
"Gus, niku wonten murid njenengan" Ucap salah satu santri putra yang sedang jaga gerbang untuk menggantikan mas Wawan ( wonten murid njenengan \= ada murid mu atau anak didik mu )
"Ohh iya mas, buka saja gerbang nya" Jawab Abi yang mana ia dari tadi memang sedang membaca ulang kitab di ruang keluarga
"Njih gus"
Yap... keesokan pagi nya tepat jam 10, Abi kedatangan para murid nya di madrasah aliyah yang memang sudah di jadwalkan untuk ujian hafalan
"Terimakasih mas" Ucap para siswa siswi saat gerbang dibuka oleh santri putra itu
"Sama sama"
Para siswa siswi yang sudah memarkirkan kendaraan di halaman depan pun langsung mengucap permisi dengan sopan
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam..." Abi yang sudah rapi dengan peci juga sarung pun segera keluar untuk mempersilahkan murid nya masuk
"Ayo masuk saja" Ucap Abi membuka lebar kedua pintu ruang tamu dan membiarkan anak anak duduk disana
"Permisi ya pak..."
"Iya iya duduk saja yang nyaman" Ucap Abizar, ia kemudian masuk ke dalam sebentar untuk meminta tolong pada bulek agar membuatkan minuman yang segar segar untuk murid nya
"Bagaimana? Sudah hafal kan?" Tanya Abizar yang mana ia juga mengambil posisi duduk ternyaman
"Nggeh insya Allah hafal" Jawab salah satu siswa karena sekarang ada 15 murid Abizar yang datang ke rumah
"Em... pak, maaf tapi mana nggeh istri nya?" Ucap Siswi yang memberanikan bertanya
"Masih di dalam, dan ini kenapa kok banyak ya? Dari absen yang saya lihat hanya sepuluh anak yang belum hafalan" Ucap Abi saat melihat daftar absen ujian hafalan yang dia pegang
"E... anu, memang sengaja mau bersilaturahmi pak"
"Iya, dan karena memamg ingin bertemu dengan istri bapak"
Abizar terkekeh dan menggelengkan kepala, ternyata ada 5 siswi yang sudah tuntas hafalan namun sengaja datang untuk bertemu istri nya
"Ya sudah... hafalan nya dimulai dari sekarang dan urut absen ya" Ucap Abi
"Njih pak..."
~
Fifin baru turun dari kamar dengan memakai gamis lengkap hijab cantik nya,tadi setelah sholat subuh pun ia kembali tidur sampai jam 9 pagi karena tadi pulang kerja jam 2 malam jadi rasanya pun mengantuk sekali
"Bulek, biar saya bantuin ya..." Ucap Fifin melihat ada dua nampan, satu berisi minuman segar atau es sedangkan satu nya lagi berisi beberapa camilan
"Njih ning, terimakasih"
Tap tap tap!
Mendengar langkah kaki pun sontak membuat semua murid murid Abi mendongak, semua terkesima saat melihat betapa cantik dan manis nya istri dari guru mereka
"Masya Allah..."
"Cantik nya"
Fifin hanya tersenyum sambil meletakkan minuman dan camilan tadi, lalu ia duduk di samping sang suami
"Ya anak anak, ini istri saya.. yang mau kalian temui" Ucap Abi
"Salam kenal ya... semoga hafalan nya lancar" Ucap Fifin saat para siswi langsung mencium punggung tangan nya
"Njih ning, terimakasih"
Abi hanya tersenyum, selama hafalan pun Fifin cukup menemani suami nya saja karena ia masih tidak berani jika menyimak hafalan anak anak, takut ada bacaan yang sebenarnya salah namun ia tidak bisa membenarkan
Setelah dua jam Abi menyimak hafalan mereka, ia pun cukup puas karena anak anak memang sudah hafal dan fasih kali ini
"Alhamdulillahirobbil alaamiin" Ucap Abi mengakhiri ujian hafalan hari ini
"Alhamdulillah..."
"Semua nya sudah hafal, terimakasih untuk usaha nya ya anak anak" Ucap Abi
"Sama sama pak, terimakasih juga karena diberi kesempatan untuk bertemu istri nya"
"Iya... ya sudah ini waktu nya sholat dzuhur, mau sholat di musholla atau pulang ke rumah?" Tanya Abi
"Pulang saja pak, saya sudah di cariin sama ibuk"
"Ohh... ya sudah hati hati pulang nya ya..."
Fifin pun juga melambaikan tangan saat semua murid Abi berpamitan dan meninggalkan rumah ndalem pondok pesantren darussalam
"Jadi ingat masa masa adek masih SMA" Ucap Fifin
"Kenapa memangnya? Adek suka sama orang waktu SMA?" Tanya Abi agak songong
Fifin tergelak "Kenapa? Cemburu?"
"Enggak tuh" Jawab Abi sok cuek dan sok cool, padahal mah dia memang sudah cemburuan dari orok wkwk
~
Selesai sholat dzuhur, Abi kembali ke rumah untuk makan siang bersama istri tercinta dan bulek di ruang makan
__ADS_1
"Sayang" Panggil Abi pada istri nya yang sedang mencuci piring bekas mereka makan tadi
"Ya mas, kenapa?" Jawab Fifin menoleh ke belakang sebentar dan melanjutkan cuci piring itu
Abi bukan nya menjawab tapi ia malah memeluk istri nya dari belakang, sesekali juga iseng meraba perut rata itu sampai ke atas
Plak! Fifin memukul pelan tangan Abi karena ia belum selesai mencuci, tapi suami nya itu sudah sangat jahil lagi terhadap nya
"Galak nya masya Allah" Ucap Abi yang tetap tidak mau melepas pelukan nya itu
"Salah sendiri kan adek belum selesai" Ucap Fifin
"Tapi sekarang kan sudah selesai" Ucap Abi saat melihat piring yang sudah di cuci itu di keringkan lebih dahulu sebelum masuk lemari
Fifin memutar bola mata dengan malas, sepertinya sang suami ini memang tidak bisa di lawan dalam hal apapun
"Kenapa? Kok deket deket terus sama adek?" Tanya Fifin dengan memutar tubuh nya hingga mereka saling berhadapan
"Ya... sengaja" Ucap Abi yang lalu mengedipkan satu mata nya
Oke fiks, Fifin langsung paham ketika melihat kode yang suami berikan padanya "dah pasti ngajak cari pahala di kamar ini mah" Batin nya
"Ohh..." Fifin dengan sengaja merangkul leher suami nya hingga otomatis wajah mereka pun berdekatan
Note \= bulek sudah pulang jadi aman aman aja, sedangkan para santri di kamar pondok pun jelas sudah tidur siang
"Jangan disini, nanti kalau ada yang lihat bagaimana?" Tanya Abi meski ia tidak melepaskan tangan sang istri di leher nya
"Memang kenapa kalau ada yang lihat?" Tanya Fifin, ia hanya sedikit menggoda suami nya saja
"Mas tidak mau kalau sampai ada yang melihat bentuk badan kamu" Jawab Abi, perlahan netra mata nya pun terfokus pada bibir mungil itu
"Cium kalau berani" Ucap Fifin malah makin menantang
"Kok makin berani? Belajar dari siapa?" Tanya Abi tanpa mengalihkan pandangan nya pada bibir itu
"Kan mas yang ngajarin" Jawab Fifin, memang benar kan? Abi yang terlebih dahulu sangat berani pada nya saat di villa kemarin
Cup! Abi yang sedari tadi sudah fokus pada bibir istru nya pun langsung mencium sekilas
"Kok cuman sebentar?" Tanya Fifin mengangkat alis nya
"Ke kamar ayo" Ajak Abi karena ia takut ada yang melihat kalau bermesraan di dapur seperti ini meski tidak ada siapapun selain mereka
"Tidak ada yang melihat" Ucap Fifin, ia malah sengaja mencium kembali bibir suami nya dengan waktu yang lebih lama
"Emh... udah udah" Ucap Abi melepas paksa ciuman istri nya, bukan tidak mau.. tapi deg deg an rasanya kalau ada salah satu pengurus yang datang
"Haha.. toh kalau ada yang masuk juga mereka pasti ketuk pintu dulu" Ucap Fifin, tidak mungkin kalau ada yang langsung masuk ke rumah kan?
Abi menggelengkan kepala karena sang istri yang sengaja dan membalas kejahilan nya, tanpa pikir lama... ia pun langsung menggendong tubuh Fifin untuk naik ke atas
Abi tidak menjawab, satu tangan nya masih menompa tubuh berat istri nya sedangkan satu lagi ia pakai untuk membuka pintu kamar
Ceklek!
Setelah di pastikan pintu kamar sudah terkunci, Abi pun menjatuhkan tubuh sang istri di ranjang yang biasa mereka gunakan, digunakan untuk tidur maksud nya
"Sudah tidak tahan ya?" Tanya Fifin saat sang suami menindihi nya, ia bertanya karena kemarin memang Abi tidak menyentuh nya sama sekali
"Menurut kamu?" Ucap Abi justru membalikkan pertanyaan
"Menurut adek, ya memang mas sudah tidak tahan" Jawab Fifin
"Itu adek tau" Ucap Abizar yang entahlah satu hari tidak menyentuh istri nya saja ia sudah kepalang seperti ini
Fifin tersenyum dan selalu menyambut hangat jika sang suami memberikan kehangatan untuk nya, selain menjadi ladang pahala tapi juga mereka ingin memiliki keturunan
Dari atas sampai bawah pun Abi selalu memberi rangsangan pada istri nya, tak jarang juga Fifin berusaha menjadi istri yang baik hingga beberapa kali ia membalas perbuatan Abi padanya
"Ahh.." Ucap Abi menahan ngilu dan geli saat Fifin sengaja menggigit leher nya
Fifin kemudian mengambil selimut dan menutupi tubuh mereka berdua yang sudah dalam keadaan polos, karena sudah beberapa kali Abi berpesan mengenai hal itu ( termasuk adab dalam berhubungan badan )
Titt! Adegan selanjutnya tidak ditunjukkan karena tidak ramah terhadap di bawah umur
~
Selesai dengan urusan nafkah batin tadi, Abizar masih memeluk dan mengelus rambut istri nya dalam keadaan mereka masih di dalam selimut
"Adek tau?" Ucap Abi ingin memulai pillow talk, katanya baik untuk menjaga keutuhan rumah tangga
"Tau apa?" Tanya Fifin tidak menatap Abi karena wajah nya berhadapan dengan dada bidang nan mulus itu
"Mas dulu memang tidak menyukai kamu, lebih tepat nya tidak menyukai seragam profesi kamu" Ucap Abi
Dulu ia ingin memiliki istri yang paham, paham bagaimana fitrah nya pakaian perempuan dalam islam itu seperti apa, sehingga ia memang ingin kalau istri nya memiliki penampilan seperti itu
"Ya.. adek tahu" Ucap Fifin, ia tahu bagaimana fitrah nya pakaian perempuan dalam islam, tapi mau bagimana lagi? Seragam kerja yang ia kenakan adalah tuntutan dari rumah sakit
"Nanti kalau mas sudah ada rezeki, adek buka praktek saja ya? Supaya tidak ada tuntutan dari rumah sakit lagi" Ucap Abizar, ia memang sudah ada rencana tapi dana nya yang masih belum mencukupi
"Emm... boleh kalau memang di takdirkan sama Allah untuk memiliki klinik sendiri" Ucap Fifin
Di antara adab pakaian perempuan dalam islam
__ADS_1
Disunnahkan memakai pakaian baru, bagus, dan bersih
Pakaiannya menutup aurat, artinya pakaian yang longgar dan tidak menampakkan bentuk tubuh
Pakaian wanita tidak menyerupai laki-laki, demikian juga sebaliknya
Bukan pakaian syuhrah (baju ketenaran)
Pakaiannya tidak bergambar nyawa atau bersalib, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari istri Rasulullah, Aisyah RA, ia berkata:
لَمْ يَكُنْ يَتْرُكُ فِى بَيْتِهِ شَيْئًا فِيهِ تَصَالِيبُ إِلاَّ نَقَضَهُ
Artinya: "Tidaklah Rasulullah SAW meninggalkan rumah yang ada pakaian terdapat salib, melainkan beliau akan menghapusnya," (HR Bukhari).
Disunnahkan memulai dengan bagian kanan dalam berpakaian dan semisalnya
Disunnahkan bagi yang memakai pakaian baru hendaknya berdoa
Disunnahkakan memakai pakaian putih, sebab dalam suatu hadits disebutkan bahwa pakaian putih adalah sebaik-baiknya pakaian
Disunnahkan memakai minyak wangi, namun wanita tidak diperbolehkan memakai wewangian jika sekelilingnya banyak laki-laki yang bukan mahramnya. Dari Abu Musa Al Asy'ari RA, Rasulullah bersabda:
أيُّما امرأةٍ استعطرتْ ثُمَّ خَرَجَتْ ، فمرَّتْ علَى قومٍ ليجِدُوا ريَحها فهِيَ زانيةٌ ، وكُلُّ عينٍ زانيةٌ
Artinya: "Wanita mana saja yang memakai wewangian lalu ia keluar dan melewati para lelaki sehingga tercium sebagian dari wanginya tersebut, maka ia adalah seorang pezina. Dan setiap mata yang melihatnya juga pezina," (HR Abu Dawud).
10. Adab berpakaian bagi wanita muslim terakhir adalah diharamkan untuk mentato, mencukur bulu wajah, mengubah bentuk tubuh, dan menyambung rambut. Hal ini didasarkan pada hadits dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ ، وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ
Artinya: "Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang meminta disambungkan rambutnya, begitu pula perempuan yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato." (HR Bukhari dan Muslim).
Secara umum pakaian dalam bahasa Arab adalah albisah, yang merupakan bentuk jamak dari libas. Makna libas adalah yang dikenakan oleh manusia untuk menutupi anggota tubuhnya.
Tujuan utama pakaian adalah menutup anggota tubuhnya yang merupakan fitrahnya sebagai manusia, melindungi dirinya dari cuaca yang berganti-ganti, dan sebagai perhiasan dan keindahan. Hal ini tercantum dalam QS Al A'raf ayat 26,
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Arab latin: Yā banī ādama qad anzalnā 'alaikum libāsay yuwārī sau`ātikum warīsyā, wa libāsut-taqwā żālika khaīr, żālika min āyātillāhi la'allahum yażżakkarụn
Artinya: "Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat."
Dengan mengetahui makna dan adab berpakaian bagi wanita muslim, semoga kita bisa selalu mengamalkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
°
Jadi sudah paham ya? Itu alasan Abi dulu sempat ragu dengan istri nya, kalian bayangkan saja... gus dari pondok pesantren yang menikah dengan bidan, sedangkan bidan tersebut dalam hal berpakaian tidak seperti ning ning istri gus pada umum nya
Tapi Abizar tetap berusaha untuk menerima istri nya dengan baik, karena Fifin memakai seragam celana itu memang terpaksa selama masih ada kontrak kerja dengan rumah sakit.
.....
Ini cerita nya author juga sedikit menjelaskan karena beberapa pertanyaan "kenapa celana nya di permasalahin?" Jadi clear ya? Sudah ada penjelasan nya
Tiap laki laki yang paham agama pasti ingin mempunyai istri yang sholeha, termasuk adab atau sikap yang baik begitu pula dalam penampilan sehari hari.
__ADS_1
Jadi perempuan harus tau batasan dalam berpakaian, selama tidak urgent atau ikatan kerja dll yang mengharuskan, maka lebih baik berpakaianlah sebagai mana islam sudah menentukan pakaian wanita dan menjunjung tinggi martabat kalian.
Mari saling memaafkan, perbanyak dzikir dan semangat memperbaiki diri lebih baik lagi🤗