
Saat dalam perjalanan, Abizar agak heran dengan raut wajah istri nya yang agak murung dan terdiam walau mereka saling mengenggam tangan sedari tadi
“Dek, sayang…” Panggil Abi dengan lembut namun perlu beberapa kali ia mengucapkan hal tersebut agar sang istri menoleh padanya
“Ha? Kenapa mas?” Tanya Fifin agak kaget karena ia baru menyadari panggilan suaminya
“Adek yang kenapa? hmm?” Tanya Abizar
Fifin tersenyum tipis dan menggelengkan kepala nya “Tidak apa apa”
Abizar juga terdiam karena tidak mau memaksa jika sang istri memang belum ingin bertukar pikiran dengan nya, namun sepertinya ia sudah bisa menebak apa yang ada dibalik kepala perempuan itu
\~
Setelah lima belas menit, mobil Abizar berhenti tepat di pinggir danau yang bersih dan sejuk, tempat dimana biasanya ia menikmati waktu senggang disini
“Kenapa kok kita kesini?” Tanya Fifin heran
Abi hanya menjawab dengan senyuman lalu keluar dan memutari mobil karena ingin membukakan pintu untuk istri tercinta nya
Fifin juga hanya menurut saja, mungkin memang Abi ingin istirahat sejenak untuk menghirup udara udara segar
“Kenapa kita kesini mas?” Tanya Fifin
Abizar awalnya terdiam namun ia juga ingin memberikan jawaban supaya istri nya tidak bertanya lagi “Emm… tidak apa apa, disini sejuk” Ucapnya sambil menggandeng tangan sang istri dan berjalan bersama
“Ya memang sejuk sih, tapi kasihan sama Abbad” Ucap Fifin memikirkan anaknya yang sedang di rumah
Saat sudah sampai di tepi danau yang indah itu, Abizar tiba tiba memeluk istri nya dengan sangat erat sampai Fifin saja kaget dibuatnya
“E ehh… tempat umum” Ucap Fifin
“Sepi, tidak ada orang” Ucap Abi karena danau ini memang jarang dikunjungi orang orang dan tetap kekeh memeluk istrinya dengan erat
Fifin yang awalnya agak memberontak juga terdiam dan membalas pelukan suami nya “Kok tumben sekali mas seperti ini?” tanya Fifin
“Tidak apa apa, mas tadi di mobil kamu sedih” Ucap Abi
“A adek-“
“Tidak apa apa, tidak perlu menjelaskan karena mas paham perasaan adek sekarang” Ucap Abizar karena istrinya pasti sudah lega dengan hasil sidang hari ini, tapi disisi lain itu juga membuat mereka sadar bahwa mereka benar benar sudah kehilangan Fatimah, putri mereka yang sudah di surga dan mendapatkan keadilan disini
Fifin mengangguk angguk dan menenggelamkan wajah nya di pundak sang suami, ia sudah tidak menangis, namun hanya menghirup nafas sedalam dalam nya, berusaha menenangkan hati yang sedang tidak karuan sekarang
“Tidak apa apa sebenarnya kalau adek masih sedih, tapi jangan lupa do’akan yang terbaik ya?” Ucap Abizar mengelus elus kepala istrinya
Fifin hanya mengangguk lalu beralih memandangi danau yang ada di samping nya, menikmati keindahan itu sambil bernafas dengan tenang dan memperbaiki suasana hati nya
“Nak… yang tenang disana, ibu akan selalu mendo’akan kamu”
“Masih mau disini?” Tanya Abi karena sudah sepuluh menit an mereka berpelukan seperti ini
Fifin melepaskan pelukan nya, tersenyum manis lalu menggelengkan kepala “Tidak hehe… adek mau pulang aja” Jawabnya karena dua minggu lagi ia akan kembali bekerja dan ingin menikmati waktu dengan putra nya
“Sudah baikan?” Tanya Abizar
__ADS_1
“Em, sudah” Jawab Fifin yang kemudian mendapatkan sentilan hidung dari suami nya
“Ya sudah, ayo” Ajak Abizar
Sesampainya di rumah pun hal pertama yang Fifin cari itu pasti putra nya, tentu nya ia sudah cuci tangan dan kaki ya sebelum menyentuh Abbad
“Assalamualaikum…”
“Waalaikumsalam…” Jawab umi yang sedang menimang cucu nya, terlihat bahwa Abbad memang sudah ingin tidur
“Sudah mau tidur ya umi? Biar Fifin letakkan di box nya aja” Ucap Fifin dan umi pun memberikan Abbad kepada sang ibu dengan hati hati
“Istirahat yang banyak ya Fin, jangan kecapekan” Ucap umi memberi tahu
“Njih umi”
Fifin naik duluan ke kamar karena Abi sedang bicara dengan mas mas pengurus diluar, entah mungkin memang ada yang perlu dibicarakan
Ketika melihat Abbad sudah tertidur nyenyak pun ia langsung meletakkan nya di box bayi yang sudah Abi belikan, karena habis dari luar memang harus cepat cepat ganti baju walau tadi sudah mencuci tangan
“Ibu ke kamar mandi dulu ya sayang” Ucap Fifin yang kemudian menuju ke kamar mandi, sebenarnya ia juga agak kesusahan kalau harus memasang korset sendirian sehabis mandi, tapi mau bagaimana lagi kan? selagi masih bisa maka ia tidak mau memanggil sang suami
“Dek… sayang?” Panggil Abi yang tiba tiba masuk ke kamar
Tapi belum sempat Fifin menjawab tuh Abi sudah tiba di ruang ganti “Eh” Sempat kaget juga karena ia belum berpakaian lengkap sambil menghadap kaca untuk memakai korset, bukan apa apa sih… walau udah punya anak satu tuh dia terkadang masih malu jika dalam situasi seperti ini
Abi hanya tersenyum tipis dan tanpa bertanya, ia juga langsung menghampiri sang istri dan membantu mengaitkan korset tadi di bagian pinggang belakang
“Kenapa tidak minta bantuan mas saja kalau kesusahan?” Tanya Abi
“Mas… udah ah” Ucap Fifin menghindar karena Abi malah betah menenggelamkan kepalanya di pundak mulus yang wangi itu, ia kemudian mengambil baju tidur berbentuk daster dari lemari dan segera memakai nya, bisa gawat kalau terus terusan begini
“Kan ada handphone atuh, adek bisa telfon mas kalau perlu bantuan” Ucap Abizar
“Iya mas sayang…. lain kali adek telfon mas langsung” Ucap Fifin mengiyakan saja daripada harus berbicara panjang lebar lagi
Abizar pun juga masih saja terdiam disitu karena menunggu istri nya sampai benar benar selesai
“Mas tidak mandi?” Tanya Fifin yang baru selesai mengikat rambut setelah memberikan vitamin tadi
Abizar menggeleng. “Kalau tidak mandi berarti dilarang dekat dekat sama Abbad ya” Ucap Fifin
“Toh Abbad nya juga tidur, tidak bisa mas ajak main” Jawab Abizar, sebenarnya dia masih capek dan malas saja untuk mandi
Fifin menghela nafas lalu mendekat dan memeluk pinggang suami nya, “Mas… capek kan?” Tanya Fifin dan Abizar mengangguk angguk karena ia sampai kurang tidur demi mendapatkan bukti dari kecelakaan kemarin
“Adek minta maaf ya sudah banyak merepotkan mas, dan terimakasih banyak juga mas sudah rela menghabiskan waktu buat adek, rela jam mengajar nya terganggu demi mencari keadilan untuk putri kita” Ucap Fifin
Abizar baru ingin membuka mulut tapi ternyata Fifin tiba tib berjinjit dan mencium bibir nya, disini Abi agak kaget karena Fifin jarang mencium nya duluan, tapi ia juga menerima dan membalas ciuman tersebut sambil memegangi pinggang sang istri agar tidak jatuh ( maklum… ia lebih tinggi dari Fifin )
Cukup lama ciuman mendalam itu terjadi dan jujur saja sebagai laki laki normal, kadang Abi merindukan keromantisan seperti ini
Tangan Fifin juga tak tinggal diam, ia membuka kancing kemeja suami nya satu persatu sampai dada bidang itu terlihat jelas di depan mata nya
Abi sendiri juga baru sadar kalau kancing baju nya sudah terlepas semua dan ia pun ikut melepaskan ciuman itu, bukan tidak mau lebih lama tapi kasihan Fifin harus menjinjit, mereka pun juga butuh mengambil nafas
__ADS_1
“Sekarang mas mandi dulu, nanti adek temani tidur” Ucap Fifin dan Abizar langsung cusss ke kamar mandi
Fifin tersenyum dan menggelengkan kepala, ia lanjut membersihkan tempat tidur supaya tidak gatal nanti kalau istirahat dan menata nya dengan rapi, Abi tidak suka jika bantal atau guling mencar kesana kemari
Lalu Fifin duduk dan memompa asi nya sebentar sembari menunggu suami nya selesai, setengah hari tidak di keluarkan saja rasanya sudah sakit dan nyeri
“Eh tumben” Ucap Fifin saat Lia menelfon nya
📞”Assalamualaikum brohhh”
“Waalaikumsalam, kenapa?” Tanya Fifin
📞 “Gak papa sih bro aku gabut aja, nanti aku kesitu ya? bareng sama mas Wawan”
“Boleh asal jangan sekarang” Jawab Fifin karena ia dan Abi benar benar lelah, ingin tidur saja rasanya
📞”Hayoo mau ngapain kok aku gak boleh kesana? belum selesai nifas, Abbad juga belum siap kayaknya kalau punya adek”
“Gundulmu.. aku habis dari pengadilan, capek banget ini mau istirahat, tidur” Ucap Fifin
📞 “Oh iya kah? trus hasilnya gimana?” Tanya Lia yang terdengar suaranya sangat kepo
“Nanti aku kasih tau kalau kamu udah kesini” Jawab Fifin enggan menjelaskan panjang lebar di telfon dan langsung mengakhiri percakapan itu, dahlah biarkan saja Lia penasaran
“Siapa?” Tanya Abi yang sudah memakai kaos dengan bawahan sarung dan keluar dari kamar mandi
“Lia, biasalah mas” Ucap Fifin yang kemudian melepaskan alat pompa itu, kelihatan juga kalau asi yang dihasilkan juga banyak
“Sini, biar mas yang ke bawah” Ucap Abizar mengambil pouch asi itu dan turun ke bawah karena freezer khusus asi ada di bawah
“Terimakasih” Fifin juga mencuci dan mengeringkan alat pompa itu di wastafel kamar, supaya nanti kalau mau digunakan lagi sudah bersih dan tidak tergesa gesa
Ia lanjut mengecek keadaan Abbad yang masih tidur, lalu lanjut merebahkan dirinya di atas kasur
“Sudah? capek kan? tidur sini” Ajak Fifin pada sang suami yang baru membuka pintu dan tentu saja Abi mengangguk dengan semangat, ia mengunci pintu dan masuk ke dalam satu selimut bersama istri nya
“Duh… mepet banget ini orang” Ucap Fifin tergelak saat Abi benar benar menempel sekali padanya
“Biarin, kapan lagi kan? mumpung Abbad juga masih tidur” Ucap Abi karena dari kemarin kemarin mereka selalu tidur bertiga dengan Abbad di tengah tengah
Fifin tertawa geli dibuatnya, benar benar menempel loh ini. Abi sampai memeluk nya erat dan meletakkan kepala itu di dada nya
“Ya sudah, ayo istirahat” Ucap Fifin sambil membalas pelukan dan mengelus rambut suami nya
Abizar tersenyum, dalam posisi ini ia sampai bisa mendengar detak jantung sang istri
“Sayang… mas itu tidak merasa direpotkan sama kamu, semua yang mas lakukan itu bentuk perhatian dan memang mas menyadari tanggung jawab seorang suami itu apa saja, jadi adek tidak perlu minta maaf, mas memang capek tapi tidak merasa direpotkan” Ucap Abizar
“Hehe… iyaa terimakasih banyak ya mas” Ucap Fifin mencium kening dan kepala suami nya
Abi tersenyum dan tak lama kemudian ia sudah tidur nyenyak, begitupun Fifin juga sama, ia langsung tidur karena tidak kuat menahan kantuk dan merasa nyaman saat mendapat kehangatan dari tubuh suami nya.
•
Huwaaa ini bentar lagi tamat ya gess😭author udh kelas 12 jadi lagi sibuk sibuk nya mikir buat RPP dan praktek ngajar nanti, lagi mikir juga buat lanjut ke jenjang kuliah jadi gak bisa rajin update seperti dulu, maafkan tolong😓🙏
__ADS_1
Boleh deh request minta ending nya seperti apa, silahkan komen