
"Kalau cemburu berarti kamu sudah ada rasa cinta sama aku?" Tanya Abjzar lagi, haha ia semakin suka menggoda wanita yang berstatus sebagai istrinya ini
"Belum, netral aja aku cemburu sebagai istri kamu" Jawab Fifin, walau dia juga mulai tertarik dengan Abi tapi jika membahas soal cinta, rasanya ia belum mencapai hal itu
"Masa sih?" Ucap Abi tidak percaya
"Iya ih"
Abi semakin gemas kala melihat Fifin yang kesal nya minta ampun jika mendapat godaan dari nya
"Oh iya tadi hasil bimbingan nya gimana?" Tanya Abi
"Alhamdulillah... di ACC dong, cuman memang ada beberapa kata yang harus dirubah lagi dan tadi sudah di catat apa yang perlu dirubah untuk menjadi apa" Jawab Fifin senang, akhirnya satu bulan lagi ia akan sidang skripsi
"Alhamdulillah... mas ikut senang" Ucap Abi sembari tersenyum
Lagi dan lagi, senyum yang hangat dan manis itu membuat Fifin meleleh kala menatap suami nya, kok bisa ada manusia se ganteng ini dan menjadi suami nya pula? Iya kan?
"Aku beli makan dulu ya" Ucap Fifin karena ia belum makan, sedangkan Abi sudah habis makan satu piring karena sambil menunggu nya tadi
"Sekalian keluar aja yuk" Cari Abi mengajak untuk cari makan di luar saja karena di kantin pun menu nya tidak banyak
"Emm.. boleh deh" Ucap Fifin mengiyakan saja, mungkin Abi sudah bosan berlama lama di dalam kampus
Mereka akhirnya keluar kampus yang cukup besar untuk menuju parkiran dan akhirnya mobil pun perlahan keluar dari area kampus
"Loh laptop kamu dimana dek?" Tanya Abizar baru menyadari nya saat mobil sudah menjauh dari kampus
"Di bawa sama Biba, oh iya mas, aku..." Ucap Fifin ragu mau bilang atau tidak
"Mau apa? Bicara saja" Ucap Abi heran melihat istrinya yang ragu ragu sekali
"Asrama Biba terkena bencana kebakaran, baru tadi pagi waktu dia berangkat ke kampus" Ucap Fifin yang mana asrama memang milik kampus namun cukup jauh dengan kampus karena yang dekat sudah terpenuhi, jadi meski ada asap pun juga tidak terlihat
"Innalillahi wa inna ilaihir roji'un, terus bagaimana?"
"Alhamdulillah nya dia enggak pernah bawa barang barang berharga di asrama, jadi terselamatkan"
"Alhamdulillah.. terus?"
"Jadi... dia minta tolong sama aku, boleh atau enggak kalau dia menginap di tempat kita?" Tanya Fifin dengan sangat hati hati
"Hah?" Ucap Abi bingung, bukan... bukan tidak mau menolong, tapi mereka kan hanya pesan 1 kamar, masa iya sih tidur bertiga? Kan tidak mungkin
"Hanya malam ini, karena dia juga mau pulang ke rumah orang tuanya sampai tanggal sidang skripsi, tapi tiket pemberangkatan nya masih besok pagi mas" Ucap Fifin menjelaskan
"Ohh... yaudah pesan kamar lagi aja, nanti bayar pakai uang yang disini" Ucap Abizar menunjuk dompet milik nya yang ada di sebelah nya
"Gak papa gak perlu, biar aku aja mas yang bayar" Ucap Fifin tidak mau mengurangi uang suaminya lagi karena ia tahu bahwa harga kamar hotel tempat mereka menginap itu cukup mahal
"Loh kok gitu? Udah tidak apa apa pakai ini aja"
"Mas.. kali ini biar pakai uang ku, hitung hitung ini yang bisa aku balas karena dia juga selalu mau menampung aku di kamar nya" Ucap Fifin mengingat kalau dia ke kampus dan menginap maka pasti Biba yang menolong nya
"Ya sudah kalau itu memang menjadi tujuan kamu untuk berbalas budi" Ucap Abi yang akhirnya membiarkan saja
__ADS_1
Fifin tersenyum lalu mengangguk, nanti setelah sampai di hotel ia akan memesan satu kamar lagi untuk Biba
"Mau makan dimana?" Tanya Abi saat mobil mereka mulai melewati beberapa tempat makan
"Nasi padang" Jawab Fifin yang menginginkan hal itu
Abi lantas meng iyakan, dia mencari tempat makan nasi padang yang terdekat agar Fifin tidak kelaparan
"Itu di depan ada kayak nya" Batin Abizar lalu memutuskan memarkirkan mobil saat melihat rumah makan nasi padang
"Mas.. emang benar ini?" Tanya Fifin kala turun dari mobil, sumpah warung nasi padang itu besar bahkan bukan seperti yang biasa ia kunjungi
"Udah yang penting nasi padang kan? Ayo" Ajak Abi main genggam saja tangan istri nya tanpa permisi lalu di ajak masuk ke dalam
"Mau lauk apa mbak?"
"Saya mau lauk ayam sama rendang trus minum nya es teh" Jawab Fifin pada pegawai disitu
Sedangkan Abi hanya memesan kopi saja karena di kantin tadi ia sudah makan. Mereka lantas duduk di tempat yang sudah disediakan untuk menunggu
"Eh... kamu bisa pakai baju gini juga ya?" Ucap Fifin yang baru sadar bahwa suami nya yang pakai celana panjang dan kemeja casual
"Iya, tidak ada larangan kan? Yang penting menutup aurat, tidak ketat dan kalau digunakan untuk keluar kota juga nyaman seperti ini" Jawab Abi
Jadi kalian jangan mengira kalau Abi tiap hari pakai sarung sama baju kokoh ya.. dia kalau keluar secara pribadi juga sering pakai pakaian anak muda yang casual dan menutupi aurat, definisi gaul tapi paham agama ya gaiss
"Ya.. iya juga sih" Ucap Fifin menganggukkan kepala nya
Tidak butuh waktu lama kemudian makanan dan minuman yang ia pesan pun datang, tapi....
"Mas, hiks" Ucap Fifin yang mau nangis melihat makanan di hadapan nya
"Mas.. maksudku nasi padang sepuluh ribuan itu loh mas, kalau lauk nya dua paling enam belas ribu, nambah es teh dua ribu jadi delapan belas ribu, sisa nya dua ribu bisa buat parkir" Dan akhirnya keluarlah jiwa hemat Fifin yang sudah lama diterapkan
"Iya trus?" Tanya Abi lagi
"Kalau ini mah sekali makan lima puluh ribu pasti" Ucap Fifin, aihh ya memang sih lauk nya besar tapi tetap saja agak arrghhh, harga segitu untuk nasi padang yang rasanya juga sama kayak yang 10 ribuan
Pantesan di depan tadi tidak ada keterangan harga, karena cukup mahal
"Ya aku tidak tahu dek, udah ya makan aja.. tidak baik berekspresi sedih di hadapan makanan, nanti rezeki nya malah hilang... ya mungkin target harga mereka juga kamu loh" Ucap Abi mengingatkan
"Target nya bukan aku, tapi kamu" Batin Fifin mengingat jika yang punya banyak uang itu suami nya alias Abizar, bukan dia
"Dimakan dek" Ucap Abi lagi
"Yaudah.. Iya" Ucap Fifin yang membaca do'a makan dan akhirnya memakan juga nasi padang itu
"Eh mas.. tadi kamu udah ngopi di kantin kampus, sekarang ngopi lagi.. jangan keseringan ya, gak baik buat lambung" Ucap Fifin pada suami nya
"Iya dek" Jawab Abi tersenyum, bahagia sekali ketika Fifin selalu memperhatikan nya
Setelah makan Abi langsung membayar tagihan dan mengajak istri nya jalan jalan untuk hari ini, kesempatan bagus selagi mereka pergi berdua
__ADS_1
"Dek, jalan jalan mau ya?" Tanya Abi yang fokus menyetir
"Mau mas, tapi nanti ya setelah sholat dzuhur.. aku ngantuk banget mas" Ucap Fifin yang kebiasaan sudah kenyang pasti lah ngantuk
Ya.. Abi mengerti, mungkin istri nya lelah setelah bimbingan tadi dan memutuskan untuk kembali ke hotel karena ingin tidur sambil menunggu waktu sholat dzuhur
"Mbak mau pesan 1 kamar lagi atas nama Habibatur Rohma, nanti dia kesini langsung dikasih aja kunci nya" Ucap Fifin langsung memberikan kartu milik nya sendiri pada receptionis, bukan dari Abi.. melainkan uang hasil kerja di rumah sakit
"Ohh baik saya cek dulu" Ucap receptionis tersebut
Ya selesai dengan urusan kamar, mereka langsung naik dengan lift untuk menuju ke atas dan cuci kaki serta muka sebelum tidur
"Aku tidur dulu ya mas" Ucap Fifin yang sudah berganti dengan rok panjang dan baju lengan pendek
"Iya dek, tidur yang nyenyak" Ucap Abi yang duduk bersandar di ranjang dan mengelus rambut Fifin sampai wanita itu tertidur
Abi lantas membuka ponsel karena terdapat pesan masuk dari umi
Umi♥️
📩 : Assalamualaikum.. Abi, bagaimana keadaan kalian sama skripsi nya Fifin?
📩 : "Waalaikumsalam.. Alhamdulillah kami baik baik saja umi, skripsi nya juga Alhamdulillah sudah di ACC oleh dosen pembimbing nya"
Ya Abi cukup membalas sebentar karena ia juga ingin ikut tidur di samping istri nya, entah kenapa tangan itu ingin sekali memeluk sang istri tapi tidak berani
"Emh..." Ucap Fifin yang tiba tiba terbangun
"Loh kenapa?" Tanya Abi
"Enggak ada guling disini, jadi susah tidur" Ucap Fifin yang kebiasaannya memeluk guling pun begitu juga jika di kamar Abizar
"Di ganti aja" Saran Abi
"Pakai apa?"
"Aku" Jawab Abi yang singkat, padat namun tidak jelas dan membingungkan untuk Fifin
"Kan udah jadi suami nya jadi tidak masalah" Ucap Abi lagi
"Enggak ah, yaudah aku lanjut maksain tidur" Ucap Fifin kembali memaksa memejamkan mata, ya memang terpejam dan tidur kembali sih... tapi
Dug!
Fifin yang sedang tidur itu sedang membayangkan memeluk sebuah guling besar, jadi secara tidak sadar ia mengangkat kaki nya sendiri dan mendarat di paha Abi dengan tangan nya memeluk erat pundak sang suami
Abi kaget namun ia juga gemas, tadi ditawari tidak mau... ternyata sekarang dibawah alam sadar tuh Fifin blak blak an dan tidak tahu malu
Ya kesempatan lah ya, Abi juga membalas pelukan itu dengan membawa Fifin ke dalam dekapan nya, ia juga membiarkan kaki sang istru yang masih betah di atas paha nya
Sesaat Abi sadar bahwa mereka yang sama sama memeluk ini tengah berhadapan muka satu sama lain, sangat sangat dekat dan hanya berjarak beberapa centimeter saja.. sayangnya Fifin dalam keadaan tidur dan tidak menyadari momen itu
Abi dapat melihat wajah istri nya dari jarak yang sangat dekat, Fifin memang cantik dan manis.. apalagi saat rambut Fifin terbang ke belakang karena terkena hembusan nafas Abi
Dari dahi mulus itu, beralih ke alis yang tidak terlalu tebal, mulu mata lentik, hidung yang tidak terlalu mancung dan mulut kecil itu sampai bagian dagu pun semua tidak luput dari pandangan Abi
__ADS_1
"Sejujurnya.. mas sudah mulai ada sedikit rasa denganmu walau kebersamaan kita baru sangat sebentar, tapi mas takut kalau kamu belum bisa membalas perasaan mas" Ucap Abi lirih
Ia memberanikan diri untuk menempelkan ujung hidung nya pada hidung Fifin, memejamkan mata.. menikmati wangi istri nya dari jarak dekat dan lama kelamaan pun tidur dengan nyenyak dan masih saling berpelukan.