
Sholat dulu ayo" Ajak Abi karena ia melepas kancing atas tadi hanya karena mau wudhu saja agar tidak tercekik
Fifin mengangguk dan mereka berdua sholat sunnah seperti kemarin yang sempat gagal
Selesai sholat, Abi lantas menarik dan menutup rapat tirai tirai jendela yang terbuka itu, agar tidak terlihat dari luar
Lalu ia menghampiri sang istri dengan mendorong pelan dan kembali seperti posisi tadi, yaitu Fifin yang berada di bawah kungkungan nya
Abi yang tadi nya melepas beberapa kancing bagian atas saja, sedangkan sisa nya masih rapi dan ia langsung mengapit badan Fifin dengan menggunakan kedua tangan nya, hingga jarak tubuh mereka benar benar hanya tinggi beberapa cm saja
"Mas benar benar tidak ada janjian sama dia kan?" Tanya Fifin
"Mboten sayang, semua akses komunikasi sudah mas blokir.. demi Allah, mas hanya mencintai kamu dan tidak pernah menghubunginya lagi" Jawab Abi
Fifin mengangguk dan akhirnya percaya karena Abi sangat tidak mudah menyebut nama Allah dalam hal seperti ini
"Tadi pintu nya sudah mas kunci, angkat dagu adek sedikit" Ucap Abi
Fifin menurut, ia agak mendongak dan terlihat lau wajah sang suami yang sedang menempel dengan hidung nya
"Assalamu'alaikum ya baabar rohman" Ucap Abi seraya mengecup lembut dahi Fifin
"Wa'alaikumsalam yaa sayyidal amiin"
Fifin tidak tahu artinya apa, namun Abi hanya menjelaskan sebatas itu saja dan tidak pernah merembet ke yang lain nya
Lalu Abi mengambil kedua tangan Fifin dengan tangan kanan nya, sedangkan ia hanya bertumpu pada tangan kiri saja sekarang
"Sudah ridho dan ikhlas sayang?" Tanya Abi
Fifin mengangguk, melihat jawaban itu pun Abi tersenyum dan lantas menciumi kedua telapak tangan istri nya
Abi kembali menatap wajah istri nya, membenahi anak rambut yang menutupi wajah istri nya lalu kembali mengecup dahi itu lalu turun ke mata
Perlahan, ciuman tersebut juga turun ke bawah lebih tepat nya di bagian hidung
Lalu... cup! Abi mencium bibir istri nya dengan pelan pelan, Fifin juga refleks memejamkan mata saat benda kenyal itu menempel di bibir nya
Ciuman yang tadi pelan kini malah semakin semangat, hingga beberapa kali terdengar bunyi yang khas... walau Fifin sendiri tidak bisa mengimbangi suami nya
Hah...
__ADS_1
Nafas mereka terengah, namun Abi tetap tersenyum saat melihat wajah istri nya yang sudah merah padam.. sama sih dengan diri nya, masih belum kegiatan inti tapi hal ini benar benar pertama kali bagi keduanya
"Mas izin ya?"
"Iya"
Abi lanjut mencium bibir sang istri, tapi kali ini dengan satu tangan nya yang dengan perlahan membuka kancing blouse yang istri nya kenakan setelah mendapat izin
Fifin sendiri sempat merasa risih saat baju nya mulai terbuka, tapi ini lah yang dia mau... Abi juga selalu mengalihkan perhatiannya dengan ciuman ciuman hangat
Saat blouse itu sudah terlepas, terlihatlah bagian dari tubuh istri nya yang selama ini belum pernah Abi lihat, sangat indah dan mulus tentu nya walau masih ada br* yang menutupi
Abi sendiri juga langsung bangun setengah duduk, ia melepas baju yang ia kenakan hingga terlihat pula di mata Fifin tubuh yang atletis dan **** itu
Abi kembali menindihi istri nya, sangat jelas kalau kulit muka Fifin memerah karena harus menahan malu
"Mas tahu adek sangat malu, tapi mas juga sama dan sedang berusaha menahan nya" Ucap Abi
Abi kemudian menciumi kedua pipi Fifin, lalu memiringkan kepala dan mencium juga memberi tiupan pada kedua telinga istri nya
Fifin benar benar harus menahan malu sekaligus gelanyar geli geli aneh yang baru ia rasakan, saat mencium juga Abi selalu mengucap sesuatu yang ia tidak mengerti apa arti nya
"Mash... geli" Ucap Fifin memegang erat pundak Abi saat leher nya dicium oleh sang suami, kali ini rasanya agak sedikit nyeri.. alalagi ciuman itu juga turun di pundak nya
Tangan kiri Abi kemudian menjalar ke bagian punggung Fifin, dimana ada pengait yang masih menyatu dan kemudian ia lepas begitu saja hingga tubuh atas istri nya benar benar polos saat ini
Fifin sempat menutupi aset itu dengan tangan nya, tapi Abi mencegah... pelan pelan ia mengecup dua buah yang tadi di tutupi
Fifin merasa ada yang aneh, geli.. panas dan rasa penasaran yang menjadi satu.. tapi, hal itu malah makin bertambah saat Abi menyelimuti mereka berdua
"Ya Allah, ridhoi hubungan kami" Batin Abi mulai melepas pakaian bawah nya sendiri begitu juga milik Fifin
Saat mereka berdua sudah sama sama naked, Abi kembali merapatkan selimut di atas mereka berdua, lalu memegang ubun ubun istri nya
بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
"Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa"
Artinya: Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau
"Mas akan berusaha pelan pelan, adek gigit saja lengan mas kalau sakit" Ucap Abi yang di angguki Fifin hingga paha nya yang tiba tiba terbuka lebar
__ADS_1
~
Di antara etika dalam melakukan hubungan yaitu, hendaknya sang suami tidak bersetubuh dengan sang istri dalam keadaan sang istri masih berbusana. Akan tetapi, usahakan bersetubuh dengan melepas seluruh pakaian sang istri terlebih dahulu.
Kemudian suami dan istrinya masuk ke dalam satu selimut (satu pakaian), karena yang mengikuti jejak Rasul itu adalah cara bersetubuh dnegan melepas pakaian dan dalam satu seprai. Jadi maksudnya bukan bersetubuh dalam keadaan kedua suami-istri tel*njang bulat tanpa ada tutup kain yang menutupi tubuhnya (tetapi tel*njang dalam satu selimut). Hal ini berdasarkan hadits:
“Apabila salah satu dari kalian melakukan hubungan, maka janganlah melakukannya dengan cara keduanya tel*njang bulat, seperti tel*njangnya dua ekor keledai” (al-Hadits).
Bahwa Rasulullah sendiri sewaktu melakukan hubungan, juga beliau menutup kepalanya dan merendahkan suaranya sambil mengucap kepada istrinya, “Kau yang tenang saja”.
Syaikh al-Khaththab berpendapat, “Sebaiknya orang yang hendak melakukan hubungan, menghindari bersetubuh dengan cara kedua suami istri telanj*ng, tanpa memakai sedikit pun kain penutup tubuh mereka berdua, sebab Nabi S.a.w. melarang cara demikian dan mencelanya. Bahkan Abu Bakar Shiddiq r.a. ketika melakukan hubungan juga menutup bagian kepalanya, karena merasa malu dengan Alloh SWT.
~
Nafas keduanya memburu dan keringat juga sudah membasahi mereka saat ingin mencapai puncak, hingga akhirnya
اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً
"Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah" Do'a yang Abi lantunkan saat ia mengeluarkan nutfah (sp*rma)
Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).
Ia juga mencium lembut perut rata istri nya, sambil berdo'a agar mereka berdua diberi keturunan yang sholeh sholiha
"Terimakasih sudah menjadi wanita baik, wanita yang sholiha untuk saya" Ucap Abi saat kegiatan itu sudah selesai dan badan mereka berdua yang basah karena keringat
Fifin menganggukkan kepala sambil memejamkan mata karena rasa ngantuk, lelah dan sakit yang menyerang nya
"Istirahat saja dulu" Ucap Abi mengecup seluruh bagian wajah istri nya dan merebahkan diri di samping Fifin dengan selimut yang menutupi tubuh mereka.
°
Maaf ya... tapi saya masih 18 tahun dan nulis ini saja sambil istighfar, karena apapun yang kita tulis di dunia juga akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat nanti🌸
Semangat beraktifitas dan jangan lupa perbanyak dzikir🤗
Terimakasih banyak buat kemarin readers banyak yang berusaha naikin rating novel ini lagi😭
__ADS_1
sayang kalian banyak banyak muachh😙