Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar
66. Hmmm


__ADS_3

"Umi, maaf tapi kenapa semua nya tadi terkesan memojokkan Nisa?" Tanya Aina saat mbak Ila menggendong putri mereka keluar kamar sampai pembicaraan itu selesai


"Maaf ya Na, umi sama sekali tidak berniat merusak hubungan pertemanan kamu sama Nisa" Ucap umi


"Lalu kenapa umi?"


"Sebenernya tadi pagi Nisa datang menemui Abi dan Fifin di warung puncak, dia terang terangan bilang mencintai Abi dan ingin merusak rumah tangga mereka, tentu nya umi ikut sakit hati dan kasihan dengan Fifin"


Aina kaget dengan apa yang umi nya ceritakan, masa iya sih Nisa seperti itu? Padahal di depan nya juga kalem, baik dan tidak neko neko


"Astaghfirullah... beneran umi?"


"Iya Na, tadi pagi Fifin pulang juga murung kan? Di baju nya juga ada noda kopi" Ucap umi


"Murung karena Nisa?" Tanya Aina


"Iya nak, noda di baju Fifin juga karena habis di siram kopi sama Nisa" Jawab umi


Aina mengangguk angguk dengan ekspresi syok nya, pantas saja Fifin tadi kelihatan sedih dan juga tanya tanya soal Nisa. Ternyata ini alasan nya


Sedangkan Fahri hanya menyimak sedari tadi, ia juga ikut kaget walau tidak kenal dekat dengan Nisa, hanya menyayangkan saja... apalagi seorang hafidzo namun sikap nya seperti itu


"Semoga dia segera sadar dan mendapat jodoh yang baik juga umi" Ucap Fahri hanya bisa mendo'akan yang baik baik saja


"Iya nak, aamiin"


Waktu sholat ashar tiba tiba sudah menghampiri, semua bergegas membersihkan diri termasuk mas mas dan mbak mbak yang mandi bergantian sebelum ikut berjamaah


"Mau sholat berdua atau di bawah saja?" Tanya Abi pada istri nya yang baru selesai mengambil wudhu


"Dibawah aja, jamaah bareng bareng" Jawab Fifin sambil memberikan sarung, peci dan sajadah yang biasanya Abi kenakan


"Ya sudah, ayo turun" Ajak Abi saat dia sudah berpakaian lengkap dan ganteng beud kayak hot daddy


Mereka semua akhirnya sholat ashar berjamaah di ruang keluarga, setelah nya di lanjut berdzikir dan ngaji bersama sesuai juz masing masing.


"Shodaqallahul adzim" Ucap Fifin dan semua orang mengakhiri nya saat jam sudah mau maghrib dan juga mencium al qur'an tersebut


"Fin" Panggil Aina, kebetulan mereka memang duduk bersebelahan


"Iya mbak, kenapa?" Tanya Fifin


"Mbak minta maaf ya, soal yang tadi karena mbak tidak tahu" Ucap Aina dengan menggenggam erat tangan adik ipar nya


Fifin tersenyum "Iya, tidak apa apa... mbak santai saja"


"Sabar ya... semoga dia cepat berubah" Ucap Aina


"Aamiin"

__ADS_1


Fifin lalu memberikan benda yang terbungkus kotak kardus, ia memang sudah memilih barang untuk diberikan pada Aina dari munggu lalu dan kebetulan pula barang itu ia bawa dari rumah


"Ini mbak, semoga bermanfaat ya" Ucap Fifin


"Pompa asi? Wah... alhamdulillah, mbak memang sedang butuh banget karena kadang sakit kalau asi nya penuh, tapi anak mbak masih kenyang" Ucap Aina


"Alhamdulillah, berarti asi nya deras?" Tanya Fifin


"Iya karena tips yang kamu kirim waktu itu, terimakasih ya Fin... untuk semuanya, kalau nggak ada kamu mungkin semuanya bakal bingung harus bagaimana" Ucap Aina


"Sama sama mbak, Fifin juga senang kok"


Disaat kedua wanita itu masih mengobrol, Fahri juga berucap pelan pelan pada Abizar


"Abi"


"Ya bang, kenapa?" Jawab Abi


"Boleh minta nomer rekening nya istri kamu? Hanya sebagai rasa terimakasih ku saja" Ucap Fahri lantaran ia belum pernah memberikan apa apa pada Fifin


"Mas, percaya sama aku. Dia nggak akan mau menerima hadiah itu" Ucap Abi tau betapa kekeh nya Fifin kalau sudah berniat menolong orang


"Lalu abang harus bagaimana?" Tanya Fahri bingung


"Fifin itu orangnya baik hati, dan... sebagai ganti nya kalau aku nanti butuh informasi soal kejadian yang ganjal, mas bantu selidiki ya" Ucap Abi


"Kejadian ganjal?" Tanya Fahri bingung


"Oke, akan mas bantu" Ucap Fahri menyanggupi karena mulai paham dengan maksud ucapan adik ipar nya


~


Malam hari setelah sholat isya'. Fifin langsung mengemasi barang barang yang akan mereka bawa pulang besok dan juga lanjut belajar dengan suaminya malam ini


"Oke, tadi adek bilang mau mencoba menghafal al qur'an sedikit demi sedikit kan?" Tanya Abi memastikan dan sang istri mengangguk sebagai jawaban nya


"Emm tips nya sih pikiran harus tenang, jangan terburu buru juga"


"Lalu?"


"Lalu kalau ayat ayat nya panjang seperti al baqarah, adek tidak perlu menghafal tapi rekam ayat itu di memori adek, ibarat memejamkan mata sambil melihat memori itu dan membaca. Paham kan?" Tanya Abi


"Oke, paham"


Abi lalu melepas peci dan membereskan peralatan sholat mereka yang tadi hanya berdua di kamar


"Loh, udah selesai belajar nya?" Tanya Fifin agak heran karena biasanya kalau belajar bareng sang suami pasti malam sekali baru selesai


"Kita tidur lebih awal saja, karena besok juga harus berangkat pagi pagi kan?" Ucap Abi

__ADS_1


"Ohh... iya sih" Fifin membenarkan dan juga ikut menyimpan peralatan sholat mereka di tas yang sudah di siapkan


Abizar duduk senderan di ranjang, ia tersenyum saat melihat sang istri yang menggerai rambut dan berjalan menghampiri nya


"Sini" Ucap Abi menepuk nepuk kasur di sebelah nya


Fifin menurut saja karena ia memang sudah berniat istirahat, entahlah... hari ini terasa sekali kalau banyak kejutan di kehidupan mereka


Abizar memeluk istri nya dengan erat, menghirup kuat kuat aroma yang ia suka


"Mas minta maaf ya... gara gara mas semua ini terjadi"


Fifin menggeleng "Tidak apa apa, karena sudah takdir nya memang begini. Hanya satu yang adek minta sekarang"


"Apa?" Tanya Abi


"Mas harus jaga perasaan dan setia sama adek ya... untuk sekarang kalau mas bisa setia dan tidak goyah pun itu sudah cukup" Ucap Fifin


"Nggih sayang, Insya Allah"


Fifin tersenyum lalu mengeratkan juga tangan nya pada pinggang sang suami


"Eh, dek"


"Kenapa?"


"Katanya tadi ngajak begadang sama praktek yang di kitab itu, ayo" Ajak Abi sengaja menggoda istri nya, kalau di seriusin juga alhamdulillah sih haha


"Lah... kan adek bercanda tadi, adek juga enggak tabu itu kitab isi nya apa" Ucap Fifin mengedikkan bahu nya


"Ya makanya sekarang mas tunjukin" Ucap Abi, perlahan ia rebahkan Fifin sampai telentang dan ia mengungkuh tubuh yang lebih kecil dari nya itu


"Hah? Jadi isi kitab nya tuh soal beginian?" Tanya Fifin kaget karena tidak menyangka saja


"Kitab itu tentang pendidikan pra nikah dan di ajarkan kepada santri yang berusia delapan belas tahun ke atas" Jawab Abi


"Ohh..."


Abi malam ini lebih agresif dari pada tadi siang, ia terus terusan memberi rangsangan agar istri nya juga membalas


Hanya beberapa menit saja tubuh mereka berdua sudah tertutup dengan selimut lebar, dan muncul lah beberapa suara khas yang tercipta karena kegiatan panas itu


Fifin sendiri masih merasa sakit tapi tidak sesakit tadi siang, ia bahkan sengaja menggigit pundak dan leher Abi sebagai pelampiasan nya


"Aduh... ngilu" Ucap Abi di sela sela kegiatan itu


"Lebih sakit yang adek rasain" Ucap Fifin tidak mau kalah, ia menggigit tapi juga memeluk erat pundak Abi agar tubuh mereka semakin dekat.


Tittt.... ( sensor )

__ADS_1


Author : Mohon maaf ya, ini anak anak ku kalau udah halal + cinta bawaan nya gas poll mulu😂 yang jomblo harap bersabar.


__ADS_2