Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
78. Simbiosis mutualisme


__ADS_3

Setelah semua orang tidur lelap, malam malam Fifin bangun karena ingin buang air kecil sekaligus menggunakan tespeck tadi


(Ceritanya mereka menginap di rumah orang tua Fifin ya…)


“Ngapain dek?”


“Astaghfirullah…” Ucap Fifin kaget saat Zaki tiba tiba menepuk pundak nya ketika ia baru berjalan sampai dapur untuk kembali ke kamar nya


“Dari kamar mandi, baru pulang bang?” Jawab Fifin sekaligus bertanya balik karena dari baju yang dikenakan kakak nya itu masih rapi, harum dan belum bau air liur


“Iya” Jawab Zaki


“Ck ck ck, udah cari istri yang baik sana.. jangan keluyuran mulu” Ucap Fifin heran dengan Zaki yang betah sekali menjomblo gini


“Dih, apa hubungan nya sama punya istri?” Tanya Zaki balik, tumben sekali Fifin ini jadi agak sewot sekarang


“Biasanya laki laki kalau udah punya istri mah kalau malam mau di rumah terus” Jawab Fifin


“Iya deh iya, yang tiap malam ditemani suami” Balas Zaki setengah menggoda adik nya


Fifin mengerutkan alisnya, ya enggak lah… orang dia sendiri punya jadwal shift malam di rumah sakit, sedangkan Abi juga sering tausiyah diluar pondok dan pulang selalu dini hari, jadi mereka kalau malam juga tidak full setiap hari berdua


“Gini deh, simbiosis mutualisme aja lah ayuk!” Ajak Zaki yang membuat adik nya kebingungan


“Apa?” Tanya Fifin


“Kamu kasih aku keponakan, aku bakal kasih kamu kakak ipar. Jadi adil kan?” Tawar Zaki seenak jidat


Fifin langsung melotot ke arah kakak nya, enak aja… dikira buat anak kayak buat lemper? Yang di ulet ulet bentar langsung jadi


“Ini nih… efek orang kesepian jadi bicara nya ngawur terus, lagian mana bisa punya anak secepat itu?” Ucap Fifin heran sambil menggelengkan kepala nya


“Ya mana abang tau, minta anak sama bang Abi aja yang sudah sering praktek langsung” Ucap Zaki menjulurkan lidah nya dan langsung berlari ke kamar sebelum Fifin mengamuk lagi


“Hih…. Ada aja godaan ku malam malam gini” Ucap Fifin berusaha sabar dengan tingkah random abang satu satu nya itu


Ia kemudian menuju ke kamar nya yang memang bersebelahan dengan Zaki, ceklek! Saat membuka pintu, terlihat Abi yang duduk dengan mata setengah terbuka dan bersandar di kepala ranjang


“Kok bangun?” Tanya Fifin


“Iya, tidak ada yang dipeluk soalnya” Jawab Abi sambil menguap


Fifin terkekeh, entah kenapa semenjak menikah tuh bu Risma menyimpan semua guling milik nya dan hanya tersisa bantal saja


“Ya udah, tidur lagi saja” Ajak Fifin langsung merebahkan diri nya di samping sang suami dan berpelukan hangat disana


“Gimana?” Tanya Abi sambil mengelus elus kepala Fifin


“Hasil tespeck nya?” Tanya Fifin balik


“Iya sayang” Jawab Abi membenarkan


Fifin menelusupkan wajah nya di dada sang suami sampai sedalam mungkin, ia hirup aroma yang sudah sangat ia sukai itu

__ADS_1


“Maaf ya…” Ucap Fifin dengan satu tangan nya meletakkan tespeck itu di tangan Abi


Abizar mendekatkan tespeck itu pada lampu tidur di meja nakas agar bisa melihat dengan jelas, dan ternyata benar… alat itu menunjukkan satu garis yang mana artinya Fifin belum hamil



“Sstt… sudah tidak apa apa, memang belum rezeki nya saja sayang” Ucap Abi tersenyum sambil memeluk erat istri nya


Ya, Fifin tahu kalau Abi pasti akan berkata demikian, tapi ia takut kalau sampai mengecewakan umi dan abah yang sudah mengharap memiliki cucu kedua


“Jangan bilang sama umi ya… bilang saja kalau adek belum telat haid jadi sementara tidak periksa dulu” Ucap Fifin


“Enggeh sayang, udah ayo istirahat lagi” Ucap Abi mem puk pun atau menepuk nepuk pelan punggung istri nya


Sebenarnya Abi cukup sedih tapi juga tidak terlalu kecewa dengan hasil tespeck tadi, mengingat usia pernikahan mereka yang baru berjalan 2 bulan dan mereka memulai hubungan yang sebenarnya pun masih 1 bulan yang lalu


Memang sih memiliki momongan itu juga termasuk impian nya, tapi ia tidak mau membebani Fifin dengan memikirkan hal itu karena pernikahan mereka masih seumur jagung


“Misal nanti telat haid satu atau dua minggu, adek akan periksa lagi” Ucap Fifin


“Enggeh sayang, tidak perlu sedih atau terburu buru, kita tidak menunda tapi balik lagi Allah yang memberi semuanya, kalau belum waktu nya berarti memang terkabul di lain hari” Ucap Abizar


Fifin mengangguk anggukkan kepala nya, untuk sekarang lebih baik mereka ikhtiar, berdo’a dan terus berusaha sampai Allah mengabulkan nya


“Kok tidak tidur? Mau begadang?” Goda Abi sambil menaik turunkan alis nya


“Enggak lah mas, di sebelah ada bang Zaki masa iya mau begadang” Jawab Fifin menolak


Tapi… Abi tetaplah Abi, ia malah sengaja membuka sedikit baju tidur yang istri nya kenakan hingga tangan itu bisa leluasa disana


“Tidak akan mas apa apakan, hanya pegang saja” Ucap Abi


Ya, Abizar tetaplah Abizar… selagi tidak ada halangan maka ia harus melancarkan urusan nya kan? Meski tidak berhubungan tapi ia masih bisa memegang bagian tertentu dari istri nya yang memang ia sukai, toh tidak dosa juga


“Biar tidur nya adek nyenyak” Ucap Abi lagi


Fifin tergelak “Tidur siapa yang nyenyak?” Tidak salah nih yang ia dengar? Wkwk, itu mah tidur nya Abi yang makin nyenyak nanti


“Yaudah iya tidur nya mas yang nyenyak, udah ayo tidur” Ucap Abi memeluk istri nya dengan posisi tangan tetap jahil seperti tadi, menyentuh bagian sana sini


\~


Pagi pagi sekali selepas sholat subuh mereka sudah bersiap, ya apalagi kalau tidak berkemas untuk menginap di rumah besan? Karena ini permintaan Abi jadi orang tua Fifin tidak akan menolak nya


“Tidak perlu repot repot buk” Ucap Abi kala melihat mertuanya yang membawa banyak makanan


“Tidak repot kok” Ucap bi Risma merasa biasa saja


Mereka akhirnya berangkat dengan menggunakan satu mobil yang Abizar bawa kemarin, Fifin tidak tahu kalau keluarga nya akan ke rumah abah langsung, tau gitu mah kemarin dia bawa mobil sendiri


“Undangan nya sudah di sebar semua bang?” Tanya Abizar yang sedang menyetir dengan Fifin di sebelahnya, ibu dan bapak di tengah sedangkan Zaki di belakang sendiri


“Sudah, dari satu minggu kemarin” Jawab Zaki

__ADS_1


Abi mengangguk anggukkan kepala nya, baguslah kalau undangan sudah di sebarkan


“Ini kita langsung ke rumah saja ya buk? Katanya umi mau sarapan bersama” Ucap Abizar


“Boleh nak, lebih enak kalau makan ramai ramai” Jawab bu Risma tidak mempersalahkan nya


Sedangkan di rumah ndalem pondok pesantren Darussalam, umi dan bulek sedang sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan sebentar lagi


“Biar Silvi bantuin ya umi” Ucap Silvi karena jadwal kuliah nya siang jadi ia masih bisa membantu umi


“Terimakasih ya” Ucap umi tersenyum, senang rasanya memiliki Silvi sebagai anggota keluarga yang pengertian


Tak lama kemudian terdengar suara gerbang dibuka dan deru mobil yang melaju, sudah pasti Abi dan keluarga istri nya baru sampai


Banyak sekali anak anak santri yang berebut meminta salam pada orang tua Fifin, mungkin mereka ingin tahu siapakah gerangan pasangan paruhbaya itu


“Sudah ya anak anak, mau sekolah kan? Langsung siap siap habis ini bel masuk” Ucap Abi


“SIAP GUS” Jawab mereka serentak


Begitu masuk rumah pun juga langsung ada abah dan umi yang menyambut dengan rasa gembira dan senyum mereka, tentu saja bahagia dengan keadaan yang sekarang. Apalagi persiapan resepsi juga berjalan mulus tanpa ada kendala sama sekali


“Ayo sarapan dulu” Ajak umi


Karena setelah ini akan ada orang dari pihak wedding organizer yang akan mengubah halaman pondok pesantren menjadi tempat resepsi


“Oh iya hari ini baru di pasang?” Tanya bu Risma


“Iya bu, nanti malam ada tasyakuran dulu” Jawab umi Rida


Disini Fifin dan Abizar merasa bahagia saat melihat kedua keluarga mereka akur bahkan sangat akrab, mungkin karena dulu nya mereka berteman


“Dek, abang nanti keluar sebentar ya?” Tanya Zaki meminta izin


“Keluar kemana?” Tanya Fifin


“Katanya disuruh nyari istri, yaudah lah jam sepuluh nanti abang keluar cari istri” Jawab Zaki


“Behh, jangan sampai cewek haha hihi di jalan yang kamu bawa pulang” Ucap Fifin memperingatkan (cewek haha hihi tuh maksudnya kuntilanak)


“Enggak, tenang aja.. gak akan ada kunti siang siang”


Fifin juga bertanya pada Abi apakah sudah memberikan undangan pernikahan pada teman teman nya atau belum, dan alhamdulillah nya semua sudah selesai di bagikan


Undangan pertama dalam bentuk formal untuk keluarga, dan teman atau kenalan yang mengadakan kerja sama dengan orang tua mereka baik dengan pondok maupun perkebunan



Sedangkan undangan kedua yang lebih simpel memang Fifin dan Abi buat khusus untuk teman dan sahabat mereka saja



__ADS_1


Haha saya sampai ngedit undangan gini😭😂 jangan lupa hadir secara virtual ya


__ADS_2