau asem?" Tanya Fifin


"Iya, haha... enggak, ya mandi aja karena habis perjalanan jauh juga, aku mau turun dulu ke mas mas pengurus" Ucap Abi berniat turun ke bawah atau tepat nya di ruang pengurus laki laki


"Iya" Jawab Fifin, ia langsung berdiri dan membersihkan badan sesuai perintah suami nya


~


Jam 11 Silvi sudah pulang dan menunggu di ruang tamu sesuai pesan Fifin tadi, ia takut Fifin akan memarahi nya dan takut juga dengan Abizar


"Silvi tunggu sebentar ya.." Ucap bulek Marni yang sudah memanggil Fifin bahwa Silvi menunggu nya


"Iya bulek, terimakasih" Jawab Silvi, ia celingukan kesana kemari karena rumah dalam keadaan sepi, abah sedang ada urusan sedangkan umi pasti sedang istirahat siang di kamar nya


Tak lama Fifin kemudian turun dan berjalan kedepan, tepat di ruang tamu, kenapa harus di ruang tamu? Karena Fifin tahu jika Abi dari kamar anak anak santri atau mengecek keadaan pondok, suaminya itu pasti akan masuk lewat pintu samping yang ada di ruang keluarga... jadilah Fifin meminta agar Silvi menunggu di ruang tamu saja


"Ada apa ya ning memanggil saya kesini?" Tanya Silvi menunduk


"Duduk yang tenang, santai saja kalau sama saya ya.. anggap saya kakak kamu sendiri" Ucap Fifin mengelus perlahan bahu Silvi


"Njih ning, tapi ada apa ya?" Tanya Silvi yang tetap saja penasaran


"Silvi... kamu tahu? Tadi gus Abi khawatir banget loh sama kamu, jadi kalau kamu mau keluar tolong kabarin gus Abi dulu ya" Ucap Fifin dengan nada lembut nya, cara memberi tahu itu dengan perlahan dan bukan di bentak


"Ning, saya minta maaf.. tapi kalau Silvi izin keluar sama gus Abi tanpa umi juga pasti tidak diberi izin ning, sedangkan Silvi juga mau keluar untuk bertemu teman teman" Ucap Silvi menghela nafas

__ADS_1


"Saya tahu kok Silvi, saya dulu juga seperti kamu yang dibatasi pergaulan nya karena orang tua pasti mengkuatirkan anak nya, sama seperti gus Abi yang mengkhawatirkan kamu.. itu artinya beliau juga menyayangi kamu" Ucap Fifin yang berusaha memberi sentuhan lembut pada kedua tangan Silvi


"Iya ning, maaf" Ucap Silvi yang tidak berani menatap Fifin


"Tidak apa apa, lain kali kalau mau izin dan takut gus Abi melarang, bilang sama saya... saya akan membantu kamu asalkan kamu tidak berbohong dan pergi keluar sesuai dengan alasan izin kamu" Ucap Fifin tersenyum


Fifin lalu memeluk Silvi dengan erat yang mana seperti saudara perempuan bagi nya, Silvi kaget.. namun juga tidak menolak dan membalas pelukan Fifin dengam perasaan senang, akhirnya ada satu orang lagi yang akan membantu nya setelah umi


"Terimakasih ya ning"


"Iya, sama sama Silvi" Ucap Fifin mengelus punggung itu


Ceklek!


"Terimakasih untuk apa?" Diluar dugaan, tiba tiba saja Abi bersuara dan muncul dari pintu depan, kok tumben lewat pintu depan?😭


"Ning" Ucap Silvi lirih dan berusaha menutupi dirinya di balik badan Fifin, ia takut jika Abizar akan memarahi nya kali ini


"Tidak apa apa kok Silvi" Ucap Fifin menarik tangan Silvi agar berdiri di samping nya saja


"Njih gus" Jawab Fifin yang menggenggam erat kedua tangan nya sendiri


"Nanti sore kamu ikut saya sama istri saya" Ucap Abizar


"Maaf, kemana njih gus?" Silvi memberanikan bertanya


"Mengunjungi orang tua kamu, sekalian nanti mengantar istri saya kerja" Jawab Abi lalu langsung masuk ke dalam tanpa mendengar jawaban Silvi


"Beneran ning?" Tanya Silvi yang berbinar, ia senang kita mengunjungi orang tuanya


"Iya, nanti setelah ngaji sore kita pergi ya" Jawab Fifin membenarkan walau dia juga sebelumnya tidak tahu bahwa Abi mengajak mereka keluar


"Iya ning, kalau begitu Silvi kembali ke kamar dulu" Ucap Silvi berpamitan dan kembali ke kamar pengurus putri yang ada di kawasan pondok putri


Setelah Silvi pergi, Fifin menyusul Abi keatas karena ia saja tidak diberi tahu bahwa mereka akan pergi bertiga nanti sore

__ADS_1


"Mas, kok kamu enggak bilang sama aku?" Tanya Fifin setelah menutup pintu


"Iya maaf ya, aku sadar aja tadi setelah kamu bilang, jadi mau ngajak Silvi keluar supaya dia juga merasa kalau aku juga ada buat dia dan refreshing juga nggak harus selalu bareng temen nya" Jawab Abizar yang duduk di sofa dan membuka kitab yang akan di ajarkan untuk anak anak nanti malam


"Oh... eh mas berarti aku nanti malam enggak perlu belajar ya?" Ucap Fifin tersenyum, karena hari ini ia shift malam jadi tidak bisa belajar bareng suami nya


"Iya, libur belajar kalau kamu kerja shift malam" Ucap Abi pasrah karena itu sudah jadwal dari rumah sakit


"Asikkk" Ucap Fifin mengepalkan tangan nya, ia sudah terkena mental karena belajar banyak hukum bacaan tajwid dalam satu malam, jadilah ia ingin istirahat dari yang nama nya belajar


Abi menggelengkan kepala, lalu mengajak sang istri untuk turun dan melaksanakan sholat di musholla walau anak anak belum pulang dari sekolah, tapi musholla itu akan terus digunakan


~


Setelah mengaji sore dengan anak anak, barulah Abi, Fifin, Silvi, dan umi yang hari ini akan pergi ke makam kedua orang tua Fifin


Awalnya memang ingin pergi bertiga, tapi karena Abi yang ingat bahwa dia mengantar Fifin kerja, maka pulang nanti dia hanya berdua semobil dengan Silvi begitu? Mereka memang memiliki hubungan sepupu dan bagi Abizar itu masih bisa menimbulkan fitnah, jadilah ia juga mengajak umi sekarang


Mobil Abi meluncur keluar dari kawasan pondok darussalam, ia menyetir dengan sang istri di sebelahnya, sedangkan umi duduk di belakang. bersama Silvi


"Silvi bahagia nak?" Tanya umi di sela sela perjalanan


"Alhamdulillah bahagia umi, berkat ketulusan keluarga umi dan abah selama ini" Jawab Fifin tersenyum


Umi tersenyum, karena semenjak Silvi kehilangan orang tuanya, ia berusaha menuruti semua kemauan Silvi selagi hal itu bermanfaat


Tak lama kemudian mereka sampai di tempat pemakaman umum, Abi memarkirkan mobil lalu keluar bersama yang lain dengan menenteng bunga yang sudah disiapkan


"Assalamualaikum.. bapak, ibuk, ini Silvi.. putri kalian yang sudah dewasa" Ucap Silvi mengusap kedua nisan yang bersandingan itu


Fifin terenyuh, ia ikut jongkok dan membersihkan dedaunan yang jatuh di atas makam dan mengganti nya dengan taburan bunga yang cantik


Umi dan Abi juga mendekat pada Silvi, umi merangkul pundak Silvi, berharap anak gadis nya itu sudah mengikhlaskan dan tabah untuk kedua orang tuanya


"Silvi bersyukur dan sangat bahagia buk, ada abah dan umi sekeluarga, sama ning Fifin yang siap pasang badan untuk Silvi, jangan khawatir sama Silvi ya buk... insya Allah Silvi akan bahagia terus dan selalu mendo'akan ibuk sama bapak"

__ADS_1


Abi kemudian memimpin untuk melafalkan tahlil kubur dengan khusyu sebelum berlanjut mengajak Silvi untuk ke tempat yang lain.


__ADS_2